PROGRAM PELATIHAN BAMBU DI FIJI SUKSES BESAR : PELATIHAN HANYA 2 BULAN SUDAH BISA MEMBUAT PERANGKAT FURNITUR UNTUK HOTEL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar RI menyatakan puas dan berharap pengetahuan yang telah diberikan dan tenaga ahli kerajinan Indonesia dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas diri sendiri, masyarakat dan desa tempat tinggalnya. Sehingga diharapkan desa yang dulunya miskin menjadi sejahtera bahkan menjadi pusat industri kerajinan bamboo di Fiji. Biasanya untuk membuat furniture dari bamboo membutuhkan waktu pelatihan 3-6 bulan. Namun dalam kenyataannya hanya 2 bulan sudah bisa. Guna menampung semua kegiatan produksi kerajian dari bamboo sedang dibangun workshop di desa Nawaqabena yang memiliki banyak tanaman bamboo yang belum diberdayakan. Targetnya adalah memasarkannya ke resort atau hotel. Acara ditutup dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan dan melihat display berbagai produk kerajinan bamboo yang dihasilkan selama 2 bulan. Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan Bambu, Tempurung Kelapa dan Batik dengan Kementerian Sosial dan Perempuan Fiji dan Fiji National University (FNU) berturut-turut selama 3 bulan. Saat ini KBRI Suva sedang menjajaki kerjasama dengan FNU untuk melembagakan pelatihan tersebut dalam kurikulum pendidikan pelatihan di FNU. Fiji TV, surat kabar Fiji Times dan Fiji Sun memberitakan acara penutupan dimaksud. Disamping itu, Westpac Bank akan memberikan bantuan penyuluhan manajemen dan micro finance kepada peserta serta mengundang untuk mendisplay hasil buatnnya agar diketahui masyarakat luas dalam Westpac Expo tanggal 5 Februari 2011 di Garden City, Suva. Sejak Program pelatihan kerajinan ini digulirkan pada bulan September tahun lalu berbagai media baik cetak maupun elektronik banyak meliput kegiatan dimaksud. Hal ini meningkatkan posisi diplomasi soft power Indonesia terhadap masyarakat dan pemerintah Fiji.