Santri, Pelajar, dan Masyarakat Indonesia di Yaman peringati HUT RI ke-67

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Staf KBRI beserta Santri, pelajar, dan masyarakat Indonesia di Yaman melaksanakan upacara penaikan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67 di halaman Wisma Duta Besar. Upacara berjalan dengan lancar dan khidmat.
 
Upacara penaikan bendera merupakan puncak dari serangkaian kegiatan memperingati HUT RI ke 67 oleh KBRI Sana'a. Sebelumnya, telah dilaksanakan pertandingan berbagai cabang olah raga bagi pelajar, mahasiwa, santri dan masyarakat Indonesia di Yaman. Kegiatan akan dilanjutkan dengan Syukuran Masyarakat  Indonesia  pada 1 Syawal 1433/19 Agustus 2012 bertepatan dengan perayaan Idul Fitri di Wisma Duta Besar,  dan diakhiri dengan Resepsi Diplomatik pada awal September 2012.
 
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Yaman antara lain menyampaikan agar peserta upacara dapat meningkatkan rasa cinta dan rasa bangga pada bangsa dan tanah air Indonesia, lebih meningkatkan kemampuan diri, dan lebih meningkatkan daya juang dalam menghadapi segala tantangan kedepan.
 
Duta Besar RI untuk Yaman selanjutnya mengingatkan kepada 1.700 generasi penerus bangsa yang saat ini sedang menuntut ilmu di Yaman untuk secara lebih serius menimba segala ilmu yang diajarkan di tempat mereka belajar dan selanjutnya ketika kembali ke tanah air dapat mengimplementasikan dan mendarmabaktikan pengetahuannya kedalam kehidupan kemasyarakatan yang sebenarya.
 
Sebelum mengakhiri sambutan, Dubes RI untuk Yaman menyampaikan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  berikut:
 
"Sudah saatnya kita bersiap diri untuk sebuah peran baru di abad ke-21 ini. Tantangan yang kita hadapi di abad ini, tidaklah semakin ringan. Namun jika kita bekerja dan terus bekerja, semua itu akan dapat kita lalui Kita perlu melakukan penataan terhadap perspektip kita dalam mengelola perubahan dan pembangunan. Jika kita bersama-sama dengan sangat serius melakukan koreksi dan perbaikan, kita dapat mencapai presetasi yang lebih tinggi lagi.” 
 
"Kita dapat memetik pelajaran dari pengalaman, kekeliruan, dan kesalahan di masa silam, agar tidak terulang kembali. Kita juga punya bayangan tentang apa yang peril kita luruskan, saat ini dan di masa depan. Yang mungkin masih kita perlukan adalah rasa percaya diri bahwa kita sendirilah yang semestinya menentukan masa depan kita. Kita sendiri yang akan menentukan masa depan yang hendak kita wujudkan.”