Dadar Gulung dan Sate Ayam, Menu Favorit Pengunjung Stand Indonesia di IWC Charity Bazaar 2015 Sofia Bulgaria

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dadar Gulung dan Sate ayam masih menjadi menu favorit pengunjung stand Indonesia di IWC Charity Bazaar pada 6  Desember 2015 di Inter Expo Center Sofia.  Kedua menu tersebut adalah yang pertama habis terjual diantara menu lainnya yang  disajikan. 
Event  bazaar yang ke-21 ini dibuka oleh Mrs. Margaritha Gomez Acebo, istri  mantan Raja dan PM Bulgaria, Simeon Sakskoburgotski,  diikuti oleh sekitar 45 negara peserta dari benua Eropa, Afrika, Asia dan Amerika serta sejumlah perusahaan Bulgaria maupun asing (sebagai sponsor). Asia diwakili oleh Indonesia, India, Cina, Vietnam, Iran, Pakistan dan  Philipina, Jepang, Korea Selatan, dan Irak.  Hadir pada pembukaan bazaar Dubes RI Bunyan Saptomo beserta Ibu dan para Dubes negara asing lainnya.
Hampir semua stand negara peserta   menjual produk makanan/minuman dan  kerajinan tangan tradisional.  Selain itu dijual pula pakaian, perlengkapan/kebutuhan  rumah tangga, produk pertanian, asesori, buku  dll.
Stand Indonesia yang bertemakan “Jawa Tengah”, tampil dengan  ba​ckground candi Borobudur dan Prambanan serta penari Ramayana.  Dipamerkan  juga “becak” yang telah dilukis  batik, hasil kreasi Prof. Andrik Purwasito.  Becak yang unik ini telah menjadi daya tarik pengunjung stand sehingga  banyak diantara mereka mengambil foto bersama becak.
Selain menjual produk keranjinan tangan berupa syal, tas,dan kerajinan batik lainnya, miniatur becak dan sepeda,  stand KBRI juga menjual sejumlah makanan khas Indonesia. Sekitar lebih dari 750 porsi  paket makanan berupa kombinasi rendang + nasi putih/goreng dan mie goreng  + sate ayam serta sekitar 750 potong  dadar gulung, risoles dan wingko babat habis terjual.    Pada tahun ini, KBRI memperkenalkan bakso sebagai menu baru pada bazaar dan juga wingko babat untuk men-test cita rasa masyarakat Bularia terhadap kedua makanan tersebut. Sekitar 100 porsi bakso dan sekitar  90 potong  wingko yang dicoba diperkenalkan juga habis terjual.  
Sejumlah pengunjung  yang baru pertama kali memcicipi masakan Indonesia menyatakan makanan Indonesia sangat lezat. “Indonesian food is the best” komentar pengunjung yang mencicipi menu Indonesia. Diantaranya bahkan  kembali ke stand Indonesia untuk kedua kalinya setelah mengetahui lezatnya masakan Indonesia. Sebagian dari mereka juga menanyakan jika di Sofia terdapat restoran Indonesia.
Pada bazaar, panitia juga menjual buku resep menu masakan Internasional yang pernah disajikan di bazaar oleh negara peserta. Resep sate ayam dan dadar gulung telah dipilih menjadi salah satu resep  yang dimuat pada buku tersebut. Buku  yang merupakan cetakan perdana ini telah pula memuat  gambar sate ayam sebagai  sampul buku.  
Produk  handicraft dengan harga sampai dengan 50 leva  (sekitar Rp. 400.000) merupakan produk yang paling banyak terjual, dan syal batik salah satu diantaranya.
Sementara, KBRI juga menurunkan tim tari dan angklungnya di panggung yang disediakan oleh panitia. Tim angklung tampil membawakan lagu Bulgaria “Detstvo Moe” (“Kehidupan masa kecilku”)  dan mengiringi tarian “Janger”.  Tim angklung adalah gabungan murid-murid Kelas Indonesia di Universitas Sofia dan KBRI serta staf KBRI.   Ditampilkan pula “Tari Topeng Keras” dari Bali oleh Kaloyan Petrov, yang merupakan mantan penerima Darmasiswa di ISI Denpasar tahun 2014.  Tari lainnya yaitu “Blantek” dibawakan oleh Tim tari KBRI Sofia, diantaranya adalah Pollina Cherneva, mantan penerima Beasiswa BSBI tahun 2013. Tarian dan permainan angklung  mendapatkan perhatian dan sambutan cukup positif para pengunjung. 
Event tahunan IWC Bazaar ini merupakan salah satu ajang promosi yang cukup baik bagi  negara peserta mengingat banyaknya pengunjung dan liputan luas media setempat.    Menurut panitia, pada tahun ini pengunjung lebih banyak dari tahun lalu yaitu sekitar 7000 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5000-6000 orang.
KBRI telah pula mendonasikan hasil penjualan produk dan makanannya untuk kepentingan charity yang oleh panitia penyelenggara akan disalurkan kepada anak-anak yatim/piatu, orang  jompo, keluarga yang tidak mampu dan masyarakat yang membutuhkan lainnya dalam bentuk bantuan pendidikan dan   fasilitas kesehatan, dan lain-lain.