Kunjungan Tim Lintas Kementerian di KBRI Sana'a

Tim Lintas Kementerian yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Y. Kristiarto Legowo dan beranggotakan Kepala Biro Perlengkapan dan Plt. Direktur  Harmonisasi Peraturan Pemerintah Kementerian Keuangan telah berkunjung ke Perwakilan Republik Indonesia untuk Yaman berkedudukan di Salalah, Kesultanan Oman pada tanggal 2-3 Juli 2015.

Kunjungan merupakan rangkaian dari peninjauan langsung oleh Tim Lintas Kementerian ke sejumlah perwakilan rawan dan berbahaya untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan kebutuhan staf perwakilan RI. Eskalasi konflik pada April 2015 telah menyebabkan kerusakan pada kantor KBRI Sana’a. Menyusul konflik bersenjata yang masih berkecamuk di Yaman, Pemerintah telah memindahkan operasional KBRI Sana’a ke Salalah guna keselamatan seluruh staf Perwakilan dan sekaligus mendukung proses evakuasi WNI. Tercatat sejumlah 2.341 WNI telah berhasil dievakuasi dari Yaman sejak September 2014.  Pertemuan juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kesultanan Oman, Sukanto.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal menyampaikan penghargaan Menteri Luar Negeri kepada seluruh staf KBRI Sana’a atas dedikasinya dalam penugasan di daerah konflik tersebut. Dari kunjungan ini diharapkan dapat diketahui keperluan khusus perwakilan RI di daerah rawan dan berbahaya sesuai dengan sifat tantangan yang dihadapi di negara akreditasi yang potensial dapat mengganggu pencapaian tugas dan misi perwakilan.

Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi beserta segenap jajaran KBRI Sana’a menyambut dengan semangat atas kunjungan Tim dan sekaligus menyambut baik keputusan pusat untuk merelokasi operasional KBRI Sana’a, Yaman ke Salalah, Kesultanan Oman berdasarkan pertimbangan aspek keamanan. Duta Besar Wajid Fauzi juga memaparkan dinamika kondisi politik dan keamanan terkini di Yaman. Secara khusus telah pula dijelaskan tantangan terkait dengan kelanjutan proses evakuasi WNI.

Tim juga berkesempatan melihat kantor sementara KBRI Sana’a yang terletak di Salalah yang merupakan kota kecil di perbatasan Yaman dengan Oman  dan mencatat adanya sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi agar pelaksanaan misi Perwakilan RI Sana’a dapat terlaksana secara efektif.​