Chile

​COUNTRY PROFILE
CHILE
 
 
 
Nama Negara             : Republica de Chile
Ibukota                        : Santiago
Merdeka Tahun          : 1810
Hari Nasional              : 18 September (Fiesta Patria)
Lagu Kebangsaan       : Himno Nacional de Chile
Kepala Negara            : Michelle Bachelet
Menteri Luar Negeri    : Heraldo  Muñoz
Bahasa            Resmi  :  Spanyol
Agama                          :  70% Katolik
                                        15% Protestan
                                          8,3% Ateis
                                         0.03% Islam
                                         6,67% Lain-lain
Mata Uang                  : Peso Chile ($)
                                      (1 US$ = 620 Pesos  per 22 Juni 2015)
Luas Negara              : 756.102 km2
Jumlah Penduduk       : 16.341.929 (2014)
Etnis suku                   : 1,6 juta (sensus 2014)
GDP/Kapita                 : US$ 19.887
Laju Inflasi                   : 3,0 % (Estimasi  2015)
Suku Bunga                : 3 % (Maret 2015 )
Ekspor Utama             : Tembaga, buah-buahan, wine, buah anggur,tepung ikan,selulosa
 
Geografi
Chile terletak di sebelah Barat Daya Benua Amerika Selatan diantara pegunungan Andes dan Samudra Pasifik. Bagian Utara berbatasan dengan Peru, bagian Timur berbatasan dengan Argentina dan Bolivia, bagian Barat berbatasan dengan Samudra Pasifik sedangkan bagian Selatan dengan Kutub Selatan. Chile merupakan salah satu negara terpanjang di dunia yang memiliki garis pantai 4.300 km dengan lebar 180 km membujur dari Utara ke Selatan. Chile juga mengklaim sebagian daerah Antartika seluas kurang lebih 2.006.626 km sebagai wilayahnya. Ibukota Santiago berada di tengah wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan Andes berada 543 meter di atas permukaan laut dan terletak 100 km dari pantai. Chile dibagi dalam 15 region. Daftar Region dan Ibu Kotanya adalah sebagai berikut:
 
NO.
REGION/PROVINSI
IBU KOTA
I
TARAPACÁ
IQUIQUE
II
ANTOFAGASTA
ANTOFAGASTA
III
ATACAMA
COPIAPO
IV
COQUIMBO
LA SERENA
V
VALPARAISO
VALPARAISO
VI
O’HIGGINS
RANCAGUA
VII
MAULE
TALCA
VIII
BIOBIO
CONCEPCION
IX
ARAUCANIA
TEMUCO
X
LOS LAGOS
PUERTO MONTT
XI
AYSEN
COYHAIQUE
XII
MAGALLANES
PUNTA ARENAS
XIII
METROPOLITANA
SANTIAGO
XIV
LOS RIOS
VALDIVIA
XV
ARICA
ARICA
 
SEJARAH
Masa kolonisasi Bangsa Spanyol
Masa Penjajahan dimulai dengan datangnya ekspedisi Spanyol yang dipimpin oleh Diego Almagro pada tahun 1536. Pusat kekuasaan Spanyol pada saat itu berada di Peru. Spanyol mendengar dari suku Inka bahwa di Selatan Chile terdapat kandungan emas. Ternyata ekspedisi ini tidak menemui emas dan kemudian kembali ke Peru. Namun seorang Kapten muda bernama Pedro de Valdivia penasaran dan meminta ijin penguasa di Peru untuk kembali ke Chile tahun 1541. Sejak itulah Chile pertama kali berhubungan dengan dunia barat. Pada tanggal 18 September 1810, sekelompok rakyat Santiago dengan pelopornya Miguel Carrera mengumumkan kemerdekaan penuh Chile dari tahta Spanyol. Akan tetapi di tahun 1814 s/d 1817 para pendukung kerajaan Spanyol kembali berhasil menguasai Chile dan periode ini disebut sebagai periode kebangkitan.
 
Masa Perjuangan Kemerdekaan
Pada tanggal 18 September 1810, sekelompok rakyat dari Santiago memutuskan untuk membuat pemerintah sendiri. Gerakan kemerdekaan mulai menampakkan bentuknya dengan munculnya seorang militer muda bernama Jose Miguel Carrera. Dia membentuk angkatan bersenjata yang tangguh terhadap serangan gencar dari Peru dan juga berhasil menyusun konstitusi politik dan membuat Bendera Nasional pertama Chile. Kemudian pada tanggal 1 dan 2 Oktober 1814 tentara Carrera dikalahkan di Rancagua dan pasukannya mundur dan bergabung dengan pasukan Gubernur Cuyo, Jose de San Martin untuk melawan kekuatan kerajaan. Pemimpin pasukan Chile ini adalah Bernardo O’Higgins. Pada musim panas tahun 1817, pasukan dari Andes menyeberangi pegunungan dan berhasil memukul mundur pasukan kerajaan dalam perang Chacabuco. Beberapa bulan kemudian, pada 5 April kemenangan atas pasukan kerajaan spanyol oleh Jenderal San Martin dalam perang di Maipo telah mengakhiri perang kemerdekaan Chile untuk selamanya.
 
 
 
POLITIK
 
Politik Dalam Negeri
Berdasarkan konstitusi negara tahun 1980, Chile adalah negara Republik. Presiden Republik adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang dibantu para Menteri. Presiden dipilih secara langsung melalui pemilu untuk masa jabatan 4 tahun, dan tidak dapat dipilih kembali pada periode berikutnya.
Kekuasaan legislatif berada ditangan Kongres Nasional, yang terdiri dari senat yang beranggotakan 38 orang dan parlemen yang terdiri dari 120 anggota parlemen (Camara de Diputados).
Sistem pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Dasar tahun 1980 adalah Negara Kesatuan yang dibagi ke dalam Región/Provinsi yang terdiri dari 15 Region/Provinsi dengan Ibukota Santiago.
Kemudian Región/Provinsi dibagi menjadi beberapa Komuna.
-     Region dipimpin oleh “Intenden” yang diangkat oleh Pemerintah.
-     Pemerintah Komunal dipimpin oleh Walikota. Walikota dipilih oleh rakyat melalui pemilu Munisipal.
 
Politik Luar Negeri
Kebijakan politk luar negeri Chile ditujukan untuk meningkatkan kerjasama  politik dan keamanan internasional serta turut memelihara perdamaian internasional. Dalam pelaksanaannya, Chile berpijak pada empat komponen penting yaitu dialog politik, kejasama ekonomi, dan perdagangan, menghormati hasil konsensus dan mendukung gagasan pembentukan dunia yang multipolar. Untuk mencapai tujuan-tujuan yang menjadi kepentingan nasionalnya, Chile melaksanakan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri dengan menjalin hubungan dengan semua bangsa dan negara dalam rangka diversifikasi hubungan ekonomi. Dalam masalah terorisme, meskipun Chile saat ini tidak menghadapi ancaman terorisme, namun sejak serangan 11 September 2001, pihak kepolisian aktif melakukan pencegahan, mencari informasi dan mewaspadai penetrasi kelompok teroris di Chile. Pada tahun 2002 Chile bersama Peru dan Argentina telah membentuk pengaturan keamanan “tripartit” di perbatasan guna mendeteksi beroperasinya kelompok Hizbullah Palestina. Chile juga membekukan rekening bank dan aset-aset yang diduga milik kelompok tersebut. Pemerintah Chile juga terus memperkuat perlindungan terhadap kedubes-kedubes asing di Chile terutama yang bersekutu dengan Amerika Serikat, disamping mengadakan koordinasi dengan kepolisian negara-negara tetangga untuk melakukan penjagaan yang lebih ketat di daerah-daerah perbatasan.
 
Hubungan Bilateral Indonesia dan Chile
 
Politik
Hubungan Diplomatik  Indonesia  – Chile telah berlangsung selama 50 tahun sejak tahun 1965. Sejak 24 Februari 2015 KBRI Santiago dipimpin oleh Duta Besar LBBP RI, Drs. Philemon Arobaya  yang bertugas atas nama Pemerintah Indonesia di Wilayah Chile.
Menurut catatan hubungan  diplomatik RI – Chile telah dilakukan dengan dibukanya hubungan kekonsularan pada tahun 1964. Ketika Presiden Soekarno  menerbitkan surat Tauliah bagi Sr. Florencio Ortúzar Barros sebagai Konsul Kehormatan RI untuk Chile. Hubungan diplomatik dimulai bulan September 1965 dan dirangkap dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Buenos Aires, Argentina, sedangkan Kedutaan Besar Chile di Jakarta dibuka tahun 1967. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago  dibuka tahun 1991. Sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral, kedua negara telah menandatangani “Memorandum of Understanding Between of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Chile on the Establishment of Bilateral Consultacions” di Santiago tanggal 25 Maret 2002 yang masih terus berlaku hingga saat ini.  Pertemuan FKB ke-3 telah dilaksanakan di Bali pada tanggal 24 Mei 2011.
Hubungan baik antara kedua negara ditandai dengan saling kunjung pada tingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan pejabat tinggi. Presiden Chile, Ricardo Lagos Escobar ke Jakarta tanggal 28 – 29 April 2004. Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Santiago, Chile tanggal 18 – 21 November 2004 dalam rangka menghadiri Pertemuan para Pemimpin Ekonomi APEC ke-12. Kedua negara juga telah saling memberikan dukungan kepada pencalonan masing-masing untuk keanggotaan pada berbagai badan/organisasi internasional. Indonesia dan Chile yang juga sesama anggota G-15, G-77, GNB dan APEC terutama dalam rangka meningkatkan kerjsama ekonomi antar negara berkembang. Kedua negara juga dalam keikutsertaan dalam Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC).
Hubungan Bilateral RI-Chile terus menunjukkan peningkatan, didukung oleh  kebijakan luar negeri kedua negara yang memiliki visi yang sama, yaitu  penghormatan terhadap keutuhan  dan integritas sebuah negara yang berdaulat dan terhadap kepemimpinan yang sah dan demokrasi, pengembangan demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, partisipasi aktif pada forum internasional dan regional masing-masing dalam rangka meningkatkan perdamaian dunia dan pembangunan ekonomi, lingkungan hidup,  perlindungan terhadap warganegara yang berada di luar negeri.
Ditingkat Legislatif, Indonesia-Chile telah membentuk Kelompok Kerjasama Antar Parlemen Indonesia – Chile pada tanggal 21 April 2011 yang mendorong terciptanya program-program persahabatan antar parlemen Indonesia – Chile.
EKONOMI
Pengelolaan makro ekonomi Chile dilakukan secara konservatif dan hati-hati (Prudent) dengan mengedepankan pula pengawasan ketat menyangkut penerapan peraturan ekonomi dan perdagangan. Hasilnya antara lain ekonomi nasional yang berdaya tahan dan berdaya saing cukup tinggi. Hal ini juga didukung oleh kepastian hukum, tingkat korupsi rendah, transparansi, dan stabilitas politik-keamanan. Jika dibandingkan dengan negara-negara Amerika Latin lainnya, kinerja ekonomi Chile merupakan salah satu negara Amerika Latin yang menganut sistem ekonomi pasar dalam negeri bagi produk impor dan mendorong persaingan sehat.
 
Pertumbuhan perekonomian Chile selama 3 tahun terakhir berfluktuasi, yaitu 4,2% (2013), 1,9% (2014) dan diperkirakan 3% (2015). Pada tahun 2014 pertumbuhan perekonomian Chile merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Namun masih dapat dikatakan jauh lebih baik dibanding negara-negara tetangganya seperti Argentina dan Brazil. Pada tahun 2013 Chile menduduki peringkat ketiga yang mempunyai pertumbuhan perekonomian terbaik di wilayah Amerika Latin, pertama Paraguay (11%), Peru (6,3%) dan Chile (4,9%). Tingkat inflasi dalam tiga tahun terakhir tercatat, yaitu 7,4% (2013), 4,6% (2014) dan diperkirakan sebesar 4% (2015). Rendahnya tingkat inflasi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian mengalami penurunan yang cukup drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya;
 
PDB per-kapita Chile merupakan yang tertinggi di wilayah Amerika Latin, PDB per kapita nominal Chile tercatat USD 18.419,- (2012), sebesar USD 19.474,- (2013 ) dan sebesar USD 20.598,- (2014), diperkirakan pada tahun ini naik menjadi USD 23.769,-. Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2014 ditetapkan Gaji Minimal Pekerja sebesar CLP 225.000,- (USD 365,-), untuk periode Juli 2015 ditetapkan sebesar CLP 241.000,- (USD 391,-) dan periode tahun 2016 naik menjadi CLP 250.000,- (USD 406,-), nilai tersebut belum termasuk belum tunjangan wajib, yaitu tunjangan asuransi kesehatan dan tunjangan dana pensiun serta tunjangan-tunjangan tambahan seperti tunjangan keluarga, tunjangan asuransi kecelakaan kerja, tunjangan pendidikan, dsb.;
 
Chile merupakan salah satu negara yang mempunyai Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) terbanyak di dunia, mencapai 63 negara dengan 4,2 milyar jiwa penduduk dan dari berbagai blok atau perkumpulan perekonomian dunia, seperti : Canada (1996), Mexico (1998), Amerika Tengah (Costa Rica 1999, El Salvador 2000, Honduras 2005, Guatemala 2007 dan Nicaragua 2011), Uni Eropa (27 negara 2002), Amerika Serikat (2003), Korea Selatan (2003), EFTA (Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss, 2003), China (2005), Pasifik 4 (Brunei, Selandia Baru dan Singapura, 2005), Panama (2006), Colombia (2006), Peru (2006), Jepang (2007), Australia (2008), Turki (2009), Malaysia (2010), Vietnam (2013) dan Thailand (2014). Disamping itu Chile memiliki Perjanjian Pembebasan Tarif Terbatas dengan India, Cuba dan Venezuela serta Perjanjian Penghapusan Pajak Berganda dengan 25 negara. Selain itu Chile juga sebagai anggota negara-negara OECD dan “Trans-Pacific Strategic Economic Partnership Agreement” bersama dengan Selandia Baru, Singapura dan Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Australia dan Peru;
 
Hubungan ekonomi bilateral Indonesia – Chile selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang positif. Kedua negara senantiasa mengupayakan promosi dan meningkatkan hubungan perekonomian, khususnya dibidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Produk-produk Indonesia yang banyak dibutuhkan dan diimpor oleh masyarakat Chile adalah batu bara, kain dan pakaian, sepatu dan tas, peralatan elektronik dan listrik, komponen dan suku cadang kendaraan bermotor, bahan-bahan makanan (rempah-rempah, rumput laut, teh, kopi, coklat, mentega dan minyak kelapa sawit, sari buah tropis, tembakau, dsb), peralatan rumah tangga dan muebel, alat-alat tulis dan kertas, mainan anak-anak dan peralatan olah raga, dsb. Sedangkan produk dari Chile yang banyak diekspor ke Indonesia adalah tembaga, biji besi, bubur kayu/selulosa, buah-buahan segar sub tropis (apel, kiwi, anggur, dsb), minuman anggur, ikan salmon, minyak ikan, susu bubuk, dsb.
 
Pada tahun 2014 neraca perdagangan luar negeri Chile tercatat sebesar USD 148,995 milyar, dari jumlah tersebut nilai ekspor mencapai USD 76,648 milyar dan nilai impor sebesar USD 72,347 milyar. Pada tahun 2013 saldo neraca perdagangan tercatat sebesar USD 8,56 milyar. Mitra utama perdagangan luar negeri adalah China (23%) dan sisanya adalah Amerika Serikat, Uni Eropa dan Mercosur. Produk andalan ekspor Chile adalah berbagai jenis hasil tambang, produk pertanian, peternakan dan perikanan. Sebesar 91% produk yang diimpor Chile adalah hasil kerjasama FTA, hanya sebesar 7% produk didatangkan dengan bea masuk impor, yaitu berasal dari Rusia, Indonesia, Philipina, dsb;
 
Volume Perdagangan Indonesia-Chile masih berada pada nilai sekitar USD 400 juta dan dari tahun ke tahun mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan perekonomian dunia. Namun demikian defisit dalam neraca perdagangan bilateral berada dipihak Indonesia.
 
Neraca Perdagangan Indonesia-Chile Tahun 2012 s/d 2015
 
Tahun
 
2012
2013
2014
Januari s/d Maret 2015
Volume
USD 395.054.000,-
USD 416.770.000,-
USD 420.950.000,-
 
Ekspor
USD 219.970.000,-
USD 185.829.000,-
USD 216.986.000,-
USD 17,699.000,-
Impor
USD 175.084.000,-
USD 230.941.000,-
USD 203.964.000,-
USD 39.859.000,-
Saldo
(-)USD 44.886.000,-
USD 45.112.000,-
(-) USD 13.022.000,-
 
 
Pada bulan Maret 2009 Kementerian Perdagangan RI secara resmi telah membuka ITPC Santiago. Keberadaan ITPC Santiago sangat membantu KBRI Santiago dalam mempromosikan produk-produk andalan ekspor Indonesia dan membantu masalah-masalah yang dihadapi para pengusaha Chile yang melakukan hubungan dagang dengan para pengusaha Indonesia. Kerjasama terus dijalin dalam meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Chile;
Tim Terpadu (JSG/Join Study Group) Indonesia-Chile telah menyelesaikan tugasnya untuk mengevaluasi dan menganalisa manfaat dan kemungkinan pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua negara. Chile terus mendesak agar secepatnya memulai perundingan secara formal, sementara Indonesia menyatakan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu dengan semua pihak terkait di dalam negeri. Wujud pembentukan kerjasama bilateral tersebut adalah IC-CEPA;
POTENSI DAN PERMASALAHAN EKONOMI 
Saat ini kebijakan perekonomian Chile diarahkan ke kawasan Asia Pasifik khususnya wilayah Asia Tenggara yang mempunyai potensi-potensi pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya Indonesia. Chile telah mempunyai Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Brunei, Singapura, Malaysia, Thailandia dan Vietnam, tetapi belum mempunyai Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Indonesia;
 
Keberadaan dua Daerah Bebas Pajak di Chile, yaitu Zona Franca Iquique dan Zona Franca Punta Arenas merupakan pintu masuk bagi Indonesia untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara tetangga di wilayah Amerika Latin, seperti Peru, Bolivia, Argentina, Brazil, Paraguay dan Uruguay. Produk-produk yang banyak diperdagangkan di kedua daerah bebas pajak tersebut pada umumnya berasal dari Asia, seperti China, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan sebagian kecil dari Indonesia;
 
Chile dapat dikatakan sebagai negara yang cukup stabil dalam hal politik, ekonomi dan sosial budaya serta cukup aman dibanding dengan negara-negara tetangganya. Indikator perekonomian cukup tinggi meskipun dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan akibat bencana alam dan dampak krisis perekonomian dunia. Chile mempunyai sarana infrastruktur yang sangat baik untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan masyarakatnya cukup konsumtif serta mempunyai daya beli yang tinggi;
 
Chile banyak menerima Dana Investasi Asing dari berbagai negara-negara maju dan industri, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat,  Canada,  Jepang, China dan beberapa negara tetangga lainnya, seperti Brazil, Peru dan Colombia. Investasi pada umumnya disektor pertambangan, energi, perbankan dan infrastruktur. Tercatat sejak tahun 1990 hingga Juni 2013 nilai investasi asing telah mencapai USD 86,058 milyar. Sedangkan nilai investasi Chile ke luar negeri tidak terlalu besar dan pada umumnya dilakukan ke beberapa negara tetangga, yaitu pada sektor jasa, sektor perindustrian dan energi serta pembelian surat-surat berharga di bursa saham internasional. Dalam lima tahun terakhir nilai investasi Chile ke luar negeri mencapai USD 30,32 milyar;
 
Pertumbuhan perekonomian Chile cukup stabil dan positif serta terus mendorong persaingan yang sehat dalam meningkatkan kemajuan dan cukup transparan dalam menerapkan sistem peraturan administrasi publik. Chile mempunyai profil yang cukup baik di dunia, hal tersebut dapat dibuktikan dengan laporan-laporan yang dimuat berbagai institusi internasional. Posisi Chile selalu berada diperingkat yang jauh lebih tinggi dibanding dengan negara-negara tetangganya, yaitu: posisi Doing Business oleh Bank Dunia (peringkat ke-32 dari 185 negara, tahun 2012), Global Investment Trends Monitor oleh UNCTAD (negara di Amerika Latin yang paling banyak menerima dana investasi asing), Indeks Inovasi Global/GII 2012 (peringkat ke-39 dari 50 negara), Indeks Global Food Security (peringkat ke-26 dari 107 negara), PembangunanTeknologi Informasi dan Telekomunikasi oleh UTI (peringkat ke-51 dunia atau kedua di Amerika Latin), Negara Maju Berkembang yang mempunyai resiko terendah dari pengaruh dan ancaman perekonomian dunia oleh Bloomberg (peringkat ke-7 dari 27 negara), Negara Produsen Minuman Anggur Terbesar Dunia oleh OIV (peringkat ke-7), Indeks Kompetitas oleh IMD (peringkat ke-31), Negara yang mempunyai harga bahan bakar minyak termahal dibanding negara-negara maju atau industri oleh IEA, Global Retail Development Indeks 2014 (peringkat tertinggi dalam pengembangan sektor retail di wilayah Amerika Selatan),    ; 
 
Selama menjadi anggota OECD sejak tahun 2010, Chile mendapat penilaian-penilaian, sebagai berikut:
-    Peringkat ke-5 sebagai negara yang menerima investasi asing tertinggi;
-    Peringkat ke-31 sebagai negara yang mempunyai pertumbuhan taraf hidup tertinggi;
-    Peringkat ke-2 sebagai negara tang mempunyai biaya atau tarif pesawat selular termahal;
-    Negara yang paling banyak memberikan kredit perbankan bagi pengusaha kecil dan menengah;
-    Negara yang mengalami kenaikan tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir;
-    Negara yang mempunyai perbedaan pendapatan yang cukup tinggi antara penduduk kaya dan miskin.
 
Tahun 2012 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Chile tercatat sebanyak 3.41.621 orang. Rata-rata pengeluaran yang dilakukan wisatawan asing  selama berada di Chile sebesar USD 603,-, sedangkan kunjungan bisnis sebesar USD 844,-. Devisa yang diterima dari sektor pariwisata mencapai USD 2,559 milyar. Daerah wisata yang banyak diminati wisatawan asing adalah ibukota Santiago, kota wisata pantai Viña del Mar dan pelabuhan Valparaiso, kota wisata danau Puerto Varas dan pelabuhan Puerto Montt. Chile menduduki peringkat ke-3 sebagai negara yang banyak dikunjungi wisatawan asing di wilayah Amerika Latin, setelah Brazil dan Argentina.
Pada tahun 2013 tercatat jumlah wisatawan asing sebanyak 3.569.744 orang. Sedangkan pada semester pertama wisatawan Chile yang berwisata ke luar negeri mencapai 1.480.015 orang dan devisa yang dikeluarkan mencapai USD 1,176 milyar. Untuk meningkatkan mutu jasa pelayanan pariwisata, pemerintah Chile telah memberikan sertikat terhadap 6.600 pengusaha/perusahaan disektor pariwisata. Untuk periode Januari s/d Agustus 2014 tercatat sebanyak 2.376.000 orang. Wisatawan asing yang berkunjung ke Chile adalah warga Argentina, Bolivia, Brazil, Peru, Amerika Serikat, Colombia dan negara-negara Uni Eropa.
 
PENERANGAN, SOSIAL DAN BUDAYA
 
Latar belakang pembentukan kebudayaan Chile dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Suku Mapuche dan Suku Aymara sangat dominan dalam mempengaruhi pengembangan kebudayaan penduduk asli. Sementara itu, faktor eksternal sangat kental dengan tradisi dan kebiasaan yang diturunkan oleh Kerajaan Inka dan Kerajaan Spanyol.
Walaupun demikian, kultur di Chile sering dikategorikan sebagai homogen baik dari sesi etnik maupun budaya. Dibandingkan dengan negara-negara lain di Amerika Latin, Chile tidak memiliki masalah dengan munculnya konflik identitas budaya regional.
Selanjutnya, sekitar abad ke-19 kehidupan sosial budaya Chile semakin berkembang dengan kedatangan kelompok imigran yang besar dari Eropa (Jerman, Kroasia, Perancis, Belanda dan Swiss), Timur Tengah (Lebanon, Palestina, Syria dan Yahudi) dan Asia (Jepang, Korea dan India). Pengaruh Spanyol dan Eropa umumnya sangat terasa dalam semua aspek kehidupan masyarakat Chile seperti demokrasi, media, pendidikan, agama, kesehatan, dll.
Karakter bangsa Chile tercermin salah satunya adalah melalui tari-tarian yang digemari yaitu tarian yang lincah dan dinamis. Tarian Folklor yang sering ditampilkan pada kegiatan/acara tertentu adalah tarian Cueca yang mirip tarian tradisional dari negara-negara Amerika Latin lainnya. Dalam hal musik, masyarakat Chile gemar terhadap irama-irama lincah khas latin yang bercampur juga dengan irama musik popular dan modern seperti pop, disko dan rock.
Menurut sumber data Instituto Nacional de Estadística/Badan Pusat Statistik Chile, sampai dengan tahun 2014, penduduk Chile berjumlah 17.819.054 jiwa dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang cukup berimbang. Menurut Pemerintah Chile, pada tahun 2050, jumlah penduduk Chile diproyeksikan meningkat menjadi 20.204.779 jiwa yang terdiri dari 9.904.861 laki-laki dan 10.299.918 perempuan. Rasio pertumbuhan penduduk hanya sekitar 0,45% per tahun.
Bangsa Chile merupakan kelompok etnis Mestizo (campuran Spanyol dengan suku asli Amerika 39,3%), Eropa (Selain Spanyol dan suku asli 52,7%) dan suku asli Amerika (sebesar 8,1%). Sekitar 89% dari masyarakat Chile beragama Katolik. Walaupun Konstitusi Chile tidak berdasarkan pada agama Katolik, namun Pemuka Agama Katolik sangat berperan dan mendominasi kehidupan politik, sosial-budaya Chile. Di samping itu, Chile juga merupakan negara dengan toleransi beragama yang sangat kuat dan dilindungi oleh Undang-Undang. Sampai saat ini tidak ada konflik sosial yang terjadi karena masalah agama.
Secara umum kehidupan beragama di Chile sangat harmonis. Setiap orang mempunyai hak menganut salah satu agama atau tidak menganut agama sama sekali. Menurut sensus penduduk tahun 2012, 67% dari penduduk Chile mengaku beragama Katolik, 16% beragama Protestan, 11,5% mengaku Ateis dan selebihnya antara Muslim, Hindu, Budha dan dari kelompok spiritual lainnya.   
Valparaíso merupakan kota budaya dan memiliki salah satu pelabuhan terpenting di Chile. Pada tahun 2003 Valparaíso dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO karena kekayaan arsitektur kolonial dan warisan budaya. Parlemen Chile berkedudukan di Valparaíso, dan jarak antara Santiago dan Valparaíso sekitar 120 Km.
Kebebasan Pers
Pemerintah Chile memberikan kebebasan kepada media selama hal tersebut tidak merugikan kepentingan nasional. Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Organik mengenai Pers.
Sistem pers di Chile dapat dikatakan mandiri, bebas dan aktif serta dijamin oleh konstitusi. Kondisi tersebut jauh berbeda saat Chile dipimpin oleh Jenderal Agosto Pinochet yang mengekang kebebasan pers dan media massa. Kini pers dan media massa bebas dan mandiri untuk secara rutin mengkritisi pemerintah dan meliput berbagai isu sensitif, termasuk korupsi, pelanggaran HAM dan lainnya.
 
Pemerintah hanya sebagai regulator (pengatur) dan pers diberi kebebasan dalam menyampaikan informasi. Law on Freedom of Opinion and Information and the Practice of Journalism yang berlaku pada tanggal 18 Mei 2001 menghapus ketentuan Pasal 6(b) mengenai kewenangan hakim melarang peliputan pers pada acara sidang pengadilan.