Pelatihan Petani dan Penyuluh Pertanian Padi Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KRI Songkhla bekerja sama dengan Phattalung Rice Research Centre (PRRC) menyelenggarakan Pelatihan Petani dan Penyuluh Pertanian Padi Indonesia. Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang peserta yang diselenggarakan selama dua minggu, 14 – 28 Mei 2012 dan bertempat di PRRC, Phattalung.

 

Pelatihan dibuka pada tanggal 14 Mei 2012 oleh Direktur Penelitian dan Pengembangan Beras, Kementerian Pertanian dan Koperasi Kerajaan Thailand, Mr. Paithoon Urairong, dengan dihadiri oleh Wakil Gubernur Propinsi Phattalung, Direktur PRRC, Konsul RI Songkhla, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dari Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Wajo, serta dua orang anggota DPR(K) Kabupaten Aceh Selatan.

 

Pemerintah Kota Phattalung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada KRI Songkhla atas kepercayaan yang diberikan kepada kota Phattalung, khususnya PRRC sebagai tempat pelatihan para petani dan penyuluh pertanian Indonesia. Melalui pelatihan ini, diharapkan akan semakin mempererat hubungan baik Thailand dengan Indonesia yang sudah terbina, dan melalui pertukaran pengetahuan dalam teknologi peningkatan produk padi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.

 

Sementara Konsul RI Songkhla dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Wakil Gubernur Propinsi Phattalung dan Direktur Penelitian dan Pengembangan Beras, Kementerian Pertanian dan Koperasi Kerajaan Thailand dari Bangkok, serta pejabat terkait dari Indonesia mengindikasikan adanya perhatian yang besar terhadap program ini. Para petani Indonesia ingin belajar dan ingin memperoleh ilmu lebih banyak dalam hal produksi beras Thailand yang mampu menghasilkan produksi padi berkualitas lebih besar per hektarnya, mengingat Indonesia masih mengimpor beras.

 

Pengembangan sumber daya manusia ini juga telah disinggung dalam kesempatan Joint Working Group on Agriculture di Koh Samui tahun 2011 lalu, dan ke depan diharapkan kerja sama semacam ini bisa memperoleh dukungan lebih banyak dari Kementerian Pertanian kedua negara supaya jumlah peserta maupun jenis-jenis pelatihan dapat ditingkatkan.