Penandatanganan MOU Proyek Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Biomass Limbah Jagung Di Gorontalo Antara Pemerintah Provinsi Corporation

7/17/2009

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
SEOUL
PRESS RELEASE
PENANDATANGANAN MOU PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK BERBAHAN BAKAR BIOMASS LIMBAH JAGUNG DI GORONTALO ANTARA PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO DAN KOREA ENERGY MANAGEMENT CORPORATION
DI SEOUL, 17 JULI 2009
 
 
Pada tanggal 17 Juli 2009 di Seoul, Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad dan Presiden Korea Energy Management Corporation (KEMCO) Mr. Lee Tae-yong menandatangani Agreement on Constructing Power Plant using Biomass in Gorontalo. Kesepakatan ini dicapai setelah diselesaikannya studi pra-kelayakan proyek di Gorontalo. Dengan kesepakatan ini, pihak KEMCO dengan Ecosian Co. Ltd sebagai kontraktor dan sejumlah perusahaan lainnya akan memulai studi kelayakan proyek pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar biomass yang berasal dari limbah jagung dan produk pertanian lainnya.

Pihak Pemerintah Gorontalo dalam hal ini akan menyediakan lahan bagi instalasi pembangkit listrik, memberikan jaminan pasokan biomass serta memfasilitasi prosedur administratif lainnya. Pihak KEMCO dalam kesepakatan ini akan memastikan pendanaan proyek, teknologi dan aspek pembangunan fisik lainnya. Untuk tahap awal, proyek pembangkit listrik berbahan bakar biomass ini memiliki kapasitas 25 MW dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Gorontalo. Sebagai proyek yang tergolong ramah lingkungan dan menggunakan konsep CDM (Clean Development Mechanism) pendanaan proyek ini diharapkan dapat menggunakan sumber-sumber carbon financing yang ditawarkan oleh badan keuangan internasional, negara-negara maju dan sektor swasta internasional sebagai bagian dari upaya global mengurangi emisi gas rumah kaca.

Penandatanganan Kesepakatan dilakukan ditengah-tengah penyelenggaraan Green Business Forum 2009 di Hotel Grand Hyatt Seoul. Forum ini dihadiri oleh kalangan pemerintah, swasta, organisasi internasional dan akademisi dari sejumlah negara dan organisasi terkemuka dunia, antara lain Bank Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP) dan United Nations Development Programme (UNDP), dengan topik utama berupa pengembangan bisnis, industri dan teknologi berwawasan lingkungan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia masa depan.

Kehadiran Gubernur Gorontalo dalam Forum ini dan tercapainya kesepakatan proyek ini memperlihatkan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap pengembangan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan sejalan dengan penanganan isu perubahan iklim di tingkat global dan pada akhirnya diharapkan dapat menjadi pilot project bagi proyek-proyek pembangunan lainnya di Indonesia.