Masakan Indonesia Memperat Persahabatan Indonesia – Uzbekistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ruangan berkapasitas 120 orang di College Industri dan Profesional Aithojaev Muhtar Ruzmetovich, Tashkent dipenuhi oleh sekitar 150 orang siswa yang sebagian besar mengenakan seragam koki. Para siswa hadir dengan penuh antusias guna mengikuti kegiatan pengenalan masakan Indonesia. Selain para siswa terdapat juga beberapa pejabat Uzbekistan yang hadir pada kegiatan tersebut antara lain Saidahror Gulyamov, Chairman of the Council of Friendship Societies and Cultural Enlightening Relations of Uzbekistan with Foreign Countries yang juga merupakan mantan Minister of Higher and Secondary Specisialized Education of Uzbekistan, Wakil Rektor Tashkent State Economic Institute, Direktur College Industri dan Profesional, Tashkent serta Perwakilan dari Pemerintah Kota Tashkent. Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia khususnya makanan tradisional Indonesia ini, diselenggarakan oleh KBRI Tashkent, atas inisiatif Asosiasi Persahabatan Indonesia – Uzbekistan dengan College Industri dan Profesional Aithojaev Muhtar Ruzmetovich. Kegiatan dibagi dalam dua bagian, yaitu seminar mengenai keragaman masakan Indonesia serta demo pembuatan masakan Indonesia. Kegiatan seminar diisi oleh presentasi mengenai keragaman seni dan budaya Indonesia termasuk keragaman masakan Indonesia yang disampaikan oleh Musa Derek Sairwona, Plh Fungsi Pensosbud serta penayangan film pendek berdurasi 15 menit mengenai promosi budaya dan pariwisata Indonesia. Sedangkan demo proses pembuatan masakan dilakukan oleh koki Wisma Duta, Sutrisno yang merupakan koki profesional dengan pengalaman di beberapa hotel berbintang lima di Indonesia. Makanan yang ditampilkan adalah Kalio Ayam, Soto Ayam, Gado-Gado, Pisang Goreng. Dubes RI Tashkent, Mohamad Asruchin dalam sambutannya mengutip pepatah Indonesia “tak kenal maka tak sayang” sebagai ungkapan atas keinginan untuk dapat mempererat hubungan Indonesia – Uzbekistan dengan membuka diri untuk saling mengenal satu sama lain. Khusus untuk kesempatan kegiatan ini adalah melalui pengenalan masakan Indonesia. Masakan Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong rasa keingintahuan masyarakat Uzbekistan untuk lebih mengenal Indonesia Kegiatan ini diliput oleh TV Uzbekiston yang merupakan TV terbesar di Uzbekistan. Menurut informasi dari pengurus Asosiasi Persahabatan Indonesia – Uzbekistan, liputan mengenai kegiatan ini akan menjadi bagian dari liputan mengenai Asosiasi Persahabatan Indonesia – Uzbekistan yang akan diberikan durasi selama 40 menit.