Sistem Pers di Yaman

7/30/2009

Sistem Pers di Yaman
I. Sistem Pers Setempat dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pers
 
Gambaran Umum
  1. Yaman masih digolongkan negara termiskin di dunia Arab dan menduduki peringkat 151 dari 177 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/ HDI tahun 2008). Ruang bagi hak menyatakan pendapat, hak mendapatkan informasi masih menghadapi tantangan karena 48% dari penduduk Yaman hidup dibawah garis kemiskinan dan kekuasaan terpusat di Sana’a, Aden dan Taiz serta sisanya sebanyak tiga perempat dari 23 juta penduduknya hidup di daerah pedesaan. Disamping itu, hanya sedikit media massa yang sirkulasinya menjangkau daerah pedesaan. 
  2. Tingkat buta huruf di kalangan dewasa mencapai 50% dan untuk kaum perempuannya mencapai angka 65% serta proporsi buta huruf di daerah pedesaan lebih parah daripada daerah perkotaan. Namun, hambatan utamanya adalah, karena pemerintah kurang menghormati dan menjaga hak mengemukakan pendapat dibandingkan dengan sejumlah negara miskin lainnya yang masih memiliki akses terhadap radio independen, sementara di Yaman, akses ini tidak ada mengingat pemerintah memonopoli media siaran (termasuk radio).
  3. Konstitusi Yaman yang diadopsi tahun 1994, secara eksplisit menjamin hak mengemukakan pendapat dan di antaranya adalah Pasal 41 yang menyatakan: “setiap warganegara memiliki hak untuk berpartisipasi di bidang politik, ekonomi, sosial dan kehidupan sosial. Negara akan menjamin kebebasan berpendapat baik dalam bentuk tulisan, pidato dan berekspresi dengan gambar sesuai koridor hukum yang berlaku”. Dengan demikian, kebebasan berpendapat menjadi tidak tak terbatas.
  4. Konstitusi Yaman juga menjamin hak-hak lainnya yang terkait dengan kebebasan berpendapat, seperti hak untuk berserikat di bidang politik, bidang profesi dan serikat buruh/ pekerja sebagaimana halnya di bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan dan bidang-bidang terkait lainnya (Pasal 57). Namun, ketentuan ini harus dijalankan sesuai Konstitusi. Suatu formulasi yang kabur mengingat mengandung beragam interprestasi.

    Legislasi Pers Nasional
  5. UU No. 25 mengenai Pers dan Penerbitan Tahun 1990 memberlakukan ketentuan ketat dalam membatasi kebebasan pers dan mengatur hukum pidana bagi wartawan. Pada pasal 103 dinyatakan sejumlah batasan yang harus dipatuhi oleh insan pers di antaranya adalah larangan untuk mencetak, mempublikasikan, mengedarkan ataupun menyiarkan: kritik terhadap kepala negara ataupun mengambil gambarnya, kecuali bila diambilnya saat kepala negara berpidato; sesuatu yang merendahkan moral umum ataupun merendahkan martabat seseorang atau mengancam kebebasan seseorang; sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi Yaman, mengancam kesatuan nasional atau mendistorsi citra Yaman, Arab dan budaya Islam.
  6. Bagi yang melanggarnya dapat dikenakan denda ataupun pidana penjara maksimun setahun dan tidak menutup kemungkinan dapat diperberat berdasarkan ketentuan hukum lainnya (Pasal 104) dan diadili oleh badan yang dinamakan “Press and Publication Prosecutor’s Office” yang dibentuk tahun 1993. Bentuk hukuman lainnya berupa, penutupan/ pembekuan kantor media massa, penyitaan copy harian dan pelarangan untuk berpraktek jurnalistik. Bulan Juni 2004, Presiden Saleh mendukung upaya penghapusan Pasal 104 di atas dan walaupun tengah ada upaya mengganti UU Pers Tahun 1990 dengan RUU yang baru, ketentuan diatas masih tetap berlaku dan sejumlah wartawan ada yang telah ditahan.
  7. Sebagaimana dinyatakan dalam pendahuluan, tren positif kebebasan berpendapat mengalami kemunduran pasca peristiwa 11 September 2001. Hal ini tercermin pada peringkat kebebasan pers dunia, Yaman menduduki peringkat 103 dari 168 negara tahun 2002 dan tahun 2006 menduduki peringkat ke-140.
  8. Kondisi Dunia Pers: Monopoli Negara dan Sensor. Yaman masih memonopoli terhadap penyiaran radio dan penyiaran televisi dan belum ada dari pihak swasta. Keadaan ini memberikan dampak bagi sekitar 75% penduduk Yaman yang hidup di daerah pedesaan dan sebagian besar masih buta huruf. Dengan demikian, siaran radio dan televisi merupakan satu-satunya sarana berita bagi mereka.
  9. Dalam tahun-tahun terakhir, media cetak mengalami perkembangan yang cukup baik dan jumlahnyapun mengalami peningkatan. Tren ini cukup menggembirakan bilamana dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya khususnya dengan negara berkembang di dunia Arab, namun sirkulasinya masih terbatas di ibu kota, Sana’a, Aden dan Taiz yang dihuni oleh sekitar ¼ penduduk Yaman. Dalam kaitannya dengan Yaman, kebebasan pers secara umum sampai dengan pertengahan tahun 2007 cukup memprihatinkan mengingat telah dikeluarkannya peraturan yang dapat memenjarakan wartawan dan masih adanya ancaman. Kasus penyerangan/ ancaman terhadap wartawan meningkat tajam. Beberapa di antaranya telah sampai di meja pengadilan dan sistem hukum yang berlaku kurang dapat melindunginya.
    Profil Media Cetak dan Elektronik Yaman. Media Cetak
  10. Yaman memiliki puluhan media cetak harian, tabloid mingguan dan beberapa majalah. Namun sebagian besar merupakan media cetak dengan oplah kecil dan terbatas serta milik parpol-parpol oposisi dan independen, sedangkan koran dengan oplah besar umumnya dikuasai oleh pemerintah.
  11. Dari puluhan media cetak tersebut yang rutin terbit dan memiliki pembaca cukup besar dari berbagai segmen, adalah:
    • Harian Al-Thawrah
      Berbasis di ibu kota Sana’a merupakan harian terbesar di Yaman yang berada di bawah naungan Departemen Penerangan dan corong pemerintah serta  sekaligus media untuk menghujat koran-koran oposisi yang mengkritik kinerja pemerintah. Sebagai koran terbesar, meskipun lebih banyak digunakan sebagai corong pemerintah, namun variasi berita yang dimuat menjadikannya sebagai koran nomor satu yang dibaca oleh warga setempat. Percetakan yang dimilikinya merupakan yang tercanggih di Yaman sehingga koran-koran oposisi dan independen umumnya juga dicetak di Al-Thawrah.
    • Harian Al-Jumhuria
      Harian terbesar kedua yang berbasis di kota Taiz, yaitu bekas ibu kota Yaman pada masa dinasti Imam. Harian ini berada dibawah Departemen Penerangan sebagai corong pemerintah dan penyebarannya lebih banyak dikonsentrasikan di wilayah selatan. Al-Jumhuria juga memiliki percetakan sendiri dimana sebagian koran oposisi dan independen yang terbit di wilayah selatan dicetak di percetakan Al-Jumhuria.
    • Tabloid 26 September (mingguan)
      Surat kabar ketiga terbesar yang terbit sekali seminggu berbasis di ibu kota Sana’a yang dikelola oleh Angkatan Bersenjata (AB) Yaman dan termasuk corong pemerintah meskipun memiliki slogan ‘AB Milik Rakyat’. Seringkali dijadikan rujukan oleh media lainnya terutama dalam pemberitaan dalam negeri yang dinilai penting dan sensitif karena memiliki akses langsung kepada Presiden dan pejabat-pejabat tinggi negara lainnya.
    • Tabloid Al-Ayyam (tiga kali seminggu)
      Harian independen yang berbasis di Aden, sering menyuarakan sikap parpol oposisi dan mengeritik kebijakan pemerintah. Karena itu, beberapa wartawannya acapkali diteror oleh aparat keamanan.
    • Tabloid Al-Shahwa (mingguan)
      Artinya adalah kebangkitan, milik parpol oposisi Islam Al-Islah yang berbasis di ibu kota Sana’a. Sebagaimana koran oposisi lainnya, Al-Sahwa dimanfaatkan untuk menyampaikan program partai disamping sarana untuk mengkritik kebijakan/ kinerja pemerintah. Al-Sahwa disegani pemerintah dan parpol lainnya karena Al-Islah adalah parpol oposisi utama yang memiliki kursi terbesar kedua di parlemen dan ketuanya adalah tokoh ‘kabilah’.
    • Al-Thawry
      Artinya adalah revolusioner, merupakan harian oposisi yang terbit sekali seminggu yang menjadi corong Partai Sosialis Yaman (YSP). Sebelum perang saudara, harian sangat berpengaruh di wilayah selatan. Seiring dengan kalahnya ketua YSP sebagai Wapres, maka pengaruh koran tersebut juga berangsur-angsur surut. YSP adalah parpol oposisi terbesar kedua setelah Al-Islah yang memiliki 53 kursi di parlemen sebelum perang saudara. Harian ini lebih banyak dijadikan sarana mengecam kinerja dan kebijakan pemerintah.
    • Al-Mitsaq
      Al-Mitsaq/ Piagam adalah media milik partai berkuasa General People Congress (GPC) yang menjadi corong pemerintah dan diterbitkan secara terbatas serta umumnya hanya dibaca oleh kalangan internal GPC.
    • Yemen Post
      Harian Yemen Post pertama kali diterbitkan dalam bentuk surat kabar pada 02 November 2007 dan didirikan oleh Hakim Almasmari (current Publisher and Editor in Chief). Saat ini, sekitar 1000 lembaga/ institusi menerima harian Yemen Post setiap hari Minggu. Disamping itu, harian Yemen Post juga didistribusikan ke sejumlah negara tetangga Yaman, kemudian ke Eropa dan Amerika Serikat. Format harian Yemen Post sejak 16 Februari 2009, berubah menjadi berwarna dan menyerupai bentuk tabloid (a full colored, top of the art tabloid format). Adapun websitenya: http://yemenpost.net/
    • Yemen Times (dua kali seminggu) – berbahasa Inggris
      Harian independen berbahasa Inggris pertama di Yaman yang banyak dijadikan rujukan oleh warga asing yang tidak memahami bahasa Arab. Isinya  lebih banyak mengkritik kinerja dan program pemerintah sehingga termasuk media yang “tidak mendapat restu”’ pemerintah.
    • Yemen Observer (mingguan) – berbahasa Inggris
      Koran mingguan independen berbahasa Inggris yang terbit sejak sekitar empat tahun yang lalu dan ditargetkan sebagai tandingan ‘Yemen Times’ karena meskipun termasuk media independen, namun nampak sering sebagai pendukung terselubung kebijakan pemerintah.
    • Yemen Today
      Majalah Yemen Today adalah media terbaru yang diterbitkan oleh the Yemen Observer Publishing House di Sana`a, dan diterbitkan pada September 2007. Majalah bulanan ini terbit ditujukan untuk menjawab kebutuhan para pembaca/ konsumen yang menginginkan bentuk berita/ informasi yang mendalam (in- depth news) dan berita terkini lainnya. Selain itu, umumnya media massa hanya meliput berita-berita politik dan sedikit member perhatian pada berita di luar politik. Sementara majalah Yemen Today, bertujuan memberitakan informasi yang komprehensif, dengan juga meliput berita-berita bisnis, kemasyarakatan, kebudayaan/ budaya, dan sejarah/ heritage disamping juga berita politik.
  12. Media Elektronik. Media elektronik di Yaman sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah (Departemen Penerangan) karena belum ada media elektronik swasta dan oposisi. Dewasa ini, Yaman memiliki tiga saluran TV, yaitu saluran satu satelit di ibu kota Sana’a, Sheba TV dan Yemenia TV. Saluran TV Yemania adalah tampilan baru TV Yaman saluran dua yang berpusat di Aden. Adapun saluran TV Sheba berisikan program pendidikan, kepemudaan dan pariwisata dan diharapkan akan menampung segala aspirasi kaum muda dan akademisi. Kedua saluran TV tersebut diresmikan tanggal 19 Maret 2008 oleh Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.
  13. `Radio Republik Yaman` dipancarkan dari Sana’a dengan cabang-cabangnya di sejumlah propinsi besar dan sepenuhnya menjadi media pemerintah. Pemerintah Yaman tidak melakukan pembatasan bagi penduduknya untuk mendapatkan akses informasi global sehingga jaringan internet tumbuh subur hingga ke pedesaan, begitu pula halnya penggunaan antena parabola untuk menangkap berbagai macam saluran TV dari negara-negara asing. Dalam era globalisasi ini arus informasi media elektronik masuk ke Yaman dengan deras secara bebas. Sejumlah stasiun TV Arab terutama Al-Jazeera, Al-Arabiya, MBC, TV Dubai memiliki koresponden di Yaman.
  14. Organisasi Kewartawanan. Organisasi kewartawanan di Yaman adalah Yemeni Journalist Syndicate (YJS) yang merupakan organisasi independen dan seringkali berseberangan dengan pemerintah. Meskipun penguasa sering mencoba untuk mengintervensi terhadap YJS, namun organisasi tersebut tetap mempertahankan ke-independen-nya. Selain YJS, Yaman juga merupakan kantor pusat `Regional Word Journalist Organization` untuk kawasan Arab.
  15. Kantor Berita Nasional/ Asing. Kantor berita nasional Yaman adalah SABA yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai sumber utama pemberitaan di Yaman. Hampir semua pemberitaan dalam negeri yang dimuat oleh media massa setempat khususnya yang pro-pemerintah dikutip dari SABA. Selain itu, kantor-kantor berita internasional terkemuka seperti Reuters, AFP, UPI, AP dan Xinhua seperti halnya sejumlah kantor berita negara-negara Arab, SANA (Suriah), QNA (Qatar), WAFA (Palestina), MENA (Mesir), SPA (Arab Saudi) juga memiliki koresponden di Yaman.
 
II. Hubungan  Bilateral dengan Indonesia
Hubungan dan Kerjasama Penerangan Indonesia-Yaman
  1. Hubungan kedua negara sangat erat karena dilandasi kaitan historis-relijius dan emosional yang telah terjalin antara kedua bangsa sejak beberapa abad yang lalu. Namun untuk mengisi hubungan erat tersebut perlu diupayakan peningkatan hubungan di berbagai bidang lainnya termasuk hubungan penerangan.
  2. Peliputan Media Massa Yaman tentang Indonesia. 17. Guna lebih mengenalkan Indonesia kepada masyarakat khususnya potensi  ekonomi Indonesia kepada pelaku usaha di Yaman, pada Sabtu tanggal 31 Oktober 2009 (selama 5 hari di Jakarta), KBRI Sana’a telah memberangkatkan dua orang wartawan Yaman (dari harian Yemen Observer dan dari harian Al-Thawrah) ke Jakarta yang salah satunya bertujuan meliput penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2009 (TEI 09) di Jakarta yang beritanya telah dimuat pada harian Yemen Observer edisi 14 November 2009. Selain itu, di harian Yemen Today seringkali memuat tulisan dari Terry Lacey yang memberitakan berbagai aspek kehidupan di Indonesia yang secara umum isinya relatif baik.