REPUBLIK KYRGYZSTAN

kyrgyzstan_sm_2016.gif
PROFIL NEGARA KYRGYZSTAN

INFORMASI DASAR (GENERAL INFORMATION)

Nama Resmi Negara

Republik Kyrgyzstan

Bentuk Negara

Republik

Ibu Kota

Bishkek

Luas Wilayah

199.951 km2

(World Bank)

Jumlah Penduduk

5.957.000 jiwa

(World Bank 2015)

Lagu Kebangsaan

"Kyrgyz Respublikasynyn Mamlekettik Gimni" (National Anthem of the Kyrgyz Republic)

 

Agama

Islam (75%), Orthodox Rusia (20%), Lainnya (5%)

 

Bahasa

Kyrgyz 71,4% (state language), Uzbek 14,4%, Rusia 9% (official language sejak Desember 2001), lainnya 5,2%.

 

Mata Uang

1 US$ = 68,27 Kyrgyzstan Som / KGS

(25 Oktober 2016)

Hari Kemerdekaan/Nasional

31 Agustus  (1991)

(Hari Kemerdekaan dari Uni Soviet)

Sistem Pemerintahan

Presidensiil-Parlementer

(27 Juni 2010 hasil referendum Nasional)

Nama Kepala Negara

Presiden Almazbek Sharshenovich Atambayev

(1 Desember 2011)

Nama Kepala Pemerintahan

Perdana Menteri

Sooronbai Sharapovich Jeenbekov

(13 April 2016)

Nama Menteri Luar Negeri

Erlan Bekeshovich Abdyldaev

(6  September 2012)

Nama Duta Besar Kyrgyzstan untuk RI

Dirangkap melalui Kedutaan Besar Kyrgyzstan di Kuala Lumpur

Batyrkan Esenkanovich Syrgabaev - Charges d'Affaires

 

Nama Duta Besar RI untuk Kyrgyzstan

Anak Agung Gde Alit Santhika

 

(Penyerahan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Almazbek Atambaev tgl. 11 Maret 2015)

GDP (official exchange rate)

US$ 6,6 Milyar  (2015)

 

GDP per Kapita

US$ 1.197 (2015)

 

Komoditas Ekspor Utama

Emas, kapas, wol, garmen, daging, merkuri, uranium, sepatu.

 

Komoditas Impor Utama

Minyak, gas, mesin dan perlengkapannya, bahan-bahan kimia dan makanan

 

Keanggotaan Kyrgyzstan pada Forum Regional/ Internasional

ADB, CICA, CIS, CSTO, EAEC, EAEU, EAPC, EBRD, ECO, EITI (compliant country), FAO, GCTU, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (NGOs), ICRM, IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO (correspondent), ITSO, ITU, MIGA, NAM (observer), OIC, OPCW, OSCE, PCA, PFP, SCO, UN, UNAMID, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNISFA, UNMIL, UNMISS, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, WTO.

 

Bendera Kyrgyzstan

Didominasi warna merah dengan gambar matahari kuning dengan 40 sinar tepat di tengah yang menggambarkan 40 suku di Kyrgyzstan; sinar matahari tampak berlawanan dan searah jarum jam. Tepat di tengah matahari terdapat cincin berwarna merah dengan tiga garis melintang, sebuah simbol yang mempresentasikan "tunduk" - mahkota dari tenda tradisional khas Kyrgyz; merah melambangkan "keberanian", sedangkan matahari menunjukkan perdamaian dan kemakmuran

 

Etimologi Kyrgyzstan

Nama Kyrgyzstan merupakan kombinasi dari bahasa Turki "Kyrg" (empat puluh) and "-yz" (suku) dengan akhiran "Stan" (bhs. Persia) yang berarti "tanah/negara". Kyrgyzstan berarti negara dengan 40 suku, merujuk dipersatukannya 40 klan/suku di Kyrgyzstan oleh pahlawan legendaris Kyrgyz, MANAS

 

Geografi :

Lokasi :

Central Asia, di bagian Timur berbatasan dengan RRT, di bagian Selatan berbatasan dengan Tajikistan, di bagian Barat berbatasan dengan Uzbekistan, dan di bagian Utara berbatasan dengan Kazakhstan.

Koordinat :

41 00 N, 75 00 E

Luas area:

total: 199,951 km2

Daratan: 191,801km2

Perairan: 8,150 km2

Negara terluas ke-87 di dunia

Pembagian wilayah administratif:

7 provinsi (oblustar, singular - oblus) dan 2 kota * (shaarlar, singular - shaar); Batken Oblusu, Bishkek Shaary*, Chuy Oblusu (Bishkek), Jalal-Abad Oblusu, Naryn Oblusu, Osh Oblusu, Osh Shaary*, Talas Oblusu, Ysyk-Kol Oblusu (Karakol)

Panjang perbatasan

Total: 4,574 km2

Berbatasan dengan (4) negara : RRT  1.063 km, Kazakhstan 1,212 km, Tajikistan 984 km, dan Uzbekistan 1,314 km

Luas pantai

0 km (landlocked country)

Iklim

4 musim: panas, gugur, dingin, dan semi.

Daratan

Sebagian besar pegunungan Tien Shan dengan lembah

Puncak Tertinggi

Jengish Chokusu, 7,439 m

Lembah terendah

Kara Daryya, 132 m

Sumber Daya Alam

Air, emas, batubara, minyak, gas alam, merkuri, timah, dan zinc

Pemanfaatan lahan

Lahan pertanian: 55,4%; Lahan subur 6,7%; permanent crops 0.4%; permanent pasture 48,3%; Hutan: 5,1%; Lain-lain: 39,5%

Lahan Irigasi

10,233 km2

Politik :

Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan

Bentuk Negara Kyrgyzstan adalah Republik. Sistem Pemerintahan Kyrgyzstan adalah Presidensiil-Parlementer (hasil Referendum Nasional tanggal 27 Juni 2010).

Cabang-cabang Pemerintahan

LEMBAGA EKSEKUTIF

      Kepala Negara adalah Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan enam tahun dan hanya dapat memimpin untuk satu periode saja. Sejak diadopsinya sistem pemerintahan parlementer hasil Referendum Nasional 27 Juni 2010, wewenang Presiden Kyrgyzstan sebagian diserahkan kepada Perdana Menteri dan Parlemen untuk menciptakan keseimbangan wewenang trias politica. Pemilu Presiden terakhir tanggal 30 Oktober 2011 dan pemilu berikutnya akan dilaksanakan pada tahun 2017.

     Kepala Pemerintahan adalah Perdana Menteri yang diangkat oleh Presiden atas usul Parlemen. Kandidat Perdana Menteri diajukan oleh parpol mayoritas atau koalisi mayoritas di Parlemen.

     Kabinet Menteri diajukan oleh Perdana Menteri dan disetujui oleh Presiden, namun untuk posisi menteri-menteri bidang pertahanan dan keamanan dipilih langsung oleh Presiden.

Susunan Kabinet Pemerintahan Kyrgyzstan:

  • Perdana Menteri, Sooronbay Sharapovich Jeenbekov;
  • Deputi I Perdana Menteri, Mukhammetkaly Abulgaziev;
  • Deputi Perdana Menteri urusan Ekonomi, Oleg Pankratov;
  • Deputi Perdana Menteri urusan Sosial, Gulmira Kudaiberdieva;
  • Menteri Luar Negeri, Erlan Bekeshevich Abdyldaev;
  • Menteri Dalam Negeri, Melis Toktomambetovich Turganbaev;
  • Menteri Kehakiman,Jyldyz Jeyenbaevna Mambetalieva;
  • Menteri Keuangan, Adylbek Aleshovich Kasymaliev;
  • Menteri Ekonomi, Arzybek Kozhoshev;
  • Menteri Pertanian dan Reklamasi Lahan,Turdunazir Bekboev;
  • Menteri Transportasi dan Komunikasi, Zamirbek Aydarov;
  • Menteri Situasi Darurat, Kubatbek Aiylchievich Boronov;
  • Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Elvira Kubanychbekovna Sarieva;
  • Menteri Kesehatan, Talantbek Abdullaevich Batyraliev;
  • Menteri Kebudayaan, Informasi dan Pariwisata, Altynbek Askarovich Maksutov;
  • Menteri Pembangunan Sosial, Kudaybergen Bazarbaevich Bazarbayev.

    LEMBAGA LEGISLATIF
    Parlemen Kyrgyzstan atau Jogorku Kenesh menganut sistem unicameral dengan jumlah Anggota Parlemen 120 (tanpa ada satu partai yang boleh memperoleh 65 kursi sesuai Referendum tanggal 27 Juni 2010). Anggota Parlemen dipilih langsung dalam pemilihan nasional dengan proporsional suara untuk masa 5 tahun. Parlemen dapat dibubarkan oleh Presiden sesuai ketentuan dalam Konstitusi yaitu jika tidak dapat menyetujui program, struktur dan komposisi pemerintahan, dan Presiden dapat mengajukan percepatan pemilihan Parlemen yang baru. Parlemen tidak dapat dibubarkan jika negara dalam keadaan darurat. Jika Parlemen dibubarkan, wewenang legislatif dialihkan kepada Presiden dalam waktu tidak lebih dari 1 tahun.
    Pemilu parlemen terakhir tanggal 4 Oktober 2015 dan pemilu berikutnya akan dilaksanakan pada tahun 2020.

LEMBAGA YUDIKATIF

Sistem Peradilan di Kyrgyz adalah Mahkamah Konstitusi; Mahkamah Agung; Pengadilan Tinggi Arbitrasi, dan Pengadilan Daerah (Pengadilan Daerah, Pengadilan Kota Bishkek, Pengadilan Distrik, Pengadilan Kota, dan Pengadilan Militer).

Mahkamah Konstitusi memegang kekuasaan yudikatif tertinggi dan pelindung Konstitusi Kyrgyz. Mahkamah Agung terdiri 9 anggota yaitu: Ketua, Wakil Ketua dan tujuh Hakim Agung.

Mahkamah Agung adalah lembaga pengadilan tertinggi di bidang sipil, kriminal dan administratif. Kejaksaan Agung mengatur Pengadilan Daerah, Pengadilan Kota Bishkek, Pengadilan Distrik, Pengadilan Kota, dan Pengadilan Militer.

Anggota Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi Arbitrasi diusulkan oleh Presiden dan ditetapkan oleh Parlemen. Masa jabatan anggota Mahkamah Konstitusi 15 tahun sementara Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi Arbitrasi 10 tahun.

Sistem hukum sipil di Kyrgyzstan menganut sistem hukum dari Perancis dan Federasi Rusia.

Ekonomi:

Di bidang ekonomi, pada 2015, menurut data Kementerian Keuangan Republik Kyrgyzstan, pertumbuhan PDB Kyrgyzstan berada pada kisaran 3,1% dengan volume sebesar US$ 373,1 milyar Soum (sekitar US$ 4,92 milyar). Meskipun lebih kecil dari pertumbuhan PDB tahun 2014 sebesar 3,6%, namun nilai tersebut lebih baik dari prediksi pemerintah pada kisaran 2%.

Menguatnya nilai dolar AS, serta kebijakan Kazakhstan untuk menerapkan sistem free floating pada mata uang Tenge menyebabkan nilai tukar mata uang Soum Kyrgyz mengalami pelemahan. Pada awal tahun 2015, nilai tukar Soum Kyrgyz terhadap dolar AS adalah sekitar 58,9 Soum per dolar AS. Pada akhir tahun, nilai tukar Soum Kyrgyz terhadap dolar AS berada pada kisaran 75,9 Soum per dolar AS, terdepresi sekitar 25%. Saat ini (Oktober 2016), nilai tukar Soum Kyrgyz terhadap dolar AS berkisar 68 Soum per dolar AS.

Untuk mengatasi penurunan nilai tukar Soum Kyrgyz 22,39%, Bank Sentral Kyrgyzstan melakukan intervensi melalui penjualan mata uang dolar AS serta menurunkan suku bunga bank dari 11% menjadi 10%. Sampai dengan akhir tahun, Bank Sentral Kyrgyzstan melakukan intervensi dengan menjual dolar AS sebesar US$ 90,52 juta ke pasar.

Menguatnya nilai tukar dolar AS serta terdevaluasinya mata uang negara-negara mitra dagang Kyrgyzstan seperti Rusia, Kazakhstan dan RRT, juga berpengaruh terhadap volume perdagangan Kyrgyzstan. Pada tahun 2015, perdagangan luar negeri Kyrgyzstan menurun sebesar 13,5%. Volume ekspor menurun 5,3% sementara impor menurun 21,8%. Beberapa produk yang mengalami penurunan dalam ekspor antara lain: tekstil (1,9 kali lipat), sayuran dan buah-buahan (1,7 kali lipat), susu dan produk turunannya (14,4%) serta kapas (4,5%). Adapun produk-produk yang berkurang impornya: kayu (2 kali lipat), pakaian (1,7 kali lipat), pupuk (1,7 kali lipat), daging (26%) dan minyak (18,1%).

Meskipun demikian, Pemerintah Kyrgyzstan tetap mencatatkan beberapa capaian dibidang ekonomi selama tahun 2015 diantaranya terdapatnya surplus pada anggaran negara sebesar 1,2 milyar soms (sekitar US$ 15,8 juta) yang bersumber dari besarnya pendapatan pajak, peningkatan jumlah hasil panen dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Untuk hasil panen, menurut Kementerian Pertanian Republik Kyrgyzstan, sebanyak 95% dari ladang dan perkebunan yang ditanami menghasilkan gandum 679,5 ribu ton, sayuran 643 ribu ton, meningkat 101 ribu ton dibandingkan tahun lalu, buah melon 221 ribu ton bertambah 21 ribu ton dari tahun lalu, dan kentang 400 ribu ton.

Sementara untuk penciptaan lapangan pekerjaan, pada tahun 2015 pemerintah Kyrgyzstan berhasil membuka 10 ribu lapangan pekerjaan. Mayoritas lapangan pekerjaan yang disediakan berada di sektor jasa (25 persen) dan konstruksi (22 persen), yang diikuti oleh sektor pertanian (17 persen), produksi (13 persen), perdagangan (10 persen), dan lainnya (13 persen).​

PDB (Purchasing Power Parity)

US$ 6,6 Milyar  (2015)

GDP Per Kapita

US$ 1.197 (2015)

Pertumbuhan Ekonomi

3,5 % (2015)

Industri Unggulan

Emas, tekstil, pengolahan makanan, semen, logam bumi.

Ekspor Utama

Emas, kapas, wol, garmen, daging, merkuri, uranium, sepatu.

Tujuan Ekspor Utama

Swiss 26%, Uzbekistan 22.6%, Kazakhstan 20.8%, UEA 4.9%, Turki 4.5%, Afghanistan 4.5%, dan Russia 4.2% (2015)

Impor Utama

Minyak, gas, mesin dan perlengkapannya, bahan-bahan kimia dan makanan

Asal Impor Utama

China 56.4%, Rusia 17.1%, Kazakhstan 9.9% (2015)

Inflasi

8,3 % (2015)

Free Trade Agreement

Commonwealth of Independent States Free Trade Area (CISFTA)

HUBUNGAN BILATERAL DENGAN INDONESIA

Status Hubungan

Hubungan diplomatik sejak 1993

Forum Bilateral

Konsultasi Bilateral

Perjanjian Bilateral

12 Dokumen

Kunjungan Kenegaraan

Kunjungan Presiden Askar Akayev ke Indonesia Juli 1995

Pertemuan Tingkat Menlu

Pertemuan bilateral di sela-sela KTM OKI ke-43 di Tashkent,  18 Oktober 2016

Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi

Pertemuan Pertama Konsultasi Bilateral RI–Kyrgyzstan di Bishkek, Kyrgyzstan tanggal 6 November 2015. Pertemuan dipimpin bersama oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Yuri O. Thamrin dan Direktur Jenderal Departemen Asia Afrika Kementerian Luar Negeri Kyrgyzstan, Zheenbek Kulubaev

WNI di Kyrgyzstan

38 orang (data KBRI Tashkent per Oktober 2016)

Bidang Politik :

Hubungan bilateral Indonesia-Kyrgyzstan dimulai dengan pengakuan Indonesia terhadap kemerdekaan Kyrgyzstan pada tanggal 28 Desember 1991. Hubungan diplomatik RI-Kyrgyzstan ditandai dengan ditandatanganinya Joint Communique on Establishment of Diplomatic Relations between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Kyrgyzstan pada tanggal 5 April 1993 di Moskow. Wilayah akreditasi Kyrgyzstan dirangkap oleh KBRI Tashkent sejak Mei 1994.

Hingga saat ini Indonesia dan Kyrgyzstan telah memiliki landasan kerjasama antar-Parlemen yang dimulai dengan Protokol Kerjasama Parlemen RI-Kyrgyzstan pada tahun 1996, yang ditingkatkan lagi dengan penandatanganan MoU Kerjasama antara DPR RI dan Jogorku Kenesh (Parlemen Kyrgyzstan) di Jakarta pada tanggal 13 Juli 2011. Indonesia dan Kyrgyzstan juga telah memiliki mekanisme bilateral dalam bentuk Konsultasi Bilateral antara Kemlu RI dan Kemlu Kyrgyzstan, yang telah melaksanakan pertemuan pertamanya di Bishkek pada tanggal 6 November 2015. Pada kesempatan tersebut, ditandatangani MoU Kerjasama antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Kyrgyzstan.

Indonesia juga telah memiliki Konsul Kehormatan (Honorary Consul) RI di Bishkek, Kyrgyzstan yaitu Mr. Eduard Kubatov, warga negara Kyrgyzstan, yang penunjukkannya dikukuhkan melalui Surat Keputusan Presiden RI no. 51/M tahun 2013 tanggal 14 Mei 2013.

Terkait dukungan atas pencalonan Indonesia, Pemerintah Kyrgyzstan telah memberikan dukungannya terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Administration Council of the Universal Postal Union (UPU) periode 2017-2020.

Kunjungan Kepala Negara dan Pejabat Tinggi

  • Kunjungan Presiden Askar Akayev ke Indonesia Juli 1995;
  • Kunjungan Ketua Parlemen Akhmatbek Keldibekov ke Indonesia Juli 2011;
  • Kunjungan Wakil Ketua DPR RI ke Bishkek November 2012;
  • Kunjungan Delegasi DPR RI dalam rangka menghadiri International Conference on the Role of Parliament in Advancing Public Policy against Corruption di Bishkek pada bulan Juni 2014;
  • Kunjungan Deputy Menlu Kyrgyzstan, Erines Otorbaev, ke Jakarta dalam rangka menghadiri Peringatan 60 tahun KAA tanggal 23-24 April 2015.
  • Pada tahun 2016, terdapat saling kunjung delegasi tingkat tinggi dari kedua negara yaitu kunjungan delegasi Mahkamah Konstitusi RI menghadiri Konferensi Internasional di Issy Kul, 8-11 Juni 2016, dan kunjungan delegasi Kyrgyz yang dipimpin Ketua MK Kyrgyz yaitu, H.E. Mr. Erkinbek Mamyrov menghadiri the 3rd Congress of the Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions di Bali, 8-13 2016.

    Pertemuan Bilateral
  • Pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI dengan Menteri Luar Negeri Kyrgyzstan di sela-sela SMU PBB ke-66, September 2011 di New York. Pada pertemuan telah ditandatangani Perjanjian Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta MoU Pembentukan Konsultasi Bilateral;
  • Pertemuan bilateral antara Wamenlu RI dan Deputi Menlu Kyrgyzstan Erines Otorbaev di sela-sela Konferensi Asia Afrika tanggal 23 April 2015;
  • Pertemuan bilateral Menlu RI dan Menlu Kyrgzystan di sela-sela UNGA ke-70 tanggal 1 Oktober 2015, dimana kedua pihak sepakat untuk melaksanakan Pertemuan Perama Konsultasi Bilateral RI-Kyrgyz pada bulan November 2015 dan dan pembentukan Bilateral Joint Commission forum konsultasi kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan;
  • Pertemuan Menlu RI dan Menlu Kyrgzystan di sela-sela The 13th Summit and Ministerial Meeting OKI di Istanbul, 12 April 2016;
  • Pertemuan bilateral Menlu Ri dan Menlu Kyrgyzstan di sela-sela KTM OKI ke-43 di Tashkent tanggal 18 Oktober 2016.

Perjanjian yang sudah ditandatangani

  1. Komunike Bersama mengenai Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan ditandatangani di Moskow, 5 April 1993.
  2. Persetujuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan mengenai Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  3. Persetujuan Antar Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan mengenai Kerja Sama Ekonomi dan Tehnik ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  4. Pengaturan Perbankan antara Bank Indonesia dan Bank Nasional Republik Kyrgyzstan ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  5. Deklarasi Bersama Tentang Prinsip-Prinsip Hubungan dan Kerja Sama antara Republik Indonesia dan Republik Kyrgyzstan ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  6. Persetujuan Angkutan Udara anara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  7. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan mengenai Kerja Sama Pariwisata ditandatangani di Jakarta, 18 Juli 1995;
  8. Pernyataan Kehendak antara Kantor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia dan Anggota-anggota Kongres Perempuan Kyrgyzstan mengenai Kerja Sama Peningkatan Pemberdayaan Perempuan ditandatangani di Jakarta, 22 April 1997;
  9. Memorandum Saling Pengertian antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Tertinggi Republik Kyrgyzstan dalam rangka Meningkatkan Hubungan Bilateral Antar Parlemen ditandatangani di Jakarta, 13 Juli 2011;
  10. Memorandum Saling Pengertian  antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan tentang Konsultasi Bilateral ditandatangani di New York, 23 September 2011;
  11. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kyrgyzstan mengenai Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas ditandatangani di New York, 23 September 2011;
  12. Memorandum Saling Pengertian antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Akademi Diplomasi Kementerian Luar Negeri Republik Kyrgyzstan sebelumnya K. Dikambaev mengenai Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik di tandatangani di Bishkek, 6 November 2015.

Bidang Ekonomi :

Perdagangan Bilateral RI-Kyrgyzstan

Periode 2011- 2016

(Nilai : Ribu US$)

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

Trend(%)

2011-2015

Jan-Jul

Perub.(%)

 2016/2015

2015

2016

TOTAL PERDAGANGAN

3.933,1

4.245,3

2.238,9

1.580,8

1.834,8

-22,22

1.051,9

1.427,6

35,71

EKSPOR

2.497,3

2.777,5

858,5

891,8

1.049,9

-24,94

695,9

1.162,6

67,05

IMPOR

1.435,8

1.467,7

1.380,4

688,9

784,9

-17,83

356,0

265,0

-25,56

NERACA PERDAGANGAN

1.061,5

1.309,8

-522,0

202,9

264,9

0,00

340,0

897,6

164,03

 

Komoditas ekspor utama RI ke Kyrgyzstan

Minyak kelapa sawit, teh, non-woven textiles dan spare part kendaraan bermotor.

Komoditas impor RI utama dari Kyrgyzstan

Polycarbonates, benang polyester, kabel tembaga dan polymer (polyurethane).

 

Di bidang perdagangan, menurut Data statistik Kementerian Perdagangan RI mencatat volume perdagangan kedua negara pada tahun 2016 (Jan-Juli) sebesar US$ 1.43 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan dibanding periode yang sama tahun 2015 (US$ 1,05 Juta). Adapun untuk tahun 2015 volume perdagangan bilateral tercatat US$ 1,83 juta, naik dibanding tahun 2014 yang hanya US$ 1,58 juta.

Untuk produk Indonesia yang diekspor antara lain minyak sawit, kopi, teh, kopra, food products, produk-produk elektronik/komputer, kertas, furniture/rotan, ban mobil dan bahan kimia organik. Sedangkan produk yang diimpor dari Kyrgyzstan adalah kapas, mineral dan mesin skala kecil.

Terdapat beberapa produk ekspor RI ke Kyrgyzstan yang mengalami peningkatan nilai dalam periode 2014-2015 antara lain: minyak kelapa sawit (100%), teh hitam (2,39%) dan mebel dari rotan (10,03%).

Beberapa bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan dengan Kyrgyzstan antara lain di bidang pertambangan. Kyrgyzstan kaya akan bahan tambang non-migas, seperti batu bara, emas, uranium, antimony, dan berbagai material rare-earth yang sangat bernilai. Selain itu, pertanian, IT dan komunikasi, serta sektor jasa juga berpeluang untuk dikerjasamakan.

  Bidang Sosial Budaya

Hubungan dan kerja sama di bidang sosial budaya antara Indonesia dan Kyrgyzstan berjalan dengan baik dan erat. Di bidang sosial budaya, setiap tahun, sejak tahun 2005, Pemerintah indonesia menawarkan program Darmasiswa kepada mahasiswa Kyrgyzstan untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia selama 6 bulan dan 1 tahun.  Sampai dengan tahun 2016, terdapat 4 orang mahasiswa Kyrgyzstan yang berpartisipasi dalam program Darmasiswa, yaitu 1 orang pada tahun akademik 2006/2007, 2 orang pada tahun akademik 2014/2015, dan 1 orang pada tahun akademik 2015/2016.

Sejak tahun 2011, Pemerintah Indonesia juga menawarkan program beasiswa KNB (Kemitraan Negara-negara Berkembang) untuk master degree bagi warga negara Kyrgyzstan yang ingin mempelajari berbagai bidang ilmu di indonesia. Namun belum ada peminat dari Kyrgyzstan, termasuk untuk program KNB bachelor degree yang baru dimulai pada tahun 2013.

Universitas Gunadarma, salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia juga telah menjalin kerjasama dengan Kyrgyz National University named after J. Balasagun (KNU). Saat ini, pihak KNU sedang mencari kemungkinan untuk bekerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia dalam melakukan penelitian.

Kerja Sama Teknik

  • Kyrgyzstan merupakan salah satu negara prioritas untuk menerima Capacity Building dari Pemerintah Indonesia.
  • Kementerian Pertanian RI dan Islamic Development Bank (IDB) telah menyelenggarakan program pelatihan Reverse Linkage on Strengthening of the Artificial Insemination of Livestock bagi 22 orang tanggal 4 – 17 Oktober 2015 dan pelatihan Reproduction Disorder Control bagi 10 orang peserta dari Kyrgyzstan tanggal 16 Januari – 5 Februari 2016 di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Malang.