Film Indonesia Jadi Salah Satu Favorit dalam Festival Film Islami di Kawasan Balkan

Sekitar 280 penonton yang memenuhi Cinema House (Dom Na Kinoto) kota Sofia, Bulgaria, ikut tertawa, terharu, dan berdecak kagum saat menonton film "Aisyah Biarkan Kita Bersaudara" pada acara Indonesian Night di Menar Film Festival, 20 Januari 2017. Penonton datang dari berbagai kalangan movie go-ers mulai dari pejabat pemerintah, para duta besar negara sahabat, pelajar, hingga turis Indonesia yang sedang singgah di Sofia.

Menurut Dubes RI Sofia, Sri Astari Rasjid, film ini mengingatkan kita akan tantangan yang kita hadapi saat ini, untuk dapat hidup damai berdampingan dengan agama yang berbeda. Dunia saat ini dipenuhi kebencian, intoleransi dan teror, kita harus menumbuhkan cinta, perdamaian, dan pengertian untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Rata-rata penonton mengagumi keindahan alam Indonesia yang ditampilkan dalam film ini. "Film ini juga menampilkan sisi lain Indonesia yang belum pernah saya lihat sebelumnya", kata seorang penonton yang mengambil kelas Bahasa Indonesia. Karena menonton film ini, mereka melihat sisi lain Indonesia membuat mereka tertarik untuk segera mengunjungi Indonesia yang begitu diverse, bukan hanya Bali.

Dua karya anak bangsa, film "Aisyah Biarkan Kita Bersaudara" (2016) dan "Cahaya Dari Timur" (2014) berpartisipasi dalam Menar Film Festival yang merupakan festival film islami terbesar di kawasan Balkan, Eropa Timur. Film "Cahaya Dari Timur" akan ditayangkan pada tanggal 26 Januari 2017.

Partisipasi Indonesia merupakan yang kedua kalinya di Menar festival ini setelah tahun 2015. Festival film ini pada awalnya didominasi negara – negara timur tengah dan Afrika Utara, namun KBRI Sofia dengan dukungan Pusat Pengembangan Perfileman Kemendikbud mendorong partisipasi film Indonesia untuk menampilkan budaya dan keindahan Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

The 9th Sofia Menar Film Festival berlangsung dari tanggal 12-29 Januari 2017 secara serentak di 5 bioskop dan cultural center ternama di kota Sofia, Bulgaria. Untuk tahun ini negara yang berpartisipasi diantaranya meliputi Iran, Azerbaijan, Maroko, Turki, Lebanon, Armenia, Palestina, Algeria dan lainnya. Menurut panitia Menar walaupun untuk tahun ini tidak ada jenis kompetisi, sebanyak 592 feature film dan lebih dari 1200 film pendek telah mendaftar untuk berpartisipasi .

Pada acara Indonesian Night tersebut, promosi film indonesia dikemas dalam paket promosi terpadu, dimana sebelum acara pemutaran film dimulai, penonton antri mencicipi berbagai makanan Indonesia seperti sate ayam, krupuk, nasi dan mie goreng serta mengambil berbagai brosur pariwisata Indonesia.  Acara ini juga dimanfaatkan KBRI Sofia, untuk pemberian sertifikat bagi pelajar bahasa Indonesia di Universitas Sofia dan di KBRI sekaligus perpisahan bagi Guru BIPA dengan dukungan Kemristek Dikti, Ibu Titik Wahyuningsih.