Konsultasi Bilateral Pertama RI-Kyrgyzstan Momentum Memperluas Kerja Sama

Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Yuri O. Thamrin memimpin delegasi RI ke Kyrgyzstan untuk melakukan Konsultasi Bilateral  RI – Kyrgyzstan dengan mitra kerjanya, Dirjen  Asia Afrika Kemlu Kyrgyzstan (06/11/2015). Kedua delegasi membahas isu politik, ekonomi, perdagangan,  investasi,  sosial-budaya, dan pariwisata. Konsultasi Bilateral ini telah memberikan momentum baru bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama sejak ditandatanganinya MoU Pembentukan Konsultasi Bilateral Indonesia–Kyrgyzstan 23 September 2011.  Pelaksanaan Konsultasi Bilateral ini merupakan bukti konkrit komitmen kedua negara untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas. Penguatan hubungan kedua negara melalui saling kunjung di berbagai tingkatan juga menjadi pembahasan dalam forum tersebut.

Dalam kerangka kerja sama ekonomi, Indonesia menyambut baik tawaran Kyrgyzstan untuk membuka akses bagi produk Indonesia, termasuk dalam memasuki pasar di negara-negara tetangga Kyrgyzstan seperti Rusia dan Kazakhstan melalui Kyrgyzstan, serta tawaran kerja sama joint venture. Di lain pihak, Indonesia juga menyambut baik keinginan Kyrgyzstan untuk ekspor produk pertaniannya ke Indonesia seperti produk daging berkualitas tinggi dan dry fruit. Selain itu, kedua pihak juga memandang penting untuk menjajaki kerja sama di bidang industri tekstil mengingat Kyrgyzstan merupakan salah satu negara penghasil kapas. Produk-produk elektronik, minyak kelapa sawit, kopi, teh, rotan dan makanan Indonesia cukup diminati masyarakat Kyrgyz.

Kesempatan  Konsultasi Bilateral ini telah dimanfaatkan secara optimal oleh delegasi Indonesia dengan membawa serta beberapa pelaku usaha. Asdep Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kantor Kemenko Perekonomian turut mengkoordinir pertemuan business matchmaking antara Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Indonesian Bank Exim dan PT. Pacific Inter-Indah Tour dengan mitranya dari Kyrgyzstan.

Dalam pertemuan bisnis dijajaki pengiriman tenaga ahli, dan pembentukan Joint Venture untuk distributor penjualan semen beku BBIB Singosari di Kyrgyzstan dan negara-negara Eurasian Economic Union (EEU), pembentukan banking correspondent antara Indonesian Bank Exim dengan RSK Bank (Bank Komersial), dan Aiyl Bank (Bank Pertanian) untuk transaksi dagang dan eksplorasi lebih lanjut skema transaksi trade financing antar kedua bank setelah terjadi transaksi, dan kerja sama antara PT. Pacific Inter-Indah Tour dengan mitranya “Central Asia Tourism Company” dan “Yachne Turi”  serta  “Mir Bez Granich” dalam bidang pariwisata untuk penanganan wisatawan dari Kyrgyzstan ke Indonesia dan sebaliknya,  promosi paket tour tujuan wisata di Indonesia selain Bali, dan paket wisata “Silk Road” Asia Tengah termasuk Kyrgyzstan. Juga disepakati kontrak kerjasama pada 2016 dan program familiarization trip yang mencakup Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Delegasi Kementerian Pertanian Kyrgyz direncanakan akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 23 November 2015 dalam rangka  pelaksanaan MoU on Reverse Linkage yang ditandatangani 16 September 2015.

Pada akhir Konsultasi Bilateral ditandatangani MoU Kerja Sama Pelatihan dan Pendidikan Diplomatik antara Pusdiklat Kemlu RI dan Diplomatic Academy Kemlu Kyrgyzstan (Sumber: KBRI Tashkent).Tashkent,   November 10, 2015