Duta Besar RI Perkuat Upaya Peningkatan Kerjasama Bilateral pada Industri Finansial dengan Menghadirkan CEO Bursa Efek Indonesia pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry

​Pada 5 Juni 2015, Duta Besar RI telah diundang sebagai pembicara utama pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry yang diselenggarakan oleh Council on International Financial Cooperation atau CIFC. Workshop dihadiri oleh berbagai industri keuangan seperti perbankan, sekuritas dan asuransi. Mengingat minat para pengusaha Korea yang semakin menguat untuk menjalin bisnis di industri keuangan dengan Indonesia, Duta Besar RI menghadirkan Bapak Ito Warsito CEO Bursa Efek Indonesia yang sebelumnya menjabat Chief Financial Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Dalam presentasinya, Duta Besar RI antara lain menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CIFC yang telah menyelenggarakan acara ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini sedikit rendah yang antara lain disebabkan oleh penundaan belanja pemerintah. Jika beberapa tahun sebelumnya, Indonesia masih masuk ke dalam daftar "The Fragile Five" bersama India, Brazil, Turki dan Afrika Selatan, saat ini Indonesia sudah "graduated" dari posisi ini. Kepercayaan lembaga-lembaga keuangan internasional ke Indonesia sangat kuat. Tumbuh dan meningkatnya kelompok kelas menengah di Indonesia dibarengi oleh perluasan pembangunan infrastruktur di Indonesia telah memperluas peluang bisnis di Indonesia.  Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan lebih kuat.

Saat ini industri perbankan di Indonesia sangat baik dan menunjukkan kinerja yang kuat. Kerjasama RI-ROK di bidang industria finansial semakin menguat. Pada hari ini CEO Bursa Saham Indonesia telah menandatangani kerjasama di bidang deposit sekuritas dengan KSD (Korea Securities Depository). Peluang investasi industri finansial di Indonesia terbuka lebar dan mengharapkan para investor memanfaatkan dengan baik peluang ini.
 
Selanjutnya, CEO Bursa Efek Indonesia menyampaikan mengenai proses perubahan dan perbaikan bursa efek indonesia, termasuk pesatnya pertumbuhan trading value dan Initial Public Offering (IPO) di Indonesia. Beberapa sektor yang mencapai market capitalization cukup besar adalah sektor transportasi, perbankan, properti, retail dan pertambangan. Tantangan yang dihadapi Pasar Modal Indonesia adalah terkait bagaimana terus menghasilkan inovasi produk-produk pasar modal yang baru, meningkatkan jumlah investor lokal, meningkatkan awareness tentang investasi pasar modal, peningkatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pasar. Bapak Ito Warsito juga menyampaikan mengenai dinamika kawasan dan ASEAN Economic Community (AEC) serta persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia guna mendapatkan maximum benefit dari AEC 2015.​