KERJASAMA BEASISWA ANTARA INDONESIA DAN FIJI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dubes R.I. untuk Fiji A.Chandra Salim telah melakukan pertemuan dengan Mr. Pramesh Chan Public Service Commission (PSC) Fiji pada tanggal 20 Januari 2011 bertempat di kantor PSC, Suva. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membicarakan berbagai prospek kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dengan Fiji terutama di bidang pendidikan. KBRI Suva menyampaikan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Fiji dalam bidang pendidikan selama ini telah berlangsung dengan baik, dengan adanya 3 bentuk program beasiswa yakni program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), program Beasiswa Pasca Sarjana (S2) Kemitraan Negara Berkembang kepada negara-negara Kawasan Pasifik, serta program Darmasiswa. Program BSBI yang diberikan sejak tahun 2003 telah menghasilkan 23 orang alumni dari Fiji, sementara program beasiswa Pasca Sarjana telah memfasilitasi 4 peserta mahasiswa Fiji. Untuk program Darmasiswa, sampai pada tahun 2010, telah terdapat 7 peserta dari Fiji yang aktif mempelajari bahasa Indonesia, dan Seni Budaya Indonesia. Salah satu butir wicara penting yang diangkat dari pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai program Darmasiswa dan Beasiswa S2 Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Darmasiswa adalah program beasiswa untuk para pelajar dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, untuk dapat ikut belajar di Indonesia selama 6 – 12 bulan di antara 45 Universitas/Institut di Indonesia untuk mempelajari Bahasa serta kekayaan budaya Indonesia dalam kesenian maupun kerajinan. Sementara itu, Beasiswa S2 KNB merupakan program beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa negara-negara berkembang. Dalam beasiswa ini, para mahasiswa memilih jurusan sesuai keinginannya dari pilihan universitas negeri di Indonesia untuk melanjutkan studi pasca sarjananya. KBRI Suva mengusulkan adanya kerjasama dalam program Darmasiswa untuk peserta dari Fiji, mengingat bahwa meskipun telah diberikan uang bulanan dari pemerintah Indonesia, namun kiranya pemerintah Fiji dapat mendukung peserta dari Fiji dengan bantuan beasiswa tambahan. Selain itu, untuk beasiswa KNB, Dubes RI mengusulkan adalnya beasiswa tambahan mengingat keperluan riset membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga beasiswa tambahan dari pemerintah Fiji akan sangat berguna bagi para mahasiswa dalam melaksanakan risetnya. Menaggapi penjelasan tersebut PSC menyambut baik upaya pemri dalam memberikan bantuan Besaiswa bagi para pemuda Fiji dan Upaya KBRI Suva untuk mendukung kesejahteraan para siswa tersebut selama mengikuti pendidikan. Oleh sebab itu, PSC menyampaikan bahwa mereka akan melakukan koordinasi baik secara internal maupun dengan beberapa instansi terkait untik melihat dan menjajaki lebih lanjut hal-hal yang dapat dibantu oleh pemerintah Fiji bagi para peserta beasiswa. Dengan adanya kerjasama antara Indonesia dan Fiji dalam Darmasiswa dan beasiswa KNB, maka akan lebih banyak peserta dari Fiji yang tertarik untuk mengikuti program tersebut. Diharapkan untuk tahun-tahun mendatang, jumlah peserta program Darmasiswa asal Fiji akan semakin meningkat dengan dibukanya Perwakilan Fiji di Indonesia yang juga membuka kesempatan untuk dapat mengembangkan hubungan people-to-people antara Indonesia dan Fiji.