Negara-negara Donor Tertarik Memberikan Bantuan Perdagangan (Aid For Trade) Kepada Negara-negara Kawasan Pasifik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 28 April 2011 Secretariat Pacific Islands Forum (PIF) menyelenggarakan the Third Round Table Meeting on Aid-for-Trade. Hadir dalam pertemuan tersebut wakil dari 14 negara Pacific Islands Countries (PICs) yaitu the Cook Islands, Federated States of Micronesia, Fiji, Nauru, Niue, Palau, Papua New Guinea, Republic of the Marshall Islands, Samoa, Solomon Is¬lands, Tonga, Tuvalu and Vanuatu serta wakil dari negara-negara donor/partner dialog seperti Uni Eropa, Australia, Selandia Baru, Jerman, Perancis, Indonesia (diwakili oleh Duta Besar RI dan Minister Counsellor Ekonomi KBRI Suva), India dan juga wakil organisasi regional seperti the Melanesian Spearhead Group Secretariat, Oceania Customs Organisation (OCO), the Pacific Islands Forum Secretariat, the Pacific Regional Infrastructure Advisory Centre, Secretariat of the Pacific Com¬munity (SPC), dan the Office of the Chief Trade Adviser (OCTA). Pertemuan dipimpin oleh Mr Shaheen Ali, Deputy Secretary, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Fiji. Khusus dalam program 10th European Development Fund (EDF-10), Timor Leste termasuk negara Least Developed Country (LDC) yang menerima bantuan bersama negara-negara PICs; Wakil Secretariat of the Pacific Coummunity (SPC) Ms. Patricia Sachs-Cornish menyatakan bahwa tujuan diselenggarakannya pertemuan adalah untuk secara bersama-sama memberikan perhatian khusus pada masalah trade capacity building dalam rangka Aid-for-Trade (AfT) dan memutuskan program pokok masing-masing negara penerima seperti analisa status regional dari program fasilitas perdagangan, memperbaharui bantuan di bidang strategi perdagangan, dan pemberdayaan dana Aid-for-Trade (AfT); Sedang Dr. Chakriya Bowman, Director for Economic Governance for the Pacific Islands Forum Secretariat menyatakan pentingnya pengembangan aid-for-trade dan peranannya dalam pengembangan ekonomi regional. Aid-for-Trade tidak hanya sekedar bantuan tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas kehidupan, kesempatan lapangan kerja dan sumbangan pada pencapaian Millineum Deveplopment Goals (MDGs); Program aid-for-trade Uni Eropa tidak kaku. Melalui program ke 10 European Development Fund atau dikenal dengan sebutan EDF-10 senilai 30 juta Euro untuk periode 2011-1014, negara-negara donor lain masih tetap dimungkinkan untuk menerapkan program bantuannya di wilayah Pasifik Selatan. Sebagimana diketahui, negara-negara donor lain seperti Jepang, Korea Selatan dan Cina serta negara lain termasuk Indonesia dan India, cenderung memberikan bantuannya secara bilateral ketimbang kolektif (pool of resources). Program ini bertujuan untuk meningkatkan integrasi ekonomi melalui perdagangan. Sedang alokasi dana bantuan untuk Forum Secretariat adalah 8 juta Euro, the SPC 9 juta Euro, South Pacific Tourism Organization 5 juta Euro dan Oceania Customs Organization (OCO) sebesar 8 juta Euro. Sementara itu, Ketua Sidang menyatakan bahwa aid-for-trade merupakan alat liberasasi perdagangan dan fasilitas perdagangan. Hal ini sejalan dengan the Pacific Plan yang menetapkan perdagangan sebagai sarana promosi penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan. Namun liberalisasi perdagangan saja tidak cukup untuk menyatukan kepentingan ekonomi lainnya. Oleh karena itu diperlukan aid-for-trade untuk membangun kapasitas produksi, mengatasi kendala supply dan meningkatkan daya saing; Pada kesempatan pertemuan ini, Duta Besar RI berkesempatan memberikan tanggapannya bahwa dalam kaitannya dengan statregi pemberian bantuan, perlu kiranya dibuat semacam target waktu kapan bantuan tersebut secara bertahap mulai dikurangi. Karena hal ini dapat sekaligus menjadi indikasi tingkat keberhasilan pemberian bantuan dimaksud.