Poco - Poco dan Tari Saman Memenangkan Penghargaan "The Best Folklore Performance Award" Di Korea Selatan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka peringatan 20 tahun hubungan ASEAN dan Republik Korea, Pemerintah Korea Selatan menyelenggarakan ASEAN-Korea Commemorative Summit dengan beberapa side event antara lain Jeju World Culture and Travel Expo yang diselenggarakan di Jeju World Cup Stadium tanggal 29 Mei – 1 Juni 2009. Kegiatan pameran budaya dan pariwisata tersebut diikuti oleh 33 negara, termasuk sepuluh negara anggota ASEAN.
 
Sebagai salah satu pengisi acara dalam kegiatan pameran pariwisata tersebut, KBRI Seoul bekerja sama dengan Indonesia Tourism Office in Korea (ITOK) dan Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) mengirimkan 24 orang anggota tim kesenian Indonesia yang menyandang nama Indonesia-Merah Putih Cultural Performance. Tim kesenian tersebut tergolong unik karena terdiri dari para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Korea Selatan, ditambah para wanita Indonesia yang bersuamikan WN Korea dan WN Asing lain yang kebetulan menetap di Korsel. Hal tersebut sangat berbeda dibandingkan tim negara-negara sahabat lain yang mendatangkan tim kesenian langsung dari negara mereka.
 
Selama pameran pariwisata berlangsung, tim Indonesia-Merah Putih Cultural Performance menampilkan tak kurang dari 8 atraksi kesenian yaitu  Tari Baris Tunggal (Bali), Tari Melayu Modern dan Tari Mak Inang Pulau Kampai (Sumatera), Tari Saman (Aceh), Tari Poco-Poco (Sulawesi Utara), Tari Roro Ngigel (Jawa Tengah), Tari Jaipong (Jawa Barat) dan Pencak Silat.
 
Penampilan tim kesenian tersebut ternyata sangat dinantikan oleh masyarakat Jeju dan pengunjung pameran, terbukti dari berjubelnya penonton yang memadati area di sekitar panggung setiap kali tim Indonesia naik ke pentas. Selain itu, tari Poco-Poco ternyata mampu menggoncang area Jeju World Cup Stadium dan membuat sebagian besar pengunjung ikut turun ke lapangan untuk menari poco-poco bersama tim.
 
Selain tampil di panggung utama, Indonesia-Merah Putih Cultural Performance juga tampil di booth Indonesia dan mengajak pengunjung beriteraksi dalam permainan congklak dan permaian tradisional Indonesia yang lain.
Usaha dan kerja keras Indonesia-Merah Putih Cultural Performance ternyata tidak sia-sia. Pada tanggal 7 Juni 2009, KBRI Seoul mendapatkan kabar dari Jeju Provincial Government dan Korea Travel Fair (KOTFA) sebagai penyelenggara acara bahwa tim kesenian Indonesia tersebut meraih penghargaan “THE BEST FOLKLORE PERFORMANCE AWARD”, bahkan mengalahkan tim kesenian negara-negara ASEAN lain yang didatangkan langsung dari negara mereka. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para pelajar Indonesia, di sela-sela kesibukan mereka menuntut ilmu, ternyata masih memiliki waktu untuk mempromosikan dan mengharumkan tanah air.
***