Duta Besar RI Sebagai Pembicara Utama dalam Seminar on Strategies for Expanding Into Indonesia-Minat Pengusaha Korea Menguat

Pada 28 Mei 2015 Duta Besar RI Seoul telah diundang sebagai pembicara utama dalam Seminar on Strategies for Expanding Into Indonesia yang diselenggarakan oleh Financial Supervisory Service of Korea (FSS). Sebelum acara Seminar, Duta Besar RI telah diterima oleh Gubernur FSS H.E. Zhin Woong-Seob yang menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Duta Besar RI yang telah menyediakan waktu untuk hadir sebagai pembicara Seminar. Selain itu apresiasi juga disampaikan untuk peran dan upaya Duta Besar RI beserta jajaran KBRI Seoul dalam meningkatkan hubungan dan kerjasama industri keuangan Indonesia-Korea Selatan.

KBRI Seoul di bawah Duta Besar RI aktif memfasilitasi penguatan dan peningkatan kerjasama FSS dengan Indonesia di sektor industri finasial. Pada 16 April 2015 Gubernur Korea FSS Zhin Woong-Seob dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas pengawasan di sektor keuangan di Kantor Pusat OJK Jakarta. Kerja sama OJK dan Korea FSS itu dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian kedua otoritas dalam bidang pengawasan dan pengaturan industri jasa keuangan. Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup kegiatan pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas pengawasan kedua otoritas. Melalui pelaksanaan Nota Kesepahaman tersebut, diharapkan dapat ditingkatkan perluasan kegiatan usaha institusi perbankan Indonesia di Korea Selatan dalam waktu dekat

Dalam pertemuan dengan Gubernur FSS tersebut juga dibahas langkah-langkah ke depan untuk memperkuat dan memperluas kerjasama keuangan dengan negara-negara ASEAN. Secara khusus Gubernur FSS menghargai peran dan dukungan Duta Besar RI untuk menggulirkan gagasan ini di kalangan Duta Besar ASEAN. Hal ini menjadi penting mengingat ASEAN akan segera memasuki ASEAN Economic Community pada akhir tahun ini. Duta Besar RI akan mengkoordinasikan gagasan ini dengan Duta Besar negara-negara ASEAN melalui Koordinator ASEAN Comittee in Seoul. H.E. Zhin Woong-Seob juga menyampaikan kepada Duta Besar RI rencana working luncheon FSS dengan Duta Besar RI bersama Chairman of Korea Federation of Banks Mr. Yung Ku HA pada 8 Juni 2015 sebagai upaya lebih memperluas kerjasama sektor keuangan.

Selanjutnya, Duta Besar RI yang didampingi oleh Minister Counsellor Politik/Caretaker Koordinator Fungsi Ekonomi dan Pelaksana Ekonomi menemui sejumlah eksekutif perbankan dan industri keuangan lainnya yang berminat menjalin kerjasama atau pun yang berencana melakukan perluasan bisnis di Indonesia dengan difasilitasi oleh Deputy Governor FSS Mr. Kim Young ki. Beberapa pejabat teras perbankan dan sektor keuangan Korea yang hadir dan sangat serius hendak menjalin kerjasama bisnis atau perluasan usaha di Indonesia diantaranya adalah Executive Director Kiwoom, Senior Vice President Business Management Division Shinhan Bank, President OK! Savings Bank, Managing Director KDB Daewoo Securities, Executive Director Asia Top 10, Lotte, dan Director Apro Service Group.

Duta Besar RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pengusaha sektor keuangan atas rencana mereka menjalin dan memperluas usaha di Indonesia. Duta Besar RI menyampaikan peluang bisnis sektor keuangan di Indonesia serta langkah kebijakan Pemerintah RI di sektor ini seraya menyampaikan kesiapannya untuk membantu para pengusaha sektor keuangan ini jika diperlukan.

Memasuki acara Seminar on Strategies for Expanding Into Indonesia, Duta Besar RI antara lain menyampaikan FSS dan OJK baru saja menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama pada 16 April 2015.  Hal ini membuka opportunity window bagi para pengusaha sektor kuangan Korea untuk menjalin kerjasama dan melakukan usaha di Indonesia. Dipaparkan antara lain update terkini situasi dan perkembangan perekonomian Indonesia. Tingkat pertumbuhan ekonomi dalam semester pertama 2015 masih berada di bawah 5% karena berbagai faktor baik internal seperti tertundanya belanja pemerintah maupun eksternal. Namun demikian confidence lembaga keuangan internasional seperti IMF dan WB terhadap Indonesia sangat  kuat. Duta Besar RI lebih lanjut menyampaikan perkembangan kelompok kelas menengah dan kebijakan Pemri di bidang pembangunan infrastruktur yang merupakan peluang baik bagi pengusaha Korea untuk berbisnis dengan Indonesia.

Perkembangan industri finansial di Indonesia yang sangat baik dan menunjukkan kinerja keuangan yang sangat kuat. Iklim usaha sektor ini semakin kondusif dengan meningkatnya kualitas supervisi dan regulasi dari OJK.

Seminar menampilkan banyak pembicara dari kalangan industri keuangan Korea Selatan mengenai success story mereka dalam melakukan bisnis di Indonesia. tema-tema yang dibahas dalam Seminar diantaranya regulasi supervisi industri keuangan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan ekspansi bisnis, karakteristik pasar perbankan Indonesia dan strategi perluasan, karakteristik bisnis kredit keuangan dan strategi perusahaan sekuritas, karakteristik pasar asuransi dan strategi perluasan.