Kunjungan Kehormatan Keppri Tawau kepada Ketua Menteri dan Speaker Sabah

​​

Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat - dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Hal itulah yang mendasari pertemuan Kepala Perwakilan RI di Tawau, Bapak Abdul Fatah Zainal dengan Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman Untuk itu pada tanggal 22 Oktober 2014, di Kota Kinabalu, sekaligus mengadakan courtesy call .Dalam kunjungan ini juga disampaikan keinginan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan status Konsulat RI Tawau menjadi Konsulat Jenderal. Peningkatan status tersebut dinilai sangat penting, karena Tawau  mempunyai kedudukan strategis dalam memonitor para WNI/TKI dan WNA yang keluar-masuk perbatasan Sabah – Kalimantan Utara (Kaltara). Volume kegiatan kekonsuleran, keimigrasian, ekonomi dan sosial budaya di wilayah kerja KRI Tawau juga telah mengalami peningkatan pesat. Faktor pemekaran wilayah Kalimantan Timur menjadi Kaltara juga ikut mempengaruhi peningkatan berbagai aktivitas di Tawau.

 

Ketua Menteri Sabah, Datuk Musa Aman menyatakan kegembiraannya menerima kunjungan dari KRI Tawau dan berharap agar tali persaudaraan antar kedua negara terus berlanjut. Musa Aman juga mengapresiasi rencana Pemerintah RI dalam hal peningkatan status KRI Tawau menjadi Konsulat Jenderal, sehingga peran Perwakilan RI di Tawau sebagai mediator hubungan bilateral antara wilayah perbatasan Indonesia (Kaltara) dengan Malaysia (Sabah) dapat ditingkatkan, khususnya di bidang ekonomi dimana Sabah dan Kaltara mempunyai sumber alam yang besar sehingga bisa dieksploitasi secara bersama-sama untuk kemakmuran rakyat kedua wilayah.

 

Sehari sebelumnya, Bapak Abdul Fatah sempat mengadakan pertemuan dengan Ketua Parlemen/Speaker Sabah, Datuk Sri Syed Abbas syed Ali. Dalam pembicaraan, terbetik adanya wacana pemerintahan Malaysia untuk mendirikan Perwakilan Malaysia setingkat Konsulat Jenderal di Kaltara yang akan berperan dalam peningkatan hubungan bilateral Indonesia – Malaysia. Datuk Syed Abbas juga menyampaikan harapannya agar hubungan kerjasama di bidang perdagangan di kawasan perbatasan Sebatik, Nunukan dan Tarakan semakin ditingkatkan.

 

Red: TPID-TWU