Pameran Batik Keluarga Presiden Obama, 31 Mei - 4 Juni 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Minggu, 31 Mei 2009, Dubes RI Washington DC Sudjadnan Parnohadiningrat dengan didampingi Konsul Jenderal RI Los Angeles Subijaksono Sujono  telah membuka secara resmi pameran batik koleksi Ibunda Presiden Obama, Dr. Ann Dunham. Acara resepsi pembukaan dilaksanakan di KJRI Los Angeles, yang dihadiri sekitar 160 tamu kehormatan dan undangan. Resepsi pembukaan tersebut mengawali pameran yang akan berlangsung sampai tanggal 4 Juni 2009 bertempat di Ruang Budaya KJRI Los Angeles.
 
 Sejumlah tamu kehormatan dan undangan khusus yang hadir dalam resepsi antara lain LA Chief of Sherriff Mr. Leroy Baca, Mayor of Murieta Gary Thomasian, Deputy of Arts and Culture of the Office of Councilmember Tom Labonge, jajaran consular corps serta perwakilan pemerintah dan lembaga setempat. Di antara undangan juga hadir para pemerhati tekstil, termasuk batik, dari sejumlah museum dan galeri maupun universitas di California Selatan.
 
Dubes RI Sudjadnan dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa pameran batik ini dilaksanakan sebagai tribut bagi Dr. Ann Dunham sebagai seorang antropolog yang memiliki perhatian dan kecintaan terhadap tekstil tradisional Indonesia. Disampaikan bahwa minatnya itu berkembang khususnya selama masa b ermukim di Indonesia serta di waktu-waktu lain di tahun 1980an dan awal 1990an ketika menyelesaikan disertasi doktoralnya di University of Hawaii at Manoa. Dubes juga menggarisbawahi peran Dr. Dunham dalam membantu pengembangan jaringan microfinance untuk membantu usaha pengrajin kecil di wilayah pedesaan. Ann Dunham sangat menyadari bahwa corak dan ragam batik merefleksikan esensi dari budaya dan tradisi di mana batik itu berasal.
 
Sebagai seorang yang sangat bangga dengan batik, Dubes RI mengatakan bahwa batik sekarang merupakan trend di kalangan professional dan generasi muda, dalam hal mana pola dan corak warnanya semakin beragam sesuai dengan kebudayaan modern. Batik juga diekspor ke berbagai negara, termasuk AS, yang warna dan disainnya menyesuaikan dengan selera setempat. Selaras dengan itu, Konsul Jenderal Sujono juga menekankan makna batik sebagai warisan bangsa Indonesia yang telah dikenal dunia dan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
 
Dalam resepsi pembukaan itu, Mr. Isaac Burks mewakili kantor Councilman Tom LaBonge juga menyerahkan Certificate of Appreciation dari Walikota Los Angeles Antonio R. Villaraigosa dan Councilmember 4th District Tom LaBonge yang juga membawahi hubungan kota kembar Los Angeles dengan kota-kota dunia lainnya termasuk Jakarta. Menurut Burks, Sertifikat ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap exemplary efforts dalam mendorong hubungan dan saling pengertian dalam bidang seni dan budaya.
 
Sejumlah 22 lembar batik tradisional Indonesia koleksi Ibu Ann Dunham yang dipinjamkan Maya Soetoro-Ng dan menjadi warisan keluarga telah dipamerkan. Untuk memberikan gambaran lebih detil tentang arti penting batik sebagai identitas Indonesia, dalam acara tersebut juga disampaikan paparan ringkas oleh Sandra Sarjono yang sebelumnya menjadi curator di Los Angeles County Museum of the Arts (LACMA).
 
Rangkaian acara budaya juga ditampilkan dengan menampilkan tari-tarian nusantara dan gamelan bali (live) Burat Wangi di bawah asuhan Dr. I Nyoman Wenten, tari Saman asuhan Cut Rahmaniah, tari Merak, Ketuk Tilu, Bale Ganjur dan lainnya. Tim ISI Yogyakarta juga ikut tampil memeriahkan suasana.
 
Resepsi pembukaan ini juga dilengkapi dengan acara peragaan busana batik oleh Aji, baik yang bercorak tradisional maupun kreasi kontemporer. Koleksi pakaian batik yang diperagakan merupakan koleksi disainer berbasis Los Angeles milik Marisa Nawir dan Washington DC. Semula dijadwalkan Ramli dan rombongan akan mengisi peragaan busana ini, namun batal tiba tepat waktu. Selain itu, dua pebatik di Los Angeles, Ibu Mien Hartanto dan Ferril Nuwir, juga ikut menampilkan peragaan pembuatan batik tradisional dan batik kontemporer.
 
Pelaksanaan pameran batik koleksi Ibu Ann Dunham di Los Angeles merupakan bagian dari rangkaian pameran di kota-kota besar di mana Perwakilan RI di AS berada, yakni Chicago, Los Angeles, San Francisco, Houston, New York dan Washington DC; dan akan berlangsung sepanjang Mei - Agustus 2009. Diawali dengan kesuksesan pameran di Chicago, resepsi pembukaan pameran di Los Angeles juga telah berjalan meriah dan sukses, antara lain dilihat dari banyaknya tamu undangan asing yang hadir serta berbagai tanggapan dan sambutan hangat yang diberikan.
 
Umumnya hadirin sangat terkesan dengan daya tarik batik Indonesia, termasuk seni budaya yang terkait dengannya. Banyak dari hadirin yang menunjukkan rasa kagum atas daya tarik batik dan seni kerajinan Indonesia sehingga Ibu dari seorang Presiden AS pun memilih bidang keahlian tekait dengan Indonesia. Pameran batik dari keluarga Presiden AS ini dapat menjadi pendorong pengenalan yang lebih simpatik terhadap Indonesia. Keseluruhan acara tersebut juga diliput oleh crew televisi NBC di Los Angeles serta kalangan media massa Indonesia setempat. (Pen - KJRI Los Angeles)