Pameran Heri Dono ‘Animachines’ Di Färgfabriken, Stockholm

?Sejak tanggal 28 Maret 2015 bertempat di galeri seni kontemporer, Färgfabriken – Stockholm, Swedia, Heri Dono mulai melakukan pameran yang berjudul ‘Animachines’. Pameran tersebut ditata oleh dua kurator dari Färgfabriken, Joachim Gramit dan Emilia Rosenqvist. Pameran ‘Animachines’ Heri Dono di Färgfabriken – Stockholm ini akan diselanggarakan sampai dengan 28 Juni 2015.

Duta Besar RI Stockholm secara resmi membuka pameran Heri Dono ‘Animachines’ di Färgfabriken ini pada tanggal 28 Maret 2015. Dalam pidato pembukaannya, Dubes RI Stockholm Dewa Made J. Sastrawan menyatakan bahwa Heri Dono sesungguhnya adalah seorang dalang yang piawai untuk pameran ‘Animachines’ ini: “Animachines adalah sebuah perjalanan yang membawa kita ke tempat dimana kita merasa artefak animisme menyatu dengan mesin yang sangat mempengaruhi kehidupan kita. Mesin adalah buatan manusia yang mengubah kehidupan masyarakat memasuki dunia modern.” Dubes RI Stockholm mengajak para pengunjung pameran Heri Dono untuk membayangkan diri sendiri setelah melihat pameran ‘Animachines’ karya Heri Dono, “Anda mungkin merasa ada tangan-tangan yang tak terlihat dalam kehidupan animisme dimana manusia percaya bahwa arterfak-artefak tersebut membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik, sedangkan dalam abad animasi modern banyak karakter yang diciptakan dan terdapat tangan-tangan tak terlihat yang mengatur pasar dan modal yang membuat kehidupan lebih baik dan lebih optimis.” Dubes RI mengatakan bahwa pameran Animachines adalah sebuah kisah kehidupan kita dan kita adalah wayang-wayang yang memainkan peran.

Lahir di Jakarta pada tanggal 12 Juni 1960, Heri Dono (Heri Wardono) tumbuh di lingkungan seni di Jakarta. Bercita-cita menjadi seniman, Heri Dono sempat kuliah di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta. Meskipun ia merasa caranya berekspresi dan karyanya dibatasi di universitas, ini tidak membuat Heri Dono berhenti berkarya dan dengan menggali karya seni budaya Indonesia termasuk menggunakan referensi dari studio-studio seniman terkenal di dunia, kita sekarang dapat menikmati karya-karyanya.

Karya instalasi-instalasi di pameran ‘Animachines’ mencerminkan pengalaman hidup Heri Dono dalam bentuk metaphor hubungan antar manusia, manusia dengan alam, manusia dengan alam semesta, serta artikulasi tentang isu-isu kompleks dari situasi politik di Indonesia.

Dengan mengkombinasikan animasi dan animisme, Heri Dono mempersembahkan tiga belas karya instalasi yang mempetemukan kedua hal tersebut secara kreatif, penuh antusiasme dan rasa penasaran dalam mempertanyakan budaya dan sosio-politik akibat pengaruh globalisasi dan demokrasi Indonesia.