490 WNI/TKI Mendapatkan Buku Nikah dalam program Istbat Nikah di Konsulat RI Tawau

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau dengan dukungan Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Cq Direktorat Pelayanan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), bekerja sama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat, pada tanggal 17 s/d 21 Desember 2012 menyelenggarakan istbat nikah (penetapan nikah) untuk 490 pasangan suami istri (Pasutri) yang berada diwilayah kerja KRI Tawau. Selama penyelenggaraan istbat nikah, setiap harinya ditargetkan 100-an pasutri akan hadir untuk diistbatkan.

Program istbat nikah ini akan dapat memberikan legalitas kepada Pasutri yang sebelumnya telah melakukan perkawinan siri secara Islam. Dengan legalitas istbat nikah ini, anak-anak Pasutri tersebut akan mendapatkan Surat Keterangan Kelahiran yang memiliki status hukum sebagai anak dari Pasutri yang di Istbatkan.

Pembukaan penyelenggaraan sidang istbat dibuka oleh Konsul RI Tawau bertempat dihalaman Kantor KRI Tawau pada tanggal 17 Desember 2012 pukul 09.00 WS yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Drs. H Khalilurrahman, Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat, Drs. Abdul Hakim, dan Hakim PA Dra. Hj. Rosmida M. Nur, SH. MH dan Dra. Nadhifah SH, MH.

Keberadaan Pasutri WNI/TKI ini, rata-rata telah tinggal di Sabah lebih dari 5 (lima) tahun dan telah melakukan pernikahan siri dengan pasangannya di perkebunan tempat mereka bekerja. Mayoritas Pasutri berasal dari daerah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Keseluruhan 490 Pasutri WNI/TKI bekerja di ladang di Wilayah Kerja KRI Tawau antara lain Ladang Felda Sahabat, Ladang Bongalio, Ladang Sebrang, Ladang Bagahak, Ladang Felcra, Ladang Imam Sime Darby, Ladang KL Kepong, Ladang Ikut Maju dan Ladang-ladang persendirian.

Tawau, Sabah, 17 Desember 2012

Konsulat RI Tawau