PROMOSI TERPADU BISNIS DAN INVESTASI INDONESIA

PRESS RELEASE

 

PROMOSI TERPADU BISNIS DAN INVESTASI INDONESIA : INVESTOR SINGAPURA TANGGAPI POSITIF PERBAIKAN IKLIM INVESTASI DI INDONESIA

 

SINGAPURA, 29 November 2016. Sekitar 200 investor Singapura memadati ballroom hotel Fullerton, Singapura untuk menghadiri acara "Promosi Terpadu Bisnis dan Investasi di Indonesia" yang mengusung tema khusus mempromosikan Batam, Bintan, Tanjung Pinang, dan Karimun". Kegiatan KBRI Singapura dan didukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), BP Batam, BP Bintan, BP Tanjung Pinang, dan BP Karimun, serta KADIN Indonesia mendapatkan tanggapan positif.

 

Dalam sambutannya, Dubes RI Ngurah Swajaya memaparkan tiga alasan menariknya Indonesia untuk berinvestasi, yaitu: (i) pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi, bahkan beberapa daerah seperti Maluku dan Papua memiliki pertumbuhan diatas 13 persen, (ii) pembangunan infrastruktur dan perbaikan kemudahan berbisnis dan (iii) pasar yang potensial didukung sumber daya manusia serta stabilitas keamanan.

 

Komitmen dua kepala negara Indonesia dan Singapura dalam leader's retreat di Semarang untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, khususnya investasi dan pariwisata disambut positif oleh dunia usaha di Singapura.

 

Promosi terpadu yang juga dihadiri pimpinan berbagai Kamar Dagang dan Industri di Singapura memaparkan potensi dan proyek investasi di masing-masing Kawasan Ekonomi Batam, Bintan, Tangjung Pinang dan Karimun. Sektor investasi yang diminati antara lain pariwisata, pelabuhan, galangan kapal, pembangkit listrik, ekonomi digital, industri.

 

Kemudahan ijin investasi 3 jam diminati dan direspon secara positif dan telah dimanfaatkan oleh 27 perusahaan asal Singapura selama beberapa bulkan terakhir. Dalam survey yang langsung dilaksanakan selama promosi, seluruh responden mengakui adanya pebaikan yang positif terhadap iklim berbisnis di Indonesia serta sebagian besar memiliki minat investasi bidang pariwisata.

 

Investasi asing asal Singapura masih menduduki posisi teratas denga peningkatan sebesar 44% untuk periode 9 bulan pertama tahun 2016, dibandingkan dengan periode setahun 2015. Peresmian Kawasan Industri Kendal juga menjadi magnet untuk peningkatan investasi ke Indonesia. Beberapa daerah lainnya yang juga diminati investor Singapura adalah Jawa Timur.

 

Sektor unggulan yang ditawarkan Batam antara lain infrastruktur, industri perkapalan, ekonomi digital, elektronik, industri pendukung minyak dan gas, dan pariwisata. Sementara itu, Bintan menawarkan pariwisata dan manufaktur khususnya pengembangan industri garmen dan agrobisnis. Tanjung Pinang akan mengembangkan pelabuhan (kontainer dan ikan), dan wilayah perkantoran serta sentra bisnis, dan Karimun akan mengembangkan industri pendukung minyak dan gas, industrial park serta cold storage dan pemrosesan ikan.

 

Dubes RI Ngurah Swajaya mencatat bahwa di tengah pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut, perkembangan di kawasan ASEAN, khususnya di Indonesia justru masih mengalami pertumbuhan positif. Salah satu pendorong utama adalah pertumbuhan investasi yang cukup tinggi karena didukung beberapa faktor utama antara lain dukungan infrastruktur dengan belanja infrastruktur yang terus meningkat, kemudahan berbisnis yang terus ditingkatkan dan didukung berbagai Kementerian dan Lembaga. Diharapkan peningkatan investasi ini tidak hanya meningkatkan pertubuhan ekonomi, namun juga kesejahteraan masyarakat bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

 

 

Sumber : PENSOSBUD/EKONOMI

 

KBRI Singapura