Sign In

Amanat Dubes RI pada HUT RI ke-68

8/17/2013

 


AMANAT DUTA BESAR RI DI YAMAN

PADA UPACARA PERINGATAN

HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-68 TAHUN 2013

 

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera semoga Allah swt selalu limpahkan bagi kita semua, seluruh bangsa Indonesia.

Yang saya hormati, tokoh masyarakat Indonesia, 

Yang saya  hormati, dan saya banggakan seluruh Warga Negara Indonesia di Yaman, para santri, Pelajar dan Mahasiswa Indonesia, para expatriat, diaspora, dan para Staf KBRI, Saudara-saudara hadirin sekalian yang saya muliakan,

 

Marilah kita bersyukur kehadirat Allah swt karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun  Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-68.

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita mengenang kembali perjuangan dan jasa, para pemimpin dan pahlawan bangsa yang telah mendahului kita, seraya berdoa, semoga  Allah swt senantiasa melimpahkan kasih sayang, rahmat,  dan ampunan-Nya, menempatkan arwah kusuma bangsa di tempat terbaik di sisi Nya, serta kepada  kita semua dikaruniai taufiq, hidayah, dan kekuatan dalam melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan, mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.

 

68 tahun yang lalu, Bung Karno, Bung Hatta, para Pendiri Republik, telah menetapkan  tujuan negara Indonesia, yaitu mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Para pendiri bangsa telah meletakan dasar-dasar bernegara yang insya Allah akan mampu memberikan semangat dan kekuatan bagi kita semua, ketika menghadapi ancaman, tantangan, gangguan dalam perjalanan kehidupan bangsa.

Perjalanan perjuangan bangsa Indonesia,  dalam kurun waktu 68 tahun, telah mengalami pasang surut, menghadapi onak dan duri, melalui berbagai rintangan dan perubahan, yang semuanya bertujuan mewujudkan Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih makmur.  

 

Sejak proses  Reformasi 15 tahun lalu, Indonesia telah tumbuh menjadi suatu bangsa mampu tampil, secara bermartabat, pada tataran internasional, terutama karena kita mampu mepertahankan stabiltas politik dan pertumbuhan ekonomi secara baik.  Oleh karena itu,  tema yang ditetapkan pada peringatan HUT RI ke 68 ini adalah: Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita, Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.

 

Untuk itu,  maka seluruh komponen bangsa Indonesia, pemerintah dan masyarakat, harus bersatu padu, bekerja sama memantapkan tingkat kestabilan dan pertumbuhan tersebut, guna mewujudkan, secara nyata, kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

Kita semua hendaknya terus meningkatkan rasa cinta dan rasa bangga pada Indonesia, bekerja keras meningkatkan kemampuan diri, menuntut ilmu yang bermanfaat, guna meningkatkan daya juang dan daya saing dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul di masa mendatang, dengan tidak lupa, selalu mengedepankan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Presiden SBY dalam pidato kenegaraan kemarin tanggal 16 Agustus 2013, antara lain berpesan  bahwa kemajemukan merupakan hakikat Indonesia yang harus dipertahankan.  Perbedaan tidak serta merta dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Jalan  dialog hendaknya menjadi pilihan ketika terjadi gesekan dan ketidaksepahaman antar satu kelompok dengan lainnya.

 


Hadirin yang berbahagia,

 

Makna Kemerdekaan yang kita peringati ini, tidak hanya membebaskan kita dari penjajahan, namun sesungguhnya kemerdekaan adalah sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih unggul dan lebih bermartabat. Kemerdekaan hendaknya juga harus mendorong semangat kita untuk bekerja lebih keras, sebagaimana semangat para pejuang melawan penjajah.

 

Bangsa Indonesia bertekad untuk dapat membangun ekonomi yang kuat, demokrasi yang stabil dan berkualitas, serta peradaban bangsa yang maju dan unggul. Pencapaian Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-16 dunia, menjadi anggota negara G-20, yaitu kelompok negara-negara  dengan kekuatan ekonomi  20 terbesar di dunia, harus kita pertahankan dan terus kita perjuangkan.

 


Hadirin, saudaraku masyarakat Indonesia yang berbahagia,

 

Marilah kita pastikan,  bahwa kita, seluruh masyarakat Indonesia di Yaman, apapun pekerjaan kita, hendaknya mampu berperan dalam mewujudkan kemajuan Bangsa Indonesia, pada saat ini, maupun  di masa depan. 

 

Penduduk Indonesia saat ini sekitar 240 juta jiwa, dintaranya sekitar 3600 orang tinggal di Yaman, sebagian besar adalah para pelajar, mahasiswa dan santri yang belajar Ilmu Agama Islam di berbagai lembaga pendidikan. Untuk memastikan agar kita mampu berperan dalam mewujudkan kemajuan bangsa, maka kepada seluruh masyarakat Indonesia di Yaman hendaknya mampu menepatkan diri dan bersikap secara tepat yaitu :

 

1.    Menimba segala ilmu  yang bermanfaat dengan rajin dan bersungguh sungguh agar ketika ketika kembali ke tanah air,  dapat mendarma baktikan pengetahuannya kedalam kehidupan kemasyarakatan  Indonesia tercinta.

 

2.    Selalu memelihara rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Seluruh komponen masayarakat Indonesia di Yaman hendaknya mengedepankan kerukunan, bersatu padu, bagaikan batu bata bangunan yang saling memperkuat satu sama lain. Jika terjadi perbedaan hendaknya segera kembali mengutamakan rasa kebangsaan, dengan mengedepan-kan komunikasi yang baik dan santun, yang hendaknya menjadi ciri utama karakter bangsa Indonesia.

3.    Sebagai tamu di negeri Yaman, hendaknya menjadi tamu baik, yang mentaati peraturan yang ada. Bersikap netral jika terjadi benturan kepentingan internal antara berbagai kelompok dan komponen masyarakat Yaman.

4.    Menjaga kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan keamanan dimanapun berada. Perlu terus ditingkatkan saling komunikasi antara warga masayarakt Indonesia dan dengan KBRI.

 

5.    Sesuai amanat Pidato Kenegaraan Presiden, seluruh lapisan masyarakat Indonesia hendaknya, turut aktif berpartispasi dalam Pemilihan Umum pada tahun 2014 yang akan datang, untuk memilih para wakil rayat, serta memilih Presiden dan Wakil Presiden  periode 2014-2019. Marilah kita bersama-sama memanfaatkan hak pilih kita,  karena sekecil apapun suara kita pasti akan memiliki andil dalam penentuan kualitas pemimpin kita di masa yang akan datang.

 

Hadirin, saudaraku masyarakat Indonesia  yang berbahagia,

 

Perjuangan bangsa Indonesia tidaklah berakhir pada pencapaian kemerdekaan saja, Perjuangan untuk mempertahan-kan dan mengisi kemerdekaan Indonesia  tidaklah  kalah beratnya. Oleh karena itu, Jiwa dan semangat para pejuang kemerdekaan, hendaknya mengilhami kita semua. Jiwa para pejuang adalah jiwa dan semangat kebersamaan, jiwa yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

 

Untuk itu pula maka marilah kita selalu meningkatkan rasa solidaritas berbangsa dan bernegara, dan terus tumbuh tingkatkan semangat kebersamaan dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan mewujudkan Indonesia, sebagai baldatun thayibatun wa rabbun ghafur.

Sebelum saya akhiri, kita semua berbahagia bahwa, Peringatan HUT RI tahun ini jatuh berdekatan dengan datangnya Idul Fitri 1434 H. Oleh karena itu, perkenan saya selaku Kepala Perwakilan RI, menyampaikan Selamat Idul Fitri, minal aidin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin, semoga Allah swt menerima amal ibadah kita.

 

Akhirul kata, selamat berjuang, selamat belajar, selamat membangun bangsa dan negara kita tercinta ini. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Saudara, terima kasih atas kerja keras para panitia yang telah memungkinan acara peringatan HUT RI ke 68 ini dilasakanakan dengan tertib dan lancar.

 


Dirgahayu seluruh bangsa Indonesia

 

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamualikum warahmatullahi wabarakaatuh.

 

Sana’a, 17 Agustus 2013