Press Release Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ke Stockholm, Swedia

3/12/2013

 

?Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. Mari Elka Pangestu berkunjung ke Stockholm, Swedia pada 11 Maret 2013 dan bertemu dengan Menteri Perdagangan Swedia, Ewa Björling.

Dalam pertemuannya, mereka berdiskusi mengenai perkembangan bilateral antara Indonesia dan Swedia, Indonesia dan Uni Eropa dan mengenai apa yang terjadi saat ini dan masa depan dari sistem perdagangan multilateral pada World Trade Organization (WTO), masa jabatan Direktur Jenderal-nya akan berakhir pada 31 Agustus 2013 mendatang.

Kedua menteri sepakat bahwa WTO merupakan institusi yang secara signifikan memberikan kontribusi dalam menjaga proteksionisme, terutama selama masa krisis finansial global terakhir. Keduanya juga sepakat bahwa sangat penting untuk memperkuat WTO untuk menjaga agar perdagangan global dapat terus berlanjut dan memperkuat pertumbuhan ekonomi global.

Selama kunjungannya di Stockholm, Menteri Pangestu juga berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa pakar perdagangan internasional, wakil pemerintahan dan sektor bisnis, diantaranya wakil-wakil dari Pusat Bisnis dan Studi Kebijakan (Centre for Business and Policy Studies/SNS), Stockholm Institute of Transition Economics, National Board of Trade dan Swedish Chamber of Commerce, untuk bertukar pikiran dan mendapatkan masukan untuk memperkuat pertumbuhan perdagangan dalam penciptaan lapangan kerja, pentingnya untuk memperkuat sistem perdagangan dunia untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini, termasuk bagaimana nantinya masyarakat internasional menghadapi tantangan yang timbul dari kesepakatan bilateral seperti kesepakatan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat dan bagaimana mempertahankan keyakinan dan momentum untuk menyelesaikan negosiasi perdagangan multilateral.

Menteri Pangestu, yang sebelumnya merupakan Menteri Perdagangan Republik Indonesia pada periode Oktober 2004 hingga Oktober 2011, yakin bahwa sistem perdagangan multilateral merupakan wahana yang dapat menyelesaikan banyak persoalan yang terjadi di dunia. Ia mengatakan bahwa, ”Sejak dibentuk, WTO telah banyak mendukung terjadinya transaksi perdagangan, peningkatan pertumbuhan pedagangan, kesempatan kerja di dunia. Dan yang terpenting, WTO telah membantu banyak bangsa dan negara keluar dari kemiskinan, baik di negara-negara maju dan negara-negara berkembang”.

Menteri Pangestu merupakan salah satu dari empat Menteri yang menjadi calon Direktur Jenderal WTO. Selain dari keempat menteri calon Dirjen WTO tersebut, terdapat lima kandidat lain yang bukan menteri. Jika  terpilih sebagai Direktur Jenderal yang baru, maka Dr. Pangestu akan menjadi wanita pertama yang menduduki posisi sejak WTO didirikan.

Dari berbagai pengalaman yang dimilikinya, bila terpilih, beliau memahami betul pentingnya merangkul semua pihak dan memastikan bahwa peluang pada perdagangan bebas global akan memberikan manfaat bagi semua, laki-laki maupun perempuan, baik yang berada di negara maju maupun di negara berkembang, baik bagi bisnis besar, maupun bagi bisnis UKM (Usaha Kredit Menengah).

Beberapa minggu terakhir, Menteri Pangestu telah mempresentasikan visi dan misi yang dimilikinya dalam pertemuan Dewan Jenderal WTO di Jenewa, selain itu juga menemui perwakilan anggota-anggota WTO. Ia juga telah mengunjungi Washington DC, Beijing, Brussel, Paris, Berlin, Warsawa, Budapest, Moscow, Dubai/UAE, Abidjan, Abuja dan Cairo untuk berbagi tentang  komitmen untuk senantiasa mengintegrasikan setiap negara kedalam sistem perdagangan dunia. 

 

KBRI Stockholm, 11 Maret 2013?