Siprus

A.     DATA UMUM

Nama negara
Republik Siprus

Ibu kota
Nicosia (307.000 jiwa penduduk)

Penduduk Negara
Total penduduk Siprus adalah 1.138.071 (2011); diperkirakan sekitar 88.900 Turkish Cypriot dan 160.000-256.644 penduduk Turki tinggal di wilayah utara Turkish Cypriot.

Luas wilayah
9.251 km2; 3.355 km2  diantaranya di bawah administrasi Turkish Cypriot, 151 km2  merupakan Green Line (buffer zone di bawah pengawasan PBB) dan 254 km2  merupakan Sovereign Base Area di bawah yuridiksi Inggris.

Batas Negara
Siprus merupakan negara pulau yang terletak di Mediterranean selatan, sebelah selatan dari Turki, barat Suriah, Lebanon, dan Israel, timur dari Yunani, dan utara dari Mesir

Kota-kota penting
Limasssol (224.000 penduduk), Larnaca (130.000 penduduk), Paphos (75.000 penduduk), Ammochostos (43.000 penduduk)

Bahasa resmi
Yunani, Turki, dan Inggris

Agama
Greek orthodox 78%, Islam 18%, dan 4% adalah penganut Bahá'í, Yahudi, Protestan, Katolik Roma dan Maronite.

Hari Nasional
1 Oktober

Angkatan Bersenjata
12.750 jiwa (jumlah personel aktif)

Lagu Kebangsaan
Hymn to Liberty (Himne Kebebasan)

Keanggotaan pada Organisasi Internasional Utama
PBB, Uni Eropa

Mata Uang
Euro (€)



B.    SEJARAH SINGKAT


Siprus merupakan negara pulau di perairan Mediterania, tepatnya di selatan Turki. Sejak tahun 364 masehi Siprus dikuasai oleh Byzantium yang dilanjutkan oleh pendudukan Kesultanan Ottoman sejak tahun 1571. Inggris menduduki Siprus mulai tahun 1878 dan resmi menjadi wilayah koloninya sejak tahun 1914. Penguasaan Inggris bertahan sampai tahun 1960  pada saat memperoleh kemerdekaan dari Inggris.

Pada tahun 1974 junta militer Yunani menggerakkan kudeta di Siprus untuk menumbangkan Presiden Siprus, Archbishop Makarios. Sebagai reaksi dari gerakan ini, militer Turki memasuki wilayah utara Siprus dan menguasai 37% dari keseluruhan wilayah Siprus (bagian utara). Selain itu, Turki juga melakukan pengusiran terhadap warga Siprus Yunani sehingga mereka harus meninggalkan semua properti miliknya (tanah dan bangunan). Gerakan yang dilakukan Turki tersebut bermuara pada dibentuknya the Turkish Republic of Northern Cyprus (TRNC) yang hingga saat ini hanya memperoleh pengakuan dari Turki. Kondisi ini menguasai dinamika Poleksosbudhankam  Siprus ditengah upaya yang dilakukan PBB dan UE untuk menyelesaikan masalah Siprus, yaitu melalui pembentukan Negara Federasi Siprus yang bi-zonal dan bi-communal.

Siprus bergabung dengan UE pada bulan Mei 2004 dan masuk Eurozone mulai Januari 2008. Walaupun sebagai anggota UE namun Siprus bukan negara pihak dari Schengen Convention, pending karena masalah Siprus.



C.     PEMERINTAHAN DAN POLITIK

Bentuk negara  : Presidential Republic
Konstitusi      : Konstitusi 1960

1.     Parlemen
Unikameral (terdiri atas 56 anggota parlemen yang dipilih melalui Pemilu Legislatif dan tambahan 3 kursi wakil khusus dari minoritas Maronite dan Armenian yang dipilih melalui Pemilu secara terpisah), serta 24 anggota parlemen yang dialokasikan khusus untuk Komunitas Turki (namun tidak terisi).

2.     Kepala Negara
Presiden Nicos Anastasiades (partai Democratic Rally); dipilih melalui Pemilu Presiden pada 28 Februari 2013 dengan masa bakti selama 5 tahun. Posisi Wakil Presiden masih kosong karena direserved untuk Turkish Cyprot.

3.     Kepala Pemerintahan
Presiden menunjuk dan memimpin Dewan Menteri

4.     Pemilihan Umum
Februari 2013 (Pemilu Presiden terakhir); Mei 2011 (Pemilu Legislatif terakhir); Pemilu berikutnya pada Februari 2018 (Pemilu Presiden) dan Mei 2016 (Pemilu Legislatif).

5.     Konstelasi Politik dan Partai-partai Terwakili dalam Parlemen.
Partai-partai politik utama yaitu: Progressive Party of the Working People (Akel, komunis); Democratic Rally (Disy); Democratic Party (Diko); Movement of Social Democrats (Kinima Sosialdimokraton); European Party; Encological and Environemental Movement.



D.     PEREKONOMIAN SIPRUS

1.     Data Umum Ekonomi

GDP           
US$ 21,9 milyar (2013); US$ 23,57 milyar (2012); US$ 24,11 milyar (2011), US$ 23,99 milyar (2010)

Pertumbuhan GDP   
-5,4% (2013), -2,3% (2012); 0,5% (2011), 1,1% (2010)

Tingkat Inflasi       
3,4% (2012); 3,3% (2011), 2,4% (2010)

Angkatan kerja       
416.900 (2011)

Angka pengangguran   
15,4% (2013), 8% (2012); 7,9% (2011)

Rasio Hutang terhadap GDP
102,2% (2013)

Kekayaan alam    
Tembaga, pyrites, asbes, gipsum, kayu, garam, marmer, tanah liat

Produk Pertanian   
Citrus, sayuran, barley, anggur, zaitun, unggas, babi, kambing, susu dan keju

Industri           
Pariwisata, pengelolaan (processing) minuman dan makanan, semen, gypsum, reparasi dan refurbishment kapal laut, tekstil, light chemicals, produk metal, kayu, kertas, produk batu.

Ekspor            
US$ 1,88 milyar (2012); US$ 1,95 milyar (2011)

Komoditi ekspor   
Jeruk citrus, kentang, obat-obatan, semen, pakaian

Negara tujuan ekspor   
Yunani (27,4%), Inggris (10,2%); Jerman (5,5%) (2011)

Impor           
US$ 7,71 milyar (2012); US$ 8,0 milyar (2011)

Negara asal impor   
Yunani (21,7%), Israel 10,4%; Inggris (9%), Italia (8,3%), Jerman (8,3%) Perancis (5,7%) (2011)

Komoditi impor utama   
barang konsumsi, petroleum dan pelumas, barang setengah jadi, mesin, peralatan transportasi

2.     Perekonomian Umum
Sekitar 78% dari pemasukan GDP Siprus berasal dari sektor jasa. Pariwisata, perbankan, dan real estate merupakan sektor-sektor penting. Sektor penting lainnya adalah pertanian dan industri pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang pesat pada tahun-tahun belakangan ini sangat tergantung kepada sektor pariwisata, di mana kinerja sektor pariwisata sangat fluktuatif disebabkan oleh kondisi / stabilitas politik di dalam negeri maupun di kawasan Eropa Barat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dikuasai oleh Pemerintah jauh melebihi pertumbuhan rata-rata di Uni Eropa sejak tahun 2000.

3.     Perkembangan Perekonomi Siprus
Tim Gabungan dari Komisi Eropa (EC), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Februari 2014 selesai melakukan penilaian ketiga terhadap pelaksanaan program pemulihan ekonomi Siprus, yang dibiayai melalui bantuan keuangan dari European Stability Mechanism dan IMF. Tujuan dari program pemulihan ekonomi Siprus adalah memulihkan stabilitas sektor keuangan, memperkuat keberlanjutan keuangan publik, dan melakukan reformasi struktural sehingga dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, sekaligus melindungi kesejahteraan penduduk. Diskusi antara IMF dengan pihak berwenang di Siprus selama kunjungan ini difokuskan pada kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik pada sistem keuangan dan pelaksanaan agenda reformasi struktural.

Prospek ekonomi Siprus pada tahun 2014 oleh IMF masih dipandang belum sepenuhnya lepas dari krisis. Output diproyeksikan mengalami kontraksi 4,8% pada 2014, dengan permintaan domestik terbebani oleh kebutuhan penyesuaian utang sektor swasta dan publik yang saat ini sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi positif, meskipun tidak terlalu tinggi, diharapkan akan terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 1%, terutama pada sektor jasa non-keuangan.



E.     HUBUNGAN BILATERAL RI-SIPRUS

Hubungan RI dengan Siprus berlangsung dengan baik. Kunjungan Menlu Siprus ke Indonesia pada tanggal 1-2 Maret 2011 (Menlu Siprus ketika itu Marcos Kyprianou). Salah satu tindak lanjut nyata dari pertemuan Menlu RI dengan Menlu Siprus di Jakarta tersebut adalah ratifikasi Siprus atas PCA Indonesia - UE pada 16 Maret 2011. Kunjungan Menlu Siprus ke Indonesia tersebut juga menghasilkan penandatanganan MOU on Bilateral Political Consultation between the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Cyprus. MOU tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak hubungan dan kerjasama kedua negara di masa datang.

Dalam kaitannya dengan upaya penyelesaian masalah Siprus, Pemerintah Siprus sangat menghargai posisi konsisten Indonesia pada berbagai forum internasional, khususnya dalam sidang-sidang OKI, yang mendukung upaya penyelesaian masalah Siprus dalam koridor resolusi-resolusi PBB. Posisi Indonesia tersebut ditegaskan kembali dengan surat Presiden SBY kepada Presiden Siprus tertanggal 4 Oktober 2012 dan reservasi Indonesia pada Sidang Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI di Djibouti, tanggal 15 – 17 November 2012, yang intinya menegaskan kembali posisi Indonesia mengenai Siprus.
   
Kunjungan Menlu Siprus, Markos Kyprianou ke Indonesia pada tanggal 1 – 2 Maret 2011 memberikan dorongan terhadap peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan dengan Menlu RI telah dibicarakan dan dibahas upaya peningkatan hubungan dan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi, upaya meningkatkan people to people contact, kerjasama pendidikan (beasiswa), isu-isu regional dan internasional.

Dalam konteks hubungan bilateral Indonesia-Siprus, berdasarkan data terakhir Kementerian Perdagangan RI periode Januari-November 2013, total nilai perdagangan kedua negara tercatat US$ 12,967 juta, turun -13,29% dibandingkan tahun 2012 (periode yang sama) yang mencapai US$ 14,955 juta. Belitan krisis di Siprus semakin melemahkan daya beli masyarakat Siprus sehingga nilai ekspor Indonesia ke Siprus pada periode Januari-November 2013 turun -23,47% menjadi hanya US$ 8,819 juta (periode yang sama tahun 2012 mencapai US$ 11,524 juta). Sedangkan nilai impor Indonesia dari Siprus meningkat 20,9% menjadi US$ 4,148 juta (sebelumnya US$ 3,431 juta).

Meskipun Indonesia masih mengalami surplus senilai US$ 4,671 juta, namun nilai surplus ini menurun sebesar -42,28% atau senilai US$ 3,421 juta dari yang sebelumnya mencapai US$ 8,093 juta. pada tahun 2012, Indonesia memperoleh surplus sebesar US$ 9,1 juta dengan komoditas ekspor utama Indonesia ke Siprus di antaranya kertas dan produk kertas, furniture, insektisida, karet dan produk karet, serta kabel dan konduktor listrik. Adapun dari Siprus, Indonesia mengimpor sutra kertas hasil daur ulang, peralatan mesin ringan, dan kosmetik

Sebagai salah satu negara di Eropa, Siprus masih memerlukan banyak FDI untuk pembangun perekonomian. Sejauh ini investasi Siprus di Indonesia masih belum banyak. Menurut data statistik realisasi investasi yang dikeluarkan BKPM, investasi Siprus di Indonesia pada tahun 2011 masih sangat kecil yaitu di bawah US$ 100 ribu, dan meningkat menjadi US$ 400 ribu pada tahun 2012.

Meskipun relatif kecil, terdapat potensi kerjasama ekonomi antara Indonesia – Siprus.  Adanya kesamaan potensi pariwisata antara kedua negara, mendorong dirumuskannya Perjanjian Kerja Sama Pariwisata. Indonesia menyambut baik usulan Siprus  untuk menyelesaikan Agreement for Cooperation in the field of Tourism dan hingga saat ini kedua negara masih berupaya menuntaskan draft perjanjian dimaksud.


Neraca Perdagangan RI-Siprus

n6.png
(Nilai : Ribu US$ - Sumber Kemdag)



KONSUL KEHORMATAN


Antonis Michaelides    Konsul Kehormatan Republik Siprus


KBRI Roma - Februari 2015