Resepsi Diplomatik KBRI Sana’a Memperingati HUT RI ke-67

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 12 September 2012, pukul 13.00 s/d 15.00 waktu Sana’a, bertempat di Grand Hall Room, Movenpick Hotel-Sana’a, KBRI Sana’a menyelenggarakan resepsi diplomatik memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-67. Resepsi dihadiri 230 tamu, yang terdiri dari para pejabat Pemerintah Yaman, khususnya Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Dr. Sa'duddin Bin Thalib sebagai Guest of Honour, para Duta Besar, anggota perwakilan asing di Sana’a dan perwakilan organisasi internasional, para pengusaha, tokoh masyarakat dan berbagai tamu undangan lainnya.

Resepsi Diplomatik ditandai dengan memperdengarkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan lagu kebangsaan Yaman "Al-Naseed Al-Watani Al-Yamani", pemotongan kue serta sambutan oleh Duta Besar dan Guest of Honour, kemudian diakhiri dengan jamuan santap siang bersama.

Dalam sambutan, Duta Besar Nurul Aulia antara lain menyampaikan bahwa pedagang Hadhramaut telah ratusan tahun menginjakkan kakinya di nusantara Indonesia untuk berdagang dan ikut menyebarkan Islam di nusantara. Paling tidak 5 dari 9 Waliyullah penyebar Islam di Indonesia berasal dari Yaman. Mereka mengembangkan Islam dengan damai, santun, dan akhlak yang mulia tanpa kekerasan. Saat ini sekitar 9 juta keturunan Hadhrami berada di Indonesia, termasuk keluarga Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Dr. Sa'duddin Bin Thalib, masih terdapat di Indonesia. Disisi lain, dewasa ini semakin banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman. Pada waktu awal penugasan Dubes Aulia, Mei 2008, jumlah pelajar Indonesia baru 700 orang, saat ini jumlah tersebut telah menjadi sekitar 1,800 orang khususnya di al-Mukalla dan Tarim. Dalam waktu dekat ini akan datan lagi sekitar 160 orang mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang akan belajar di Universitas al-Ahqaf, al-Mukalla, Hadaramaut. Modal ini kiranya dapat terus dijadikan sebagai penguat hubungan kedua negara;
 
Indonesia pernah mengalami krisis politik dan ekonomi yaitu ketika terjadi krisis keuangan yang menimpa Asia Tenggara pada 1997. Indonesia adalah salah satu negara yang paling berat menanggung akibatnya. Ujungnya adalah terjadi perubahan politik pada 1998. Seluruh sektor kehidupan di Indonesia mengalami penurunan, Indonesia mengalami krisis multidimensional yang sangat berat. Namun, perlahan seiring dengan kerja keras semua lapisan, dewasa ini Indonesia tumbuh menjadi salah satu negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan memiliki kinerja ekonomi yang baik. Selain itu, Indonesia juga dapat menyandingkan antara demokrasi dan Islam, bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang berujumlah 240 juta adalah beragama Islam;

Pemerintah Indonesia telah mengagendakan pembangunan ekonomi secara merata demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia. Hal ini tidak mudah, karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Salah satu malasalah yang rumit adalah membangun konektivitas antar pulau yang jumlahnya mecapai 17.000 lebih. Selain itu Indonesia saat ini dihadapkan pada 3 (tiga) tantangan besar yaitu korupsi, terorisme, dan narkotika. Ketiga tantangan tersebut telah dijadikan sebagai ‘kejatahan luar biasa (extra ordinary crime)’ dan Pemerintah Indonesia berusaha secara maksimal mengatasi ketiga kejahatan tersebut.

Duta Besar RI Yaman menyampaikan ucapan selamat dengan keberhasilan Yaman menyelesaikan krisis politik secara damai dalam kerangka Prakarsa Teluk dan keberhasilan pelaksanaan konferensi negara donor/Yemen Consultation Group Conference di Riyadh minggu yang lalu. Semoga hal tersebut dapat mempercepat pemulihan kembali berbagai sendi kehidupan dan menuju Yaman yang damai dan sejahtera.

Sementara itu, Menteri Bin Thalib antara lain menyampaikan ucapan terima kasih kepada KBRI Sana’a yang telah mengundang beliau hadir pada resepsi diplomatik Indonesia dan merupakan kehormartan dan sangat senang dapat mewakili pemerintah Yaman menghadiri resepsi tersebut. Dalam kunjungannya terakhir ke Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara pada Idul Fitri lalu, Menteri Bin Thalib merasakan dan melihat betapa kebudayaan Arab Hadhrami ikut mempengaruhi dan mewarnai kehidupan di negara tersebut. Hubungan yang lama antara Yaman dan Indonesia hendaknya dapat dimanfaatkan, dikembangkan dan dikonkritkan dalam berbagai bentuk kerjasama bilateral yang menguntungkan kedua negara, terutama di sektor dagang dan ekonomi.

Resepsi diplomatik  merupakan penutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-67 tahun 2012 di KBRI Sana'a, di mana sebelumnya KBRI telah mengadakan sejumlah kegiatan meliputi Pertandingan Olahraga, Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, dan Temu Masyarakat bersamaan  dengan acara Halal bi Halal Idul Fitri 1433 H. Dengan selesainya 4 (empat) kegiatan utama ini, rangkaian kegiatan memperingati HUT RI ke-67 di KBRI Sana’a telah berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Pelaksanaan resepsi diplomatik menjadi perhatian masyarakat setempat dan telah diliput dan dimuat dalam surat kabar Yemen Times (13/9) dengan judul “Indonesian Embassy Marks 67th Anniversary of Independence With Luncheon, Celebration”.