Workshop on Batik and Bamboo Weaving

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada 1 Oktober 2009 bertempat di Kampus Fiji Institute of Technology (FIT), Faculty of Humanities, Communication and Creative Arts (FHCCA), KUAI RI Suva telah secara resmi membuka “Workshop on Batik and Bamboo Weaving”. Dalam sambutan pembukaannya, KUAI RI menyampaikan bahwa batik merupakan kebanggaan bangsa Indonesia yang telah dikukuhkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO. Disampaikan pula bahwa selain untuk mempromosikan seni dan budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat Fiji, “Workshop on Batik and Bamboo Weaving” juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para peserta workshop dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Fiji. Selain itu Workshop juga dimaksudkan untuk meningkatkan people-to-people contact antara masyarakat Fiji dan Indonesia sehingga tercipta saling pengertian dan hubungan yang lebih harmonis di antara kedua bangsa.
 
Pembukaan dihadiri oleh wakil dari Kementerian Pendidikan, Dekan FHCCA, Ketua Jurusan Seni FHCCA, staf pengajar FIT, dan sekitar 40 orang peserta workshop. Workshop dipandu oleh Drs. F.X. Supriyono M. Ds, staf pengajar PPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Seni dan Budaya Yogyakarta, dengan dibantu oleh Ms. Katarina Ligaitamana (alumni Program Darmasiswa 2004/05 dan BSBI 2006) dan Ms. Loraini Saqasaqaivalu (alumni Program Darmasiswa 2007/08). Workshop akan berlangsung selama kurang lebih 4 (empat) minggu dan diakhiri dengan penyelenggaraan pameran batik hasil karya para peserta pada 28 Oktober 2009.
 
Para peserta Workshop yang terdiri dari para pengusaha kerajinan tangan, guru seni sekolah dasar/menengah, dan seniman dari berbagai wilayah di Fiji tersebut menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi untuk mempelajari teknik pembuatan batik dan kerajinan bambu. FIT sendiri menyatakan bahwa masih banyak keinginan dari masyarakat untuk dapat mengikuti “Workshop on Batik and Bamboo Weaving” ini meskipun Workshop telah berjalan. Menanggapi hal ini, Rektor FIT Dr. Ganesh Chand, dalam pembicaraan dengan KUAI RI menyatakan keinginannya untuk menjadikan Batik sebagai salah satu mata kuliah di Jurusan Seni di FIT dengan tenaga pengajar dari Indonesia. (Pen/KBRI-Suva)