Partisipasi Indonesia dalam Pameran “The 8th China International Leisure Industry Exposition” di Kota Hangzhou, 1-3 November 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?KJRI Shanghai telah berpartisipasi dalam acara “The 8th China International Leisure Industry Exposition” yang diselenggarakan oleh China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), Hangzhou Sub-Council pada tanggal 1-4 November 2013. Selain KJRI Shagnhai terdapat BUMN/BUMS lain yang berpartisipasi, yaitu: PT. Garuda Indonesia di Shanghai, perusahaan furniture kayu jati TEAK 123, dan ASMINDO (Top Mebel).


Keikutsertaan KJRI Shanghai dalam pameran ini adalah dalam rangka mempromosikan perdagangan, investasi dan pariwisata RI di RRT (Trade, Tourism, and Investment), serta meningkatkan kerja sama antara RI dan Propinsi Zhejiang, serta meningkatkan people to people contact antara keduanya. Vice Mayor Hangzhou juga berkenanmengunjungi booth Indonesia pada pameran dimaksud.


Pameran dilaksanakan di area seluas 10.00 m2 dengan lebih dari 300 booths yang terdiri dari kurang-lebih 200 organisasi/perusahaan dan pengunjung sebanyak 20.000 orang. Pameran telah diikuti oleh perwakilan Negara asing(20%). Selain Indonesia, Negara asing yang turut serta berpartisipasi pada pameran antara lain Belanda, Argentina, Bulgaria, India, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Myanmar, Turki, Brazil, Selandia Baru, Nepal, dan kota-kota besar di RRT seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhejiang, dan Hangzhou.


Pameran dibagi menjadi 5 (lima) lokasi khusus, antara lain: 2 (dua) lokasi untuk bidang olahraga sepak bola, 2 (dua) lokasi untuk bidang olahraga luar ruanggan lainnya, dan 1 (satu) lokasi untuk pameran internasional yang menampilkan produk-produk, antara lain: benda seni, kerajinan kayu, pakain santai, perlengkapan camping, peralatan memancing dan kegiatan olahraga diluar ruangan lainnya, perhiasan, batu giok, peraltan kesehatan, furniture, makanan, kopi, teh, anggur merah, dan sebagainya.


Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini adalah untuk pertama kalinya. Booth KJRI menampilkan brosur pariwisata, brosusr dan CD mengenai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), insentif investasi, Indonesian Invesment Guide, sekolah di Indonesia, peluang investasi di bidang industry hilir (diagram tembaga, aluminium, dan bijih besi), majalah promosi produk khusus perdagangan Indonesia. Selain itu juga ditampilkan produk makanan dan minuman instant yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia seperti mie instant, bihun nata de coco, rokok, coklat, permen, kopi dan barang-barang consumer goods lainnya. Sementara 2 (dua) booths lainnya menampilkan produksi furniture, handycraf, dan kain tenun ikat tradisional.


Total nilai transaksi yang diperoleh para BUMN/BUMS dalam pameran tersebut tidak terlalu besar, sekitar 30-40 juta Rupiah secara retail, karena masih dalam taraf pengenalan produk. Namun demikian, untuk penetrasi pasar ke RRT dalam waktu dekat akan dibuka showroom produk furniture Indonesia di kota Hangzhou. KJRI Shanghai sepenuhnya mendukung upaya BUMS untuk membuka Showroom produk furnitur dimaksud.


Booth Indonesia mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari para oengunjung asing dan lokal RRT. Dalam upaya untuk meningkatkan colume perdagangan, investasi dan pariwisata RI-RRT khususnya produk non-migas, kiranya kementerian/instansi terkait dapat terus mendukung kerjasama yang selama ini telah terjalin baik, khusunya dalam rangka mengkoordinir peningkatan partisipasi perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya apabila pihak penyelenggara tidak memberikan fasilitas pembebasan biaya akomodasi dan booth.


Total perdagangan Indonesia-Hangzhou pada tahun 2010 adalah sebesar USD 3,8 milyar dengan ekspor Hangzhou ke Indonesia sebesar USD 2,1 milyar (bahan kain celup dan suku cadang motor) dan impor Hangzhou dari Indonesia sebesar USD 1,7 milyar (nikel dan bubuk kayu). Sementara itu, pada tahun 2012 total nilai investasi Indonesia ke seluruh propinsi Zhejiang (termasuk ibu kota Hangzhou) sebesar USD 90 juta dengan 289 program. Investasi Zhejiang ke Indonesia sebesar USD 37 juta (sector saham, teknologi kelistrikan, perusahaan dagang), sementara itu investasi Indonesia ke Zhejiang sebesar USD 62 juta (sector perbankan, pertambangan, tkstil). (KJRI Shanghai)