Duta Besar RI Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Kyrgyzstan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar Republik Indonesia, Mohamad Asruchin, menyerahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Pemerintah Sementara Kyrgyzstan, Roza Otunbayeva pada Rabu, 17 November 2010 pukul 14.00, bertempat di Istana Kepresidenan (Government House) Kyrgyzstan.
Dalam pembicaraan bilateral, Presiden Kyrgyzstan dan Dubes RI meyakini bahwa hubungan baik yang dilandasi pada kesamaan akar sejarah, budaya dan agama antara Indonesia dan Kyrgyzstan, dapat menjadi modal utama untuk mengembangkan lebih jauh hubungan bilateral guna memberikan manfaat bagi rakyat kedua belah pihak.
Presiden Kyrgyzstan dan Dubes RI sangat menghargai upaya bertahap dalam pengembangan hubungan bilateral antara Kementerian luar negeri Indonesia dan kyrgyzstan antara lain menyiapkan dua draft kesepakatan penting yang direncanakan akan ditandatangani pada saat kunjungan kerja Menlu Kyrgyzstan sekaligus menghadiri Bali Democracy Forum Ill pada 9-10 Desember 2010. Kedua kesepakatan tersebut adalah pembentukan Forum Konsultasi Bilateral sebagai forum untuk membahas berbagai peluang dan hambatan dalam pengembangan hubungan bilateral, dan pemberlakuan Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas yang bertujuan untuk memperlancar saling kunjung antar pejabat dalam rangka perluasan dan intensifikasi komunikasi. Kedua pihak menyepakati bahwa saling kunjung merupakan salah satu kendaraan penting dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral di segala bidang.
Presiden Roza Otunbayeva yang pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1994 menyatakan kekaguman atas capaian pembangunan nasional Indonesia, dan dikatakannya bahwa pembangunan di negara-negara Asia justru lebih pesat dan dinamis dibanding negara-negara Barat. untuk itu beliau berharap warga kyrgyz dapat mengalihkan orientasinya dengan mempelajari fliosofi pembangunan negara-negara Timur.
Presiden Roza Otunbayeva sebagal mantan Duta Besar dan Menteri Luar Negeri sangat rnengagumi pengorganisasian promosi kebudayaan dan pariwisata Indonesia, berharap Indonesia dapat berbagi pengalaman termasuk pelatihan SDM Kyrgyzstan termasuk menyelenggarakan pentas seni budaya Indonesia di Kyrgyzstan. Be!iau juga mengharapkan dapat dilakukan pertukaran informasi dan pengalaman atas dua program penting pada pembangunan nasional Kyrgyzstan yakni pengentasan kemiskinan melalul skema kredit mikro dan pemberdayaan wanita.
Sebagai negara yang belum lama ini mengalami konffik horizontal antar etnis Kyrgyz dan Uzbek, Presiden Otunbayeva merencanakan akan menyelenggarakan dialog nasional mengenai kerukunan dan harmonisasi hidup berdampingan antar etnis dan kelompok yang berbeda di negaranya. Dalam dialog ini beliau mengharapkan partisipasi dari Indonesia yang rnempunyai banyak pengalaman dalam mengatasi perbedaan dan pertikaian antar kelompok etnis, budaya dan agama yang berbeda di tanah air. (Sumber: KBRI Tashkent)