Lantunan Irama Angklung Mengguncang Chile

​Penampilan Rumah Angklung Indonesia dalam Acara Malam Budaya Indonesia, mendapatkan tepuk tangan meriah dari tamu undangan yang memadati Teatro de Carabineros Santiago, pada hari Kamis malam tanggal 8 Oktober 2015. Suguhan lagu-lagu nasional seperti Bengawan Solo dan Mojang Priangan maupun lagu-lagu populer latin seperti Besame Mucho dan Corazon Espinado berhasil memukau pengunjung dan menghidupkan suasana di teater yang memiliki kapasitas hingga 650 kursi. Lantunan irama bambu yang diiringi suara merdu sang vocalis berhasil mengguncang ruang utama Teatro de Carabineros.   

 
Acara yang mengangkat tema “Una Noche de Angklung/A Night of Angklung” ini, diselenggarakan atas kerja sama antara KBRI Santiago dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pusat Budaya Kepolisian Nasional Chile Carabineros de Chile dan Rumah Angklung Indonesia. Persembahan ini merupakan salah satu misi kebudayaan Indonesia untuk meningkatkan awareness dan ketertarikan publik Chile terhadap Indonesia dan budayanya.

 
Tamu undangan yang terdiri dari kalangan pejabat tinggi Chile, pejabat tinggi Kepolisian Nasional Chile, Duta Besar Asing di Chile, pejabat diplomatik, Organisasi Internasional (OI), pengusaha, akademisi, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Chile ini, semakin menunjukkan kegagumannya saat Rumah Angklung Indonesia membawakan lagu kebangsaan Chile Himno Nacional de Chile dengan sangat fasih.

 
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI untuk Chile, Philemon Arobaya, menyampaikan bahwa pertunjukan ini bertepatan juga dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Chile. Hubungan tersebut terpelihara dengan baik dan didasari pada nilai-nilai persahabatan dan kerjasama yang erat, bukan saja pada tingkat pemerintahan tapi juga hubungan antar masyarakat. Di samping itu disampaikan pula bahwa angklung merupakan instrumen kebanggaan milik bangsa Indonesia yang akan terus dilestarikan.

 
Sementara itu, Pejabat Pusat Budaya Kepolisian Nasional Chile Carabineros de Chile, Colonel Manuel Sepulveda Perez menilai bahwa hubungan antara Indonesia dan Chile kian matang. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya berbagai kesepakatan dan kerja sama antar kedua negara.

 
Selama pertunjukan berlangsung, penonton menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi untuk mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh Rumah Angklung Indonesia, dengan tepuk tangan yang tidak henti-hentinya pada akhir setiap penampilan. Kemeriahan tidak berhenti disitu, semangat penonton semakin dipacu saat berlangsungnya sesi interaktif. Di awal sesi, ratusan penonton berlomba-lomba untuk mendapatkan angklung yang dibagikan oleh panitia. Instruksi dari Kiki Ridzki Irwandi diikuti dengan serius namun ceria oleh penonton. Rumah Angklung Indonesia menutup acara dengan mengajak pengunjung untuk bersama-sama memainkan lagu Besame Mucho.

 
Kelompok Angklung terdiri dari Mohamad Burhan (Angklung Melodi), Sarifudin (Arumba Melodi), Alin Cristelysa Pontoh (Vocalis), Anisyah Linda Sartika (Arumba Pengiring), Aldian Kurniawan (Percussion) dan Kiki Ridzki Irwandi (Angklung Interaktif).

 
Pada saat penutupan tirai panggung yang menandakan berakhirnya seluruh rangkaian acara, para tamu undangan meminta satu lagu tambahan dengan berteriak otra otra/we want more, yang terdengar cukup keras di dalam ruangan. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Rumah Angklung Indonesia dengan memainkan satu lagu tambahan, yang kemudian mendapatkan standing applause di sesi penutupan.

 
Malam tersebut adalah malam kebanggaan Indonesia, karena tidak hanya penampilan angklung yang meninggalkan kesan positif, namun suguhan makanan-makanan khas Indonesia juga berhasil mendapatkan pujian atas cita rasa dan keragaman sajiannya.

 
Penampilan Rumah Angklung Indonesia di Pameran Feria de las Naciones, Peñaflor 9-11 Oktober 2015

 
Indonesia turut andil memeriahkan suasana di Pameran Mancanegara, Feria de las Naciones, yang diselenggarakan di Kota Malloco, Peñaflor (sekitar 33 Km dari Ibu Kota Santiago). Pameran mancanegara tersebut merupakan pameran kuliner dan budaya yang diselenggarakan setiap tahunnya pada awal bulan Oktober.

 
Menyambung penampilan apik di Teatro de Carabineros, angklung Indonesia kembali membahana di Chile. Selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 9 sampai dengan 11 Oktober 2015, getaran melodi angklung yang dimainkan oleh Rumah Angklung Indonesia terdengar menggelegar di sudut-sudut lokasi pameran.

 
Tampil dihadapan ribuan pengunjung dan dengan menggunakan pakaian khas Indonesia yaitu Batik, Rumah Angklung Indonesia mempesona pengunjung dengan menampilkan lagu-lagu dalam negeri antara lain Yamko Rambe Yamko, Rujak Uleg dan Terajana yang kemudian dikombinasikan juga dengan lagu-lagu yang familiar di telinga orang latin seperti Oye Como va dan Quizas. Tidak sedikit pengunjung yang ikut menyanyikan lirik dari lagu Quizas bersama sang vokalis, Alin Pontoh. Penampilan ini berhasil menyita perhatian publik Chile yang memadati area panggung dan tidak henti-hentinya memberikan tepuk tangan. Di samping itu dan sebagaimana pada penampilan sebelumnya, Rumah Angklung Indonesia kembali mem bawakan lagu kebangsaan Chile Himno Nacional de Chile dengan menggunakan angklung, hal tersebut menyebabkan seluruh pengunjung untuk berdiri dan menyanyikannya bersama-sama.

 
Teriakan Bravo dan Viva Chile – Viva Indonesia dari pengunjung selalu mengakhiri pertunjukan Tim Angklung selama 3 hari di Feria de las Naciones.

 
Duta Besar RI Santiago menyampaikan bahwa misi kebudayaan melalui angklung merupakan sarana diplomasi yang efektif guna meningkatkan kesadaran publik Chile terhadap Indonesia. Di samping misi budaya, disampaikan juga bahwa Indonesia melakukan promosi kuliner Indonesia pada Pameran Feria de las Naciones tahun 2015 ini. Selama pameran tersebut berlangsung, stall makanan Indonesia dibanjiri oleh pengunjung yang mencicipi kelezatan makanan khas Indonesia seperti sate, bihun, bakwan goreng dan nasi goreng.    

 
Sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 2011, Indonesia setiap tahunnya berhasil mendapatkan predikat sebagai salah satu peserta terbaik berdasarkan penilaian pengunjung. Hal-hal yang dinilai adalah kekayaan hasil kerajinan tangan dan kulinari serta aksi panggung dengan pementasan seni budaya.