Pebisnis di Burgas, Bulgaria, tertarik produk unggulan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka meningkatkan dan memperluas hubungan ekonomi, khususnya perdagangan, investasi dan pariwisata, KBRI Sofia bekerjasama dengan Kantor Walikota Burgas mengadakan seminar bertemakan “Business Opportunities with Indonesia” di kota yang terletak tepi Laut Hitam tersebut pada tanggal 26 Maret 2010. Hadir sejumlah 40 pebisnis  dari Burgas dan kota-kota di sekitarnya, tour operator, perwakilan media cetak dan elektronik setempat dan lain-lain.

 

Duta Besar RI, Immanuel Robert Inkiriwang, selaku pembicara tunggal mengemukakan bahwa peluang meningkatkan hubungan ekonomi, terutama perdagangan, investasi dan pariwisata, antara Bulgaria dan Indonesia sangat terbuka terutama sejak Bulgaria masuk Uni Eropa 1 Januari 2007. Bulgaria memiliki letak yang sangat strategis di kawasan Balkan dan Eropa Tenggara karena ditunjang oleh 2 buah pelabuhan laut internasional modern di Burgas dan Varna sehingga dapat menjadi hub untuk produk-produk ekspor unggulan Indonesia ke emerging markets di kawasan dan gate way ke negara-negara Eropa lainnya.  Ditambahkan bahwa kualitas produk-produk ekspor unggulan Indonesia memiliki daya saing tinggi dan dengan harga yang kompetitif terhadap produk-produk sejenis dari negara-negara lain.

 

Meskipun Bulgaria saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi, Dubes RI menyatakan agar pebisnis Bulgaria tidak bersikap menunggu melainkan aktif menjajagi peluang bisnis, terutama dengan Indonesia, agar telah siap ketika tanda-tanda pemulihan ekonomi mulai nampak. Pemerintah Bulgaria memperkirakan Bulgaria sudah akan memasuki masa pemulihan ekonomi pada semester kedua tahun 2010. Sebagai bukti bahwa kalangan pebisnis Bulgaria memahami peluang baik yang menguntungkan untuk melakukan bisnis dengan Indonesia, yaitu dengan tetap ikut sertanya 20 pengusaha eksekutif Bulgaria pada program Business & Tourism Trip 2009 di Indonesia bulan Oktober-Nopember 2009. Disamping itu, pada tahun 2009 telah terjadi peningkatan jumlah investasi Bulgaria di Indonesia sebesar US.$. 4 juta di berbagai sektor usaha yaitu industri pupuk di Kalimantan, industri produk susu di Jawa Tengah, perdagangan (ekspor-impor), konsultan manajemen bisnis dan perhotelan di Bali.

 

Dijelaskan pula daya tarik Indonesia  sebagai tujuan wisata yang unik dan tidak tergantung pada perubahan musim. Warga Bulgaria yang melakukan kunjungan wisata ke Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya, baik dalam jumlah wisatawannya maupun belanja yang dikeluarkan. Pada umumnya kunjungan wisata membuahkan business interest setelah para wisatawan Bulgaria melihat sendiri peluang bisnis yang sangat menarik dan kondusif di Indonesia. Hal ini lebih dimungkinkan dengan diberikannya kemudahan bagi warga Bulgaria melalui fasilitas Visa On Arrival pada tahun 2007.

 

Beberapa peserta seminar yang hadir menyatakan ketertarikannya pada produk-produk ekspor unggulan Indonesia, antara lain, produk bangunan, mebel, tekstil, foodstuff, produk industri, spa dan produk-produk kesehatan serta kerajinan tangan. Seorang peserta yang merupakan anggota Bulgarian Retailers Association (BRA) ingin mengatur pertemuan pengusaha BRA dengan Dubes RI karena tertarik atas encouragement agar suppliers food stuff ke supermarket-supermarket mengisi produk-produk Indonesia ke supermarket yang banyak baru dibuka dan akan dibuka di Bulgaria. Selain itu, seorang pemilik travel bureau besar ingin jalin kerjasama dengan pengusaha travel Indonesia karena rencanakan akan kirim wisatawan Bulgaria ke Indonesia mulai tahun ini.

 

Sebelum dimulainya seminar, Dubes RI melakukan pertemuan dengan Walikota Burgas, Dimitar Nikolov, yang menyampaikan penghargaan kepada Dubes RI atas kesediaan memberikan paparan dalam seminar tersebut kepada pelaku bisnis di Burgas dan kota sekitarnya, sehingga akan lebih membuka pemahaman dan pengertian mereka yang mendalam tentang potensi produk-produk ekspor unggulan Indonesia. Telah dibicarakan juga persiapan rencana pembentukan kerjasama kota Sister City Medan-Burgas yang direncanakan bulan Mei 2010 dimana Walikota Nikolov bersedia dukung penuh kunjungan delegasi Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Medan beserta rombongan pebisnis dan tim kesenian (Sumber: KBRI Sofia).