Indonesian Batik Show

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dipenghujung tahun 2009, serta ditengah-tengah persoalan dalam negeri yang cukup berat yang dihadapi pemerintah Yaman, terutama masalah keamanan dalam negeri Yaman, KBRI Sana’a menyelenggarakan promosi budaya Indonesia dengan mempromosikan batik Indonesia di kota Sana’a pada tanggal 26 dan 27 Desember 2009 serta di Kota Kedua Terbesar di Yaman yaitu kota Aden pada tanggal 29 Desember 2009. Penyelenggaraan promosi batik ini diadakan bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan Yaman.
Dalam acara pagelaran ini, KBRI Yaman menampilkan pembatik Bpk. Bambang Sumardiyono dan NY. Cici Sumardiyono sebagai designer batik Nakula Sadewa dari Sleman Yogyakarta, fashion show pakaian batik yang dibawakan oleh pramugari-pramugari Indonesia yang bekerja untuk Yemen Airways, serta mahasiswa Indonesia yang sedang belajar ilmu Islam di Yaman, menampilkan tarian jaipongan dan tari Panji Semirang dari Bali, workshop dan demo tentang cara membuat batik yang melibatkan para undangan yang hadir termasuk Menteri Kebudayaan Yaman.
Dalam acara tersebut diserahkan juga cendera mata dari Dubes untuk Menteri Kebudayaan Yaman. Diakhir acara diadakan bazaar/penjualan batik untuk para pengunjung.
Acara pagelaran di Kota Sana’a di hadiri oleh sekitar 200 undangan yang memenuhi Gedung Pusat Kebudayaan Yaman, antara lain hadir Menteri Kebudayaan Yaman , Dr. Muhammed Abu Bakr Al-Maflahi, para Dubes asing beserta istri, beberapa pejabat pemerintah Yaman, para pengusaha dan kalangan pendidikan di Sanaa’a.
Dalam sambutannya Dubes menyampaikan antara lain tentang perkembangan batik sejak beberapa abad lalu, yang bersentuhan dengan penyebaran Islam di Indonesia, batik juga mempunyai karakter dan punya arti khusus bagi pemakainya, disinggung tentang penetapan UNESCO yang mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia, pemakai batik sudah mendunia antara lain dipakai oleh Nelson Mandela, bahkan Ibunda Barack Obama juga mempunyai koleksi batik yang disimpan di Museum Washington. Dubes juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Kebudayaan Yaman atas bantuan dan kerjasama yang baik sehingga terselenggara acara ini. Sementara itu dalam sambutan balasannya Menteri Kebudayaan Yaman menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap KBRI atas kerjasama yang telah terjalin baik selama ini. Hubungan Indonesia dan Yaman sudah berlangsung sangat lama, hubungan agama dan budaya telah menjadi perekat hubungan kedua bangsa. Kegiatan promosi budaya Indonesia ini sebagai bukti eratnya hubungan kedua nagara dan bangsa dan kegiatan KBRI Sana’a kali ini seakan-akan menjadi penutup rangkaian promosi kebudayaan asing sepanjang tahun 2009 di Sana’a. Karena sebelumnya telah ada kegiatan promosi budaya negara lainnya seperti Jepang, China, dll. Menteri Kebudayaan Yaman juga mengharapkan keikutsertaan KBRI dalam events kebudayaan di tahun 2010, khususnya dalam pagelaran “Tareem sebagai Kota Budaya Islam ” yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2010.
Pagelaran di Kota Aden diadakan di Lobby utama Aden Mall bekerjasama dengan Mr. Khaleed GM Aden Mall. Acara ini khusus diadakan untuk public/pengunjung Mall Aden. Namun demikian hadir pada acara ini, Wakil Gubernur Aden, Ketua Kadin Provinsi Aden, Wakil Ketua Aden Free Zone. Pengunjung membludak ketika acara dimulai dengan menampilkan live music yg dibawakan oleh staf KBRI dan mahasiswa Indonesia di Yaman, fashion show pakaian batik muslim yang dibawakan oleh Istri Dubes RI Sana’a dan juga Ibu-Ibu DWP KBRI Sana’a, demo membuat batik dan penyerahan kenang-kenangan dari Dubes kepada GM Aden Mall. Pagelaran live music, fashion show dan demo batik ini mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari para pengunjung Mall. Para pengunjung terutama kawula muda yang tampak agak histeris dan bergoyang sambil melambai-lambaikan tangan menyambut Band KBRI Sana’a tidak mau beranjak dan minta tambahan lagu-lagu walaupun acara sudah berakhir. Akhirnya setelah dibawakan kembali lagu-lagu Arab dan Indonesia, akhirnya penonton merasa puas dan meminta di foto bersama peragawati/peragawan. Diantara para pengunjung tersebut ternyata sebagian adalah anak-anak muda Sana’a yang sedang berlibur di Aden.
Hubungan Indonesia- Yaman yang diketahui masyarakat Yaman sudah berlangsung sangat lama dan cukup erat telah menambah atmosfir pagelaran menjadi semakin hangat dan hidup. Acara seperti ini disamping untuk mempromosikan budaya dan kesenian Indonesia juga bertujuan untuk memasarkan pakaian batik di Yaman. Acara ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan budaya kedua bangsa. Pagelaran promosi budaya ini mendapat liputan dari media masa setempat.
Promosi budaya yang diadakan di Negara seperti Yaman ini yang sangat ketat dalam pengamalan agama serta tradisi Arabnya dan juga dalam situasi keamanan yang sangat ketat, karena adanya ancaman pengeboman di tempat-tempat strategis di kota Sana’a oleh teroris Al-Qaeda dan pemberontak Al-Houthi, merupakan suatu perjuangan dan tantangan tersendiri bagi KBRI Sana’a agar bagaimana budaya kita bisa diterima dan di apresiasi oleh masyarakat Arab Yaman tersebut.
Pengamatan KBRI, masyarakat Yaman nampaknya sangat haus akan hiburan, haus berkesenian dan menginginkan perubahan kearah pergaulan yang lebih luas beragam. Dalam rangka meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan budaya, KBRI Sana’a dimasa mendatang akan lebih memfokuskan lagi kepada kegiatan promosi ekonomi dan budaya di Negara akreditasi dengan memanfaatkan berbagai kerjasama baik dengan kalangan pemerintah maupun dengan kalangan swasta, baik di Yaman maupun di Indonesia.
Sebagai catataan dari pagelaran di Aden Mall tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Aden, Tn Ahmed Al-Dlula’I, yang sangat terkesan dengan acara dimaksud, secara khusus meminta kepada Dubes RI agar pemerintah Indonesia bersedia memberikan pelatihan praksis seperti lokakarya pembuatan batik dan keterampilan lainnya bagi anak-anak muda di Provinsi Aden.
Dari kegiatan ini diharapkan selain untuk lebih mempertegas batik sebagai warisan budya Indonesia juga dapat lebih mempererat hubungan budaya dan saling pengertian antara kedua bangsa serta mempromosikan nilai keekonomian batik yang menurut salah seorang pengunjung bahwa pada masa – masa lalu batik cukup dikenaal terutama di wilayah selatan Yaman termasuk Aden.