Kolaborasi Piano dan Angklung dalam Penampilan Karya Pemusik Legendaris Uzbekistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bulan November 2010 memiliki arti penting bagi alat musik tradisional kebanggaan Indonesia angklung. Pada tanggal 18 November 2010 United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi mendeklarasikan angklung sebagai salah satu world Heritage. Dalam rangka mempromosikan angklung, di Uzbekistan pada tanggal 15 November 2010, Angklung untuk pertama kalinya ditampilkan pada salah satu gedung pertunjukan terbaik di Tashkent yaitu di Grand Hall of the Conservatory. Angklung dalam pertunjukan musik tersebut dipadukan dengan musik piano untuk memainkan karya musik berjudul “Tashkent Spring” yang merupakan salah satu karya besar pemusik legendaris Uzbekistan, Mukhtar Ashrafi. Mukhtar Ashrafi merupakan legenda musik Uzbekistan yang menghasilkan banyak karya yang menjadi Uzbek classics’ national heritage. Penampilan musik angklung pada pertunjukan tersebut, dimainkan oleh siswa sekolah musik Conservatory yang merupakan sekolah musik terbaik di Uzbekistan dengan didukung oleh KBRI Tashkent. Penampilan musik angklung yang disaksikan oleh lebih dari 200 orang yang memenuhi gedung pertunjukan mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi. Walaupun, musik angklung merupakan hal baru bagi sebagian besar penonton yang hadir, kolaborasi dengan piano dalam memainkan salah satu karya pemusik legendaries Uzbekistan memiliki arti tersendiri dan menjadikan musik angklung lebih mudah diterima. Sebagai informasi, pertunjukan musik dengan judul “Memorized World” ini diadakan oleh Uzbekistan Union of Composers, Uzbekistan State Conservatory dan State Memorial Museum of Mukhtar Ashrafi. Pada pertunjukan tersebut dipentaskan permainan angklung, piano, violin, serta pentas drama teater. Konser tersebut menampilkan karya komposer ternama antara lain G. Mushel, M. Ashrafi, R. Vildanov, F. Yanov-Yanovskiy, R. Abdullaev, M. Bafoev dan A. Latif-zade. Pada pentas teater di akhir acara, KBRI Tashkent menampilkan tari Saman dari Aceh yang mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari seluruh penonton. Keindahan tari Saman yang dibawakan oleh siswa Conservatory dengan menggunakan pakaian tradisional Aceh berhasil memukau seluruh penonton.