Festival Indonesia Sydney 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Hari Sabtu, 28 September 2013 merupakan hari istimewa bukan hanya masyarakat Indonesia tetapi masyarakat Australia di Sydney. Buktinya, betempat di Tumbalong Park, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney bekerjasama dengan Tabloid Media Indonesia didukung oleh Kemenparekraf, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Garuda Indonesia dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) New South Wales menyelenggarakan Festival Indonesia Sydney 2013 dengan thema “Beauty of Indonesia”. Festival ini dimaksudkan untuk mempromosikan Indonesia  kepada masyarakat setempat, serta dalam rangka menjunjung kehidupan yang harmonis bagi masyarakat  Australia yang multikultur.

 

Festival Indonesia ini dikunjungi belasan ribu  masyarakat dari berbagai lapisan komunitas multikultur di Sydney, New South Wales. Tak heran bila Festival Indonesia menjadi salah satu Festival Multikultur terbesar di Australia.

 

Festival dimulai dengan perlombaan balap kelereng, balap karung dan makan krupuk yang dilaksanakan oleh PPIA New South Wales, kemudian diikuti dengan parade Ondl Ondel mengelilingi area festival, serta penampilan panggung gembira yang menampilkan tarian daerah Indonesia dari Bali, Minangkabau, Jawa Tengah, Kalimanatan Tengah, dan daerah Indonesia lainnya yang mengundang decak kagum para pengunjung. Kehadiran Ondel Ondel menjadi perhatian yang antusias masyarakat sehingga banyak masyarakat lokal yang ingin difoto bersama Ondel Ondel untuk dijadikan sebagai kenang kenangan mereka

 

Turut dilaksanakan juga pertunjukan angklung masal yang diikuti oleh kurang lebih 1300 siswa dan masyarakat yang mengunjungi festival. Pertunjukan masal angklung ini melantunkan lagu “Sio Mama” asal provinsi Maluku dan ditutup dengan lagu kebangsaan Australia “Australia Fair” yang mendapat sambutan yang luar biasa dari para siswa dan masyarakat yang memainkan angklung serta para pengunjung lainnya. Pelaksanaan pertunjukan masal ini merupakan upaya KJRI Sydney untuk memperkenalkan angklung sebagai instrument tradisional khas Indonesia asal Jawa Barat kepada masyarakat di Australia.

 

Masyarakat Indonesia dan Australia serta komunitas lain disuguhi dengan masakan khas Indonesia seperti sate padang, lontong sayur, nasi campur, bakso, mie goreng dsb serta minuman khas Indonesia seperti jus tebu, es cing cau. Suguhan makanan dan minuman khas Indonesia ini bukan saja mempromosikan kuliner Indonesia di Australia namun juga untuk mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia untuk mencicipi hidangan khas Indonesia karena telah lama tinggal lama di Australia.

 

Duta Besar RI untuk Australia, Bapak Nadjib Riphat Kesoema yang hadir dan membuka Festival menyampaikan kekagumannya atas Festival Indonesia ini yang dhadiri oleh 50 persen masyarakat Indonesia dan 50 persen masyarakat Australia dan komunitas lainnya di Sydney. Menurut Bapak Nadjib Riphat, Festival Indonesia ini ikut menyemarakan hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang semakin erat.

 



Festival dimeriahkan dengan penampilan penyanyi dangdut Ricky Likoer yang membawakan empat buah lagu dangdut yang membuat para pengunjung ikut berjoget ria. Festival ditutup dengan penampilan grup-grup band masyarakat Indonesia yang membawakan lagu-lagu pop terkenal di Indonesia. Banyak anggota masyarakat yang masih belum beranjak untuk meninggalkan tempat walaupun Festival telah ditutup pada jam 18.00 (6pm), mengatakan bahwa Festival Indonesia Sydney 2013 ini luar biasa dan sangat diapresiasi.