SAFARI Ramadhan KBRI Seoul Daegu, Minggu 21 Agustus 2011

8/21/2011

 

SAFARI Ramadhan KBRI Seoul

Daegu, Minggu 21 Agustus 2011

 

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokkatuh.

Selamat Sore    

Annyong Haseyo

Yang saya hormati Imam Musholla Al Amien Daegu

Seluruh pengurus paguyuban TKI di Daegu dan sekitarnya

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia

 

Mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha  Kuasa atas karunia dan rahmatnya sehingga kita semua dapat berkumpul pada sore hari ini di Musholla Al Amien di kota Daegu yang indah ini. Beberapa bulan yang lalu sekitar bulan Januari, saya menunjungi Daegu dalam rangka kegiatan pelayanan jemput bola yang terakhir kalinya diadakan KBRI Seoul di Daegu dan sekitarnya. 

Memang sejak KUKRI Busan di buka akhir tahun 2010, kegiatan seperti itu telah berkurang dilakukan khususnya di bagian selatan negeri ini, karena fasilitas di KUKRI Busan telah ada untuk pelayanan kekonsuleran.

Namun demikian, pada sore hari ini saya merasa sangat berbahagia untuk bisa datang kembali ke Daegu di bulan baik bulan Suci Ramadhan  ini. Maksud dan tujuan kunjungan kali ini adalah untuk bertatap muka dengan saudara saudara sekalian. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada pengurus Musholla Al Amien serta seluruh ketua paguyuban yang ada di Daegu dan sekitarnya yang telah membantu demi kelancaran acara kita pada sore hari ini. 

Saya juga mengucapkan selamat dan penghargaan kepada saudarasaudara semua yang hadir disini untuk mengikuti acara safari Ramadhan yang dilakukan oleh KBRI Seoul.  Saudara-saudara yang berbahagia Ini adalah bulan Ramadhan ke-3 bagi saya di Korsel ini. Sehari  sebelum tanggal 1 Muharram, saya memaklumkan kepada masyarakat Indonesia yang waktu  itu  hadir  dalam  satu  acara  pembinaan  di  KBRI  Seoul,  bahwa untuk tahun ini saya bermaksud melakukan Safari Ramadhan ke beberapa tempat di Korsel. 

Pada tanggal 7 Agustus, Safari Ramadhan yang pertama diadakan di Musholla  An  Nur  di  Daejon  dihadiri  sekitar  250  jemaah.  Selain  itu  hadir  pula WNA dari Uzbekistan, Rusia, Bangladesh, Pakistan dan lain-lain.  Hal  itu  juga menunjukkan kepada warga negara Asing di Korsel ini bagaimana kita masyarakat  Indonesia sangat memperhatikan persaudaraan bukan hanya sesama WNI tetapi juga dengan WNA lainnya.

Dan pada tanggal 14 Agustus, Safari Ramadhan yang kedua diadakan di Masjid Sayyidina Bilal di Changwon yang merupakan Masjid pertama di Korea yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Masjid ini dibeli dari dana yang berhasil dikumpulkan oleh masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Acara di Changwon tersebut dihadiri oleh kurang lebih 200 orang jemaah.

Saya sebagai Duta Besar RI di Korea Selatan merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat muslim Indonesia di Korea Selatan yang telah mengumpulkan dana untuk membeli Masjid Indonesia di Changwon. Hal tersebut menunjukkan bahwa WNI di negeri ini mampu menjaga kerukunan, kesatuan, persatuan dan persaudaraan di kalangan sesama masyarakat Indonesia.  

Saudara-saudara sekalian 

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang  penting.  Kita  bekerja  dan  tinggal di negeri ini harus senantiasa mengingat bahwa kita berada di negeri orang. Oleh karena itu kita semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk senantiasa mematuhi dan menaati peraturan dan hukum setempat. Tidak henti hentinya saya menghimbau kepada segenap warga masyarakat Indonesia di Korea Selatan ini agar memperhatikan tata tertip serta ketentuan yang berlaku setempat. Demikian pula halnya agar kita semua lebih berhati-hati saat bekerja dan senantiasa menjaga kesehatan.

Akhir akhir ini terdapat banyak musibah yang dialami oleh rekan-rekan  TKI.  Dalam  7 bulan pertama 2011 ini, KBRI Seoul mencatat berbagai musibah di  tempat  kerja dan beberapa di antaranya fatal.

Saya berharap agar rekan-rekan TKI tetap berhati-hati di tempat bekerja, rukun dan menjaga suasana persaudaraan diantara kita, jangan sampai terjadi perselisihan di antara sesama WNI maupun dengan pekerja dari negara lain.

Menurut catatan KBRI Seoul saat ini terdapat sekurang kurangnya  4  orang saudara kita yang terpaksa menginap di penjara Korea karena melakukan perbuatan kriminal yang berat. Mereka ini karena satu dan lain hal lupa diri dan melakukan tindakan kriminal sehingga harus berurusan dengan pihak keamanan dan hukum setempat. Kejadian seperti ini merusak nama baik dan reputasi TKI di Korea Selatan. Mulai dari sekarang kita perlu memperbaiki diri  agar kita dapat memperlihatkan pada masyarakat Korea dan masyarakat asing lainnya di negeri ini bahwa kita adalah masyarakat cinta damai yang memiliki budaya tinggi serta bisa menjaga semangat persatuan dimanapun kita berada

Saudara saudara yang berbahagia,

Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak khususnya otoritas setempat seperti dari kepolisian, HRDK, imigrasi, shelter untuk Tenaga Kerja Asing, dan lain lain yang senantiasa memberikan perhatian dan kerjasamanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia yang ada di Daegu dan sekitarnya.  

Sebelum mengakhiri sambutan ini saya ingin memperkenalkan tim dari  KBRI Seoul yang akan memberikan pemaparan pada saudara saudara  sekalian yang terdiri dari Wakil Kepala Perwakilan, Atase Pertahanan, Kepala Fungsi Politik,   Kepala Unit Komunikasi, Kepala Fungsi Ekonomi, dan Kepala Fungsi Konsuler.

Diskuisi akan dipandu oleh Kepala Fungsi Sosbud. Masing masing  akan memberikan pemaparan selama 10 menit mengenai bidang masing masing. Di akhir pertemuan akan ada sesi tanya jawab dan diharapkan saudara saudara dapat memanfaatkan forum ini sebaik baiknya. Selain itu hadir pula beberapa staff pendukung dari KBRI Seoul untuk membantu kelancaran acara kita pada sore hari ini. 

Akhirnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada teman teman semua yang hadir di sini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan berkat-Nya bagi kita semua. Mohon maaf lahir bathin

Sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufik walhidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

                                                  Daegu 21 Agustus 2011