Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Sana’a, 17 Agustus 2014

8/17/2014

 

?Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi, Salam sejahtera semoga Allah Swt. selalu limpahkan bagi kita semua, seluruh bangsa Indonesia.

Yang saya hormati, tokoh masyarakat Indonesia, 

Yang saya  hormati, dan saya banggakan seluruh Warga Negara Indonesia di Yaman, para santri, Pelajar dan Mahasiswa Indonesia, para expatriat, diaspora, dan para Staf KBRI, Saudara-saudara hadirin sekalian yang saya muliakan,

 

Marilah kita bersyukur kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun  ke-69 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, dan juga atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita, masih diberi kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sejenak menundukan kepala, mengenang kembali perjuangan dan jasa, para pahlawan bangsa yang telah mendahului kita, seraya berdoa, semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan kasih sayang dan ampunan-Nya, menempatkan arwah kusuma bangsa di tempat terbaik di sisi-Nya, serta kepada  kita semua dikaruniai taufiq, hidayah, dan kekuatan dalam melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan, mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera.

 

Perjalanan perjuangan bangsa Indonesia,  dalam kurun waktu 69 tahun, telah mengalami pasang surut,  melalui berbagai rintangan dan perubahan, yang semuanya bertujuan mewujudkan Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih makmur.  

 

Bangsa Indonesia bertekad untuk dapat membangun ekonomi yang kuat, demokrasi yang stabil dan berkualitas, serta peradaban bangsa yang maju dan unggul. Hasil nyata perjuangan tersebut antara lain, pada tahun 2014 ini Indonesia telah menjadi anggota negara G-20, yaitu kelompok negara-negara  dengan kekuatan ekonomi  20 terbesar di dunia.

 

Ini menandakan bahwa posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia sudah melangkah jauh.  Indonesia tidak lagi melihat proses keputusan ekonomi dunia dari luar atau dari pinggiran, kini kita ikut bertanggungjawab membuat keputusan ekonomi global. Oleh karena itu,  tidak ada alasan bagi kita menjadi bangsa yang rendah diri, yang mengharapkan belas kasihan negara lain, orang lain,  dan terkadang gemar menyalahkan dunia atau negara lain atas segala permasalahan yang terjadi.

 

Marilah kita pastikan,  bahwa kita, seluruh masyarakat Indonesia di Yaman, apapun pekerjaan kita, hendaknya mampu berperan dalam mewujudkan kemajuan Bangsa Indonesia, pada saat ini, maupun  di masa depan. 

 

Hadirin, saudaraku masyarakat Indonesia yang berbahagia,

 

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2014 ini merupakan tahun pergantian kepemimpinan nasional. Pada tanggal 9 April, rakyat Indonesia, termasuk WNI di Yaman, berbondong-bondong memilih para wakil rakyat yang akan duduk di lembaga-lembaga legislatif, dan pada tanggal 9 Juli, rakyat Indonesia memilih calon presiden dan wakil presiden untuk periode tahun 2014 – 2019. Insya Allah pada bulan Oktober yang akan datang Indonesia telah memiliki presiden dan wakil presiden yang baru. Semoga Allah Swt. senantiasa memberi petunjuk dan membimbing para pemimpin baru Indonesia, dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak, Ibu, saudara-saudari warga negara Indonesia yang telah ikut serta memberikan hak pilih dalam Pemilu 2014 ini, dan tidak lupa ucapan terima kasih dan perhargaan saya sampaikan kepada PPLN Yaman beserta seluruh jajaran KPPSLN, atas dedikasi yang telah dicurahkan sehingga pelaksanaan Pemilu di Yaman berjalan dengan baik.

 

Berkaitan dengan itu semua, maka tema yang telah ditetapkan pemerintah pada peringatan HUT ke 69 kemerdekaan RI ini adalah: “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera”.

 

Tema tersebut mengamanatkan pesan secara tegas hendaknya seluruh komponen bangsa Indonesia, pemerintah dan masyarakat, harus bersatu padu, bekerja sama memantapkan kelanjutan tingkat kestabilan negara di bawah pemerintahan baru guna mewujudkan secara nyata, kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

 

Kita semua hendaknya terus meningkatkan rasa cinta dan rasa bangga pada Indonesia, bekerja keras meningkatkan kemampuan diri, menuntut ilmu yang bermanfaat, guna meningkatkan daya juang dan daya saing dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul di masa mendatang, dengan tidak lupa, selalu mengedepankan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Kemajemukan merupakan hakikat bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Oleh karena itu, perbedaan tidak serta merta dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Jalan  dialog hendaknya menjadi pilihan utama ketika terjadi gesekan dan ketidaksepahaman antar satu kelompok dengan lainnya.

 

Hadirin saudaraku masyarakat Indonesia yang berbahagia,

 

Makna Kemerdekaan yang kita peringati ini, tidak hanya membebaskan kita dari penjajahan, namun sesungguhnya kemerdekaan adalah sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih unggul dan lebih bermartabat. Kemerdekaan hendaknya juga harus mendorong semangat kita untuk bekerja lebih keras, belajar lebih tekun, sebagaimana semangat para pejuang melawan penjajah.


Saat ini terdapat sekitar 4000 orang WNI tinggal di Yaman, sebagian besar adalah para pelajar, mahasiswa dan santri yang belajar Ilmu Agama Islam di berbagai lembaga pendidikan. Untuk memastikan agar kita mampu berperan dalam mewujudkan kemajuan bangsa, maka kepada seluruh masyarakat Indonesia di Yaman hendaknya mampu menempatkan diri dan bersikap secara tepat.

 

Tidak bosan-bosan saya menghimbau untuk kesekian kalinya, hendaknya masyarakat Indonesia:

 

 1.  Selalu memelihara rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia, mengedepankan kerukunan, bersatu padu, seperti susunan bahan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain, mengutamakan rasa kebangsaan, dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan santun, yang menjadi ciri utama karakter bangsa Indonesia.

  2.  Menimba segala ilmu  yang bermanfaat dengan rajin dan bersungguh sungguh agar ketika ketika kembali ke tanah air,  dapat mendarma baktikan pengetahuannya  dalam mewujudkan kehidupan masyarakat  Indonesia  penuh damai.

  3. Sebagai tamu di negeri Yaman, hendaknya menjadi tamu yang baik, yakni tamu yang mentaati peraturan yang ada. Bersikap netral, tidak menempatkan diri pada pihak tertentu, jika terjadi benturan kepentingan internal antara berbagai kelompok dan komponen masyarakat Yaman. Disamping itu, senantiasa menjaga kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan keamanan dimanapun berada. 


  4.  Merujuk Pidato Kenegaraan Presiden, 15 Agustus 2014, beliau antara lain berpesan:

a.    Kita harus menjaga semangat ke-Indonesia-an,  yakni semangat persatuan, toleransi, kesantunan, pluralisme/kebhinekaan, dan rasa cinta kemanusiaan.

 

Oleh karena itu, Pemerintah dengan tegas menolak penyebaran paham yang ekstrim di tanah air yang tidak mengindahkan semangat ke-Indonesia-an tersebut, apapun namanya, karena hal itu bertentangan – dan bahkan sangat berbahaya – bagi jati diri bangsa Indonesia.


b.       Presiden Republik Indonesia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga momentum positif pada HUT ke-69 Kemerdekaan Indonesia ini, dimana Indonesia kini telah tampil menjadi demokrasi yang besar, ekonomi yang kuat, dan menjadi anggota masyarakat internasional yang disegani.

 

Indonesia telah mampu membuktikan kepada dunia bahwa, demokrasi, Islam dan modernitas dapat tumbuh bersama; kita bisa menunjukkan bahwa konflik dapat diselesaikan secara damai dan demokratis; kita bisa bangkit dari berbagai krisis yang beruntun menerpa kita, dan kita bisa memperlihatkan bahwa bangsa yang majemuk seperti kita juga dapat menjadi bangsa yang rukun.

 

   Hadirin, saudaraku masyarakat Indonesia  yang berbahagia,

 

Perjalanan mewujudkan cita-cita kemerdekaan masih panjang. Perjuangan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih baik dan sejahtera, mewujudkan Indonesia sebagai baldatun thayibatun wa rabbun ghafur akan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Oleh karena itu, Jiwa dan semangat para pahlawan bangsa, hendaknya mengilhami kita semua, yakni jiwa dan semangat kebersamaan, jiwa yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Sebelum saya akhiri, mengingat Peringatan HUT RI tahun ini jatuh berdekatan dengan datangnya Idul Fitri 1435 H. Perkenankan saya menggunakan kesempatan yang berbahagia ini, untuk menyampaikan Selamat Idul Fitri, minal aidin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin, semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita.

 

Akhirul kata, selamat berjuang, selamat belajar, demi membangun bangsa dan negara kita tercinta. Terima kasih atas kehadiran dan perhatian Saudara, terima kasih atas kerja keras para panitia dan para petugas yang telah memungkinan acara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dilasakanakan dengan tertib dan lancar.

 

Dirgahayu bangsa Indonesia

 

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamualikum warahmatullahi wabarakaatuh.

 

Sana’a, 17 Agustus 2014