Duta Besar RI mengadakan pertemuan dengan Kardinal Sarajevo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Uskup Agung Sarajevo Kardinal Vinko Puljic, 21 September 2012 menerima Duta Besar Republik Indonesia di BiH Bapak Subijaksono Sujono. Uskup Agung Sarajevo Kardinal Vinko Puljic mengucapkan terima kasih atas kedatangannya dan H.E. Subijaksono Sujono yang merupakan Duta Besar pertama untuk Indonesia di BiH, dan Kardinal Puljic tahu bahwa kedua negara memiliki hubungan politik yang baik dan akan berusaha untuk memperkuat kerjasama. Indonesia telah menunjukkan bahwa dengan keragaman budaya dan multi-agama dapat hidup rukun hal tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat.


Kardinal mendapat penjelasan
dari Duta Besar Subijaksono Sujono atas perang masa lalu di BiH dan Gereja Katolik memiliki konsekuensi serius. H.E. Subijaksono Sujono mengatakan bahwa Perjanjian Dayton menyebabkan banyak kesulitan karena tidak adanya kesetaraan di antara rakyat Bosnia dan Herzegovina yang multi etnis. Subijaksono Sujono percaya bahwa Gereja dan komunitas religius melalui Dewan antar agama dapat mencari cara agar dapat hidup berdampingan.

 

Kemudian Kardinal mengucapan terima kasih atas kunjungan H.E. Subijaksono Sujono dan berharap misi diplomatik Indonesia sukses di Bosnia dan Herzegovina, Kardinal memberikan kenang-kenangan berupa buku yang diterbitkan oleh Konferensi Wali gereja Bosnia dan Herzegovina dalam bahasa Inggris dengan judul: "naslovom Pastirske, yang berisi pernyataan  Konferensi Bishops dari Bosnia dan Herzegovina (1997-2009 ) dimana ada usulan Uskup EC BH untuk sosio-legal sistem Bosnia dan Herzegovina yaitu:" Bosnia dan Herzegovina - sumber ketidak stabilan dan ancaman terhadap perdamaian anggota Uni Eropa di masa depan "dari 29 Oktober 2005. Kemudian Duta Besar Subijaksono Sujono memberikan kenang-kenangan lambang Indonesia. (KTA)