REPUBLIK UZBEKISTAN

New Picture (2).png

 

INFORMASI DASAR (GENERAL INFORMATION)

Nama Resmi NegaraRepublik Uzbekistan
Bentuk NegaraRepublik
Ibu KotaTashkent
Luas Wilayah

Total  447.400 km2

(Daratan:  425.400 km2,  Perairan:  22.000 km2)

 
Jumlah Penduduk 31.025.500 dengan komposisi etnis: Uzbek 80%, Rusia 5,5%, Tajik 5%, Kazakh 3%, Karakalpakstan 2,5%, Tatar 1,5%, lainnya  2,5%. (Januari 2015)
Lagu Kebangsaan The State Anthem of the Republic of Uzbekistan 
AgamaIslam 88% (sebagian besar Suni), Orthodox Rusia 9%, lainnya 3% 
Bahasa Resmi

Uzbek (official), Rusia dan Tajik

 
Mata Uang

1 US$ = 3.097 Uzbekistan Sum / UZS

(12 Oktober 2016)
Hari Kemerdekaan/Nasional1 September (1991)

(Hari Kemerdekaan

dari Uni Soviet)

Sistem PemerintahanPresidensil Parlementer 
Nama Kepala Negara

Presiden: 

Shavkat Miromonovich Mirziyoyev

(8 September 2016)
Nama Kepala Pemerintahan

Perdana Menteri:

Abdulla Nigmatovich Aripov

(12 December 2003)
Nama Menteri Luar Negeri

Abdulaziz Khafizovich Kamilov

(11 Februari 2012)
Nama Duta Besar Uzbekistan untuk RI Shavkat Jamolov

14 Januari 2009

(Penyerahan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)

Nama Duta Besar RI untuk Uzbekistan

Anak Agung Gde Alit Santhika

 

7 Januari 2015

(Penyerahan  Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Islam Karimov)

GDPUS$ 66,73 Milyar  (2015)(World Bank)
GDP per KapitaUS$ 2.150 (2015)(World Bank)
Komoditas Ekspor UtamaEmas, kapas, minyak dan gas, mobil. 
Komoditas Impor UtamaMesin industri dan perlengkapannya, obat-obatan, bahan-bahan kimia dan makanan 
Keanggotaan Uzbekistan pada Forum Regional/Internasional

ADB, CICA, CIS, EAPC, EBRD, ECO, FAO, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (NGOs), ICRM, IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, Interpol, IOC, ISO, ITSO, ITU, MIGA, NAM, OIC, OPCW, OSCE, PFP, SCO, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, WTO (observer)

 
Bendera Uzbekistan

Tiga garis horizontal warna biru (top), putih dan hijau dipisahkan garis warna merah dengan bulan sabit warna putih di sebelah kiri atas dan 12 bintang warna putih. Warna biru  melambangkan "langit", warna putih melambangkan "perdamaian" yang berarti bersih pikiran dan kemauan, sedangkan warna hijau melambangkan "kealamian" yang merupakan warna Islam. Sedangkan garis merah merupakan kekuatan vital dari semua mahkluk hidup yang menghubungkan kebaikan dan kemurnian ide di langit biru maupun bumi; bulan sabit melambangkan Islam dan 12 bintang melambangkan bulan yang terkonstelasi dengan kalendar Uzbek.

 
Etimologi Uzbekistan

Kombinasi dari kata Turki "Uz" (self) dan "bek" (Master) dengan akhiran kata dari bahasa Persia "-stan" (negara)) yang berarti "Land of the free"

 
Wilayah Administrasi 12 Propinsi (Andijan, Bukhara, Ferghana, Jizzax, Namangan, Navoiy, Kashkadaryo, Samarkand, Sidaryo, Surkhandaryo, Tashkent, Khorezm) dan 1 Republik Otonomi (Republik Karakalpakstan) dan 1 Kota setingkat Propinsi(Tashkent) 

Geografi :

Lokasi :
Central Asia, Bagian Utara dari Turkmenistan dan bagian Selatan Kazakhstan


Koordinat :
41 00 N, 64 00 E

 

Luas area:

total: 447,400 sq km

Daratan: 425,400 sq km

Perairan: 22,000 sq km

Negara terluas ke-57 di dunia

4 kali luas Virginia dan sedikit lebih luas dari California

 

Panjang perbatasan

Total: 6,893 km

Berbatasan dengan (5) negara : Afghanistan 144 km, Kazakhstan 2,330 km, Kyrgyzstan 1,314 km, Tajikistan 1,312 km, dan Turkmenistan 1,793 km

 

Luas pantai

0 km (doubly landlocked country);

Catatan  - Uzbekistan termasuk wilayah bagian Selatan dari laut kering "Aral Sea" yang memiliki luas pantai sepanjang 420 km.

 

Iklim

Sebagian besar "gurun dengan mid-latitude climate", musim panas, winter; semiarid grassland di bagian Timur Uzbekistan".

Daratan

Sebagian besar gurun pasir yang flat yang terhubung dengan aliran sungai yang mengalir sepanjang wilayah Amu Darya, Syr Darya (Sirdaryo), dan Zarafshon; Sedangkan lembah Fergana di sebelah Timur dikelilingi pegunungan Tajikistan dan Kyrgyzstan; dan laut kering "Aral Sea" di sebelah Barat.

 

Puncak Tertinggi

Adelunga Toghi 4,301 m

 

Lembah terendah

Sariqamish Kuli -12 m

 

Sumber Daya Alam

Gas Alam, minyak bumi, batubara, emas, uranium, perak, tembaga, timah, zinc, molibdenum

 

Pemanfaatan lahan

Lahan pertanian: 62.6%

Arable land 10.1%; permanent crops 0.8%; permanent pasture 51.7%

Hutan: 7.7%

Lain-lain: 29.7%

 

Lahan Irigasi

42,150 sq km (2012)

Politik :

Perkembangan Dalam Negeri

Konsolidasi demokratisasi di Uzbekistan ditunjukkan dengan kelancaran penyelenggaraan Pemilu Parlemen (Oliy Majlis) dan Pemilu Presiden. Di awal tahun (4 Januari 2015), Uzbekistan menyelenggarakan pemungutan suara putaran kedua Pemilu Dewan Legislatif (Lower House) Oliy Majlis di 22 (dua puluh dua) daerah pemilihan dimana calon-calon legislatifnya tidak memperoleh suara mayoritas (50%+1) pada Pemilu tanggal 21 Desember 2014. Dari hasil Pemilu tanggal 21 Desember 2014 dan 4 Januari 2015 untuk memilih anggota parlemen periode 2015-2020 tersebut, partai “Liberal Democratic Party of Uzbekistan” memperoleh kursi terbanyak (52) dari 150 anggota parlemen yang terpilih. Urutan kedua adalah Democratic Party “Milliy Tiklanish” (Kebangkitan Nasional) dengan 36 kursi, ketiga People’s Democratic Party of Uzbekistan dengan 27 kursi, keempat Social Democratic Party “Adolat” dengan 20 kursi, dan 15 kursi merupakan penunjukkan dari perwakilan Gerakan Lingkungan Hidup berdasarkan dekrit Presiden. Keterwakilan perempuan dalam Pemilu Parlemen sekitar 15% atau 24  kursi, sedangkan 40 orang merupakan wajah lama.

Proses demokratisasi juga terlihat saat Uzbekistan kembali menggelar pesta demokrasi untuk memilih 84 (delapan puluh empat) Anggota Senat (Upper House) Oliy Majlis yang dilakukan melalui voting tertutup di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di 12 provinsi, Ibukota Tashkent dan Republik Otonomi Karakalpakstan untuk memilih 6 orang perwakilan dari masing-masing daerah yang akan duduk di kursi Senat Oliy Majlis. Adapun 16 orang Anggota Senat lainnya dipilih langsung oleh Presiden.

Pesta demokrasi terakhir adalah Pemilu Presiden yang dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2015 dan diikuti oleh empat kandidat Capres. Kelancaran proses demokratisasi juga dipengaruhi oleh situasi dalam negeri yang terbilang cukup aman dan kondusif, meskipun ancaman gerakan ekstrimisme/aksi radikalisme di dalam negeri masih menjadi perhatian khusus.

Pada tanggal 4 Desember 2016 mendatang, Pemilu Presiden akan diselenggarakan di Uzbekistan untuk menggantikan mendiang Islam Karimov yang meninggal tanggal 2 September 2016. Menurut Pasal 96 Konstitusi Uzbekistan, jika Presiden berhalangan tetap atau meninggal maka tugas-tugas Presiden akan dilaksanakan oleh Ketua Senat. Namun pada tanggal 8 September 2016, dalam Sidang Gabungan Dewan Legislatif dan Senat Oliy Majlis, Ketua Senat yang saat itu menjabat sebagai Acting Presiden mengundurkan diri sebagai Acting Presiden dan mengusulkan PM sebagai Acting Presiden dengan alasan pengalaman PM yang sudah mumpuni dalam mengelola pemerintahan. Acting Presiden saat ini dijabat oleh PM Shavkat Miromonovich Mirziyoyev.

Seperti halnya negara-negara lain, Uzbekistan juga tidak terlepas dari upaya propaganda Islamic State (IS/ISIS/ISIL) yang berupaya merekrut warga Uzbek terutama kaum mudanya untuk bergabung dengan para pejuang ISIS/ISIL. Menanggapi maraknya perekrutan kaum remaja, Pemerintah Uzbekistan bereaksi keras hingga mengeluarkan resolusi (peraturan) baru, ditandatangani oleh Presiden Uzbekistan tanggal 10 Agustus 2015, yang menyatakan bahwa 'Pemerintah dapat mencabut kewarganegaraan warganya yang melakukan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan dan merusak kepentingan negara dan masyarakat dengan terlibat pada kegiatan/kepentingan asing'.

Mempertimbangkan meningkatnya aktifitas organisasi ekstrimisme dan perekrutan dari ISIS/ ISIL, Pemerintah aktif melakukan tindakan pencegahan diantaranya melakukan razia dari rumah ke rumah, penyebaran informasi melalui televisi dan radio juga seminar-seminar di sekolah-sekolah mengenai bahaya esktrimisme, mengawasi mesjid-mesjid dan imam-imam, menggelar operasi keamanan, pemasangan kamera CCTV di perumahan, perkantoran, gedung apartemen, tempat keramaian publik, dan jalan-jalan. Petugas keamanan secara random juga memerika identitas warga dan melihat isi telepon genggam mereka untuk melihat ada tidaknya bahan-bahan berbau ekstrimisme.

Di pihak lain, Pemerintah juga meningkatkan kemampuan dan kesiapan penegak hukum dalam mengambil tindakan dalam situasi tak terduga secara cepat dan tepat, diantaranya dengan menggelar latihan anti-teror gabungan pada bulan Agustus 2015 dan November 2015 yang melibatkan petugas keamanan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Situasi Darurat, Badan Keamanan Nasional Negara, Badan Bea Cukai Negara dan badan terkait lainnya.

 

Struktur Negara dan Pemerintahan

Uzbekistan adalah negara berbentuk Republik dengan sistem pemerintahan Presidensil Parlementer. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan adalah Presiden Islam Karimov (sejak 27 Desember 1991).

Prinsip-prinsip dasar negara Uzbekistan  adalah mengembangkan demokrasi, meningkatkan realisasi reformasi dan membangun masyarakat madani, agar Uzbekistan dapat berdiri sejajar dengan negara-negara demokratis yang sedang berkembang, namun dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi budaya Uzbekistan.

Otoritas negara di Uzbekistan  terdiri dari kekuasaan legislatif, yang diselenggarakan oleh Supreme Assembly (Senate dan Legislative Chamber).; kekuasaan eksekutif, yang diselenggarakan oleh Pemerintah; serta kekuasaan yudikatif, yang diselenggarakan oleh Supreme Court, Constitutional Court dan Higher Economic Court.

 

LEMBAGA EKSEKUTIF

Kepala Negara adalah Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan lima tahun (Amandemen UU Pemilu 5 Desember 2011). Pemilu Presiden dilaksanakan 90 hari setelah Pemilu Parlemen (Amandemen UU Pemilu Presiden 23 Maret 2012). Masa bakti seorang Presiden tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan. Selama menjabat, seorang Presiden tidak boleh memegang jabatan lain, menjadi perwakilan lembaga atau terlibat kegiatan komersial. Presiden

memiliki kekebalan hukum. Seorang Presiden resmi menjabat jabatannya setelah mengucapkan sumpah jabatan di depan sidang gabungan Senat dan Dewan Legislatif Oliy Majlis (Parlemen). Presiden tidak berwenang mengalihkan sebagian kekuasaannya kepada badan atau lembaga negara. Jika Presiden tidak dapat menjalankan tugasnya maka Ketua Senat akan menjadi acting Presiden sampai terpilihnya Presiden yang baru (Amandemen Konstitusi Maret 2011).

Presiden Uzbekistan, setelah selesai masa jabatannya, akan menjadi anggota Senat seumur hidup. Presiden dapat membubarkan Senat dan Dewan Legislatif (dengan persetujuan Pengadilan Konstitusional) jika: kedua dewan Oliy Majlis berseteru dan tidak dapat diselesaikan serta telah mengganggu fungsi kerja mereka; kedua dewan mengeluarkan UU yang bertentangan dengan Konstitusi negara; atau terjadi perseteruan di antara kedua dewan yang mengancam fungsi normal Oliy Majlis. Jika Senat dan Dewan Legislatif dibubarkan, dalam waktu tiga bulan harus dilaksanakan pemilu. Senat dan Dewan Legislatif tidak boleh dibubarkan jika negara dalam keadaan darurat.

Kepala Pemerintahan adalah Perdana Menteri (PM) sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Kandidat Perdana Menteri diusulkan oleh partai politik yang menduduki kursi mayoritas di Parlemen atau oleh koalisi partai politik di Parlemen dengan jumlah suara yang sama. Kandidat PM tersebut kemudian diusulkan kepada Presiden guna diajukan kepada Parlemen untuk disetujui. Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Presiden dan Parlemen. Anggota Kabinet Menteri diajukan oleh PM dan disetujui oleh Presiden. Presiden dapat memberhentikan PM jika Parlemen menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap PM. Jika Presiden memberhentikan PM seluruh Kabinet Menteri mundur bersama PM. Presiden kemudian mengajukan kandidat baru atas persetujuan lebih dari setengah anggota Parlemen. Jika Parlemen dua kali menolak kandidat PM yang diusulkan oleh Presiden, Presiden berhak menunjuk Acting PM dan membubarkan Parlemen.


Susunan Kabinet Pemerintahan Uzbekistan

  • Presiden                : Shavkat Miromonovich Mirziyoyev
    Perdana Menteri   : Abdulla Nigmatovich Aripov                                                    

  • Deputi I Perdana Menteri, Ketua Dewan Temir Yollari Uzbekistan – Mengepalai sektor Pembangunan Daerah dan Kota, Transportasi, Pembangunan Makro, dan Industri Bangunan: Achilbay Ramatov;
     
  • Deputi Perdana Menteri, Mengepalai sektor Pembangunan Ekonomi Makro, Reformasi Struktural dan Penanaman Modal Asing: Rustam Azimov;

  • Deputi Perdana Menteri, Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air, Mengepalai sektor Pertanian dan Pengelolaan Air, Pengolahan Produk Pertanian dan Barang-barang Konsumen: Zoyir Mirzaev;

  • Deputi Perdana Menteri, Mengepalai sektor Geologi, Bahan Bakar dan Energi, Kimia, Petrokimia dan Industri Metalurgi: Gulomjon Ibragimov;

  • Deputi Perdana Menteri, Ketua Dewan Uzavtosanoat – Mengepalai sektor Pengembangan Potensi Ekspor dan Teknik Mesin, Industri Otomotif dan Listrik, Standarisasi Produk: Ulugbek Rozukulov;

  • Deputi Perdana Menteri, Menteri Kesehatan, Mengepalai sektor Kesehatan, Ekologi, Perlindungan Lingkungan, Budaya Fisik dan Olahraga:  Adkham Ikramov;
  • Deputi Perdana Menteri, Ketua Komite Perempuan: Tanzila Narbaeva
  • Menteri Keuangan                                      : Botir Khodjaev
  • Menteri Ekonomi                                        : Galina Karimova Saidova
  • Menteri Tenaga Kerja dan Hubungan        : Aziz Abdukakharovich Abdukhakimov
    Ketenagakerjaan                                         
  • Menteri Kebudayaan                                  : Makhmud Muratov
  • Menteri Dalam Negeri                                : Abdusalom Azizov
  • Menteri Luar Negeri                                    : Abdulaziz Khafizovich Kamilov                                                                       
  • Menteri Perdagangan Luar Negeri            :  Elyor Majidovich Ganiev
  • Menteri Pertahanan                                    : Kabul Raimovich Berdiev
  • Menteri Pendidikan Tinggi dan Kejuruan    : Alisher Vasikovich Vakhobov
  • Menteri Pendidikan Publik                          : Ulugbek Ilyasovich Inoyatov
  • Menteri Pertanian dan Manajemen            : Shukhrat Jurakulovich Teshayev    
    Pengairan                                                     
  • Menteri Kehakiman                                    : Muzraf Mubarakxodjaevich Ikramov                                                                        
  • Menteri Kesehatan                                      : Alisher Shadmanov
  • Menteri Situasi Darurat                               : Tursinkhon Aydarovich Khudayberganov                                                       
  • Menteri Komunikasi dan Pembangunan    : Khurshid M. Mirzakhidov
    Teknologi Informasi                                                     
  • Ketua Komisi Negara bidang Privatisasi,              : Davron A. Khidoyatov
    Demonopolisasi dan Pengembangan Kompetisi     
  • Ketua Komisi Negara bidang Geologi        : Ilkhomboy B. Turamuratov
    dan Sumber Daya Mineral                                                               
  • Ketua Komisi Statistik Negara                    : Botir Eshbaevich Turaev
  • Ketua Komisi Bea Cukai Negara                : Zokhid Abdukayumovich Dusanov                                                       
  • Ketua Komisi Pajak Negara                       : Botir Rahmatovich Parpiyev
  • Ketua Komisi Negara bidang Arsitektur     : Batir Irkinovich Zakirov
    dan  Pembangunan
  • Ketua Komite Negara untuk Pendidikan    : Rustam Kurbanov
    Jasmani dan Olahraga
  • Ketua Komite Ekologi dan Perlindungan   :
    Lingkungan
  • Ketua Komite Investasi Negara                  : Azim Akhmedjanov
  • Ketua Komite Kehutanan                            :
  • Ketua Komite Negara bidang                     : Anvar Sharapov.

    Pengembangan Pariwisata

 

LEMBAGA LEGISLATIF

Kekuasaan legislatif tertinggi ada di tangan Oliy Majlis (Parlemen). Oliy Majlis terdiri dari 2 dewan (bicameral) yaitu Senat (Majelis Tinggi) dan Dewan Legislatif (Majelis Rendah). Masa jabatan Senat dan anggota Dewan Legislatif adalah 5 tahun. Anggota Senat dan Dewan Legislatif tidak boleh mempunyai pekerjaan lain (paid post), kecuali untuk penelitian dan pendidikan. Anggota Senat dan Dewan Legislatif mempunyai kekebalan hukum.

Senat beranggotakan 100 orang, yaitu 84 dipilih melalui pemilihan umum (6 orang dari setiap wilayah, yaitu 12 propinsi, ibukota Tashkent dan daerah otonomi Republik Karakalpakstan), dan 16 orang dipilih langsung oleh Presiden.

Dewan Legislatif beranggotakan 150 orang, yaitu 135 diperebutkan oleh partai-partai politik melalui pemilu, sementara 15 kursi diberikan sebagai jatah Ecological Movement of Uzbekistan (sebagai bentuk komitmen Uzbekistan pada perlindungan lingkungan di Uzbekistan).


LEMBAGA YUDIKATIF

      • Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan;
      • Mahkamah Agung Republik Uzbekistan;
      • Pengadilan Ekonomi Tertinggi Republik Uzbekistan;
      • Mahkamah Agung Republik Karakalpakstan untuk kasus sosial dan kriminal;
      • Pengadilan Ekonomi Republik Karakalpakstan;
      • Pengadilan Regional dan Pengadilan Kota Tashkent untuk kasus sosial dan kriminal;
      • Pengadilan Interdistrik, Distrik dan Kota untuk kasus sosial dan kriminal;
      • Pengadilan Ekonomi dan Militer

               (Organisasi dan prosedur pelaksanaan pengadilan ditetapkan dengan UU. Pengadilan-pengadilan di luar pengadilan-pengadilan yang ada, tidak diakui) Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan memegang kekuasaan tertinggi kehakiman di Uzbekistan. Ketua dan anggota Mahkamah Konstitusi dipilih dari ahli hukum dan politik (termasuk perwakilan dari Republik Karakalpakstan). Ketua dan anggota Mahkaman Konstitusi bukan anggota partai atau gerakan politik dan tidak boleh mempunyai jabatan atau pekerjaan lain. Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi mempunyai kekebalan hukum.
        Mahkaman Agung Republik Uzbekistan merupakan lembaga kehakiman tertinggi yang menangani masalah sipil, kriminal dan administrasi. Mahkamah Agung berwenang mengatur administrasi seluruh kantor-kantor pengadilan di Republik Karakalpakstan, regional, kota, interdistrik, distrik, dan militer.
        Sistem hukum Uzbekistan merupakan evolusi dari sistem hukum Uni Soviet.

Ekonomi:

Di bidang ekonomi, faktor-faktor eksternal seperti menurunnya kondisi kinerja perekonomian negara-negara mitra dagang Uzbekistan yaitu Rusia, RRT, Kazakhstan, Turki dan Korea Selatan, serta menurunnya harga komoditas dunia berpengaruh pada melambatnya pertumbuhan PDB Uzbekistan dari 8,1% di tahun 2014 menjadi 8% di tahun 2015.

Meskipun demikian, selama tahun 2015, Pemerintah Uzbekistan mencatatkan beberapa capaian dibidang ekonomi diantaranya meningkatnya pendapatan negara sebesar 16,6% dibandingkan dengan tahun 2014 dengan nilai US$ 9,47 milyar; menciptakan 748.670 lapangan pekerjaan dan meminimalisir tingkat pengangguran pada kisaran 5,1%; meningkatkan pendapatan riil masyarakat sebesar 9,6% dan menaikkan gaji, pensiun dan tunjangan lain sebesar 21,9 persen.

Selain itu, pada tahun 2015, Pemerintah Uzbekistan juga telah menarik investasi senilai US$ 16 milyar atau 9,9% lebih besar dari jumlah investasi tahun 2014 (sekitar US$ 14,6 milyar). Dari jumlah investasi yang diperoleh, sebesar 30% berasal dari badan usaha yang berada di dalam negeri. Pemerintah Uzbekistan menilai hal tersebut sebagai keberhasilan pelaksanaan program pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perusahaan dalam negeri pada proses perekonomian.

Pemerintah Uzbekistan mulai tahun 2015 berupaya meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri pada kegiatan produksi. Guna mendukung hal tersebut, pemerintah menargetkan pelaksanaan 602 proyek, dimana sekitar 220 proyek khususnya diprioritaskan pada pengembangan kapasitas industri sektor metalurgi, kimia, pertambangan, konstruksi, obat-obatan dan elektronik. Diharapkan setelah berhasil mengimpelementasikan proyek-proyek dimaksud pada tahun 2019, Uzbekistan mampu memproduksi 1.225 jenis produk untuk substitusi impor dan produk ekspor, menciptakan tambahan 13 ribu lapangan pekerjaan serta memberikan keuntungan bagi negara sebesar US$ 13 milyar.

PDB (Purchasing Power Parity)

US$ 67,22 Milyar  (2016)

Pertumbuhan Ekonomi

7,8 % (2016)

Pendapatan Per KapitaUS$ 2.220 (2016)
Inflasi7,6 % (2016)
Industri Unggulan

Tekstil, pengolahan makanan, metalurgi, pertambangan, hydrocarbon, kimia.

Ekspor UtamaEmas, kapas, minyak dan gas, mobil.
Tujuan Ekspor Utama Swiss (25,8%), China (17,6%), Kazakhstan (14,2%), Turki (9,9%), Rusia (8,4%)
Impor Utama Mesin industri dan perlengkapannya, obat-obatan, bahan-bahan kimia dan makanan
Asal Impor Utama

China (20,8%), Rusia (20%), Korea Selatan (12%), Kazakhstan (10,8%), Turki (4,6%)

Free Trade AgreementCommonwealth of Independent States Free Trade Area (CISFTA)
Pertumbuhan Ekonomi8 % (2015)(World Bank)
Inflasi8,46 % (2015)(IMF)
Industri UnggulanTekstil, pengolahan makanan, metalurgi, pertambangan, hydrocarbon, kimia.



Tujuan Ekspor UtamaSwiss (25,8%), China (17,6%), Kazakhstan (14,2%), Turki (9,9%), Rusia (8,4%)
Impor Utama 
Asal Impor UtamaChina (20,8%), Rusia (20%), Korea Selatan (12%), Kazakhstan (10,8%), Turki (4,6%)
Free Trade AgreementCommonwealth of Independent States Free Trade Area (CISFTA)

 

HUBUNGAN BILATERAL RI – UZBEKISTAN


Kerja Sama Prioritas
  • Peningkatan kerja sama perdagangan
  • Mitra bagi kerja sama global
  • Kerja sama keamanan: counterterrorism, pencegahan perdagangan obat-obatan terlarang serta pencegahan kejahatan transnasional lainnya.
  • Pengembangan kerja sama parlemen
  • Peningkatan people to people contact
Status Hubungan

Hubungan bersahabat sejak 1991

Forum Bilateral

1. Sidang Komisi Bersama

2. Komite Konsultasi Bilateral

Perjanjian Bilateral

17 Dokumen

Kunjungan Kenegaraan

Presiden Uzbekistan, Islam Karimov berkunjung ke Indonesia pada tanggal 22-23 Juni 1992.

Presiden RI Soeharto berkunjung ke Uzbekistan pada tanggal 8-9 April 1995.

Pertemuan Tingkat Menlu

 

Pertemuan terakhir Menlu kedua negara pada tanggal 12 Februari 2009 di   Jakarta.
Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi

Pertemuan Wakil Menlu Uzbekistan Murad Askarov dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika dalam rangka Pertemuan ke-6 Komite Konsultasi Bilateral (KKB) ke-VI di Jakarta, 11-12 Maret 2014.

WNI di Uzbekistan35 orang (data KBRI Tashkent per Oktober 2016)

Bidang Politik :

Umum

  • Indonesia mengakui kemerdekaan Republik Uzbekistan pada tanggal 28 Desember 1991. Pembukaan hubungan diplomatik ditandatangani pada 23 Juni 1991.
  • Pada bulan Mei 1994, Indonesia membuka Kedutaan Besarnya di Tashkent, dan Uzbekistan sejak Desember 1996, membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta.
  • Pada bulan Juni 1992 kunjungan kenegaraan pertama Presiden Uzbekistan, Islam Karimov ke Indonesia. Pada April 1995, Presiden RI Soeharto mengunjungi Uzbekistan.
  • Kepentingan Utama Indonesia terhadap Uzbekistan:
  • Mitra saling dukung di fora regional dan internasional;
  • Mitra dalam mempromosikan budaya dan nilai-nilai demokrasi/good governance Indonesia
  • Kepentingan Uzbekistan di Indonesia:
  • Indonesia sebagai pasar strategis di Asia Tenggara maupun ASEAN;
  • Mitra utama dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan good governance dunia
  • Peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi

     
    Saling Kunjung Pejabat Tinggi (3 tahun terakhir)

     Pada tahun 2014:
  • Wakil Menlu Uzbekistan Murad Askarov dalam rangka Sidang KKB ke-VI (11-12 Maret 2014),
  • Delegasi Kementerian Pariwisata RI yang dipimpin Wamen Sapta Nirwandar dalam rangka Sidang the 99th Session of UNWTO Executive Council (Oktober 2014),
  • Delegasi DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon berkunjung ke Uzbekistan sebagai observer pemilu parlemen Uzbekistan atas undangan pemerintah Uzekistan. Pada kunjungan tersebut, delegasi juga bertemu dengan Wakil Menlu Uzbekistan dan Wakil Ketua Senat serta Wakil Ketua Legislative Chamber Uzbekistan (Desember 2014).


Sementara acara yang dihadiri Uzbekistan melalui Dubesnya di Jakarta, H.E. Shavkat Jamolov antara lain:

  • The 2014 Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) di Bali, 29-30 Agustus 2014,
  • The first OIC International Forum on Islamic Tourism in Jakarta on 2-3 June 2014 bearing the theme of 'Islamic Tourism: Prospects and Challenges';
  • Bali Democracy Forum setiap tahun.

     
    Pada tahun 2015, kunjungan pejabat Indonesia ke Uzbekistan, yaitu:
  • Delegasi BNPT RI ke Uzbekistan untuk membahas draft MoU Counter Terrorism (4-5 Februari 2015);
  • Ketua Mahkamah Konstitusi RI ke Uzbekistan dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua MK Uzbekistan (27 Maret 2015);
  • Delegasi DPR RI ke Uzbekistan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dalam rangka menjadi observer pada Pemilu Presiden Uzbekistan. Dalam kesempatan ini, delegasi DPR RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan pimpinan Dewan Legislatif Oliy Majlis (28-31 Maret 2015);
  • Delegasi MPR RI ke Uzbekistan yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dan mengadakan pertemuan dengan Senat Uzbekistan membahas pengembangan hubungan antara-Parlemen kedua negara (24-25 April 2015);
  • Delegasi Ketua DPD RI ke Uzbekistan yang dipimpin oleh Ketua DPD RI Irman Gusman dan mengadakan pertemuan dengan Senat Oliy Majlis Uzbekistan guna bertukar pandangan mengenai perkembangan Parlemen kedua negara (21-23 Mei 2015);
  • Delegasi Komisi VII DPR RI untuk mendikusikan isu-isu energi dan mineral dengan Dewan Legislatif Oliy Majlis Uzbekistan, State Committee of Republic of Uzbekistan for Geology and Mineral Resources, dan perusahaan enerji negara Uzbekistan 'Uzbekenergo' (15-17 September 2015);
  • Hakim Mahkamah Konstitusi RI Suhartoyo menghadiri konferensi internasional "Role of the Constitutional Court in Realization of the Principle of Separation of Powers and Human Rights Protection: Experience of Uzbekistan and Foreign Countries" dalam rangka memperingati 20 Tahun Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan (21-24 Oktober 2015).

     

Sedangkan dari Uzbekistan yang berkunjung ke Indonesia adalah delegasi MK Uzbekistan dipimpin oleh Wakil Ketua MK Uzbekistan Buritosh Mustafaev, menghadiri Pertemuan Anggota Dewan Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis Se-Asia dan Simposium Internasional tentang Constutional Complaint di Jakarta tanggal 13-17 Agustus 2015, serta kunjungan balasan delegasi National Security Service (NSS) Uzbekistan ke Jakarta tanggal 5 Agustus 2015.

 

Pada tahun 2016, kunjungan pejabat Indonesia ke Uzbekistan, yaitu:

  • Tim Kajian Pusat P2K2 Aspasaf, BPPK, ke Uzbekistan, 13-18 Maret 2016;
  • Hakim Konstitusi RI, Patrialis Akbar ke Uzbekistan 12-13 Juni 2016. Dalam kunjungan Hakim Konstitusi RI telah melakukan pertemuan dengan Ketua MK Uzbekistan, Bakhtiyar Mirbabaev bertempat di kantor MK Uzbekistan di Tashkent pada tanggal 13 Juni 2016. Kunjungan tersebut dilakukan setelah mengikuti konferensi  internasional bertajuk "Peace and Role of the Constitutional Control in Effective Performance of the System of Check and Balance between the Branches of the State Power" yang diselenggarakan di Issy-Kul Lake, Kyrgyzstan, 8-11 Juni 2016.
  • Kapusdiklat, Eko Hartono, didampingi Direktur Sesdilu, Nana Yuliana dan Kasubdit Asia Tengah, Dit. Asselteng ke Uzbekistan dalam rangka pertemuan dengan pimpinan beberapa  universitas terkemuka di Tashkent seperti University of World Economy and Diplomacy (UWED), Mr. Abdumalik Djumanov pada tanggal 29 Juni 2016 di Tashkent
  • BNPT RI ke Uzbekistan, 4-9 September 2016 dalam rangka penandatanganan MoU di bidang Pemberantasan Terorisme antara BNPT RI dan National Security Service (NSS) Uzbekistan.


Pertemuan Bilateral

  • Dalam upaya meningkatkan dan memperluas hubungan kerjasama bilateral, terdapat mekanisme Joint Commission RI-Uzbekistan (SKB), Policy Planning Consultation (PPC) dan Komite Konsultasi Bilateral (KKB).
  • KKB telah dilaksanakan enam kali, dimana pertemuan KKB terakhir (KKB-VI) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11-12 Maret 2015, SKB baru dilaksanakan satu kali yaitu di Jakarta pada tanggal 10-13 Februari 2009 pada saat kunjungan Menlu Uzbekistan Vladimir Norov ke Indonesia, adapun PPC juga dilaksanakan satu kali yaitu di Tashkent pada tanggal 28-30 Mei 2009.

 

Perjanjian yang sudah ditandatangani

  1. Komunike Bersama tentang Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia  dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani di Jakarta, 23 Juni 1992;
  2. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia  dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Ekonomi dan Teknik ditandatangani di Jakarta, 23 Juni 1992;
  3. Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Kesehatan ditandatangani di Tashkent, 7 Oktober 1995;
  4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan  mengenai Kerja Sama di bidang Pariwisata ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  5. Deklarasi Bersama tentang Prinsip-Prinsip Hubungan dan Kerja Sama antara Republik Indonesia dan Republik Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  6. Persetujuan Angkutan Udara antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  7. Pertukaran Nota Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Pasal 3 Persetujuan Kerja Sama Ekonomi dan Teknik, di Jakarta, 23 Juni 1992 ditandatangani 29 Agustus 1996;.
  8. Pengaturan Perbankan antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 17 Desember 1996;
  9. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan tentang Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Atas Penghasilan ditandatangani di Jakarta, 27 Agustus 1996;
  10. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal ditandatangani di Jakarta, 27 Agustus 1996;
  11. Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Uzbekistan mengenai Pembentukan Komite Konstitusi Bilateral ditandatangani Tashkent, 7 Desember 2005;
  12. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Kota Banda Aceh Provinsi Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Republik Indonesia dengan Khokimiyat kota Samarqand Republik Uzbekistan tentang Pembentukan Kerja Sama dan Kemitraan Kota ditandatangani di Banda Aceh, 13 Mei 2011;
  13. Persetujuan Perdagangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  14. Memorandum Saling Pengertian antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan University of World Economy dan Diplomacy Kementerian Luar Negeri Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  15. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  16. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dan Sekolah Tinggi Bisnis pada Akademi Negara dan Konstruksi Sosial di bawah Presiden Republik Uzbekistan mengenai Penelitian, Pendidikan dan Pelatihan dalam Bidang Administrasi Publik ditandatangani di Tashkent, 20 September 2010;
  17. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia dan National Security Service (NSS) Republik Uzbekistan mengenai pemberantasan terorisme yang ditandatangani di Tashkent, 6 September 2016.

 

Politik

  • Secara umum, hubungan bilateral Indonesia - Uzbekistan di bidang politik berjalan cukup baik. Kedua negara merupakan mayoritas penduduk beragama Islam dan sama-sama menganut prinsip demokrasi.
  • Penguatan hubungan bilateral kedua negara juga terlefleksi melalui pemberian dukungan Uzbekistan atas:
    - Pencalonan Indonesia sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Protection of Wolrd Cultural and Natural Heritage (Wolrd Heritage Committee/WHC) untuk periode 2015-2019.
    - Pencalonan Indonesia sebagai anggota Council of Administration (CA) dan pencalonan kembali sebagai Anggota Postal Operations Council (POC) pada Universal Postal Union (UPU) untuk periode 2017-2020.
    - Pencalonan Profesor Harkristuti Harkrisnowo sebagai anggota Committee on the Elimination of  Discrimination against Women (CEDAW) untuk periode 2017-2020.
    -  Pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Penerbangan Sipil International (ICAO) Bagian III untuk periode 2017-2021.
    -  Pencalonan Indonesia sebagai anggota Inernational Law Commission (ILC) untuk periode 2017-2021.


    Beberapa pencalonan yang masih pending
    - Pencalonan Indonesia anggota Dewan Eksekutif UNESCO untuk periode 2017-2020. Pemilihan akan dilaksanakan pada Sidang ke-39 Konferensi Umum UNESCO di Paris bulan November 2017;
    - Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Pemilihan akan dilaksanakan di sela-sela Sidang Majlis Umum PBB ke-73 tahun 2018.

Bidang Ekonomi :

Perdagangan dan Investasi

DATA PERDAGANGAN BILATERAL RI-UZBEKISTAN (dalam US$ Ribu)

(Sumber: Kementerian Perdagangan RI)

Uraian20112012201320142015Trend(%) 2011-2015Jan-Juli

Perub.

(%) 2016/

2015

20152016
TOTAL PERDAGANGAN15.101,69.189,133.607,813.567,912.878,40,718.241,14.056,9-50,77
EKSPOR12.914,18.869,39.558,08.778,0

5.622,4

-15,413.665,92.293,6-37,43
IMPOR2.187,4319,824.049,84.789,9

7.256,0

66,614.575,31.763,3-61,46
NERACA PERDAGANGAN10.726,78.549,5-14.491,93.988,2-1.633,60,00-909,4530,4158,32
Komoditas ekspor utama RI ke Uzbekistan Komponen mesin pendingan, shortening (lemak padat untuk adonan roti), non-woven textiles, teh hitam, sabun mandi, pakaian wanita, un-bleached woven fabrics dan tuna kalengan.
Komoditas impor RI utama dari Uzbekistan Kapas, mesin kendaraan bermotor, sulfur

Dalam kerjasama di bidang ekonomi, angka perdagangan Indonesia - Uzbekistan selama 5 tahun cukup berfluktuatif. Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (per Oktober 2016), tren perdagangan Indonesia dengan Uzbekistan selama periode 2011-2015 masih memperlihatkan tren positif meskipun hanya sebesar 0,71 %. Khusus pada periode Januari - Juli 2016 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,01 juta atau turun dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar US$ 8,24 juta. Nilai perdagangan bilateral pada tahun 2015 yang mencapai US$ 12,87 juta masih lebih rendah dibandingkan 2 (dua) tahun sebelumnya yang tercatat masing-masing sebesar US$ 13,57 juta (tahun 2014) dan US$ US$ 33,61 juta.

Terdapat beberapa produk ekspor RI ke Uzbekistan yang mengalami peningkatan nilai dalam periode 2014-2015 antara lain:Non-woven textiles (HS code 5603120000), teh hitam (HS code 0902409000), sabun mandi (HS code 3401112000), pakaian (HS code 6104490000).

Produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan antara lain komponen refrigerator, shortening (bahan pembuat roti dan kue), non-woven textile, teh, sabun mandi, nanas olahan dan tuna kalengan. Sementara itu, produk Uzbekistan yang diimpor Indonesia antara lain mesin kendaraan, serat kapas, sulphur, dan kismis.

Dalam rangka mengupayakan perlakuan Most Favored Nation (MFN) bagi produk-produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan dengan menggunakan Certificate of Origin (CoO) Form B, Kemdag RI melakukan technical expert meeting dengan Ministry of Foreign Economic Relations, Investment and Trade (MFERIT) Uzbekistan pada tanggal 10-11 April 2015. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pihak Uzbekistan menyatakan bahwa produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan menggunakan CoO Form B mendapatkan perlakuan MFN dari pihak Uzbekistan. Hal ini ditegaskan lagi oleh Uzbekistan melalui nota diplomatik bahwa barang-barang Indonesia sejak tahun 2008 telah mendapatkan perlakuan MFN dimaksud. Dengan demikian produk-produk asal Indonesia hanya dikenakan single size custom duty. Hal tersebut berarti produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan tidak dikenakan tarif cukai dua kali lipat dari besaran yang ditentukan. Sebagai contoh, produk mebel (HS Code 94) dari Indonesia hanya dikenakan tarif sebesar 30%. Namun produk yang sama asal negara lain yang belum termasuk mendapatkan perlakuan MFN dari Uzbekistan akan dikenakan tarif 60%.

Sebagai upaya meningkatkan kontak antar pengusaha Uzbekistan dan Indonesia melalui partisipasi pengusaha setempat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-30 di Jakarta tanggal 21-25 Oktober 2015 dan TEI ke-31 tanggal 12-16 Oktober 2016. Tercatat 3 orang pengusaha Uzbekistan berpartisipasi dalam TEI ke-30 dan jumlah tersebut meningkat menjadi 22 orang dalam TEI ke-31.

Beberapa upaya yang juga dilakukan KBRI pada tahun 2015-2016 dalam rangka meningkatkan kerjasama dibidang perdagangan antara lain melakukan kegiatan analisa pasar di Uzbekistan dengan menggandeng lembaga penelitian setempat 'Anhor' guna memperoleh informasi tentang produk Indonesia yang berpotensi untuk diekspor ke Uzbekistan seperti produk spa, teh, kopi, tekstil dan mebel, serta sektor-sektor industri yang juga berpotensi untuk dikerjasamakan. Analisa pasar untuk produk-produk tertentu juga dilaksanakan dengan melibatkan instansi/teknis terkait di tanah air seperti Kementerian Perdagangan RI. Selain itu, KBRI juga mempromosikan produk makanan dan kecantikan Indonesia melalui pameran-pameran yang diselenggarakan di Uzbekistan yaitu: World Food Uzbekistan 2015, Food Week Uzbekistan 2015, Beauty Expo 2015, Beauty Uzbekistan 2015, World Food Uzbekistan 2016 (dengan partisipasi perwakilan dari PT. Kapal Api Global), dan Mebel Expo 2016.

Selain itu, KBRI juga mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintah maupun KADIN pusat dan daerah dalam rangka menjajaki potensi kerjasama:

 

  • Melakukan pertemuan dengan Ketua KADIN Uzbekistan, Alisher Shaykhov di Tashkent tanggal 29 Januari 2015. Dalam pertemuan tersebut telah dibahas peluang kerjasama ekonomi yang dapat dikerjasamakan yaitu dalam kegiatan produksi bersama produk tekstil, kosmetik, ban mobil, serta produk-produk palm oil seperti sabun dan shampo. Terkait hal tersebut, telah diusulkan pembuatan MoU kerjasama antara KADIN Uzbekistan dan Indonesia sebagai payung hukum pelaksanaan kerjasama selanjutnya.
  • Bertemu dengan dengan Walikota Tashkent, Rakhmanbek Usmanov Djahongirovich tanggal 4 Maret 2015 membahas peluang kerjasama antar UKM dan peningkatan people-to-people contact. Kedua pihak sependapat bahwa UKM dari Indonesia dan Uzbekistan dapat menjalin kontak guna meningkatkan kapasitas UKM kedua pihak. Terkait people-to-people contact, program beasiswa Darmasiswa dari Pemri yang memberikan peluang kepada pelajar Uzbekistan belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di institusi-institusi pendidikan di Indonesia, dinilai sebagai upaya yang mendukung pencapaian hal tersebut.
  • Bertemu dengan Deputi Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Investasi dan Perdagangan, Ibrohim Ergashev di Tashkent tanggal 20 Februari 2015 guna mendiskusikan peningkatan perdagangan RI-Uzbekistan. Guna meningkatkan nilai perdagangan RI-Uzbekistan, telah diidentifikasi beberapa peluang kerjasama yaitu: perdagangan produk cotton yarn dan cotton fibre, makanan olahan, tekstil, pupuk, dan kabel, serta produksi bersama produk pertanian, sepatu, furniture, mesin pabrik, materi konstruksi, alat komunikasi, peralatan rumah tangga dan komputer. Selain itu telah diusulkan agar dapat diselenggarakannya pertemuan Intergovernmental Commission on Economic and Technical Cooperation.
  • Pertemuan dengan Perwakilan KADIN Wilayah Ferghana, Bakhrom Sultanov tanggal 21 April 2015 guna mempromosikan produk-produk ekspor unggulan Indonesia seperti CPO, kopi, teh, tekstil, dan mebel.
  • Pertemuan dengan Ketua KADIN Wilayah Andijan, Umrbek Tadjibaev tanggal 22 April 2015 untuk mempromosikan produk-produk ekspor unggulan Indonesia. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa Indonesia telah mendapat status Most Favored Nation dari Uzbekistan,  sehingga mendapat pengurangan bea masuk sehingga harganya menjadi lebih kompetitif. Kadin Andijan pada kesempatan ini menawarkan fasilitas gratis bagi eksportir Indonesia yang berminat mengikuti pameran di Andijan.
  • Pertemuan dengan Perwakilan KADIN Wilayah Samarqand, Mr. Aziz Khadimov tanggal 2 Juni 2015 dalam rangka mengundang partisipasi pengusaha setempat pada Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta.


INVESTASI RI-UZBEKISTAN

Investasi Uzbekistan di Indonesia

(Data BKPM)

Investasi Indonesia di Uzbekistan
  • Berliner Donut dengan investasi US$ 700 ribu (2013);
  • Online System Service Indonesia, perusahaan perdagangan retail secara online dengan investasi US% 500 ribu (2013);
  • PT. Kaltras Resources, perusahaan tambang dengan investasi US$ 50 juta (2004);
  • Agen Perjalanan di Bali dengan investasi US$ 250 ribu (2010).
  • Investasi di bidang perhotelan, Hotel Le Grande Plaza (atau Hotel Bumi) oleh Bakrie Group sejak tahun 1996.  Namun pada tahun 2001 telah dibeli oleh PT. Hikmah Albros. Properti yang awalnya dibeli sebesar US$ 38 juta (dengan kepemilikan saham 100 persen);
  • Investasi di bidang telekomunikasi (Joint Venture "Uzi Telecom" antara Bakrie Communication dan Uzbek Telecom, senilai US$ 58.000 (dengan kepemilikan saham Indonesia 40 persen).

Bidang Sosial Budaya

Hubungan bidang sosial budaya RI – Uzbekistan berjalan dengan baik dan erat. Kesamaan Agama serta kemiripan karakter dan budaya, menjadi dasar kerjasama kedua negara. Selama tahun 2015, Indonesia semakin dikenal dan mendapat tempat di mata publik Uzbekistan melalui serangkaian aktivitas promosi, pertunjukan budaya dan kesenian.

Untuk meningkatkan people to people contact guna membangun saling pengertian antara masyarakat kedua bangsa, Indonesia memberikan beasiswa kepada pada mahasiswa Uzbekistan melalui program Darmasiswa dan KNB. Hingga tahun  ajaran 2015-2016, tercatat 120 pelajar Uzbekistan yang berpartisipasi dalam program Dharmasiswa selama 6 bulan – 1 tahun, sementara untuk program KNB hingga tahun 2016 tercatat 23 pelajar Uzbek yang telah berpartisipasi. Selain itu, KBRI juga menawarkan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), dan hingga saat ini baru tercatat 1 orang. (Catatan: Pada akhir tahun 2015, Deputi Menlu Uzbek, yang disusul dengan nota resmi, meminta untuk sementara waktu menghentikan perekrutan mahasiswa Uzbek untuk mengikuti program Darmasiswa sampai terdapat perjanjian kerjasama pendidikan. Hal ini bertolak belakang dengan isi Nota diplomatik Kemlu Uzbekistan sebelumnya (Juni 2015) sebagai respon atas Nota KBRI tentang permintaan tanggapan atas draft MoU di bidang pendidikan. Saat itu, pihak Uzbek mengatakan bahwa draft MoU tersebut hanya merupakan framework of cooperation yang tidak begitu diperlukan karena tanpa kerangka kerjasama tersebut kerjasama pendidikan telah berjalan dengan baik.  Terkait pelatihan diplomatik, Pusdiklat Kemlu RI dan University of World Economy and Diplomacy Kemlu Uzbekistan telah menandatangani MoU Pelatihan Diplomatik pada tanggal 13 Mei 2008;

Untuk meningkatkan kerjasama pendidikan dan memperluas pengajaran bahasa Indonesia di Uzbekistan, Dubes RI telah mengadakan pertemuan dengan: Rektor Bukhara State University, Mr. Abdukabil Abdunabievich Tulaganov tanggal 29 Mei 2015 dan Rektor Samarqand State Institute of Foreign Languages, Mr. Alimdjan Rahimovich Khalmuhamedov tanggal 2 Juni 2015. Hasilnya, pada tahun 2015, telah dibuka Program Pengajaran Bahasa Indonesia di Samarqand State Institute of Foreign Languages. Hal ini telah menambah jumlah perguruan tinggi yang mengajarkan bahasa Indonesia di Uzbekistan yang sebelumnya hanya ada di dua universitas di Tashkent, yaitu Uzbekistan State University of World Languages (UzWLU) dan Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS).

Kerjasama antar perguruan tinggi juga berlangsung dengan baik. Hal ini ditunjukkan melalui kerjasama Universitas Gunadarma dengan Russian Economic University (named after G.V Plekhanov), Tashkent Branch. Kerjasama dilakukan dalam bentuk saling kunjung dan penyelenggaraan Joint Conference. Pada tahun 2015, Universitas Gunadarma menjadi tuan rumah Joint Conference yang diselenggarakan di Bali. Pada kesempatan kunjungan Universitas Gunadarma yang beranggotakan 30 orang ke Tashkent 16 Mei 2015, telah diselenggarakan kuliah umum oleh Dubes RI di Russian Economic University 'Plekhanov' dengan dihadiri oleh civitas akademika perguruan tinggi tersebut. Delegasi Universitas Gunadarma terdiri dari 20 orang kembali mengunjungi Uzbekistan pada tanggal 13-18 November 2015.

Dalam hal promosi kuliner Indonesia, pada tahun 2015-2016 telah dilaksanakan sejumlah kegiatan untuk memperkenalkan beberapa dari 30 icon kuliner Indonesia yang mendapat predikat kuliner terlezat seperti Rendang, Nasi Goreng dan Sate, diantaranya: Demo Masak di Tashkent Professional College of Tourism tanggal 23 Januari 2016 dan Festival Kuliner Uzbekistan tanggal 15 Oktober 2016. Dalam kesempatan Demo Masak di Tashkent Professional College of Tourism, selain Rendang, Nasi Goreng dan Sate, juga ditampilkan Laksa Bogor dan Kolak Pisang. Sementara pada acara Festival Kuliner Uzbekistan, ditampilkan Rendang, Nasi Goreng, Sate, dan Rawon.

Untuk mempromosikan budaya Indonesia lainnya, KBRI juga telah menampilkan pentas musik jazz dengan sentuhan musik tradisional Indonesia di Tashkent dan Samarqand pada tanggal 24-28 April 2016, yang dibawakan oleh pemusik terkenal Indonesia, Dwiki Darmawan dan grup

Dalam hal meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, KBRI bekerjasama dengan Lombok Paradise Tours telah melaksanakan sales meeting di Tashkent tanggal 4 Agustus 2016, dimana pada kesempatan tersebut paket wisata Lombok mendapat tanggapan dan diminati oleh travel agents lokal. KBRI juga telah berpartisipasi dalam Tashkent International Tourism Fair 2016 (TITF 2016) di Tashkent dan memfasilitasi beberapa travel agen lokal yang menjual tempat wisata Indonesia. Event pariwisata terbesar di Uzbekistan tersebut diikuti oleh pelaku industri pariwisata lokal serta dari negara-negara Asia Tengah, Selatan dan Tenggara.


Imigrasi dan Kekonsuleran

  • Uzbekistan masuk dalam daftar negara yang bebas visa dalam Peraturan Presiden RI Nomor 21 Tahun 2016 tanggal 2 Maret 2016, namun Pemerintah Uzbekistan masih memberlakukan rezim visa untuk WNI.
  • Saat ini jumlah

Pariwisata

  • KBRI Tashkent mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan Uzbekistan ke Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 1324 orang dan pada tahun 2016 tidak dapat didata karena telah diberikan fasilitas bebas visa. Namun demikian pada Januari-Oktober sebanyak 328 orang mengambil visa.

     Pending
  • Pertemuan Kedua Sidang Komisi Bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uzbekistan (SKB-II) di Uzbekistan (status: di pihak Indonesia);
  • Pertemuan Ketujuh Komite Konsultasi Bilateral (KKB-VII) di Uzbekistan (status: di pihak Indonesia);
  • Pembentukan Parliamentary Friendship Group antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Legislatif Oliy Majlis Republik Uzbekistan (status: di pihak Indonesia);
  • Draft Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik (status: di pihak Indonesia);
  • Draft MoU Kerja Sama Energi dan Sumber Daya Mineral (status: di pihak Uzbekistan);
  • Draft Kerjasama Kebudayaan (status: di pihak Uzbekistan);
  • Draft MoU Kerjasama Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan terkait Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme (status: di pihak Indonesia);
  • Draft MoU Kerjasama Pendidikan;
  • Draft MoU Kerjasama Pendidikan Tinggi. (catatan: pihak Uzbek telah memberi tanggapan atas draft MoU Pendidikan dan Pendidikan Tinggi yang disampaikan pihak Indonesia pada KKB RI-Uzbek VI di Jakarta tanggal 11-12 Maret 2015, yaitu bahwa draft MoU tersebut hanya merupakan framework of cooperation yang tidak begitu diperlukan karena tanpa kerangka kerjasama tersebut kerjasama pendidikan telah berjalan dengan baik. Selanjutnya Kemlu Uzbekistan melalui nota no. 05/21532 tertanggal 16 Juli 2015 menyampaikan bahwa Pemerintah Uzbekistan siap untuk melaksanakan interaksi kerja sama bidang pendidikan tanpa melalui MoU. Namun Uzbekistan berbalik arah meminta MoU diganti dengan Agreement, yang dijadikan prasyarat untuk berlanjutnya rekrutmen mahasiswa Uzbekistan untuk mengikuti program Darmasiswa.

Tashkent,    Oktober 2016

 

New Picture.pngNew Picture (1).png  

HUBUNGAN BILATERAL

REPUBLIK INDONESIA – REPUBLIK UZBEKISTAN

Indonesia memberikan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Republik Uzbekistan pada tanggal 28 Desember 1991 dan mendukung keanggotaan negara tersebut dalam PBB dan beberapa organisasi internasional lainnya. Masuknya Uzbekistan sebagai anggota negara Gerakan Non-Blok menambah dorongan bagi kerjasama bilateral. Penyerahan penghargaan medali nasional Gold Medal of Independence Award yang terbuat dari emas 23 karat kepada Presiden Soeharto (diberikan oleh Presiden Karimov kepada lima Kepala Negara asing termasuk Presiden RI melalui utusan khusus) menunjukkan eratnya hubungan antara kedua negara dan perhatian yang besar dari Presiden Karimov kepada Presiden RI.

Disetujuinya rangkapan bagi Uzbekistan oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merupakan fase baru peningkatan kerjasama. Duta Besar Janwar Marah Djani menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden Islam Karimov tanggal 16 September 1992. Keputusan untuk membuka KBRI Tashkent tahun 1994 merangkap Kyrgyzstan dan Tajikistan merupakan perwujudan dari perkembangan hubungan baik kedua negara. Pada tahun 1994 Indonesia membuka kantor Kedutaan besarnya di Tashkent dan menunjuk Hassan Abduldjalil sebagai Dubes RI pertama berkedudukan di Uzbekistan, yang menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Islam Karimov pada tanggal 11 Agustus 1994. Pada tahun 2007, KBRI Tashkent mendapat tambahan negara rangkapan Kazakhstan, namun sejak Desember 2010

Kemlu RI telah membuka perwakilan baru RI di Kazakhstan yang juga merangkap Tajikistan, sehingga mulai saat itu KBRI Tashkent hanya merangkap Uzbekistan dan Kyrgyzstan.

 

    HUBUNGAN POLITIK

Sejak dibukanya hubungan diplomatik tahun 1992, kedua negara telah menandatangani 17 dokumen kerjasama sebagai landasan hukum untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Pada  tahun 2016, kedua negara telah menandatangani MoU Kerjasama Pemberantasan Terorisme yang ditandatangani di Tashkent pada tanggal 6 September 2016.

Sikap Uzbekistan terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di tanah air cenderung bersifat netral dan memandang masalah dalam negeri Indonesia urusan dalam negeri Indonesia. Hubungan kerjasama kedua negara di forum internasional selama ini berjalan positif dan saling mendukung berdasarkan azas resiprositas posisi masing-masing di forum regional dan internasional. Pemerintah Uzbekistan telah memberikan dukungannya atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Protection of World Cultural and Natural Heritage (World Heritage Committee/WHC) untuk periode 2015-2019, pencalonan Indonesia sebagai anggota Council of Administration (CA) dan pencalonan kembali sebagai Anggota Postal Operations Council (POC) pada Universal Postal Union (UPU) untuk periode 2017-2020, Pencalonan Profesor Harkristuti Harkrisnowo sebagai anggota Committee on the Elimination of  Discrimination against Women (CEDAW) untuk periode 2017-2020, pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Penerbangan Sipil International (ICAO) Bagian III untuk periode 2017-2021, dan pencalonan Indonesia sebagai anggota Inernational Law Commission (ILC) untuk periode 2017-2021.

Dalam upaya meningkatkan dan memperluas hubungan kerjasama antara Indonesia dan Uzbekistan, kedua negara telah melaksanakan enam kali pertemuan Komisi Kerjasama Bilateral (KKB) dengan tempat pelaksanaan yang bergantian. KKB terakhir (KKB VI) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11-12 Maret 2014.  Satu kali melaksanakan Policy Planning Consultation yang dilaksanakan di Tashkent tanggal 28-30 Mei 2009, dan satu kali pertemuan Joint Commission RI-Uzbekistan (SKB) yang dilaksanakan di Jakarta pada saat kunjungan Menlu Uzbekistan ke Indonesia tanggal 10-13 Februari 2009. Dalam pertemuan KKB VI di Jakarta, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan Political Consultation antara Kemlu atau Joint Commission RI-Uzbekistan (SKB II) di Uzbekistan pada tahun 2016.

Indonesia masih menunggu tanggapan dari pihak Uzbekistan atas pencalonan Indonesia sebagai berikut:

-        Pencalonan Indonesia anggota Dewan Eksekutif UNESCO untuk periode 2017-2020. Pemilihan akan dilaksanakan pada Sidang ke-39 Konferensi Umum UNESCO di Paris bulan November 2017;

-        Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Pemilihan akan dilaksanakan di sela-sela Sidang Majlis Umum PBB ke-73 tahun 2018.

Dalam hal saling kunjung antar pejabat tinggi kedua negara, kunjungan pejabat tinggi dari Uzbekistan ke Indonesia masih belum seimbang dibandingkan kunjungan dari pejabat tinggi Indonesia ke Uzbekistan. Partisipasi Uzbekistan dalam acara-acara yang diselenggarakan Pemri juga sering diwakili oleh Dubesnya di Jakarta.

Kunjungan pejabat tinggi Indonesia ke Uzbekistan tahun 2015-2016 yang tercatat antara lain:

  • Kunjungan delegasi BNPT RI untuk membahas draft MoU Counter Terrorism (4-5 Februari 2015);
  • Kunjungan Ketua Kunjungan Ketua Mahkamah Konstitusi RI untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua MK Uzbekistan (27 Maret 2015);
  • Kunjungan delegasi DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjadi observer pada Pemilu Presiden Uzbekistan. Dalam kesempatan ini, delegasi DPR RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan pimpinan Dewan Legislatif Oliy Majlis (Parlemen) Uzbekistan (28-31 Maret 2015);
  • Kunjungan delegasi MPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua MPR RI Mahyudin untuk membahas pengembangan hubungan antara-Parlemen kedua negara dengan Senat Oliy Majlis (24-25 April 2015);
  • Kunjungan delegasi DPD RI dipimpin oleh Ketua DPD RI Irman Gusman untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan Parlemen kedua negara dengan Senat Oliy Majlis (21-23 Mei 2015);
  • Delegasi Komisi VII DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi untuk mendikusikan isu-isu enerji dan mineral. Dalam kunjungan ini, Delri mengadakan pertemuan dengan Oliy Majlis, State Committee of Republic of Uzbekistan for Geology and Mineral Resources, dan perusahaan enerji negara Uzbekistan 'Uzbekenergo' (17-18 September 2015);
  • Kunjungan Hakim Mahkamah Konstitusi RI Suhartoyo menghadiri konferensi internasional "Role of the Constitutional Court in Realization of the Principle of Separation of Powers and Human Rights Protection: Experience of Uzbekistan and Foreign Countries" dalam rangka memperingati 20 Tahun Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan (21-22 Oktober 2015);
  • Kunjungan delegasi P3K2 Asia dan Afrika BPPK Kemlu RI, Arifi Saiman dan Sigit Aris Prasetyo ke Tashkent, Bukhara dan Samarqand untuk mencari informasi untuk bahan masukan dari Kemlu RI bagi pembuatan kebijakan RI terhadap Uzbekistan (13-18 Maret 2016);
  • Kunjungan Hakim Konstitusi RI Patrialis Akbar ke Uzbekistan untuk bertemu dengan Ketua MK Uzbekistan Bakhtiyar Mirbabaev (12-13 Juni 2016). Kunjungan tersebut dilakukan setelah mengikuti konferensi  internasional bertajuk "Peace and Role of the Constitutional Control in Effective Performance of the System of Check and Balance between the Branches of the State Power" yang diselenggarakan di Issy-Kul Lake, Kyrgyzstan tanggal 8-11 Juni 2016;
  • Kunjungan Kapusdiklat Kemlu RI Eko Hartono dalam rangka pertemuan dengan Rektor University of World Economy and Diplomacy (UWED) Abdumalik Djumanov dan Rektor Universitas Nasional Uzbekistan Shuhrat Samariddinovich Sirojiddinov (29-30 Juni 2016);
  • Kunjungan Deputi Ketua BNPT untuk Kerjasama Internasional Petrus R. Golose ke Uzbekistan dalam rangka penandatanganan MoU di bidang Pemberantasan Terorisme (4-9 September 2016).

Adapun kunjungan pejabat tinggi Uzbekistan ke Indonesia tahun 2015-2016 tercatat:

  • Delegasi Mahkaman Konstitusi (MK) Uzbekistan dipimpin oleh Wakil Ketua MK Uzbekistan Buritosh Mustafaev, menghadiri Pertemuan Anggota Dewan Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis Se-Asia dan Simposium Internasional tentang Constutional Complaint di Jakarta (13-17 Agustus 2015);
  • Kunjungan balasan delegasi National Security Service (NSS) Uzbekistan ke Jakarta untuk memfinalisasi dan memaraf draft Memorandum of Understanding between the National Caounter Terrorism Agency of  the Republic Indonesia and the National Security Service of the Republic of Uzbekistan in the Field of Combating Terrorism (4-5 Februari 2015).

     Sementara acara yang dihadiri Uzbekistan melalui Dubesnya di Jakarta, Shavkat Jamalov adalah KTT Asia Afrika di Jakarta dan Bandung 23 April 2015 dan Bali Democracy Forum (BDF) di Bali.

     Dalam kerangka regional dan internasional, Uzbekistan memandang penting hubungan kerjasama dengan organisasi CIS, SCO, Central Asian Cooperation Organization  (CACO) dan OIC (Organization of Islamic Cooperation) dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, pembangunan yang stabil, dan penyelesaian isu-isu penting di kawasan. Uzbekistan juga memandang penting kerjasama dengan OSCE (Organization for Security and Cooperation in Europe), EU (European Union), PBB dan NATO untuk meningkatkan reformasi demokrasi dan ekonomi Uzbekistan serta melindungi stabilitas dan keamanan Uzbekistan, serta kawasan. Organisasi lain yang juga menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri Uzbekistan adalah IMF, World Bank, Asian Development Bank, Islamic Development Bank, serta lembaga ekonomi dan keuangan besar lainnya.

     

    HUBUNGAN EKONOMI

DATA PERDAGANGAN BILATERAL RI-UZBEKISTAN

(Sumber: Kementerian Perdagangan RI)

(dalam US$ Ribu)

Uraian20122013201420152016Trend(%) 2012-2016Jan-AprPerub.(%) 2017/2016
20162017
TOTAL PERDAGANGAN9.189,133.607,813.567,912.878,410.761,3-6,232.834,47.720,6172,38
EKSPOR8.869,39.558,08.778,05.622,43.450,6-21,481.430,4802,5-43,90
IMPOR319,824.049,84.789,97.256,07.310,765,871.404,06.918,1392,73
NERACA PERDAGANGAN8.549,5-14.491,93.988,2-1.633,6-3.860,10,0026,4-6.115,7-23.281,99


Komoditas ekspor utama RI ke Uzbekistan Komponen mesin pendingan, shortening (lemak padat untuk adonan roti), non-woven textiles, teh hitam, sabun mandi, pakaian wanita, un-bleached woven fabrics dan tuna kalengan.
Komoditas impor RI utama dari Uzbekistan Kapas, mesin kendaraan bermotor, sulfur

 

Catatan :

Dalam kerjasama di bidang ekonomi, angka perdagangan Indonesia - Uzbekistan selama 5 tahun cukup berfluktuatif. Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (per Oktober 2016), tren perdagangan Indonesia dengan Uzbekistan selama periode 2011-2015 masih memperlihatkan tren positif meskipun hanya sebesar 0,71 %. Khusus pada periode Januari - Juli 2016 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,01 juta atau turun dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar US$ 8,24 juta. Nilai perdagangan bilateral pada tahun 2015 yang mencapai US$ 12,87 juta masih lebih rendah dibandingkan 2 (dua) tahun sebelumnya yang tercatat masing-masing sebesar US$ 13,57 juta (tahun 2014) dan US$ US$ 33,61 juta.

Produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan antara lain komponen refrigerator, shortening (bahan pembuat roti dan kue), non-woven textile, teh, sabun mandi, nanas olahan dan tuna kalengan. Sementara itu, produk Uzbekistan yang diimpor Indonesia antara lain mesin kendaraan, serat kapas, sulphur, dan kismis.

Dalam rangka mengupayakan perlakuan Most Favored Nation (MFN) bagi produk-produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan dengan menggunakan Certificate of Origin (CoO) Form B, Kemdag RI melakukan technical expert meeting dengan Ministry of Foreign Economic Relations, Investment and Trade (MFERIT) Uzbekistan pada tanggal 10-11 April 2015. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pihak Uzbekistan menyatakan bahwa produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan menggunakan CoO Form B mendapatkan perlakuan MFN dari pihak Uzbekistan. Hal ini ditegaskan lagi oleh Uzbekistan melalui nota diplomatik bahwa barang-barang Indonesia sejak tahun 2008 telah mendapatkan perlakuan MFN dimaksud. Dengan demikian produk-produk asal Indonesia hanya dikenakan single size custom duty. Hal tersebut berarti produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan tidak dikenakan tarif cukai dua kali lipat dari besaran yang ditentukan. Sebagai contoh, produk mebel (HS Code 94) dari Indonesia hanya dikenakan tarif sebesar 30%. Namun produk yang sama asal negara lain yang belum termasuk mendapatkan perlakuan MFN dari Uzbekistan akan dikenakan tarif 60%.

Sebagai upaya meningkatkan kontak antar pengusaha Uzbekistan dan Indonesia melalui partisipasi pengusaha setempat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-30 di Jakarta tanggal 21-25 Oktober 2015 dan TEI ke-31 tanggal 12-16 Oktober 2016. Tercatat 3 orang pengusaha Uzbekistan berpartisipasi dalam TEI ke-30 dan jumlah tersebut meningkat menjadi 22 orang dalam TEI ke-31.

Beberapa upaya yang juga dilakukan KBRI pada tahun 2015-2016 dalam rangka meningkatkan kerjasama dibidang perdagangan antara lain melakukan kegiatan analisa pasar di Uzbekistan dengan menggandeng lembaga penelitian setempat 'Anhor' guna memperoleh informasi tentang produk Indonesia yang berpotensi untuk diekspor ke Uzbekistan seperti produk spa, teh, kopi, tekstil dan mebel, serta sektor-sektor industri yang juga berpotensi untuk dikerjasamakan. Analisa pasar untuk produk-produk tertentu juga dilaksanakan dengan melibatkan instansi/teknis terkait di tanah air seperti Kementerian Perdagangan RI. Selain itu, KBRI juga mempromosikan produk makanan dan kecantikan Indonesia melalui pameran-pameran yang diselenggarakan di Uzbekistan yaitu: World Food Uzbekistan 2015, Food Week Uzbekistan 2015, Beauty Expo 2015, Beauty Uzbekistan 2015, World Food Uzbekistan 2016 (dengan partisipasi perwakilan dari PT. Kapal Api Global), dan Mebel Expo 2016.

Selain itu, KBRI juga mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintah maupun KADIN pusat dan daerah dalam rangka menjajaki potensi kerjasama:

  • Melakukan pertemuan dengan Ketua KADIN Uzbekistan, Alisher Shaykhov di Tashkent tanggal 29 Januari 2015. Dalam pertemuan tersebut telah dibahas peluang kerjasama ekonomi yang dapat dikerjasamakan yaitu dalam kegiatan produksi bersama produk tekstil, kosmetik, ban mobil, serta produk-produk palm oil seperti sabun dan shampo. Terkait hal tersebut, telah diusulkan pembuatan MoU kerjasama antara KADIN Uzbekistan dan Indonesia sebagai payung hukum pelaksanaan kerjasama selanjutnya.
  • Bertemu dengan dengan Walikota Tashkent, Rakhmanbek Usmanov Djahongirovich tanggal 4 Maret 2015 membahas peluang kerjasama antar UKM dan peningkatan people-to-people contact. Kedua pihak sependapat bahwa UKM dari Indonesia dan Uzbekistan dapat menjalin kontak guna meningkatkan kapasitas UKM kedua pihak. Terkait people-to-people contact, program beasiswa Darmasiswa dari Pemri yang memberikan peluang kepada pelajar Uzbekistan belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di institusi-institusi pendidikan di Indonesia, dinilai sebagai upaya yang mendukung pencapaian hal tersebut.
  • Bertemu dengan Deputi Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Investasi dan Perdagangan, Ibrohim Ergashev di Tashkent tanggal 20 Februari 2015 guna mendiskusikan peningkatan perdagangan RI-Uzbekistan. Guna meningkatkan nilai perdagangan RI-Uzbekistan, telah diidentifikasi beberapa peluang kerjasama yaitu: perdagangan produk cotton yarn dan cotton fibre, makanan olahan, tekstil, pupuk, dan kabel, serta produksi bersama produk pertanian, sepatu, furniture, mesin pabrik, materi konstruksi, alat komunikasi, peralatan rumah tangga dan komputer. Selain itu telah diusulkan agar dapat diselenggarakannya pertemuan Intergovernmental Commission on Economic and Technical Cooperation.
  • Pertemuan dengan Perwakilan KADIN Wilayah Ferghana, Bakhrom Sultanov tanggal 21 April 2015 guna mempromosikan produk-produk ekspor unggulan Indonesia seperti CPO, kopi, teh, tekstil, dan mebel.
  • Pertemuan dengan Ketua KADIN Wilayah Andijan, Umrbek Tadjibaev tanggal 22 April 2015 untuk mempromosikan produk-produk ekspor unggulan Indonesia. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa Indonesia telah mendapat status Most Favored Nation dari Uzbekistan,  sehingga mendapat pengurangan bea masuk sehingga harganya menjadi lebih kompetitif. Kadin Andijan pada kesempatan ini menawarkan fasilitas gratis bagi eksportir Indonesia yang berminat mengikuti pameran di Andijan.
  • Pertemuan dengan Perwakilan KADIN Wilayah Samarqand, Mr. Aziz Khadimov tanggal 2 Juni 2015 dalam rangka mengundang partisipasi pengusaha setempat pada Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta.

 

    BIDANG SOSIAL BUDAYA

Hubungan bidang sosial budaya RI – Uzbekistan berjalan dengan baik dan erat. Kesamaan Agama serta kemiripan karakter dan budaya, menjadi dasar kerjasama kedua negara. Selama tahun 2015, Indonesia semakin dikenal dan mendapat tempat di mata publik Uzbekistan melalui serangkaian aktivitas promosi, pertunjukan budaya dan kesenian.

Untuk meningkatkan people to people contact guna membangun saling pengertian antara masyarakat kedua bangsa, Indonesia memberikan beasiswa kepada pada mahasiswa Uzbekistan melalui program Darmasiswa dan KNB. Hingga tahun  ajaran 2015-2016, tercatat 120 pelajar Uzbekistan yang berpartisipasi dalam program Dharmasiswa selama 6 bulan – 1 tahun, sementara untuk program KNB hingga tahun 2016 tercatat 23 pelajar Uzbek yang telah berpartisipasi. Selain itu, KBRI juga menawarkan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), dan hingga saat ini baru tercatat 1 orang. (Catatan: Pada akhir tahun 2015, Deputi Menlu Uzbek, yang disusul dengan nota resmi, meminta untuk sementara waktu menghentikan perekrutan mahasiswa Uzbek untuk mengikuti program Darmasiswa sampai terdapat perjanjian kerjasama pendidikan. Hal ini bertolak belakang dengan isi Nota diplomatik Kemlu Uzbekistan sebelumnya (Juni 2015) sebagai respon atas Nota KBRI tentang permintaan tanggapan atas draft MoU di bidang pendidikan. Saat itu, pihak Uzbek mengatakan bahwa draft MoU tersebut hanya merupakan framework of cooperation yang tidak begitu diperlukan karena tanpa kerangka kerjasama tersebut kerjasama pendidikan telah berjalan dengan baik). 

Untuk meningkatkan kerjasama pendidikan dan memperluas pengajaran bahasa Indonesia di Uzbekistan, Dubes RI telah mengadakan pertemuan dengan: Rektor Bukhara State University, Mr. Abdukabil Abdunabievich Tulaganov tanggal 29 Mei 2015 dan Rektor Samarqand State Institute of Foreign Languages, Mr. Alimdjan Rahimovich Khalmuhamedov tanggal 2 Juni 2015. Hasilnya, pada tahun 2015, telah dibuka Program Pengajaran Bahasa Indonesia di Samarqand State Institute of Foreign Languages. Hal ini telah menambah jumlah perguruan tinggi yang mengajarkan bahasa Indonesia di Uzbekistan yang sebelumnya hanya ada di dua universitas di Tashkent, yaitu Uzbekistan State University of World Languages (UzWLU) dan Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS).

Kerjasama antar perguruan tinggi juga berlangsung dengan baik. Hal ini ditunjukkan melalui kerjasama Universitas Gunadarma dengan Russian Economic University (named after G.V Plekhanov), Tashkent Branch. Kerjasama dilakukan dalam bentuk saling kunjung dan penyelenggaraan Joint Conference. Pada tahun 2015, Universitas Gunadarma menjadi tuan rumah Joint Conference yang diselenggarakan di Bali. Pada kesempatan kunjungan Universitas Gunadarma yang beranggotakan 30 orang ke Tashkent 16 Mei 2015, telah diselenggarakan kuliah umum oleh Dubes RI di Russian Economic University 'Plekhanov' dengan dihadiri oleh civitas akademika perguruan tinggi tersebut. Delegasi Universitas Gunadarma terdiri dari 20 orang kembali mengunjungi Uzbekistan pada tanggal 13-18 November 2015.

Dalam hal promosi kuliner Indonesia, pada tahun 2015-2016 telah dilaksanakan sejumlah kegiatan untuk memperkenalkan beberapa dari 30 icon kuliner Indonesia yang mendapat predikat kuliner terlezat seperti Rendang, Nasi Goreng dan Sate, diantaranya: Demo Masak di Tashkent Professional College of Tourism tanggal 23 Januari 2016 dan Festival Kuliner Uzbekistan tanggal 15 Oktober 2016. Dalam kesempatan Demo Masak di Tashkent Professional College of Tourism, selain Rendang, Nasi Goreng dan Sate, juga ditampilkan Laksa Bogor dan Kolak Pisang. Sementara pada acara Festival Kuliner Uzbekistan, ditampilkan Rendang, Nasi Goreng, Sate, dan Rawon.

Untuk mempromosikan budaya Indonesia lainnya, KBRI juga telah menampilkan pentas musik jazz dengan sentuhan musik tradisional Indonesia di Tashkent dan Samarqand pada tanggal 24-28 April 2016, yang dibawakan oleh pemusik terkenal Indonesia, Dwiki Darmawan dan grup

Dalam hal meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, KBRI bekerjasama dengan Lombok Paradise Tours telah melaksanakan sales meeting di Tashkent tanggal 4 Agustus 2016, dimana pada kesempatan tersebut paket wisata Lombok mendapat tanggapan dan diminati oleh travel agents lokal. KBRI juga telah berpartisipasi dalam Tashkent International Tourism Fair 2016 (TITF 2016) di Tashkent dan memfasilitasi beberapa travel agen lokal yang menjual tempat wisata Indonesia. Event pariwisata terbesar di Uzbekistan tersebut diikuti oleh pelaku industri pariwisata lokal serta dari negara-negara Asia Tengah, Selatan dan Tenggara.