PELATIHAN BAMBU SUDAH MEMASUKI TAHAPAN PEMBUATAN FURNITUR

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 11 Januari 2011, Duta Besar RI A. Chandra Salim didampingi MC Ekonomi adakan kunjungan ke tempat pelatihan kerajinan bambu untuk melihat pelaksanaan program pelatihan yang diselenggarakan oleh KBRI Suva bekerjasama dengan Integrated Human Resources Development Programmed (IHRDP) dan Departemen Perencanaan Nasional Fiji; Program pelatihan ini dimulai sejak Desember 2010 hingga akhir Januari 2011. Peserta pelatihan terdiri dari 15 orang masyarakat desa Nawaqabena, di luar kota Suva yang tergolong miskin namun banyak memiliki pohon bambu yang tidak termanfaatkan. Sesuai dengan program pelatihan yang telah ditetapkan, pada bulan Januari ini pelatihan memasuki tahapan yang lebih sulit, yaitu tehnik membuat furnitur dari bahan bambu. Sebelum melakukan praktek pembuatan frunitur telah diberikan teori mulai dari identifikasi jenis bambu yang cocok untuk membuat furnitur hingga tehnik merangkai agar pembuatannya kokoh. Dalam kunjungan tersebut, dapat dilihat secara langsung peserta pelatihan membuat furniture, dan diperoleh kesan bahwa penguasaan terhadap tehnik membuat furnitur dari bahan bambu sudah cukup memadai sebagaimana terlihat dari hasil karyanya berupa meja dari bahan bambu; Menurut rencana, KBRI Suva bersama Dharma Wanita KBRI Suva dan peserta pelatihan kerajinan bambu, akan berpartisipasi pada pameran produk Pengusaha Kecil dan Menengah yang diselenggarakan oleh Westpac Bank tanggal 22 Januari 2011 di Garden City, Suva. Pada pameran tersebut akan diperkenalkan berbagai jenis makanan Indonesia. Sementara peserta pelatihan kerajinan akan memamerkan dan menjual hasil karyanya berupa produk kerajinan dan furniture, pada kesempatan tersebut akan dilakukan demonstrasi membuat kerajinan bambu oleh peserta pelatihan yang dipandu oleh pelatih ahli dari Indonesia. Pada pameran yang sama bulan lalu, stand Indonesia mendapat tanggapan yang positif dari pengunjung dan produk yang dipamerkan cukup banyak yang terjual sehingga hal ini menambah semangat para peserta pelatihan untuk lebih giat lagi membuat berbagai produk kerajinan.