RI – Tajikistan Inginkan Kerjasama Lebih Erat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia dan Tajikistan telah mempunyai landasan kerjasama yang cukup kokoh guna ditingkatkan lagi di masa mendatang. Kedua negara akan memanfaatkan setiap potensi dan peluang kerjasama yang saling menguntungkan, khususnya di bidang infrastruktur, pertanian dan energi.
Demikian disampaikan oleh Presiden Tajikistan Emomali Rahmon tanggal 20 April 2010 saat menerima Surat-Surat Kepercayaan dari Duta Besar RI Mohamad Asruchin untuk Republik Uzbekistan merangkap Republik Tajikistan, Republik Kazakhstan dan Republik Kyrgystan yang berkedudukan di Tashkent.
Dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat Indonesia kepada Presiden Emomali Rahmon dan rakyat Tajikistan. Duta Besar juga menegaskan keyakinannya bahwa dasar hubungan yang baik, kesamaan sejarah, budaya dan agama kedua negara dapat menjadi modal kuat untuk dikembangkan menjadi hubungan yg lebih meningkat lagi di segala sektor.
Acara penyerahan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon tersebut berlangsung secara khidmat di Istana Kepresidenan baru di Dushanbe, Tajikistan dan untuk pertama kalinya diselenggarakan secara kolektif. Sebanyak sepuluh duta besar dari negara lain, yakni Uni Eropa, Spanyol, Belanda, Serbia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Korea Selatan, Norwegia dan Filipina.
Sehari sebelumnya (19/04/01) Duta Besar RI juga diterima oleh Menlu Tajikistan Hamrokhon Zarifi di kantor Kemlu Tajikistan. Pada kesempatan tersebut, Menlu Zarifi menyampaikan penghargaan kepada Indonesia atas kerjasama dan saling dukung kedua negara di berbagai forum internasional selama ini. Ditambahkan bahwa Tajikistan merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam serta 60 persen sumber air di Asia Tengah berasal dari pegunungan di Tajikistan. Menlu Zarifi berharap Indonesia dapat berpartisipasi dalam menggali potensi yang ada untuk menigkatkan kerjasama yang menguntungkan rakyat kedua negara.
Indonesia dan Tajikistan telah menandatangani sejumlah perjanjian dan MoU sejak tahun 2003, yaitu di bidang kerjasama teknik, persetujuan perdagangan, penghindaran pajak berganda, peningkatan dan perlindungan penanaman modal, bidang pariwisata, pendidikan serta pembentukan komisi bersama Tajikistan-Indonesia.