Thailand

​PROFIL PROPINSI SONGKHLA
Nama Propinsi Songkhla
Ibukota Muang Songkhla
Nama Gubernur Songpol Sawasthum​ (Sejak 2015​)
Luas wilayah 7,394 km2
Penduduk 1,401,303​ jiwa (Sensus akhir Desember 2014) merupakan propinsi tersebar ke 11 dan terbesar ke 3 di Thailand Selatan setelah Surathani dan Nakhon Si Thammarat.
Kepadatan penduduk rata - rata 180.66 jiwa / km2
Pertumbuhan penduduk rata - rata 1,7% / tahun
Agama Komposisi pemeluk agama :
  • 64.03 Budha (840,294 jiwa)
  • 32.84% Islam (421,873 jiwa)
  • 2.37% Kristen
  • 0.76 % pemeluk agama lain
Posisi geografi Secara umum keadaan geografi Songkhla datar dan terdapat gunung/bukit-bukit dan hutan.
Batas-batas wilayah :
  • Teluk Thailand di sebelah Timur
  • Propinsi Satun di sebelah Barat
  • Malaysia (Perlis, Propinsi Pattani dan Yala, masing-masing di sebelah Selatan dan Tenggara)
  • Propinsi Phathalung di sebelah Utara dan Barat
Musim Propinsi Songkhla memiliki dua musim
  • Musim panas (Februari - Mei).
  • Musim hujan (Mei - Januari).


  1. THAILAND SELATAN


  2. Kawasan Thailand Selatan panjangnya 600 km, lebar antara 50 – 200 km.dan luas sekitar 70.189 km2. Posisinya terletak antara 6 -11 derajat Lintang Utara dan 93 – 102 derajat Bujur Timur serta mempunyai dua musim yaitu panas dan hujan. Thailand Selatan memiliki 14 propinsi, yaitu: Phuket, Ranong, Surat Thani, Krabi, Phang-Nga, Nakhon Si Thammarat, Chumphon, Songkhla, Trang, Satun, Yala, Phathalung, Narathiwat dan Pattani. Propinsi Nakhon Si Thammarat adalah propinsi terbesar dengan luas 9.943 km2 kedua adalah Surattani kemudian Propinsi Songkhla dengan luas sekitar 7.394 km2. Jumlah penduduk di Thailand Selatan adalah 8,665359 jiwa (13% dari penduduk Thailand).

    Daerah Thailand Selatan merupakan penghasil padi terbesar di Thailand. Produksi padi di Propinsi Songkhla menduduki urutan ketiga setelah Nakhon Si Thammarat dan Phathalung. Di wilayah ini juga terdapat Pusat Pembibitan Karet, Kopi dan Teh, di samping percobaan untuk menghasilkan bibit karet unggul.

    Lima propinsi yang berdekatan dengan Malaysia yang dikenal dengan “Southern Border Provinces”(SBP) yaitu Pattani, Narathiwat, Yala, Satun dan Songkhla adalah penghasil karet, beras, sumber hayati laut dan juga buah-buahan dan kelapa.

    Kebijakan Pembangunan di Thailand Selatan

    Menyadari ketertinggalan pembangunan sosial-ekonomi di kawasan Selatan ini khususnya SBP, Pemerintah Thailand pada tahun 1978 mengambil berbagai langkah penting dengan tujuan utamanya untuk merampingkan kesenjangan sosial –ekonomi penduduk tadi. Pemerintah pusat membentuk “The Administrative Center for Southern Border Province”, yang di pimpin oleh Deputy permanent Secretary of Interior ministry for the special Affairs.

    Komoditi utama di kawasan SBP adalah tanaman karet. Untuk meningkatkan pendapatan dan standar hidup rakyat lebih baik lagi, Pemerintah pusat Thailand memberikan dukungan keuangan, mengatasi pemasaran dan membangun pelabuhan untuk keperluan ekspor karet. Pemerintah juga memberikan kursus singkat kepada para petani karet. Untuk kepentingan irigasi persawahan dibangun proyek-proyek irigasi dalam rangka “Royal Initiative Projects”.

    Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, Pemerintah Thailand juga membantu dalam memperbaiki dermaga, gudang-gudang pendingin serta pengerukan alur-alur perairan yang dilalui kapal-kapal. Proyek – proyek lainnya yang dibangun adalah pusat – pusat tenaga listrik, kawasan industri yang berorientasi ekspor di Hat yai, penyediaan gudang bagi penyimpanan karet yang akan diekspor termasuk komoditi hasil pertanian lainnya seperti di Songkhla.



    DATA SINGKAT PEREKONOMIAN THAILAND SELATAN
    Tahun 2005 - 2009


    No Kondisi Perkembangan Ekonomi Th 2005 Th 2006 Th 2007 Th 2008 Th 2009
    (Jan - Juli)
    1. Pertumbuhan Ekonomi 5.5 % 2.9 % 3.1 % 2.6% - 2 %
    2. Gross Domestic Product (GDP) 4.7 4.8 1.8 1.4 - 4
    3. Consumer Price of Index
    (CPI)
    110.5 (2.2%)
    96.6
    115.9 (2.5%)
    100.0
    118.5 (2.2%)
    104.8
    130 (9.5%)
    105.4
    106.6 (3.8%)
    104.8
    4. Suku Bunga 4.6 4.0 3.5 2.7 1.5
    5. Inflasi 5.4 % 4.9 % 2.2% 8.5 % 3.8 %
    6. Nilai Tukar USD 40.27 Bht 37.93 Bht 34 .56 Bht 33.36 Bht 34 .05 Bht
    7. G​aji Minimum 190 195 215 200 200
    8 Pendapatan Percapita
    (GRP)/Baht/year
    90,697 90,724 93,821 99,783 117,673
    Sumber : Bank of Thailand, Southern Regent, The office of the National Economic and Social Development Board, Thailand Board of Investment, National Income of Thailand


    Kehidupan Sosial Masyarakat Thailand Selatan

    Hubungan antar umat beragama berjalan dengan baik. Toleransi diantara mereka juga cukup tinggi. Di kawasan SBP banyak terdapat kuil-kuil Budha dan mesjid.Penduduk mayoritas keturunan etnis Cina, kecuali di daerah yang berbatasan dengan Malaysia adalah etnis Melayu.

    Pada dasarnya kehidupan sosial-budaya masyarakat Thailand terkait erat dengan kehidupan pertanian dan beragama. Masyarakat Thailand masih memegang teguh adat istiadat/kebiasaan-kebiasaan seperti antara lain menanggalkan alas kaki sebelum memasuki rumah orang lain sewaktu bertamu. Bagi orang Thailand memegang kepala orang lain tabu. Untuk santun dalam berkomunikasi digunakan kata “Khun” didepan nama baik pria maupun wanita dan digunakan kata “Khap”bagi pria dalam mengajukan suatu pertanyaan atau pernyataan. Sedangkan bagi wanita digunakan kata “kha”. Dalam memberikan salam, seseorang akan mengangkat kedua tangannya sambil merapatkan telapak tangan seperti pemeluk Budha yang sedang berdo’a, selanjutnya kedua tangan  itu menyentuh bagian mukanya. Terdapat dua cara : pertama, untuk menghormati kepada orang yang mempunyai status sama/kedudukan lebih tinggi, kedua jari harus menyentuh dahi dan cara yang kedua, dalam membalas salam kepada yang mempunyai status sosial lebih rendah atau lebih muda, kedua jari  cukup menyentuh janggut.

    Raja beserta keluarganya selain mempunyai kedudukan terhormat dan tertinggi di Thailand juga sangat dicintai rakyatnya. Raja dan keluarganya sama sekali tidak boleh dikritik. Kritik yang diluncurkan dianggap menyerang Raja dan keluarganya. Kalau hal ini dilanggar dapat berakibat serius terhadap si pengkritik, tidak terkecuali orang asing.

    Bahasa di Thailand Selatan

    Bahasa resmi Thailand adalah Thai. Sistem alphabetnya diciptakan tahun 1280 oleh Raja Ramkhamhaeng. Bahasa Thai sekarang terdiri dari 44 konsonan, 48 vowel, beberapa diphtong dan ada 5 tones. Penduduk di daerah SBP menggunakan 2 bahasa (Malay dan Thai) disamping dialek. Sementara orang di kawasan selatan menyebut bahasa Malay dengan Jawee. “Ramakian” sangat berpengaruh terhadap kebudayaan Thailand. Wayang kulit (Nang Thalung) dan drama klasik yang disebut “Lakorn”masih dilestarikan.

  3. 999​PROPINSI SONGKHLA


    1. Pemerintahan
      Propinsi Songkhla dipimpin oleh seorang Gubernur dan terdiri dari 5 Municipal (Kotamadya),16 Amphur (Distrik),  124 Tambon (Desa) dan 994 Mooban(Kampung). Di kota Songkhla sendiri terdapat 1 Municipal, 1 Amphur dan 1 sub-distrik, beberapa desa dan kampong.



      1. Mueang Songkhla (Malay: Singgora)
      2. Sathing Phra
      3. Chana (Malay: Chenok)
      4. Na Thawi (Malay: Nawi)
      5. Thepha (Malay: Tiba)
      6. Saba Yoi (Malay: Sebayu)
      7. Ranot (Malay: Renut)
      8. Krasae Sin
      1. Rattaphum
      2. Sadao (Malay: Sendawa)
      3. Hat Yai
      4. Na Mom
      5. Khuan Niang
      6. Bang Klam
      7. Singhanakhon
      8. Khlong Hoi Khong


    2. Sistem pemerintahan Propinsi Songkhla ada 3 sistem yaitu :

      1. Pemerintahan pusat terdiri dari bagian pemerintah pusat yang dilantik bekerja di Propinsi jumlahnya semua 154 bagian dan bagian pemerintah bebas berjumlah 27 bagian.
      2. Pemerintahan tingkat propinsi yang dapat dibagi menjadi 2 tingkat yaitu :
        • Tingkat Propinsi terdiri dari bagian pemerintahan Propinsi jumlahnya 32 bagian.
        • Tingkat Amphur (Distrik) terdiri dari 16 Amphur, 124 Tambon dan 994 Mooban.
      3. Pemerintahan tingkat daerah terdiri dari, 1 dewan Municipal, 19 komisi dewan desa dan 121 komisi Kampong.


    3. Pendidikan

    4. Di Propinsi Songkhla terdapat 609 sekolah dasar terdiri dari 542 sekolah negeri dan 67 sekolah sewasta,151 SLTP, kejuruan dan college dan 2 international school yaitu Fairview International School dan Hatyai International School.

      Sementara perguruan tinggi yang terdapat di Propinsi Songkhla diantaranya adalah Thaksin University, Rajamangala University of Technology Srivijaya Songkhla, Prince of Songkhla University(PSU), Songkhla Rajabhat University, dan Hatyai University.

      PSU adalah universitas negeri pertama di kawasan bagian selatan ini yang didirikan tahun 1967. Pendirian PSU merupakan pengembangan dari program desentralisasi pendidikan tinggi di Thailand. PSU mempunyai 5 kampus utama yaitu di Hat Yai (Terbesar), di Pattani , Trang, Surathani dan di Phuket. Jumlah keseluruhan mahasiswanya lebih dari 10.000 orang dengan staf pengajar lebih dari 1.300 orang. Bidang studinya meliputi berbagai disiplin ilmu, memprioritaskan teknik sipil, pertanian, kedokteran dan ilmu pengetahuan alam dengan prioritas peningkatan pembangunan ekonomi dan sosial. PSU juga mempunyai pusat perpustakaan yang memiliki lebih dari 130.000 buku dan 500 jurnal. Tuition fees pada PSU berkisar antara 70 - 500 Baht per kredit. Pengantar kuliah diberikan dalam bahasa Thai Yang menggunakan bahasa Inggris adalah pada jurusan Epidermiology dan faculty of Nursing untuk program master degree.

    5. Agama

    6. Majoritas penduduk memeluk agama Budha sekitar 64.03%, diikuti oleh agama Islam 32.84%, Kristen 2.37% dan agama lain 0.76. Propinsi Songkhla mempunyai kuil 398 buah, masjid 357 buah dan tempat keagamaan agama lain 12 buah.

    7. Komunikasi

    8. Peralatan komunikasi di Propinsi Songkhla sudah menggunakan teknologi canggih khususnya dalam sistem telekomunikasi. Infrastruktur ini sangat penting dalam mendorong pembangunan di propinsi ini.
      1. Televisi
        Propinsi Songkhla mempunyai 5 stasiun televisi. TV Saluran 11 dipancarluaskan keseluruh propinsi termasuk 4 propinsi yang berbatasan dengan Malaysia (Southern Border Provinces). Selain itu terdapat stasiun transmisi dari TV Saluran 3,5,7, 9, NBT, Thai PBS, dan True News di Bangkok melalui satelit.
      2. Radio
        Di Propinsi Songkhla terdapat 5 Stasiun Pemancar Radio. Kelima stasiun dimaksud di pancarkan dari Songkhlanakharin University, Border Patrol police, the National Brodcasting Hat Yai, Radio Brodcast Hat Yai dan Royal Air Force Broadcasting Wing 56.
      3. Transportasi
        Propinsi Songkhla juga menjadi pusat transporasi di Kawasan Selatan. Ia menyediakan berbagai kemudahan unutk keperluan angkutan barang, para wisatawan negara dan lokal serta para usahawan. Hunbungan darat antar propinsi bahkan dengan Bangkok dan Malaysia dapat ditempuh melalui jalan-jalan bebas hambatan (Highways) yang mulus-mulus, kereta api dan udara. Jalan bebas hambatan ini diberi kode bernomor seper jalan yang menghubungkan Bangkok-kota Songkhla diberi nomor 4. Highway No4, ini menyisiri pantai sebelah timur sepanjang 1.125km. Rute lainnya dapat ditempuh Bangkok – Hat yai , 20 km lebih panjang dibandingkan melalui pantai sebelah timur. Highway No4 juga dapat menghubungkan Hat Yai – Malaysia melalui Padang Besar. Rute lain Hat Yai – Kota Baharu melalui Sungai Golok – Kelantan dengan menggunakan Highway No 4050. Kalau melalui Narathiwat dan Pattani menggunakan Highway No.42. Statiun kereta api di Hat Yai menghubungkan berbagai jaringan rel kereta api di propinsi – propinsi lainnya di kawasan Selatan. Hat Yai juga menjadi pusat traffic office region 4 dan workshop bagi royal state  Railways of Thailand. Sekarang tersedia kereta api 4 kali sehari dari Bangkok ke Hatyai dengan menggunakan rapid train (hanya berhenti di stasiun kereta api tertentu saja) dan express train (berhenti di banyak stasium kereta api). Perjalanan dengan menggunakan kereta api dari Bangkok ke Hat Yai (kurang lebih 945 km) dapat ditempuh dalam 18 jam. Kalau menggunakan pesawat terbang hanya memerlukan sekitar 1 jam 10 menit.

        Propinsi Songkhla jug mempunyai Hat Yai International Airport, sekitar 11km dari pusat kota Hat Yai atau sekitar 30 km dari kota Songkhla. Pengguna bandara ini adalah Thai Airways International(TAI), dan Phuket Air. TAI melayani rute Hat Yai – Bangkok dengan menggunakan Airbus A 310, rute Hat yai – Bangkok – Phuket menggunakan Boeing 737. HYI  yang dulunya membuka penerbangan internasional dari Hatyai – Singapor dengan Tiger Airways dan Hatyai – KL dengan Air Asia, kini hanya Tiger Airways yang beroperasi. Pelabuhan internasional berada di kota Songkhla. Dalam mendorong peningkatan eskpor, pelabuhan ini mempunyai peran besar. Selain itu bongkar pasang containers juga dapat dilakukan di pelabuhan ini. Rata – rata setiap bulannya lebih dari 10 kapal asing membongkar muatannya dengan total muatan lebih dari 40.00 ton.

    9. Ekonomi

      1. Umum
        Sektor pertanian merupakan andalan ekonomi propinsi Songkhla, diikuti oleh perdagangan, industri, pariwisata dan lain. Oleh karena itu sebagian terbesar penduduknya tergantung pada sektor ini. Sektor pertanian utama propinsi berasal dari karet para, diikuti dengan padi, buahan, sayuran, dan bunga hiasan. Total luas lahan pertanian adalah 2,735,410 Rai (1 hektar = 6.4 Rai) dengan data sebagai berikut:
        • - Karet = 2,077,364 Rai.
        • - Padi = 459,7879 Rai
        • - Buahan = 138,234 Rai
        • - Sayuran = 24,722 Rai
        • - Hortikulur= 34,825 Rai
        • - Bunga = 388 Rai

        Sumber dari kantor peningkatan ekonomi dan sosial tahun 2007, Gross Produk Propinsi Songkhla adalah 138,560 juta Baht. Sektor produksi terdiri dari pertanian 25.29%, industri 30.62%, perdagangan wholesaler dan retailer 10.36%, tranportasi 5.34%, pendidikan 5.97% dan sektor lain 22.30%. Sementara pendapatan per capita penduduk sebesar 105.226 Baht (Sekarang 1 US$ = 33 Baht). Hal ini menunjukan bahwa perekonomian Songkhla sangat bergantung pada hasil pertanian. Propinsi Songkhla mempunyai peran penting dalam pembangunan dan ekonominya paling maju di kawasan selatan. Oleh karena itu propinsi ini dapat menjadi pusat industri dan investasi serta perdagangannya menonjol jika dibandingkan dengan propinsi- propinsi lain di kawasan ini. Gross Product Propinsi Songkhla merupakan 17,5% dari GPP seluruh kawasan selatan.

        Perdagangan luar negeri saat ini semakin penting dalam menciptakan pendapatan propinsi Songkhla. Dalam kaitan ini, pelabuhan internasional di Singhanakhon  berperan penting dalam mendukung kegiatan perdagangan internasional Songkhla. Sedemikian jauh volume perdagangan luar negeri tahun 2008 via pelabuhan tersebut mencapai 1.815.921 ton dengan perincian sbb :
        • - total import = 442.692 ton
        • - total expor = 1.373.229 ton
        • Selain itu dari data perdagangan via Sadoa border tahun 2008 sebagai beriktu:
        • Total perdagangan = 51.061 juta
        • Total export = 31.414 juta
        • Total import = 19.647 juta

      2. Pariwisata
        Di bidang pariwisata, propinsi Songkhla memiliki berbagai “ Tourists Attraction” yang cukup menarik. Sonkhla mempunyai hotel, Bangalow, dan guesthouse untuk para wisatawan sejumlah 153 buah terdiri dari 11.570 ruang tidur. Tempat penginapan tersebut kebanyakan terletak di kota Hat Yai dan Kota Songkhla. Tahun 2008 terdapat 2.159.689 wisatawan yang terdiri dari 1.446.440 wisatawa domestic dan 713.249 wisatawan asing yang umumnya adalah Malaysia, Singapor dan Indonesia. Pendapatan dari sektor pariwisata propinsi tahun 2008 adalah 12.667 juta Baht. Namun dengan situasi konflik di tiga propinsi sejak 2004 sangan mempengaruhi terhadap wisatawan baik domestic dan asing.

      3. Perikanan
        Penampilan sektor perikanan masih lesu. Hal ini disebabkan munculnya beberapa masalah di bidang perikanan dengan negara – negara tetangga yaitu keterbatasan tenaga kerja yang tersedia, menurunnya harga hasil laut, dan tingginya biaya dok (dermaga), naiknya harga minyak. Kondisi ini menyebabkan kegiatan perikanan menurun. Pada saat yang sama, budidaya udang jenis black tiger juga menurun karena berkembangnya penyakit dan kerusakan lingkungan. Sehingga para petani udang terpaksa mengurangi jumlah lahannya. Iklim Monsoon, latihan bersama Angkatan Laut Thailand dan Myanmar dan kondisi politik dalam negeri Indonesia merupakan faktor utama penyebab menurunnya hasil perikanan Songkhla. Ditambah bagi ketentuan pemerintah Malaysia yang menekankan kapal – kapal Malaysia untuk menggunakan pelabuhan di Malaysia.

    10. Objek Wisata

    11. Hatyai

      Kota ini bukan saja terbesar di kawasan bagian selatan tetapi juga terkenal sebagai tempat belanja dan hiburan malam serta berbagai cita rasa makanan yang tersedia di restoran terdapat disini dari masakan Cina, Sea food, makanan depat saji (fast food). Banyak para wasiwisata dari Malaysia dan Singapura datang ke Hatyai pada hari sabtu dan minggu dan waktu lain. Pengrajin pembuat perhiasan dari emas dan banyak lainnya terdapat di Hatyai. Kaki lima menawarkan beraneka ragam barang-barang cendera mata dan kaos-kaos oblong ciri khas Thailand serta merek-merek lain seperti Polo, Guess, Calvin dll.

      Air Terjun Tone Nge Chang

      Air terjun ini terdapat di Distrik Rattaphum,sekitar 24 km dari kota Hatyai ke arah Barat. Lokasinya di hutan Tone Nga Chang di kaki gunung yang udaranya sejuk. Dalam perjalanan menuju air terjun melewati Tone Nga Chang Game Reserve. Cagar alam yang dihuni berbagai jenis binatang.

      Pantai Samila

      Pantai Samila berpasir putih dan bersih. Sepanjang pantainya banyak kaki lima dan restoran yang menyediakan makanan terutama sea food. Pantai yang terletak tidak jauh dari kantor dan kediaman Gubernur Songkhla. Setiap hari, lebih-lebih akhir pekan atau hari libur banyak dikunjungi para wisatawan domestik maupun asing. Airnya jernih kebiru-biruan dan di pagi hari yang cerah dapat disaksikan munculnya sang surya dari ufuk timur. Pada sore hari di sekitar pantai dijual berbagai jenis ikan yang masih segar, sayur mayur dan buah-buahan.

      Institute of Southern Thai Studies

      Lokasinya terletak di Ko Yo sekitar 10 km dari kota Songkhla. Di institusi ini terdapat musium manusia –manusia purbakala yang berasal dari wilayah ini di samping terdapat koleksi barang-barang seni dan kerajinan. Dari institut ini menuju Utara akan melewati Tinsulanond Brigde, jembatan terpanjang di Thailand. Jembatan ini menghubungkan kedua sisi Danau Songkhla. Di danau terdapat yang disebut the Khu Khut Waterfowl Sanctuary, tempat yang disenangi burung-burung waterfowl dan datang ke tempat in secara berkelomlok yang biasanya selama bulan Desember dan Mei. Di atas perbukitan dekat jembatan Tinsulanon ada rumah makan yang menyediakan makanan khas Thailand seperti Tomyam, salad buah mangga muda, sea food dll.

      Songkhla National Museum

      Di musium yang terletak di kota Songkhla ini tersimpan barang-barang antik dari keramik yang didapat dari sebuah kapal yang tenggelam di Teluk Thailand. Selain itu disimpan topeng-topeng  gaya daerah Thailand selatan, perlengkapan rumah tangga kuna, barang seni  gaya Sriwijaya dan banyak lainnya.

      Khao Nam Khang

      Di Khao Nam Khang ini terletak di Tambon Khlong Kwang, Amphor Nathawee, terdapat gua buatan manusai dibuat oleh para pengikut partai Komunis Malaya ketika mereka masih aktif.