Presiden Uzbekistan Dukung Peran dan Inisiatif RI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Oleh karena itu, Uzbekistan berkeinginan untuk lebih memperdalam kerjasama di berbagai organisasi internasional dengan Indonesia. Presiden Karimov berterima kasih atas dukungan Indonesia terhadap Laporan Periodik HAM Uzbekistan pada sidang ke-3 Working Group Dewan HAM PBB di Jenewa bulan Desember 2008. Presiden Karimov juga menyatakan tertarik dengan kebijakan ekonomi yang telah dijalankan oleh Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Islam Karimov saat menerima Duta Besar Mohamad Asruchin usai upacara penyerahan Surat-Surat Kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Uzbekistan di Istana “Oksaroy”, Tashkent (6/7). Presiden Karimov juga memuji keberhasilan Indonesia dalam mencegah dampak krisis finansial global dengan menerapkan kebijakan anti krisis yang tepat. Menurutnya, di sektor bilateral angka perdagangan Indonesia dan Uzbekistan sebelum krisis ekonomi dunia cukup mengesankan, namun saat ini perlu didorong kembali peningkatannya, termasuk kerjasama investasi dari kedua belah pihak. Hubungan kedua Negara, lanjutnya, perlu diperkuat termasuk saling kunjung pejabat tinggi kedua negara dan pertemuan berkala melalui Forum Konsultasi Bilateral. Untuk saling kunjung antar pimpinan negara/pemerintah, Presiden Karimov menyampaikan undangan pribadi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkunjung Uzbekistan sekaligus melakukan ziarah ke beberapa tempat sejarah Islam di kota Samarqand dan Bukhara. Duta Besar Asruchin dalam siaran pers KBRI Tashkent (11/7) menyatakan bahwa ia telah menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Karimov. Disampaikannya pula optimism Indonesia bahwa dengan latar belakang kesamaan sejarah, budaya serta pandangan atas berbagai isu regional dan internasional, Indonesia - Uzbekistan dapat meningkatkan hubungan bilateralnya di segala sektor terutama ekonomi, perdagangan dan sosial budaya. Sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam, menurut Dubes Asruchin, sejumlah pemikir Islam Uzbekistan di abad ke-8 seperti Imam Bukhari, Imam Tarmizi, Ibnu Sina, dan Naqsabandi adalah figur yang sangat dihormati umat Islam di Indonesia. Hal ini dapat dijadikan modal peningkatan hubungan bilateral RI-Uzbekistan untuk memperkuat kerjasama yang saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara. Menyinggung masalah keamanan regional, Presiden Karimov menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan yang terjadi di Kyrgyzstan dan Afghanistan. Peristiwa kerusuhan etnis berdarah di kota Osh dan Jalalabad, Kyrgyzstan Selatan, menurutnya, dirancang dan diorganisir oleh pihak ketiga yang ingin menciptakan Great Game baru di Asia Tengah, dan bertujuan memperluas konflik di kawasan. (sumber: KBRI Tashkent).