Promosi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan Sei Mangkei di Shanghai

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Peluang investasi di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Sei Mangkei disampaikan secara komprehensif oleh wakil BKPM dan PT. Banten West Java Tourism Development kepada sekitar 40 pebisnis dan investor Shanghai dalam acara kegiatan Promosi dan Sosialisasi KEK yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2013 di Shanghai, China.

Minat peserta seminar terlihat dari keingintahuan mereka mengenai peluang untuk menanamkan modal di bidang infrastruktur, energi dan perkebunan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa KEK di Indonesia memiliki kelebihan dibandingkan KEK sejenis yang dipunyai oleh Singapuran dan Malaysia.

Kelebihan yang ada di KEK Indonesia adalah dimilikinya akses internasional dan akses ke sumber daya alam. Selain itu, terdapat fasilitas insentif dari pemerintah pusat dan daerah untuk mempermudah izin investasi serta adanya jaminan keamanan dan peran aktif sektor swasta Indonesia dalam pengembangan KEK.

Seminar ini merupakan kegiatan bersama BKPM dengan KJRI Shanghai yang ditujukan untuk menjaring minat para investor dan pebisnis Shanghai untuk berinvestasi di kawasan KEK Indonesia. CCPIT sebagai kamar dagang dan industri Shanghai telah menyatakan kesiapannya untuk mendorong perusahaan maupun perorangan yang bereputasi baik di Shanghai untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya pada kawasan KEK.

Pada sambutannya, Konjen RI Shanghai Ibu Kenssy D. Ekaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kedua pihak untuk saling mengisi kepentingan ekonomi bagi keuntungan bersama. Ditambahkannya bahwa kebijakan ‘Go-Global’ Pemerintah RRT adalah sejalan dengan keinginan Pemerintah Indonesia untuk menarik investor China melakukan penanaman modal di Indonesia di bidang infrastruktur, energi, dan pariwisata.

Robert Zhao, Sekretaris Jenderal CCPIT (China Council for the Promotion of International Trade) dalam sambutannya menyampaikan bahwa hubungan kerjasama Indonesia – China memiliki potensi dan prospek yang bagus  untuk ditingkatkan mengingat total nilai perdagangan Shanghai – Indonesia pada tahun 2012 telah mencapai jumlah US$ 4,9 miliar dengan ekspor sebesar US$ 2,8 miliar dan impor US$ 2,1 miliar.

Ekspor terbesar Shanghai ke Indonesia adalah peralatan perkantoran, mesin industri dan tekstil sedangkan impor dari Indonesia berupa biji logam, batu bara dam koka. Sampai akhir Maret 2013, investasi langsung Indonesia di Shanghai sebanyak 131 proyek dengan nilai investasi yang telah disepakati lebih dari US$ 73 juta.

Pada Seminar ini, peluang-peluang investasi KEK dipaparkan secara menyeluruh oleh Siswantoro, Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dilanjutkan dengan penyampaian kebijakan dan peraturan investasi di kawasan KEK oleh Bambang Wijanarko, Sekretaris Dewan Nasonal KEK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sementara peluang investasi untuk KEK Tanjung Lesung disampaikan langsung oleh Setiawan Mardjuki, Presiden Direktur PT. Banten West Java Tourism Development. 

Sebagai informasi, saat ini Shanghai merupakan daerah pertumbuhan ekonomi yang termasuk tinggi dengan PDB tahun 2012 mencapai lebih dari RMB 2,01 trilliun dan pendapatan PDB per kapita sebesar RMB 85.000 (US$ 13.471). Kota tersebut sedang mengembangkan 15 industri utama strategis diantaranya teknologi layar baru, next generation network, teknologi internet, computing, manufaktur pesawat, smart technology, navigasi satelit GPS, energi baru, bio farmasi, high-tech, e-commerce dan teknologi inovasi (sumber: KJRI Shanghai).