Mahasiswa National Academy of Theater and Art Sofia Bulgaria, Kagumi Wayang Kulit

Ki dalang Prof. Andrik Purwasito kembali membuat wayang dikagumi para mahasiswa di Sofia.  Kali ini Ki dalang hadir di National Academy  of Theater and Art Sofia (NATFIS).  Kegiatan yang diadakan pada sore hari tanggal 28 November 2015 tersebut berlangsung hingga 3 jam.  Sekitar 50  audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa jurusan seni teater  tidak satupun beranjak dari tempat duduk hingga  acara berakhir. 

Stefan Prohorov, salah satu mahasiswa jurusan Stage Director menyatakan bahwa dirinya  baru pertama kali melihat teater tradisionil seperti ini. Menurutnya Wayang sangat mengagumkan karena dibalik wayang tersebut banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari seperti karakter para tokoh wayang dan filosofi di balik cerita wayang.  Dia juga kagum terhadap dalang yang mempersiapkan pementasan wayang dan  berperan sebagai sutradara sekaligus pemain, penulis cerita,  pengatur/penata pangung, yang ternyata sangat rumit.

Sebelum memperkenalkan wayang, Ki dalang Prof. Andrik mengawali dengan penjelasan singkat tentang Indonesia yang multi-culture dari segi budaya, bahasa, agama serta keanekaragaman flora dan fauna. Diselipkan juga penjelasan mengenai seni melukis batik yang juga mendapat perhatian khusus audiens.

“Srikandi dan Arjuna merupakan pasangan sebagaimana Romeo dan Juliet dalam kisah dari negeri barat yang ditulis Shakespeare,“ ungkap Ki Dalang dalam salah satu keterangannya mengenai tokoh-tokoh wayang. “Pertunjukkan wayang terdiri dari  tiga episode dengan cerita a.l. tentang kehidupan sehari-hari masyarakat banyak. Dalam satu kali pertunjukkan biasanya ditampilkan sekitar 200 tokoh wayang dari tokoh orang biasa, orang tua, punakawan, bangsawan, raja hingga dewa…” lanjutnya.  Sebelumnya dijelaskan pula mengenai sejarah wayang.

Selain wayang kulit,   Ki Dalang juga menjelaskan mengenai wayang orang dan memperagakan gerakannya.  Sejumlah audiens  diajak untuk  berperan sebagai dalang, cara memegang wayang serta  memainkan dan menirukan suara masing-masing tokoh wayang.  Dijelaskan bahwa untuk menjadi Dalang dibutuhkan stamina yang cukup kuat, karena pertunjukkan wayang biasanya berlangsung hingga 8 jam.  Menurutnya, untuk menjaga stamina, Dalang harus melakukan meditasi/yoga dan puasa.

Audiens nampak menikmati penjelasan mengenai wayang yang disampaikan dengan menarik. Di akhir acara mereka menyatakan sangat puas dan secara bergantian bertanya langsung kepada Prof. Andrik tentang detail-detail seni wayang dan bagaimana mempelajarinya lebih dalam. 

Selain mahasiswa, hadir pula sejumlah Dosen Natfis dan Universitas Sofia serta masyarakat umum.  Seorang Ibu pecinta budaya Indonesia menyatakan bahwa dirinya sengaja hadir bersama anak-anaknya untuk memperkenalkan wayang yang unik dan sarat dengan pengetahuan. Sebagian audiens nampak mengamati detail-detail ukiran dan pewarnaan pada wayang serta menyatakan minatnya  mempelajari teknik melukis wayang.

Sementara Ki Dalang Prof. Andrik menyatakan sangat gembira atas keantusiasan dan kepuasan para penonton terhadap pelajaran wayang dan berharap wayang dapat dikenal luas oleh masyarakat Bulgaria.
 
Keberadaan Prof. Andrik Purwasito di Bulgaria adalah atas kerjasama Kemdikbud dengan KBRI Sofia. Promosi wayang merupakan  salah satu program KBRI Sofia tahun 2015 dan baru pertama kalinya diperkenalkan KBRI di Bulgaria.