Pengenalan Politik Luar Negeri Indonesia di Universitas Ablai Khan, Almaty, Kazakhstan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 8 November 2010, KBRI Tashkent telah mengadakan kuliah umum di Universitas Ablai Khan, Almaty Kazakhstan. Kuliah umum ini sebagai salah satu tindak lanjut dari hasil pembicaraan Dubes RI dengan Rektor Universitas Ablai Khan pada tanggal 3 September 2010.
Acara tersebut diantaranya menggarisbawahi pentingnya membangun kerjasama dengan kalangan akademisi di Indonesia serta mengadakan kuliah umum, seminar serta kegiatan lainnya.
Sebagai salah satu universitas terbaik di Kazakhstan, kuliah umum ini memiliki makna tersendiri sebagai langkah awal untuk peningkatan kerjasama dengan kalangan akademis di Kazakhstan. Sebagai pembicara dalam kuliah umum tersebut, KBRI Tashkent mengundang 2 orang pembicara dari Jakarta yaitu Dr Fachry Ali, peneliti LIPI dan Yusra Khan, Ses BPPK. Topik yang dipresentasikan pada kuliah umum tersebut adalah Kebijakan Luar Negeri Indonesia serta Islam dan Demokrasi di Indonesia. Yusra Khan, Ses BPPK dalam pemaparannya menjelaskan antara lain mengenai politik luar negeri Indonesia yang senantiasa mengedepankan penggunaan soft power. Modalitas yang dimiliki Indonesia dalam penggunaan soft power antara lain sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, negara dengan mayoritas masyarakat moderat dan toleran terhadap menyikapi perbedaan serta keragamanan dan kekayaan seni dan budaya. Sejalan dengan hal tersebut, Dr Fachry Ali membagikan pengalaman keberhasilan demokrasi di Indonesia yang terbukti mampu bersinergi dengan Islam sebagai dasar nilai yang dipegang oleh mayoritas penduduk Indonesia. Kuliah umum tersebut telah berlangsung dengan cukup dinamis yang menunjukkan ketertarikan dari kalangan akademisi di Kazakhstan untuk lebih mengenal keadaan sosial dan politik Indonesia. Pengalaman Indonesia diharapkan dapat menjadi masukan untuk memperkaya nuansa pemikiran di Kazakhstan. Sebagai informasi, Universitas Ablai Khan berencana mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk buku dengan judul “Kazakhstan way in dilemma East or West”. Buku tersebut merupakan hasil analisa mengenai sejarah Kazakhstan serta arah perkembangan Kazakhstan di masa mendatang. Setelah penyelenggaraan kuliah umum, Dubes RI, Mohamad Asruchin juga berkesempatan mengadakan pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Sagali Bayzakovich Balikbaev dan Dekan Fakultas Hubungan Internasional, Daeuletbek Saduakasovich Raev. Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya untuk melakukan kerjasama dengan pihak universitas termasuk kemungkinan mengadakan penelitian ilmiah bersama dalam berbagai isu, diantaranya mengenai sejarah diplomasi Asia Tenggara serta peningkatan hubungan antara Indonesia dan Asia Tenggara dengan Kazakhstan.