Gemerlap Indonesian Gala Night tandai HUT RI ke-64 di Bulgaria dan 53 tahun persahabatan RI-Bulgaria

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Malam hari tanggal 5 Oktober 2009, kurang lebih 500 hadirin memadati gedung National Theater ‘Ivan Vazoz’ di ibukota Bulgaria, Sofia, yang sangat bergengsi terpukau dengan keindahan dan keragaman gerak tari Indonesia serta alunan musik kolintang yang syahdu. Pagelaran seni budaya bertajuk Indonesian Gala Night 2009 tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64 serta 53 tahun hubungan bilateral RI-Bulgaria. Menlu Bulgaria dalam kabinet Pemerintah Bulgaria yang dilantik tanggal 27 Juli lalu, Rumiana Jeleva, hadir sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut. Hadir pula di antara tamu dan undangan, para pejabat Pemerintah dan lembaga tinggi Bulgaria, para Duta Besar negara sahabat di Sofia, walikota dari beberapa kota di Bulgaria, kalangan pebisnis dan media massa setempat, para tokoh masyarakat, Ketua dan anggota Klub Nusantara (perkumpulan warga Bulgaria pencinta Indonesia) dan friends of Indonesia lainnya. Hadir pula delegasi Pemkot Surakarta yang akan berkunjung ke Montana yang memiliki kerjasama kota kembar dengan Surakarta, dipimpin Wakil Walikota, Hadi Rudyatmo.

 

Pada pidato pembukaannya, Dubes RI, Immanuel Robert Inkiriwang, menyampaikan antara lain bahwa pagelaran seni budaya ini diselenggarakan untuk memperingati 53 tahun hubungan bilateral RI-Bulgaria karena selama ini promosi budaya Indonesia telah menunjang peningkatan kerjasama dan hubungan ekonomi RI-Bulgaria yang menjadi prioritas KBRI. Tak lupa Dubes RI mengajak para hadirin untuk sejenak mengheningkan cipta mendoakan korban gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Sumatera Barat, Jambi dan sekitarnya tanggal 30 September lalu. Memanfaatkan kesempatan pidato pembukaan tersebut, disampaikan pula bahwa saat ini Taman Nasional Komodo memasuki tahap final pemilihan New 7 Wonders of Nature dan meminta kesediaan para hadirin untuk memilihnya melalui internet. Website KBRI Sofia, www.indonesia.bg telah memuat link untuk pemilihan tersebut.

 

Tim Metta Budaya menyuguhkan pesona delapan tarian Indonesia dari berbagai propinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, yaitu Pendet, Rampak Cakil, Giring Giring, Paci, Klana Ganong, Piring, Irian dan Saman. Grup tari binaan KBRI, Pesona Mawar Nusantara (PMN), yang terdiri dari pelajar Bulgaria dan putri Dubes RI, turut tampil membawakan tari Bajidor Kahot dan Lenggang Nyai. Sedangkan grup kolintang Kaöst yang terdiri dari anggota masyarakat Indonesia di Wina membuai para hadirin dengan membawakan berbagai lagu daerah Indonesia serta lagu Bulgaria. Penyanyi cilik Bulgaria, Simeon Zhelyazkov, tampil mendendangkan ‘Waktu Hujan Sore-Sore’, ‘Rayuan Pulau Kelapa’ serta dua lagu Bulgaria ‘Nashata Mila Strana’ dan ‘Moya Bulgaria’ dengan diiringi alunan kolintang yang dimainkan Kaöst. Di penghujung acara Dubes RI bersama Menlu Jeleva dan para penari bahkan menyanyikan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ dan ‘Moya Bulgaria’ di atas panggung dengan diiringi kolintang.

 

Seusai pertunjukan, Dubes RI, staf KBRI dan para hadirin tampak asik beramah tamah sambil menikmati sajian khas makanan Indonesia seperti sate, nasi goreng, mie goreng, lumpia dan sebagainya. Banyak tamu dan undangan yang menyatakan sangat terkesan dengan keragaman tarian yang ditampilkan pada malam tersebut. Kehadiran para penari yang masih mengenakan kostum segera menarik perhatian para tamu dan undangan untuk berfoto bersama. Terdapat pula hadirin yang menyatakan keinginan mereka untuk membantu meringankan penderitaan para korban gempa di Sumatera Barat.

 

            Selain di Sofia, Indonesian Gala Night juga diselenggarakan di dua kota lain di Bulgaria yaitu Bansko (6 Oktober) dan Montana (7 Oktober) yang terselenggara atas kerjasama KBRI dengan Pemerintah Kota Bansko dan Montana (Sumber: KBRI Sofia).