Bantuan kemanusiaan Pemerintah Indonesia untuk penanganan paska gempa bumi di Nepal

5/17/2015

 

?Gempa bumi yang terjadi di Nepal dengan kekuatan 7,9 skala richter telah memakan korban lebih dari 6.000 orang meninggal dan 14.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Indonesia melalui Tim Kemanusiaan dan Evakuasi Indonesia (TKEI) dibawah pimpinan Duta Besar RI di Dhaka telah memberikan bantuan kemanusiaan untuk penduduk setempat yang terkena dampak bencana tersebut.

Dapat diinformasikan bahwa Presiden RI juga telah menyampaikan ucapan belasungkawa kepada PM Nepal dan menyampaikan komitmen Pemerintah RI untuk mengirimkan Tim SAR dan bantuan kemanusiaan senilai US$ 1 juta. Selain itu, kepedulian masyarakat Indonesia untuk penanggulangan paska bencana tersebut telah disalurkan melalui berbagai organisasi yang tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia yang merupakan bagian dari tim kemanusiaan Indonesia.

Tim kemanusiaan Indonesia tersebut beranggotakan Iebih 100 personil yang berasal dan unsur Kemlu, KBRI Dhaka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tim medis (dokter, orthopedi, ahli anestesi, paramedik/perawat, ahli bedah, DVI forensik, apoteker, PMI), LSM kemanusiaan, jurnalis, personil TNI AU dan Garuda Indonesia.

Saat ini bantuan yang telah diberikan berupa alat medis, obat-obatan, makanan siap saji, makanan bayi pengganti ASI, terpal, tenda rumah sakit, tenda pengungsi, dan tenda posko yang disalurkan kepada berbagai pihak yang membutuhkan di Nepal. Tim kemanusiaan Indonesia akan melakukan operasi bantuan di Nepal selama satu - dua minggu dan dapat diperpanjang sesuai keperluan yang terjadi di lapangan.

Terkait dengan keberadaan warga Negara Indonesia di Nepal, tim kemanusiaan Indonesia/TKEI telah melakukan koordinasi dan tindak lanjut dengan pihak terkait di Nepal untuk menyelamatkan dan membantu pemulangan WNI. Tim telah mendapatkan data jumlah WNI di Nepal yaitu 97 orang dimana 31 diantaranya menetap di Nepal. Dari jumlah tersebut 53 WNI telah dapat dihubungi dan dalam keadaan baik, 38 WNI sedang berada di luar Nepal dan 6 WNI Iainnya belum berhasil dihubungi. Sebagian WNI telah berada di safe house dan segera dipulangkan ke tanah air, sementara mengenai 6 WNI yang belum ditemukan, tim akan terus berupaya mencari keberadaan mereka. (sumber: Kemlu)