REPUBLIK UZBEKISTAN

uzbekistan_sm_2016.gif

PROFIL NEGARA UZBEKISTAN

INFORMASI UMUM (GENERAL INFORMATION)

Nama Resmi Negara

Republik Uzbekistan

Bentuk Negara

Republik

Ibu Kota

Tashkent

Luas Wilayah

447.400 km2

 

Jumlah Penduduk

31.025.500 jiwa

 

Lagu Kebangsaan

"O'zbekiston Respublikasining Davlat Madhiyasi" (State Anthem of the Republic of Uzbekistan)

 

Agama

Islam 88% (sebagian besar Suni), Orthodox Rusia 9%, lainnya 3%

 

Bahasa

Uzbek 74,3% (official), Rusia 14,2%, Tajik 4,4%, Lainnya 7,1%

 

Mata Uang

1 US$ = 3.083 Uzbekistan Sum / UZS

(25 Oktober 2016)

Hari Kemerdekaan/Nasional

1 September (1991)

(Hari Kemerdekaan

dari Uni Soviet)

Sistem Pemerintahan

Presidensiil-Parlementer

 

Nama Kepala Negara

Acting Presiden

Shavkat Miromonovich Mirziyoyev

(8 September 2016)

Nama Kepala Pemerintahan

Perdana Menteri

Shavkat Miromonovich Mirziyoyev

(12 December 2003)

Nama Menteri Luar Negeri

Abdulaziz Khafizovich Kamilov

(11 Februari 2012)

Nama Duta Besar Uzbekistan untuk RI

Shavkat Jamolov

 (Penyerahan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal   14 Januari 2009)

Nama Duta Besar RI untuk Uzbekistan

Anak Agung Gde Alit Santhika

 

 (Penyerahan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Islam Karimov, tanggal         7 Januari 2015)

GDP

US$ 66,73 Milyar  (2015)

(World Bank)

GDP per Kapita

US$ 2.150 (2015)

(World Bank)

Komoditas Ekspor Utama

Emas, kapas, minyak dan gas, mobil.

 

Komoditas Impor Utama

Mesin industri dan perlengkapannya, obat-obatan, bahan-bahan kimia dan makanan

 

Keanggotaan Uzbekistan pada Forum Regional/Internasional

ADB, CICA, CIS, EAPC, EBRD, ECO, FAO, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (NGOs), ICRM, IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, Interpol, IOC, ISO, ITSO, ITU, MIGA, NAM, OIC, OPCW, OSCE, PFP, SCO, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, WTO (observer)

 

Bendera Uzbekistan

Tiga garis horizontal warna biru (top), putih dan hijau dipisahkan garis warna merah dengan bulan sabit warna putih di sebelah kiri atas dan 12 bintang warna putih. Warna biru  melambangkan "langit", warna putih melambangkan "perdamaian" yang berarti bersih pikiran dan kemauan, sedangkan warna hijau melambangkan "kealamian" yang merupakan warna Islam. Sedangkan garis merah merupakan kekuatan vital dari semua mahkluk hidup yang menghubungkan kebaikan dan kemurnian ide di langit biru maupun bumi; bulan sabit melambangkan Islam dan 12 bintang melambangkan bulan kalendar Uzbek

 

Etimologi Uzbekistan

Kombinasi dari kata Turki "Uz" (self) dan "bek" (Master) dengan akhiran kata dari bahasa Persia "-stan" (negara) yang berarti "Land of the free".

 

Geografi :

Lokasi :

Central Asia, di bagian Selatan berbatasan dengan Afghanistan dan Turkmenistan, di bagian Tenggara berbatasan dengan Tajikistan, di bagian Utara berbatasan dengan Kazakhstan, dan di bagian Timur berbatasan dengan Kyrgyzstan.

Koordinat :

41 00 N, 64 00 E

Luas area:

total: 447,400 sq km

Daratan: 425,400 sq km

Perairan: 22,000 sq km

Negara terluas ke-57 di dunia

4 kali luas Virginia dan sedikit lebih luas dari California

Pembagian wilayah administratif:

12 Propinsi (Andijan, Bukhara, Ferghana, Jizzax, Namangan, Navoiy, Kashkadaryo, Samarkand, Sidaryo, Surkhandaryo, Tashkent, Khorezm), 1 Republik Otonomi (Republik Karakalpakstan), dan 1 Kota setingkat Propinsi (Tashkent)

Panjang perbatasan

Total: 6,893 km

Berbatasan dengan (5) negara : Afghanistan 144 km, Kazakhstan 2,330 km, Kyrgyzstan 1,314 km, Tajikistan 1,312 km, dan Turkmenistan 1,793 km

Luas pantai Description: https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/graphics/field_listing_on.gif

0 km (doubly landlocked country);

Catatan  - Uzbekistan termasuk wilayah bagian Selatan dari laut kering "Aral Sea" yang memiliki luas pantai sepanjang 420 km.

Iklim

4 musim: panas, gugur, dingin dan semi.

Daratan

Sebagian besar gurun pasir yang flat yang terhubung dengan aliran sungai yang mengalir sepanjang wilayah Amu Darya, Syr Darya (Sirdaryo), dan Zarafshon; Sedangkan lembah Fergana di sebelah Timur dikelilingi pegunungan Tajikistan dan Kyrgyzstan; dan laut kering "Aral Sea" di sebelah Barat.

Lokasi dengan titik tertinggi

Adelunga Toghi 4,301 m

Lokasi dengan titik terendah

Sariqamish Kuli -12 m

Sumber Daya Alam

Gas Alam, minyak bumi, batubara, emas, uranium, perak, tembaga, timah, zinc, molibdenum

Pemanfaatan lahan

Lahan pertanian: 62.6%

Arable land 10.1%; permanent crops 0.8%; permanent pasture 51.7%

Hutan: 7.7%

Lain-lain: 29.7%

Lahan Irigasi

42,150 sq km (2012)

Politik :

Struktur Negara dan Pemerintahan

Uzbekistan adalah negara berbentuk Republik dengan sistem pemerintahan Presidensil Parlementer.

Prinsip-prinsip dasar negara Uzbekistan  adalah mengembangkan demokrasi, meningkatkan realisasi reformasi dan membangun masyarakat madani, agar Uzbekistan dapat berdiri sejajar dengan negara-negara demokratis yang sedang berkembang, namun dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi budaya Uzbekistan.

Cabang-cabang Pemerintahan:

  • LEMBAGA EKSEKUTIF

Kepala Negara adalah Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan lima tahun (Amandemen UU Pemilu 5 Desember 2011). Pemilu Presiden dilaksanakan 90 hari setelah Pemilu Parlemen (Amandemen UU Pemilu Presiden 23 Maret 2012). Masa bakti seorang Presiden tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan. Selama menjabat, seorang Presiden tidak boleh memegang jabatan lain, menjadi perwakilan lembaga atau terlibat kegiatan komersial. Presiden memiliki kekebalan hukum. Seorang Presiden resmi menjabat jabatannya setelah mengucapkan sumpah jabatan di depan sidang gabungan Senat dan Dewan Legislatif Oliy Majlis (Parlemen). Presiden tidak berwenang mengalihkan sebagian kekuasaannya kepada badan atau lembaga negara. Jika Presiden tidak dapat menjalankan tugasnya maka Ketua Senat akan menjadi acting Presiden sampai terpilihnya Presiden yang baru (Amandemen Konstitusi Maret 2011).

Presiden Uzbekistan, setelah selesai masa jabatannya, akan menjadi anggota Senat seumur hidup. Presiden dapat membubarkan Senat dan Dewan Legislatif (dengan persetujuan Mahkamah Konstitusi) jika: kedua dewan Oliy Majlis berseteru dan tidak dapat diselesaikan serta telah mengganggu fungsi kerja mereka; kedua dewan mengeluarkan UU yang bertentangan dengan Konstitusi negara; atau terjadi perseteruan di antara kedua dewan yang mengancam fungsi normal Oliy Majlis. Jika Senat dan Dewan Legislatif dibubarkan, dalam waktu tiga bulan harus dilaksanakan pemilu. Senat dan Dewan Legislatif tidak boleh dibubarkan jika negara dalam keadaan darurat.

Kepala Pemerintahan adalah Perdana Menteri (PM) sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Kandidat Perdana Menteri diusulkan oleh partai politik yang menduduki kursi mayoritas di Parlemen atau oleh koalisi partai politik di Parlemen dengan jumlah suara mayoritas. Kandidat PM tersebut kemudian diusulkan kepada Presiden guna diajukan kepada Parlemen untuk disetujui. Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Presiden dan Parlemen. Anggota Kabinet Menteri diajukan oleh PM dan disetujui oleh Presiden. Presiden dapat memberhentikan PM jika Parlemen menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap PM. Jika Presiden memberhentikan PM seluruh Kabinet Menteri mundur bersama PM. Presiden kemudian mengajukan kandidat baru atas persetujuan lebih dari setengah anggota Parlemen. Jika Parlemen dua kali menolak kandidat PM yang diusulkan oleh Presiden, Presiden berhak menunjuk Acting PM dan membubarkan Parlemen.

Susunan Kabinet Pemerintahan Uzbekistan:

  • Perdana Menteri: Shavkat Miromonovich Mirziyoyev;
  • Deputi I PM; Mengepalai sektor Pembangunan Makroekonomi, Transformasi Struktural, Penanaman Modal Asing dan Pembangunan Terintegrasi; Menteri Keuangan: Rustam Sadiqovich Azimov;
  • Deputi PM; Mengepalai sektor Pembangunan Industri, Bahan Bangunan, Perumahan dan Layanan Kota dan Transportasi, Kepala Komisi Negara bidang Arsitektur dan Pembangunan: Botir Irkinovich Zokirov;
  • Deputi PM; Mengepalai sektor Geologi, Minyak dan Enerji, Bahan Kimia, Petrokimia, dan Industri            Metalurgi:Gulomjon Inomovich Ibragimov;
  • Deputi PM;Mengepalai sektor Pembangunan Industri Mesin, Industri Listrik dan Mobil,      Standarisasi Produk, Ketua Uzavtosanoat Standarisasi Produk: Ulugbek Ubaydullaevich Rozuqulov;
  • Deputi PM; Mengepalai sektor Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kualitas Kehidupan: Adkham Ilkhamovich Ikramov;
  • Deputi PM; Mengepalai sektor Kebijakan Kepemudaan, Pendidikan, Kebudayaan dan      Olahraga: Bakhodir Yunusovich Khodiyev;
  • Deputi PM; Ketua Komisi Wanita: Elmira Erkinovna Basitkhanova;
  • Menteri Keuangan: Rustam Sadiqovich Azimov;
  • Menteri Ekonomi: Galina Karimova Saidova;
  • Menteri Tenaga Kerja: Aziz Abdukakharovich Abdukhakimov;
  • Menteri Kebudayaan dan Olah Raga: Bakhodir Madjitovich Akhmedov;
  • Menteri Dalam Negeri: Adkham Akramovich Akhmedbaev;        
  • Menteri Luar Negeri: Abdulaziz Khafizovich Kamilov;
  • Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Investasi dan Perdagangan: Elyor Majidovich Ganiev;
  • Menteri Pertahanan: Kabul Raimovich Berdiev;
  • Menteri Pendidikan Tinggi dan Kejuruan: Alisher Vasikovich Vakhobov;
  • Menteri Pendidikan Publik: Ulugbek Ilyasovich Inoyatov;
  • Menteri Pertanian dan Manajemen Pengairan: Shukhrat Jurakulovich Teshayev;          
  • Menteri Kehakiman: Muzraf Mubarakxodjaevich Ikramov;
  • Menteri Kesehatan Publik: Anvar Valievich Alimov;
  • Menteri Situasi Darurat: Tursinkhon Aydarovich Khudayberganov;
  • Menteri Komunikasi dan Pembangunan Teknologi Informasi: Khurshid M. Mirzakhidov;
  • Ketua Komisi Negara bidang Privatisasi, Demonopolisasi dan Pengembangan Kompetisi: Davron A. Khidoyatov;
  • Ketua Komisi Negara bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral: Ilkhomboy B. Turamuratov;
  • Ketua Komisi Statistik Negara: Botir Eshbaevich Turaev;
  • Ketua Komisi Bea Cukai Negara: Zokhid Abdukayumovich Dusanov;
  • Ketua Komisi Pajak Negara: Botir Rahmatovich Parpiyev;
  • Ketua Komisi Negara bidang Arsitektur dan Pembangunan  : Batir Irkinovich Zakirov.
  • LEMBAGA LEGISLATIF

Kekuasaan legislatif tertinggi ada di tangan Oliy Majlis (Parlemen). Oliy Majlis terdiri dari 2 dewan (bicameral) yaitu Senat (Majelis Tinggi) dan Dewan Legislatif (Majelis Rendah). Masa jabatan Senat dan anggota Dewan Legislatif adalah 5 tahun. Anggota Senat dan Dewan Legislatif tidak boleh mempunyai pekerjaan lain (paid post), kecuali untuk penelitian dan pendidikan. Anggota Senat dan Dewan Legislatif mempunyai kekebalan hukum.

Senat beranggotakan 100 orang, yaitu 84 dipilih melalui pemilihan umum (6 orang dari setiap wilayah, yaitu 12 propinsi, ibukota Tashkent dan daerah otonomi Republik Karakalpakstan), dan 16 orang dipilih langsung oleh Presiden.

Dewan Legislatif beranggotakan 150 orang, yaitu 135 diperebutkan oleh partai-partai politik melalui pemilu, sementara 15 kursi diberikan sebagai jatah Ecological Movement of Uzbekistan (sebagai bentuk komitmen Uzbekistan pada perlindungan lingkungan di Uzbekistan).

  • LEMBAGA YUDIKATIF
  • Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan;
  • Mahkamah Agung Republik Uzbekistan;
  • Pengadilan Ekonomi Tertinggi Republik Uzbekistan;
  • Mahkamah Agung Republik Karakalpakstan untuk kasus sosial dan kriminal;
  • Pengadilan Ekonomi Republik Karakalpakstan;
  • Pengadilan Regional dan Pengadilan Kota Tashkent untuk kasus sosial dan kriminal;
  • Pengadilan Interdistrik, Distrik dan Kota untuk kasus sosial dan kriminal;
  • Pengadilan Ekonomi dan Militer
  • (Organisasi dan prosedur pelaksanaan pengadilan ditetapkan dengan UU. Pengadilan-pengadilan di luar pengadilan-pengadilan yang ada, tidak diakui)

Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan memegang kekuasaan tertinggi kehakiman di Uzbekistan. Ketua dan anggota Mahkamah Konstitusi dipilih dari ahli hukum dan politik (termasuk perwakilan dari Republik Karakalpakstan). Ketua dan anggota Mahkaman Konstitusi bukan anggota partai atau gerakan politik dan tidak boleh mempunyai jabatan atau pekerjaan lain. Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi mempunyai kekebalan hukum.

Mahkaman Agung Republik Uzbekistan merupakan lembaga kehakiman tertinggi yang menangani masalah sipil, kriminal dan administrasi. Mahkamah Agung berwenang mengatur administrasi seluruh kantor-kantor pengadilan di Republik Karakalpakstan, regional, kota, interdistrik, distrik, dan militer.

Sistem hukum Uzbekistan merupakan evolusi dari sistem hukum Uni Soviet.

Ekonomi:

Di bidang ekonomi, faktor-faktor eksternal seperti menurunnya kondisi kinerja perekonomian negara-negara mitra dagang Uzbekistan yaitu Rusia, RRT, Kazakhstan, Turki dan Korea Selatan, serta menurunnya harga komoditas dunia berpengaruh pada melambatnya pertumbuhan PDB Uzbekistan dari 8,1% di tahun 2014 menjadi 8% di tahun 2015.

Meskipun demikian, selama tahun 2015, Pemerintah Uzbekistan mencatatkan beberapa capaian dibidang ekonomi diantaranya meningkatnya pendapatan negara sebesar 16,6% dibandingkan dengan tahun 2014 dengan nilai US$ 9,47 milyar; menciptakan 748.670 lapangan pekerjaan dan meminimalisir tingkat pengangguran pada kisaran 5,1%; meningkatkan pendapatan riil masyarakat sebesar 9,6% dan menaikkan gaji, pensiun dan tunjangan lain sebesar 21,9 persen.

Selain itu, pada tahun 2015, Pemerintah Uzbekistan juga telah menarik investasi senilai US$ 16 milyar atau 9,9% lebih besar dari jumlah investasi tahun 2014 (sekitar US$ 14,6 milyar). Dari jumlah investasi yang diperoleh, sebesar 30% berasal dari badan usaha yang berada di dalam negeri. Pemerintah Uzbekistan menilai hal tersebut sebagai keberhasilan pelaksanaan program pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perusahaan dalam negeri pada proses perekonomian.

Pemerintah Uzbekistan mulai tahun 2015 berupaya meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri pada kegiatan produksi. Guna mendukung hal tersebut, pemerintah menargetkan pelaksanaan 602 proyek, dimana sekitar 220 proyek khususnya diprioritaskan pada pengembangan kapasitas industri sektor metalurgi, kimia, pertambangan, konstruksi, obat-obatan dan elektronik. Diharapkan setelah berhasil mengimpelementasikan proyek-proyek dimaksud pada tahun 2019, Uzbekistan mampu memproduksi 1.225 jenis produk untuk substitusi impor dan produk ekspor, menciptakan tambahan 13 ribu lapangan pekerjaan serta memberikan keuntungan bagi negara sebesar US$ 13 milyar.

PDB (Purchasing Power Parity)  :  US$ 66,73 Milyar  (2015)

GDP per kapita                                      :  US$ 2.150,-  (2015)

Pertumbuhan Ekonomi                          :  8 % (2015)

Industri Unggulan                      :  Tekstil, pengolahan makanan, metalurgi, pertambangan, hydrocarbon, kimia.

Ekspor Utama                           :  Emas, kapas, minyak dan gas, mobil.

Tujuan Ekspor Utama                :  Swiss (25,8%), China (17,6%), Kazakhstan (14,2%), Turki (9,9%), Rusia (8,4%)

Import Utama                            :  Mesin industri dan perlengkapannya, obat-obatan, bahan-bahan kimia dan makanan

Asal Impor Utama                      :  China (20,8%), Rusia (20%), Korea Selatan (12%), Kazakhstan (10,8%), Turki (4,6%)

Inflasi                                       :  8,46% (2015)

Free Trade Agreement                :  Commonwealth of Independent States Free Trade Area (CISFTA)

HUBUNGAN BILATERAL DENGAN INDONESIA

Status Hubungan

Hubungan diplomatik sejak 1992

Forum Bilateral

1. Sidang Komisi Bersama

2. Komite Konsultasi Bilateral

3. Policy Planning Consultation

Perjanjian Bilateral

17 Dokumen

Kunjungan Kenegaraan

Kunjungan Presiden Islam Karimov ke Indonesia tanggal 22-23 Juni 1992

Kunjungan Presiden Soeharto ke Uzbekistan tanggal 8-9 April 1995

Pertemuan Tingkat Menlu

 

Pertemuan bilateral di sela-sela KTM OKI ke-43 di Tashkent tanggal 18 Oktober 2016

Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi

Pertemuan Wakil Menlu Uzbekistan Murad Askarov dengan Dirjen ASPASAF Kemlu RI dalam rangka Pertemuan ke-6 Komite Konsultasi Bilateral (KKB) ke-VI di Jakarta, 11-12 Maret 2014

WNI di Uzbekistan

35 orang (data KBRI Tashkent per Oktober 2016)

Bidang Politik :

Indonesia mengakui kemerdekaan Republik Uzbekistan pada tanggal 28 Desember 1991. Pembukaan hubungan diplomatik ditandatangani pada 23 Juni 1992. Pada bulan Mei 1994, Indonesia membuka Kedutaan Besarnya di Tashkent, dan Uzbekistan sejak Desember 1996, membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta. Pada tanggal 22-23 Juni 1992 kunjungan kenegaraan pertama Presiden Uzbekistan, Islam Karimov ke Indonesia. Pada April 1995, Presiden RI Soeharto mengunjungi Uzbekistan.

Secara umum, hubungan bilateral Indonesia - Uzbekistan di bidang politik berjalan cukup baik. Kedua negara merupakan mayoritas penduduk beragama Islam dan sama-sama menganut prinsip demokrasi.

Kepentingan Utama Indonesia terhadap Uzbekistan adalah mitra saling dukung di fora regional dan internasional, dan mitra dalam mempromosikan budaya dan nilai-nilai demokrasi/good governance. Sementara kepentingan Uzbekistan di Indonesia adalah Indonesia sebagai pasar strategis di Asia Tenggara maupun ASEAN, mitra utama dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan good governance dunia, dan Peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi.

Penguatan hubungan bilateral kedua negara juga terlefleksi melalui pemberian dukungan Uzbekistan atas:

  • Pencalonan Indonesia sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Protection of Wolrd  Cultural and Natural Heritage (Wolrd Heritage Committee/WHC) untuk periode 2015-2019.
  • Pencalonan Indonesia sebagai anggota Council of Administration (CA) dan pencalonan kembali sebagai Anggota Postal Operations Council (POC) pada Universal Postal Union (UPU) untuk periode 2017-2020.
  • Pencalonan Profesor Harkristuti Harkrisnowo sebagai anggota Committee on the Elimination of  Discrimination against Women (CEDAW) untuk periode 2017-2020.
  • Pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Penerbangan Sipil International (ICAO) Bagian III untuk periode 2017-2021.
  • Pencalonan Duta Besar Nugroho Wisnumurti sebagai anggota Inernational Law Commission (ILC) untuk periode 2017-2021.

Saling Kunjung Pejabat Tinggi (3 tahun terakhir)

Pada tahun 2014:

  • Wakil Menlu Uzbekistan Murad Askarov dalam rangka Sidang KKB ke-VI (11-12 Maret 2014),
  • Delegasi Kementerian Pariwisata RI yang dipimpin Wamen Sapta Nirwandar dalam rangka Sidang the 99th Session of UNWTO Executive Council (Oktober 2014),
  • Delegasi DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon berkunjung ke Uzbekistan sebagai observer pemilu parlemen Uzbekistan atas undangan pemerintah Uzekistan. Pada kunjungan tersebut, delegasi juga bertemu dengan Wakil Menlu Uzbekistan dan Wakil Ketua Senat serta Wakil Ketua Legislative Chamber Uzbekistan (Desember 2014).

Sementara acara yang dihadiri Uzbekistan melalui Dubesnya di Jakarta, H.E. Shavkat Jamolov antara lain:

  • The 2014 Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) di Bali, 29-30 Agustus 2014,
  • The first OIC International Forum on Islamic Tourism in Jakarta on 2-3 June 2014 bearing the theme of ‘Islamic Tourism: Prospects and Challenges’;
  • Bali Democracy Forum setiap tahun.

    Pada tahun 2015, kunjungan pejabat Indonesia ke Uzbekistan, yaitu:
  • Delegasi BNPT RI ke Uzbekistan untuk membahas draft MoU Counter Terrorism (4-5 Februari 2015);
  • Ketua Mahkamah Konstitusi RI ke Uzbekistan dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua MK Uzbekistan (27 Maret 2015);
  • Delegasi DPR RI ke Uzbekistan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dalam rangka menjadi observer pada Pemilu Presiden Uzbekistan. Dalam kesempatan ini, delegasi DPR RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan pimpinan Dewan Legislatif Oliy Majlis (28-31 Maret 2015);
  • Delegasi MPR RI ke Uzbekistan yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dan mengadakan pertemuan dengan Senat Uzbekistan membahas pengembangan hubungan antara-Parlemen kedua negara (24-25 April 2015);
  • Delegasi Ketua DPD RI ke Uzbekistan yang dipimpin oleh Ketua DPD RI Irman Gusman dan mengadakan pertemuan dengan Senat Oliy Majlis Uzbekistan guna bertukar pandangan mengenai perkembangan Parlemen kedua negara (21-23 Mei 2015);
  • Delegasi Komisi VII DPR RI untuk mendikusikan isu-isu energi dan mineral dengan Dewan Legislatif Oliy Majlis Uzbekistan, State Committee of Republic of Uzbekistan for Geology and Mineral Resources, dan perusahaan enerji negara Uzbekistan 'Uzbekenergo' (15-17 September 2015);
  • Hakim Mahkamah Konstitusi RI Suhartoyo menghadiri konferensi internasional "Role of the Constitutional Court in Realization of the Principle of Separation of Powers and Human Rights Protection: Experience of Uzbekistan and Foreign Countries" dalam rangka memperingati 20 Tahun Mahkamah Konstitusi Republik Uzbekistan (21-24 Oktober 2015).

Sedangkan dari Uzbekistan yang berkunjung ke Indonesia adalah delegasi MK Uzbekistan dipimpin oleh Wakil Ketua MK Uzbekistan Buritosh Mustafaev, menghadiri Pertemuan Anggota Dewan Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis Se-Asia dan Simposium Internasional tentang Constutional Complaint di Jakarta tanggal 13-17 Agustus 2015, serta kunjungan balasan delegasi National Security Service (NSS) Uzbekistan ke Jakarta tanggal 5 Agustus 2015.

Pada tahun 2016, kunjungan pejabat Indonesia ke Uzbekistan, yaitu:

  • Tim Kajian Pusat P2K2 Aspasaf, BPPK, ke Uzbekistan, 13-18 Maret 2016;
  • Hakim Konstitusi RI, Patrialis Akbar ke Uzbekistan 12-13 Juni 2016. Dalam kunjungan Hakim Konstitusi RI telah melakukan pertemuan dengan Ketua MK Uzbekistan, Bakhtiyar Mirbabaev bertempat di kantor MK Uzbekistan di Tashkent pada tanggal 13 Juni 2016. Kunjungan tersebut dilakukan setelah mengikuti konferensi  internasional bertajuk “Peace and Role of the Constitutional Control in Effective Performance of the System of Check and Balance between the Branches of the State Power” yang diselenggarakan di Issy-Kul Lake, Kyrgyzstan, 8-11 Juni 2016.
  • Kapusdiklat, Eko Hartono, didampingi Direktur Sesdilu, Nana Yuliana dan Kasubdit Asia Tengah, Dit. Asselteng ke Uzbekistan dalam rangka pertemuan dengan pimpinan beberapa  universitas terkemuka di Tashkent seperti University of World Economy and Diplomacy (UWED), Mr. Abdumalik Djumanov pada tanggal 29 Juni 2016 di Tashkent
  • BNPT RI ke Uzbekistan, 4-9 September 2016 dalam rangka penandatanganan MoU di bidang Pemberantasan Terorisme antara BNPT RI dan National Security Service (NSS) Uzbekistan.

Pertemuan Bilateral

  • KKB (Komisi Konsultasi Bilateral) antara Kemlu RI dan Kemlu Uzbekistan
  1. KKB I di Tashkent tanggal 7-9 Desember 2005
  2. KKB II di Bandar Lampung tanggal 28-29 September 2006
  3. KKB III di Tashkent tanggal 29 Juni 2007
  4. KKB IV di Medan tanggal 17 Maret 2008
  5. KKB V di Tashkent tanggal 19-20 September 2010
  6. KKB VI di Jakarta tanggal 11-12 Maret 2014
  • Joint Commission

First Joint Commission RI-Uzbekistan di Jakarta tanggal 10-13 Februari 2009

  • Policy Planning Consultation RI-Uzbekistan di Tashkent tanggal 28-30 Mei 2009

Perjanjian yang sudah ditandatangani

  1. Komunike Bersama tentang Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia  dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani di Jakarta, 23 Juni 1992;
  2. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia  dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Ekonomi dan Teknik ditandatangani di Jakarta, 23 Juni 1992;
  3. Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Kesehatan ditandatangani di Tashkent, 7 Oktober 1995;
  4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan  mengenai Kerja Sama di bidang Pariwisata ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  5. Deklarasi Bersama tentang Prinsip-Prinsip Hubungan dan Kerja Sama antara Republik Indonesia dan Republik Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  6. Persetujuan Angkutan Udara antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 8 April 1995;
  7. Pertukaran Nota Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Pasal 3 Persetujuan Kerja Sama Ekonomi dan Teknik, di Jakarta, 23 Juni 1992 ditandatangani 29 Agustus 1996;.
  8. Pengaturan Perbankan antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Uzbekistan ditandatangani di Tashkent, 17 Desember 1996;
  9. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan tentang Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Atas Penghasilan ditandatangani di Jakarta, 27 Agustus 1996;
  10. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal ditandatangani di Jakarta, 27 Agustus 1996;
  11. Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Uzbekistan mengenai Pembentukan Komite Konstitusi Bilateral ditandatangani Tashkent, 7 Desember 2005;
  12. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Kota Banda Aceh Provinsi Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Republik Indonesia dengan Khokimiyat kota Samarqand Republik Uzbekistan tentang Pembentukan Kerja Sama dan Kemitraan Kota ditandatangani di Banda Aceh, 13 Mei 2011;
  13. Persetujuan Perdagangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan ditandatangani ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  14. Memorandum Saling Pengertian antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan University of World Economy dan Diplomacy Kementerian Luar Negeri Republik Uzbekistan mengenai Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  15. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Uzbekistan mengenai Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral ditandatangani di Tashkent, 13 Mei 2008;
  16. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dan Sekolah Tinggi Bisnis pada Akademi Negara dan Konstruksi Sosial di bawah Presiden Republik Uzbekistan mengenai Penelitian, Pendidikan dan Pelatihan dalam Bidang Administrasi Publik ditandatangani di Tashkent, 20 September 2010;
  17. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia dan National Security Service (NSS) Republik Uzbekistan mengenai pemberantasan terorisme yang ditandatangani di Tashkent, 6 September 2016.

Bidang Ekonomi :

Perdagangan Bilateral RI-Uzbekistan

Periode 2011- 2016

(Nilai : Ribu US$)

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

Trend(%) 2011-2015

Jan-Juli

Perub.

(%) 2016/

2015

2015

2016

TOTAL PERDAGANGAN

15.101,6

9.189,1

33.607,8

13.567,9

12.878,4

0,71

8.241,1

4.056,9

-50,77

EKSPOR

12.914,1

8.869,3

9.558,0

8.778,0

5.622,4

-15,41

3.665,9

2.293,6

-37,43

IMPOR

2.187,4

319,8

24.049,8

4.789,9

7.256,0

66,61

4.575,3

1.763,3

-61,46

NERACA PERDAGANGAN

10.726,7

8.549,5

-14.491,9

3.988,2

-1.633,6

0,00

-909,4

530,4

158,32

 

Komoditas ekspor utama RI ke Uzbekistan

Komponen mesin pendingan, shortening (lemak padat untuk adonan roti), non-woven textiles, teh hitam, sabun mandi, pakaian wanita, un-bleached woven fabrics dan tuna kalengan.

Komoditas impor RI utama dari Uzbekistan

Kapas, mesin kendaraan bermotor, sulfur

Dalam kerjasama di bidang ekonomi, angka perdagangan Indonesia - Uzbekistan selama 5 tahun cukup berfluktuatif. Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (per Oktober 2016), tren perdagangan Indonesia dengan Uzbekistan selama periode 2011-2015 masih memperlihatkan tren positif meskipun hanya sebesar 0,71 %. Khusus pada periode Januari - Juli 2016 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,01 juta atau turun dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar US$ 8,24 juta. Nilai perdagangan bilateral pada tahun 2015 yang mencapai US$ 12,87 juta masih lebih rendah dibandingkan 2 (dua) tahun sebelumnya yang tercatat masing-masing sebesar US$ 13,57 juta (tahun 2014) dan US$ US$ 33,61 juta.

Terdapat beberapa produk ekspor RI ke Uzbekistan yang mengalami peningkatan nilai dalam periode 2014-2015 antara lain:Non-woven textiles (HS code 5603120000), teh hitam (HS code 0902409000), sabun mandi (HS code 3401112000), pakaian (HS code 6104490000).

Produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan antara lain komponen refrigerator, shortening (bahan pembuat roti dan kue), non-woven textile, teh, sabun mandi, nanas olahan dan tuna kalengan. Sementara itu, produk Uzbekistan yang diimpor Indonesia antara lain mesin kendaraan, serat kapas, sulphur, dan kismis.

Dalam rangka mengupayakan perlakuan Most Favored Nation (MFN) bagi produk-produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan dengan menggunakan Certificate of Origin (CoO) Form B mendapatkan perlakuan MFN dari pihak Uzbekistan. Hal tersebut berarti produk Indonesia yang diekspor ke Uzbekistan tidak dikenakan tarif cukai dua kali lipat dari besaran yang ditentukan.

INVESTASI RI-UZBEKISTAN

Investasi Uzbekistan di Indonesia

(Data BKPM)

Investasi Indonesia di Uzbekistan

  • Berliner Donut dengan investasi US$ 700 ribu (2013);
  • Online System Service Indonesia, perusahaan perdagangan retail secara online dengan investasi US% 500 ribu (2013);
  • PT. Kaltras Resources, perusahaan tambang dengan investasi US$ 50 juta (2004);
  • Agen Perjalanan di Bali dengan investasi US$ 250 ribu (2010).
  • Investasi di bidang perhotelan, Hotel Le Grande Plaza (atau Hotel Bumi) oleh Bakrie Group sejak tahun 1996.  Namun pada tahun 2001 telah dibeli oleh PT. Hikmah Albros. Properti yang awalnya dibeli sebesar US$ 38 juta (dengan kepemilikan saham 100 persen);
  • Investasi di bidang telekomunikasi (Joint Venture “Uzi Telecom” antara Bakrie Communication dan Uzbek Telecom, senilai US$ 58.000 (dengan kepemilikan saham Indonesia 40 persen).

  Bidang Sosial Budaya

Hubungan bidang sosial budaya RI – Uzbekistan berjalan dengan baik dan erat. Kesamaan Agama serta kemiripan karakter dan budaya, menjadi dasar kerjasama kedua negara. Selama tahun 2015, Indonesia semakin dikenal dan mendapat tempat di mata publik Uzbekistan melalui serangkaian aktivitas promosi, pertunjukan budaya dan kesenian.

Dalam hal meningkatkan people to people contact, Indonesia telah memberikan beasiswa kepada pada mahasiswa Uzbekistan melalui program Darmasiswa dan KNB. Hingga tahun ajaran 2015-2016, tercatat 120 pelajar Uzbekistan yang berpartisipasi dalam program Dharmasiswa selama 6 bulan – 1 tahun, sementara untuk program KNB hingga tahun 2016 tercatat 23 pelajar Uzbek yang telah berpartisipasi. Selain itu, KBRI juga menawarkan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), dan hingga saat ini baru tercatat 1 orang.

Terkait pelatihan diplomatik, Pusdiklat Kemlu RI dan University of World Economy and Diplomacy Kemlu Uzbekistan telah menandatangani MoU Pelatihan Diplomatik pada tanggal 13 Mei 2008. Dalam hal meningkatkan kerjasama pendidikan dan memperluas pengajaran bahasa Indonesia di Uzbekistan, pada tahun 2015 telah dibuka Program Pengajaran Bahasa Indonesia di Samarqand State Institute of Foreign Languages. Hal ini telah menambah jumlah perguruan tinggi yang mengajarkan bahasa Indonesia di Uzbekistan yang sebelumnya hanya ada di dua universitas di Tashkent, yaitu Uzbekistan State University of World Languages (UzWLU) dan Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS).

Kerjasama antar perguruan tinggi juga berlangsung dengan baik, yang ditunjukkan melalui kerjasama Universitas Gunadarma dengan Russian Economic University (named after G.V Plekhanov), Tashkent Branch. Kerjasama dilakukan dalam bentuk saling kunjung dan penyelenggaraan Joint Conference.