Penandatanganan Kesepakatan Pengakuan Sertifikasi Awak Kapal (STCW) antara Indonesia dan Fiji

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada akhir bulan Desember 2010, Pemerintah Indonesia yang diwakili Dirjen Perhubungan Laut dan Pemerintah Fiji yang diwakili Direktur Fiji Islands Maritime Safety Administration (FIMSA) melalui koordinasi KBRI Suva telah menyelesaikan penandatanganan Kesepakatan Pengakuan Sertifikasi Awak Kapal ( An Undertaking Concerning the Recognation of Training and Certification of Seafarers for Service on Board Vessels/STCW ) antara Fiji dan Indonesia. STCW merupakan dokumen standar yang dipersyarakatkan oleh International Maritime Organization (IMO), organisasi maritim resmi dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfungsi untuk memberikan standarisasi terhadap pelatihan dan sertifikasi terhadap awak kapal secara Internasional diantara berbagai negara yang berbeda. Walaupun Indonesia dan Fiji telah sama-sama masuk dalam white list IMO sebagai negara-negara yang memenuhi standarisasi STCW, namun diantara kedua negara belum terdapat saling pengakuan terkait STCW tersebut. Dengan adanya saling pengakuan ini maka akan mempermudah bagi para awak kapal khususnya tingkat perwira diantara kedua negara untuk saling bekerja dan meningkatkan karirnya di Fiji maupun di Indonesia karena telah terdapat penyetaraan sertikat pelaut. Sebagai informasi, sejak beberapa tahun terakhir sudah mulai banyak anak buah kapal (abk) Indonesia yang menduduki jabatan perwira hingga kapten, khususnya di perusahaan penangkap ikan yang berbasis di Fiji (bukan Taiwan). Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan karena para abk yang berstatus perwira tersebut memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan dapat terus mengembangkan karirnya hingga tingkatan kapten. Namun mereka menghadapi permasalahan terkait dengan belum adanya kesepakatan yang mengatur kesetaraan ijazah kepelautan antara Indonesia dan Fiji sehingga hal ini dapat menghambat karir mereka di Fiji apabila tidak ditangani dengan baik. Dalam membantu dan mengamankan karir abk Indonesia di tingkat perwira, KBRI Suva mendorong dan memfasilitasi penandatanganan kesepakatan tentang Standar Sertifikasi Pelaut antara Indonesia dan Fiji. Proses penandatanganan yang berhasil dilaksanakan pada bulan Desember 2010 diharapkan akan menjadi awal dari kerjasama yang lebih luas dan kuat dengan Fiji di bidang maritim. Kesepakatan berikutnya yang diupayakan bisa ditandatangani kedua negara pada tahun 2011 adalah di bidang kerjasama pelatihan dan pendidikan pelaut dan bidang standarisasi pengadaan kapal. Melalui penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut, potensi kerjasama maritim diantara kedua negara akan semakin banyak terealisasi dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Suva,11 Januari 2010