Italia

A.  UMUM

Nama negara
Republik Italia
 
Ibu kota
Roma  (2,8 juta jiwa penduduk)
 
Penduduk Negara
59,68 juta jiwa, dengan pertumbuhan 0,38% dan kepadatan 196,1 orang per km2.
 
Luas wilayah
301.338 km2 (termasuk Pulau Sisilia 25.707 km2 dan Pulau Sardinia 24.089 km2, tetapi tidak termasuk negara kecil San Marino dan Vatikan)
 
Pulau
Sisilia 25.707 km2, Pulau Sardinia  24.089 km2. Terdapat pula pulau-pulau kecil lainnya disepanjang garis pantai semenanjung Italia.
 
Batas Negara
Sebelah utara dengan Swiss, Austria, dan Slovenia; sebelah barat dengan Perancis dan Laut Tyrhenia; sebelah selatan dengan Laut Mediterania; dan sebelah timur dengan Laut Adriatik.
 
Kota-kota  penting
Milan, Napoli, Torino
 
Bahasa resmi
Italia
 
Suku bangsa
Italia (sekelompok kecil Jerman, Perancis dan Slovenia-Italia di wilayah utara dan Albania-Italia serta Yunani-Italia di wilayah selatan).
 
Agama
Katolik Roma 90% (10% penganut Protestan, Yahudi dan Islam). Penganut Islam sekitar 1 juta (3% penduduk asli)
 
Hari Nasional
2 Juni 1946
 
Angkatan Bersenjata
183.000 jiwa (jumlah personel aktif)
 
Lagu Kebangsaan
Fratelli D'Italia (Saudara Italia)
 
Bendera
Hijau, Putih, dan Merah (vertikal)
 
Keanggotaan pada Organisasi Internasional Utama
PBB, NATO, Uni Eropa, dan G8 (Italia sebagai Presiden thn 2009)
 
Mata uang
Euro (€)
 
Jumlah Imigran yang masuk ke wilayah Italia dari laut Mediterania:
26.260 orang (Jan-April 2014)
35.085 orang (2013)
 
 
B.  SEJARAH SINGKAT
 
Italia menjadi negara bangsa pada tahun 1861 ketika negara-negara bagian (regional states) di wilayah Italia sekarang, bersama dengan Sardinia dan Sisilia, dipersatukan di bawah Raja Victor Emmanuel II. Era Pemerintahan Parlemen berakhir awal tahun 1920-an ketika Benito Mussolini membangun pemerintahan diktator fasis. Persekutuannya dengan Nazi Jerman telah membawa kekalahan Italia pada Perang Dunia II. Republik Demokrasi menggantikan sistem kerajaan pada tahun 1946 dan sejak itu ekonomi Italia mulai bangkit.
 
Italia merupakan anggota pendiri NATO dan Masyarakat Ekonomi Eropa. Italia juga berperan aktif dalam proses penyatuan politik dan ekonomi Eropa. Masalah utama yang dihadapi Italia saat ini antara lain adalah imigran gelap, kejahatan terorganisir, tingginya angka pengangguran, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
 
Sebagai bekas wilayah kekuasaan Romawi, kota-kota di Italia, terutama Roma memiliki banyak bangunan sejarah dan situs arkeologi yang menarik bagi wisatawan asing. Menurut UNESCO, sekitar 60% peninggalan zaman dahulu terdapat di Italia.
 
Kota Roma dikenal sebagai kota tempat peninggalan Kekaisaran Romawi (27 SM-393 M). Roma didirikan pada tahun 753 SM.  Menurut legenda, Romulus dan Remus, dua putera kembar dari Dewa Perang “Mars” diapungkan di sungai Tevere tetapi selamat. Kedua saudara kemudian dibesarkan oleh seekor serigala. Dalam suatu pertikaian, Romulus membunuh saudara kembarnya Remus, dan kemudian mendirikan Roma Quadrata di atas sungai Tevere. Kota Roma saat ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Romulus yang merupakan raja pertama di Roma.
 
Pada masa awal sejarahnya, Roma atau Romawi terlibat dalam berbagai peperangan, yang akhirnya dapat berkembang menjadi suatu kekaisaran besar yang meliputi hampir seluruh daratan Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah.  Kekaisaran yang luas ini dibagi dalam propinsi-propinsi  yang dikepalai oleh gubernur.
 
Pusat pemerintahan berada di tangan Kaisar yang berkedudukan di Roma.  Kaisar Romawi yang terkenal antara lain adalah Julius Caesar, Augusto, Trajanus dan Hadrian.  Pada tahun 395 AD Kekaisaran Romawi terbagi dua, yaitu Romawi Barat dengan pusat pemerintahan di Roma dan Romawi Timur di Konstantinopel, yang kemudian dikenal dengan Istambul. Saat ini Roma dikenal bukan saja sebagai kota tua tetapi juga kota antik dan bahkan disebut sebagai museum hidup Kekaisaran Romawi.
 
 
C. PEMERINTAHAN DAN POLITIK

Bentuk  negara  :  Republik
Konstitusi          :  Konstitusi tahun 1948
 
1.     Parlemen
Terdiri atas dua kamar (bicameral) yaitu:
  • Senat (Senato della Repubblica) beranggotakan 315 senator dan 3 senator seumur hidup. Ketua Senat sekarang adalah Pietro Grasso (Partito Democratico) yang terpilih 16 Maret 2013.
  • Majelis Rendah (Camera dei Deputati) beranggotakan 630 orang. Ketua Majelis Rendah sekarang adalah:  Laura Boldrini (Sinistra Ecologia Libertà - SEL) yang terpilih pada 16 Maret 2013.

Kedua kamar tersebut memiliki masa bakti selama 5 tahun.
 
2.     Kepala Negara
Presiden Republik (Presidente della Repubblica) dengan masa jabatan 7 tahun dipilih melalui pemungutan suara oleh anggota-anggota Senat, Majelis Rendah dan wakil-wakil Dewan Wilayah. Presiden memilih Perdana Menteri, namun Presiden tidak memiliki kekuasaan eksekutif. Presiden Italia saat ini adalah Sergio Mattarella yang dilantik sejak tanggal 3 Februari 2015 menggantikan presiden sebelumnya yaitu Giorgio Napolitano yang terpilih selama dua kali masa jabatan (pertama kali seorang Presiden Italia dipilih dua kali dalam sejarah Italia).
 
3.     Kepala Pemerintahan 
Perdana Menteri (Presidente del Consiglio dei Ministri - Ketua Dewan Menteri)  diminta membentuk Kabinet (formatur) oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan Ketua Partai Politik, mantan Presiden, dan Ketua Parlemen. Dalam waktu kurang dari 10 hari, susunan pemerintahan baru harus diajukan ke Parlemen untuk mendapat dukungan suara dalam pemilihan terbuka. Perdana Menteri saat ini adalah Matteo Renzi  (39 tahun) dilantik pada tanggal 22 Februari 2014. Matteo Renzi menggantikan PM Enrico Letta yang pemerintahannya bertahan selama 10 bulan (April 2013 - Februari 2014).
 
4.     Pemilihan Umum
Pemilihan umum berazas proporsional untuk memilih anggota Majelis Rendah dan Senat dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu terakhir dilaksanakan 24 – 25 Februari 2013.
 
5.     Koalisi Politik dan Partai
Menteri di dalam Kabinet PM Matteo Renzi berasal dari partai politik dan kalangan profesional (non-partai). Sedangkan partai-partai utama yang terwakili di Parlemen adalah:   
  • Center-right : Partai-partai Tengah Kanan -- koalisi dari Forza Italia (FI), Nuovo Centro Destra (NCD), Lega Nord (LN), Fratelli D’italia
  • Center-left :  Partai-partai Tengah Kiri, koalisi dari Partito Democratico (PD) dan  Sinistra, Ecologia Libertà (SEL)
  • Center : Scelta Civica Monti
  • Di luar koalisi di atas yaitu Movimento 5 Stelle (M5S)

6.     Pemerintahan Daerah
Italia mendesentralisasikan sebagian wewenang pemerintahan pusat kepada 3 tingkatan daerah administratif yaitu: wilayah (regione), propinsi (provincia) dan kotamadya (comune). Italia terdiri dari 20 wilayah,  termasuk 5 wilayah otonomi*; yaitu Abruzzo, Basilicata, Calabria, Campania, Emilia Romagna, Friuli-Venezia Giulia*, Lazio, Liguria, Lombardia,  Marche, Molise, Piemonte, Puglia, Sardinia*, Sisilia*, Toscana, Trentino-Alto Adige*, Umbria, Valle d’Aosta* dan Veneto.
 
7.      Politik Dalam Negeri
Italia menganut sistem pemerintahan Republik Parlementer dimana Perdana Menteri merupakan kepala pemerintahan yang didukung oleh mayoritas dalam Parlemen. Pembagian kekuasaan di sistem pemerintah Italia adalah sebagai berikut : kekuasaan legislatif dipegang oleh Parlemen, pemerintah berperan sebagai badan eksekutif dan magistrat secara indipenden, tanpa pengaruh badan legislatif dan badan eksekutif.
 
Pemerintahan Perdana Menteri Matteo Renzi dilantik pada tanggal 22 Februari 2014, setelah pada tanggal 14 Februari 2014 PM Enrico Letta mengundurkan diri akibat voting mosi tidak percaya dari Partai Demokrat (PD) - Partai PM Enrico Letta.  Prioritas agenda kerja PM Renzi, yaitu UU Pemilu yang baru, reformasi lapangan tenaga kerja, administrasi publik, sistem perpajakan dan sistem pengadilan/hukum.
 
Parlemen di Italia terdiri dari Chamber of Deputies (Majelis Rendah) yang beranggotakan 630 parlementer dan Senat (Majelis Tinggi) yang beranggotakan 315 senator, mantan presiden dan senator seumur hidup (Mario Monti, Elena Cattaneo, Renzo Piano dan Carlo Rubbio), kedua anggota Majelis tersebut dipilih oleh rakyat melalui pemilu.
 
Presiden Republik Italia mempunyai masa jabatan 7 tahun dan dipilih oleh Parlemen, kemudian Presiden memilih Perdana Menteri sesuai hasil konsultasi dengan para partai politik pasca pemilu. Perdana Menteri terpilih kemudian akan menyusun kabinet menteri dan meminta persetujuan melalui mosi percaya di Senat dan Chamber of Deputies.
 
Presiden Republik Italia juga merupakan Ketua the Supreme Court of Magistracy (Consiglio Superiore della Magistratura – CSM) yang merupakan organ politik dalam tatanan konstitusional Italia yang bersifat otonom dan menjamin indipendensi para hakim dan pengadilan.
 
Dalam setiap pemilu, Italia menggunakan sistem yang berbeda-beda. Secara garis besar dianut dua sistem yaitu sistem mayoritas dan sistem proporsional (proporsional antara suara yang diperoleh partai politik dan jumlah kursi yang dialokasikan). 
 
8.    Politik Luar Negeri
Secara umum, kebijakan luar negeri Italia akan berfokus pada kawasan Mediterania. Hal ini tampak dari kunjungan kerja PM Renzi yang pertama adalah Tunisia, 4 Maret 2014 dan bukan ibukota EU - Brussel. Hal ini terkait dengan rencana PM Renzi untuk mengembalikan Italia sebagai pusat dari mare nostrum (pusat kekuatan di perairan Mediterania).
   
Selama Semester kedua 2014, Italia fokus pada Presidensi Italia di Uni Eropa yang mengusung 3 prioritas kerja utama, yaitu: pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa, peran Eropa yang lebih luas dalam politik internasional dan masalah imigran.
 
D.  EKONOMI
 
1.     Data Umum Ekonomi
 
GDP (PPP)
US$ 2,1 trilyun (2013); US$ 1,834 trilyun (2012); US$ 1,822 trilyun (2011)   
 
GDP per capita       
US$ 35.500 (2013); US$ 35.130 (2012); US$ 8.367 (2011)

Pertumbuhan GDP   
-0,2%(2014); -1,9% (2013), -2,4% (2012); 0,4% (2011)
 
Rasion hutang terhadap GDP
133% (2013)
 
Tingkat Inflasi           
1.3% (2013);  3% (2012); 2,8% (2011), 1.7% (2010)
 
Angkatan Kerja       
22,31 juta (2013); 25,28 juta (2012)
 
Angka Pengangguran
13,4% (2013), 10,9% (2012); 8,4% (2011)
 
Sumber Daya Alam    
Batubara, merkuri, zinc, kalium, marmer, asbes, batu apung, belerang, gas alam, minyak bumi, ikan
 
Produk Pertanian   
Buah-buahan, sayur mayur, anggur, kentang, gula bit, kacang keledai, gandum, zaitun, daging sapi, produk susu, ikan.
 
Industri           
Pariwisata, mesin, besi dan baja, kimia, pengolahan makanan olahan, tekstil, kendaraan bermotor, pakaian, alas kaki, keramik, militer
 
Ekspor            
US$ 513,88 milyar (2013); US$ 496,8 milyar (2012); US$ 519,4 milyar (2011), US$ 444,2 milyar (2010)
 
Komoditi ekspor   
Produk mesin, tekstil dan pakaian, kendaraan bermotor, peralatan transportasi, bahan kimia, makanan dan minuman, tembakau, mineral, dan logam
 
Negara tujuan ekspor   
Jerman (13,1%), Perancis (11,0%), AS (7,3%), Inggris (5,1%), Swiss (4,8%), Spanyol (4,6%).
 
Impor            
US 476,5 milyar (2013), US$ 485,7 milyar (2012); US$ 556,6 milyar (2011)
 
Negara asal impor   
Jerman (15,4%), Perancis (8,5%), Tiongkok (6,6%), Belanda (5,4%), Spanyol (4,8%)
 
Komoditi impor        
Produk mesin, bahan kimia, peralatan transportasi, energi, mineral dan logam, tekstil dan pakaian, makanan dan minuman, tembakau
 
Neraca Perdagangan
Surplus US$37,3 milyar (2013) surplus US$ 11,07 milyar (2012); defisit US$ 37,1 milyar (2011);


2.     Perekonomian Umum
Perekonomian Italia telah berubah secara dramatis sejak akhir Perang Dunia II. Sekalipun Italia tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, Italia telah berhasil mengubah perekonomiannya dari ekonomi berbasis pertanian menjadi negara industri peringkat ketujuh terbesar di dunia. Kondisi ini  telah menjadikan Italia sebagai anggota Kelompok Delapan (G-8), kelompok negara-negara industri maju. Selain itu Italia juga sebagai angota Uni Eropa, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) serta anggota G-20.
 
Italia membanggakan branding “Made in Italy” yang menekankan keunggulan desain, teknologi, arsitektur, inovasi dan kualitas. Ciri utama industri Italia dibangun berdasarkan kelompok keunggulan komparatif masing-masing daerah (klasterisasi). Industri permesinan, kulit, plastik dan karet misalnya, dikembangkan di wilayah Utara dan Barat Laut Italia guna mempermudah upaya pengembangan dan jangkauan dengan negara-negara Eropa lainnya. Sedangkan di wilayah bagian Selatan – terutama di Napoli, Bari, dan Brindisi – tersebar industri makanan dan tekstil/pakaian (yaitu, industri  yang bergantung pada sektor pertanian seperti gandum, beras, anggur dan minuman anggur, zaitun, citrus, kentang, sugar beet, soya, dairy products).
 
Italia memiliki banyak potensi ekonomi yang masih dapat dikembangkan untuk memenangkan kompetisi global. Industri utama Italia adalah presisi mesin, kendaraan bermotor, bahan kimia, farmasi, barang listrik, fashion dan pakaian serta alas kaki dan tas yang lebih mengedepankan konsep “made in Italy”  dengan penekanan kepada kualitas dan desain yang disukai pasar. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Italia adalah kemampuan teknologi, baik teknologi automotif, machineries maupun teknologi lainnya.
 
Terkait dengan masalah perdagangan internasional, kebijakan Italia sama dengan anggota Uni Eropa lainnya. Italia telah melakukan kerjasama bilateral dengan negara-negara di kawasan Eropa maupun kawasan lainnya dalam upaya memperluas pasar khususnya di new emerging countries. Italia juga mengharapkan agar negara-negara new emerging countries membuka pangsa pasarnya dan melakukan a fair, free and open market; negosiasi tariff barriers melalui negosiasi di WTO; mencegah dumping; proteksi terhadap Intellectual Property Rights; Anti Counterfait Trade dan ketaatan terhadap trade rules. Selain itu Italia memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas terjadinya “red tape activities”, mendukung langkah-langkah untuk mengatasi dampak climate change, menjunjung tinggi perdagangan bebas serta demokrasi.
 
3.     Perkembangan Perekonomian Italia
Perekonomian Italia sebagian besar ditopang oleh industri manufaktur barang konsumen berkualitas tinggi yang diproduksi oleh industri dan perusahaan swasta skala kecil dan menengah berbasiskan teknologi canggih. Italia membanggakan branding “Made in Italia” yang menekankan keunggulan desain, teknologi dan inovasi.

Lokasi geografis bisnis dibangun berdasarkan kelompok keunggulan komparatif masing-masing daerah. Industri permesinan, plastik dan karet misalnya, dikembangkan di wilayah Utara dan Barat Laut Italia guna mempermudah upaya pengembangan dan jangkauan dengan negara-negara Eropa lainnya. Sedangkan di wilayah bagian selatan terutama di Napoli, Bari, serta tersebar industri makanan dan tekstil/pakaian (yaitu, industri yang bergantung pada sektor pertanian). Di pulau Sisilia berkembang industri produk untuk perumahan. Sementara di pulau Sardinia berkembang selain industri makanan, produk perumahan juga tekstil/pakaian.

Italia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di kawasan zona Euro dengan GDP sebesar 2,01 trilyun USD (2013) dan GDP per kapita sebesar 33.900 USD (2013). Italia merupakan perekonomian terbesar kesembilan di dunia, keempat di kawasan Eropa dan merupakan kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Eropa Selatan.

Krisis yang berlangsung di Italia telah mendorong industri Italia untuk melihat peluang di kawasan lain selain mitra tradisionalnya (Eropa dan Timur Tengah), di antaranya negara-negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2012, misalnya, Kementerian Luar Negeri Italia berinisiatif menyelenggarakan ASEAN Awareness, sebuah forum yang dirancang untuk mempertemukan pemerintah dan pebisnis kedua pihak yang bergerak di bidang infrastruktur, industri mekanik, pengembangan teknologi tinggi dan IPTEK, consumer goods and distribution. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia memiliki neraca perdagangan terbesar dengan Italia pada tahun 2012 mencapai 4,2 milyar USD dan menjadikan Italia sebagai  mitra dagang Indonesia terbesar ketiga di Eropa setelah Jerman (7,2 Milyar USD) dan Belanda 5,5 Milyar USD.

Pada tahun 2013, Delegasi bisnis Italia yang dipimpin oleh Presiden Italian Trade Agency (ICE), Kementerian Ekonomi Pembangunan Italia, yang terdiri dari 59 pebisnis, 8 bank dan 10 kementerian/lembaga pemerintah Italia telah melakukan kunjungan ke Indonesia. Misi bisnis ini merupakan salah satu misi bisnis terbesar yang pernah dikirim Pemerintah Italia ke luar negeri.


E.  HUBUNGAN BILATERAL RI - ITALIA

1.     Politik
Hubungan resmi antara Indonesia dan Italia diawali dengan pengakuan Italia terhadap kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949.  Pemerintah Indonesia membuka Perwakilan RI di Roma pada tahun 1952, setelah Italia membuka Perwakilannya di Jakarta pada tahun 1951. Hubungan dan kerjasama bilateral telah memiliki landasan yang kuat di mana kedua negara telah menyepakati kurang lebih 60 (enam puluh) perjanjian internasional di berbagai bidang. Tercatat saling kunjung Kepala Pemerintahan dan Menteri yang menunjukkan intensitas hubungan kedua negara yaitu; dari pihak Italia tercatat kunjungan Perdana Menteri Italia Romano Prodi (20 – 21 Oktober 1997), dan Menlu Italia, Giulio Terzi di Sant’Agata (23 -24 April 2012) ke Indonesia. Dari pihak Indonesia juga tercatat antara lain kunjungan Wakil Presiden RI, BJ Habibie (30 -31 Maret 1998), kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid (2000), Presiden Megawati Soekarnoputri (2002, dalam rangka FAO), Menteri Pertahanan RI (2007) dan Menlu RI (5 Maret 2009) ke Italia. Pertemuan terakhir Kepala Pemerintahan kedua negara, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan PM Mario Monti berlangsung di New York pada tanggal 26 September 2012.
 
Menlu Italia H.E. Giulio Terzi di Sant’Agata berkunjung ke Indonesia pada tanggal 22-24 April 2012. Dalam kunjungan tersebut telah disepakati upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara melalui berbagai kerjasama konkrit ke depan antara lain di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, industri pertahanan, peacekeeping, pendidikan dan kebudayaan, penanggulangan bencana (MOU Penanganan Bencana yang ditandatangani oleh kedua Menlu pada 23 April 2012) dan kerjasama dalam fora internasional. Juga telah disepakati Joint Statement on Bilateral Cooperation and Comprehensive Partnership between the Republic of Indonesia and the Republic of Italy.
 
Indonesia saat ini merupakan salah satu mitra strategis Italia di kawasan Asia. Hal ini disampaikan oleh Under Secretary Menteri Luar Negeri Italia, Benedetto Della Vedova, di depan para Duta Besar negara-negara sahabat dalam kesempatan resepsi diplomatik RI pada bulan September 2014.
 
Pada tanggal 15 November 2014, juga telah dilakukan pertemuan bilateral antara Presiden RI dengan PM Italia, Matteo Renzi, di sela-sela pertemuan KTT G-20 di Brisbane. Hal ini memperlihatkan pentingnya Indonesia sebagai salah satu mitra strategis Italia di kawasan Asia.
 
Kondisi politik yang relatif stabil di bawah pemerintahan PM Renzi akan menjadi modal utama Italia guna untuk semakin berkonsentrasi melakukan upaya perbaikan perekonomian, termasuk menyehatkan neraca perdagangan internasionalnya.
 
Italia mengakui peran besar Indonesia di ASEAN termasuk peran dalam memelihara stabilitas di kawasan. Atas inisiatif Indonesia, 6 negara anggota ASEAN di Roma mendirikan ASEAN Committee in Rome tahun 2011, yang sejak itu aktif mempromosikan ASEAN Awareness di Italia. Dalam konteks ini, Pemerintah Italia melihat potensi pengembangan kerjasama dengan negara-negara di kawasan ini dan telah menyelenggarakan ASEAN Awareness Forum (tanggal 22-23 April 2012) guna menggugah perhatian sektor swasta Italia pada kawasan ASEAN khususnya Indonesia.
 
2.     Ekonomi dan Perdagangan
Hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral RI-Italia terus mengalami perkembangan dan cenderung surplus di pihak Indonesia. Italia telah menjadi mitra dagang utama Indonesia terbesar ketiga di Uni Eropa setelah Jerman dan Belanda dengan volume perdagangan RI-Italia (2013) senilai US$ 3,82 Milyar dengan RI Surplus US$ 433 juta. Volume perdagangan Italia Indonesia periode Januari-Juni 2014 mengalami peningkatan sebesar 8,7%. Ekspor Italia ke Indonesia meningkat 14.2% dan Impor Italia meningkat 5.8%. Indonesia surplus sebesar 583 juta US$, tetapi surplus ini mengalami penurunan sebesar 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013 yang mencapai 607 juta US$.
 
Dari sepuluh besar komoditas utama ekspor Indonesia ke Italia, tiga diantaranya adalah berasal dari komoditas produk pertanian, bahkan salah satunya menduduki peringkat pertama, yaitu: kelapa sawit (peringkat pertama dengan nilai US$ 975 juta); resin(peringkat ketiga dengan nilai US$ 93 juta); dan kopi (peringkat ke enam dengan nilai US$ 58,8 juta).
 
Ekspor produk pertanian Indonesia dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan yang pesat mulai dari 34% di tahun 2011 menjadi 41.5% di tahun 2012 dan 53.2% di tahun 2013.
 
Beragamnya komoditas produk pertanian yang telah masuk ke Italia merupakan suatu keunggulan sehingga sangat memungkinkan untuk bisa terus ditingkatkan jumlahnya sehingga bisa menjadi ekspor unggulan seperti kakao, teh, kopra, kelapa parut kering, rempah-rempah (lada, cabe, pala, cengkeh, jahe, dan kunyit), kayu manis, minyak atsiri, produk bunga-bungaan tropika, produk perikanan (ikan dan udang) dan aneka produk dari kehutanan (produk kayu, rotan, bambu).
 
 
Neraca Perdagangan RI-Italia
n1.png
(Nilai: Ribu US$ - Sumber: Kemdag)
 
n11.png
(Sumber : ISTAT)
 
n12.png
(Sumber : ISTAT)
 

n4.png
(Nilai: juta US$ - Sumber: BKPM)


Pada tanggal 24 April 2012, dilakukan penandatangan persetujuan kerjasama antara perusahaan ban Italia Pirelli dengan PT. Astra Otoparts untuk mendirikan sebuah pabrik ban sepeda motor di Indonesia. Joint venture tersebut terdiri atas saham Pirelli (60%) dan PT. Astra Otoparts (40%) dengan total nilai investasi sebesar US$ 130 juta. Pabrik diharapkan dapat mulai beroperasi pertengahan tahun 2013 dan mampu memproduksi 2 juta ban motor mulai 2014, dan meningkat menjadi 7 juta ban saat beroperasi secara penuh pada tahun 2016.

Perusahaan Italia di Indonesia antara lain ENI (minyak dan gas), ENEL (listrik), Saipem (gas), Perfetti (konfeksi), OCRIM (penggilingan tepung), IVECO (truk), Coeclerici (perkapalan), Finmeccanica (industri penerbangan, pertahanan dan keamanan), FIAT (otomotif), Pirelli (ban), Trevi (kapal selam), Fincantieri (perkapalan), Piaggio (motor), Il Ponte di Archimede (listrik), dan Mastrotto (pengelolaan kulit).

Dalam mengupayakan peningkatan kerjasama perdagangan, pariwisata dan investasi, KBRI Roma secara berkala memprakarsai promosi terpadu investasi di Roma dan kota-kota pusat bisnis Italia dalam bentuk seminar yang menampilkan Kepala BKPM, wakil KADIN, CSIS serta wakil-wakil dari Pemerintah dan swasta setempat. KBRI juga aktif mengikuti / memfasilitasi partisipasi Indonesia dalam berbagai pameran internasional yang diadakan di Italia, serta kunjungan misi dagang / investasi Italia ke Indonesia. Kegiatan ini telah berhasil mengundang sejumlah minat dari perusahaan Italia untuk berinvestasi dan melakukan kontak dagang lebih lanjut.

Misi Bisnis Italia ke Indonesia 6-8 Mei 2013

Pada tanggal 6-8 Mei 2013 telah diselenggarakan kunjungan misi bisnis Italia ke Indonesia yang dipimpin oleh Presiden  Italian Trade Agency (ICE), Mr. Riccardo Monti, dan Wakil Ketua Confindustria (Konfederasi Industri Italia), Mr. Paolo Zegna, dengan menghadirkan 59 perusahaan Italia, 8 bank Italia, dan 10 kementerian/lembaga/institusi/asosiasi pemerintah dan swasta Italia. Misi Bisnis yang terdiri dari 5 (lima) sektor yaitu infrastruktur, energi, telekomunikasi, otomotif, dan permesinan, memiliki sasaran kombinasi selling mission and investing mission khususnya untuk keunggulan teknologi dan purchasing mission khususnya untuk sumber energi terbarukan yang sangat dibutuhkan oleh Italia. Jumlah perusahaan Indonesia yang terdaftar mengikuti kegiatan misi bisnis adalah sebanyak 138 perusahaan.

Kunjungan misi bisnis Italia ke Indonesia telah memberikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam kepada para investor dan pelaku bisnis Italia mengenai seluruh potensi dan peluang bisnis yang dapat diraih di Indonesia, serta memberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan mitra pelaku bisnis dari Indonesia. Di sisi lain, para investor dan pelaku bisnis Indonesia juga memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai Italia sekiranya ingin melakukan ekspansi bisnis di Italia. Misi bisnis diharapkan dapat mendorong pada kerjasama lanjutan dan lebih konkrit.

 

3.     Pertanian
Italia memiliki keunikan tersendiri baik dipandang dari aspek perdagangan produk pertanian maupun kerjasama riset dan alih teknologi.  Hal ini karena Italia merupakan negara yang memiliki produk akhir pertanian seperti kopi dan cokelat yang terkenal di dunia, sementara Indonesia merupakan negara produsen bahan baku kedua produk tersebut.  Selain itu Italia dan Indonesia sama-sama memproduksi beras, dan bahkan Italia merupakan negara produsen beras terbesar di Eropa sehingga keduanya sama-sama memiliki area persawahan yang cukup luas. Oleh karena itu juga dapat dikembangkan kerjasama riset dalam pengembangan padi. 

Hubungan Italia Indonesia dalam bidang pertanian dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama riset dan pengembangan teknologi pertanian.  Beberapa peluang kerjasama riset dan pengembangan pertanian cukup terbuka seperti pengembangan tanaman padi lahan kering, pengembangan hortikultura (anggur, strawberry) untuk tropik, pengembangan tanaman untuk kebutuhan biofuel, pengembangan kerbau untuk produksi susu dan mozzarella, pengolahan dan penyamakan kulit hewan, dan sebagainya.  Beberapa bentuk kerjasama yang sudah dilakukan antara lain kerjasama pengembangan jeruk antara Badan Litbang Pertanian dengan Lembaga pengembangan tanaman hortikultura Centro di ricerca per l’orticoltura  (CRA-ORT) tahun 2009.

Produk-produk pertanian unggulan Indonesia yang masuk ke Italia adalah produk perkebunan antara lain minyak sawit, minyak kelapa atau kopra, karet, kopi, kakao dan produk rempah seperti pala (nutmeg). Selain itu masuk juga ke Italia produk peternakan dalam bentuk kulit mentah maupun kulit setengah olahan, produk kehutanan dalam bentuk plywood, serta produk perikanan seperti ikan, udang dan ikan fillet beku. Dari tahun-ke tahun ekspor produk pertanian Indonesia cenderung meningkat. Data tahun 2007 hingga akhir 2011 ekspor semua produk pertanian ke Italia mengalami peningkatan, khususnya karet alam, pala, minyak sawit dan kelapa.

Hingga saat ini produk pertanian/perkebunan, yaitu minyak sawit menduduki urutan teratas kemudian disusul karet alam, namun kopi dan kakao, meskipun Indonesia masuk kategori produsen utama ketiga dunia, komoditas tersebut masih berada di urutan ke 4 dan ke 6 dibandingkan dengan pasokan dari negara-negara produsen lainnya ke Italia seperti dari Afrika karena faktor geografis yang lebih dekat. Hal ini merupakan tantangan bagi KBRI Roma untuk bisa meningkatkan peringkat ekspor kopi dan kakao Indonesia ke Italia mengingat Italia termasuk negara pengimpor kopi dan kakao yang cukup besar di Eropa. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran kopi internasional Triestespresso 2013 di Trieste, dan pameran coklat internasional Eurochocolate 2013 di Perugia akhir Oktober 2013 diharapkan dapat memacu peningkatan ekspor komoditas tersebut ke Italia di masa mendatang.
 

4.     Penerangan, Sosial, dan Budaya

Citra positif Indonesia di mata masyarakat Italia semakin meningkat akhir-akhir ini. Selain karena pembelian saham Klub Sepak Bola Italia Inter Milan oleh pengusaha Indonesia Erick Thohir pada bulan Oktober 2013, terdapat banyaknya film Indonesia yang berhasil menembus beberapa festival film internasional di Italia seperti Far East Film Festival dan Venice Internastional Film Festival; salah satu Film Indonesia yang disutradai oleh Sidi Saleh bahkan bisa menjadi juara untuk kategori film pendek pada Venice International Film Festival tersebut. Disamping itu Indonesia telah berpartisipasi selama 6 (enam) bulan pada Pameran Arsitektur Internasional La Biennale di Venezia. Terdapat juga peran serta warga Italia, Enrico Maserolli dengan grup Gamelan Gong Cenik telah mempopulerkan Tari Topeng Bali di berbagai kota di Italia. Sementara itu, juga telah digelar pertunjukkan budaya Minahasa Utara oleh Yayasan Torang Samua Bersaudara. Promosi Indonesia juga dilakukan dalam Festival Puisi Internasional ke-20 di Genoa, penampilan beberapa kali misi budaya dan paduan suara pelajar dari PPI Italia, maupun yang datang dari Indonesia yaitu SMP Islam Al Azhar, mahasiswa Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro, beberapa kali penayangan film Indonesia yang berjudul The Raid, The Raid 2, dan Merantau di stasiun televisi RAI4 Italia. Secara khusus penampilan kekayaan tekstil seni budaya, dilakukan dengan fashion show batik dan tenun oleh asosiasi pelestarian kain adat Indonesia oleh Himpunan Wastraprema. Promosi pariwisata telah memanfaatkan juga pameran perdagangan yang diikuti Indonesia dengan pengisian acara kebudayaan.

Sementara itu di bidang ekonomi kreatif, untuk pertama kalinya di Italia, KBRI Roma telah melakukan promosi 30 Ikon Kuliner Indonesia di kota Roma yang dikemas dalam bentuk Indonesian Culinary Week dari tanggal 27 September - 4 Oktober 2014. Kegiatan ini telah mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kegiatan promosi kuliner Indonesia ini akan terus menjadi upaya KBRI Roma untuk memperkenalkan budaya dan masakan Indonesia di Italia. Upaya promosi ini merupakan langkah awal untuk mencari investor yang mau membuka restoran Indonesia di kota Roma maupun di kota besar lain di Italia seperti Milan. 

Dalam rangka pelestarian batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, KBRI Roma, beserta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Akademi Mode tertua di Italia KOEFIA dan Indonesia Fashion Week 2014 telah berpartisipasi dalam menghadirkan peragaan haute cotour berbahan batik hasil rancangan designer muda Italia dalam acara tahunan Indonesia Fashion Week 2014. Pemenang IFW 2014 mendapat kesempatan beasiswa untuk kuliah di KOEFIA.

Budaya Indonesia juga mulai dikenal masyarakat Italia melalui program reality show di saluran nasional RAI 2 Italia, Pechino Express dengan tema "Ai confini dell'Asia" atau "Di perbatasan Asia" dengan rute perjalanan para peserta melintasi 4 negara di Asia Tenggara, yaitu: Myanmar, Malaysia, Singapura dan Indonesia dengan jarak ditempuh adalah 8.000 km (dari Myanmar hingga Bali, Indonesia). Adapun jumlah penonton acara Pechino Express dari awal penayangan acara tanggal 7 September 2014 sampai 3 November 2014 adalah sebanyak 2.213.600 orang atau setara dengan 9,20% dari jumlah penonton televisi RAI 2.
Dengan penayangan beberapa film Indonesia di Italia seperti The raid, The raid 2, dan Merantau serta program reality show seperti Pechino Express menunjukkan bahwa secara perlahan-lahan nama Indonesia semakin didengar oleh masyarakat Italia. Walaupun jarak secara geographi antara Indonesia dan Italia sangat jauh, namun dengan adanya penayangan berbagai film Indonesia di Italia semakin memudahkan akses penyampaian kekayaan alam, seni budaya Indonesia Indonesia kepada masyarakat Italia.

Walaupun Italia masih dalam situasi krisis, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia jumlah wisatawan Italia ke Indonesia pada tahun 2013 adalah 63.043 orang dimana jumlah tersebut meningkat 30% dari tahun 2012 yaitu 48.382 orang. Mengingat proyeksi krisis Italia akan berakhir pada tahun 2015, tampaknya jumlah wisatawan dari Italia masih memiliki potensi yang cukup baik untuk ditingkatkan, mengingat tradisi masyarakat setempat adalah berwisata 3 (tiga) kali dalam setahun dan dalam situasi krisis setidaknya menjadi 2 (dua) kali dalam setahun. 

Selain peningkatan kerjasama ekonomi dan pariwisata, kerjasama people to people contact juga merupakan faktor penting dalam penguatan hubungan bilateral RI-Italia. KBRI Roma memahami bahwa dasar dari kerjasama yang kuat adalah pemahaman dan hubungan erat antar masyarakat Italia dan Indonesia. Untuk itu KBRI Roma terus berupaya mendorong peningkatan jumlah pelajar Indonesia untuk belajar di Italia dan sebaliknya sebagai bagian dari people to people contact. Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Italia sekitar 100 mahasiswa, yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, dengan konsentrasi terbesar di kawasan Calabria dan Milan, selain itu juga beberapa mahasiswa terdapat di Roma, Torino, Napoli, dan Bolzano.  Sebagian besar mahasiswa Indonesia di Italia adalah penerima beasiswa pada program S2 dan S3 dalam berbagai bidang keahlian dan melalui berbagai skema beasiswa, baik dari Pemerintah Italia maupun lembaga swasta. Sementara itu, pada tahun 2014 terdapat 7 pelajar Italia yang mengikuti program Dharmasiswa di Indonesia dan 2 pelajar yang mengikuti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia. Meskipun jumlah tersebut belum menunjukkan angka yang signifikan, namun demikian, upaya kerjasama pendidikan terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah pelajar Indonesia di Italia dan sebaliknya.

KBRI Roma juga terus menjalin hubungan baik dengan Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Napoli L’Orientale (UNO) sejak tahun 1964 yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan citra positif Indonesia. Studi Indonesia diasuh oleh S.Faizah Sunoto sampai dengan tahun 2010, dan kemudian dilanjutkan oleh Doktor Antonia Soriente sebagai pengajar tetap. KBRI Roma juga mendorong penguatan kerjasama institusional UNO dengan lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, misalnya, kerjasama UNO dengan Kemdikbud, Universitas Indonesia dan Universitas Nasional untuk pengembangan studi bahasa dan budaya Indonesia.


5.     Perlindungan WNI dan Pelayanan Konsuler
KBRI Roma senantiasa kontinyu berupaya untuk memberikan pelayanan kekonsuleran dan Perlindungan WNI secara maksimal di antaranya melalui upaya yang bersifat "jemput bola" seperti penyelenggaraan pertemuan masayarakat/"kedai konsuler"  di wilayah-wilayah konsentrasi masayarakat Indonesia di Italia.

Jumlah WNI yang tinggal di Italia hingga bulan Maret 2013 tercatat sebanyak 1.422 jiwa, Malta sebanyak 59 jiwa, dan Siprus sebanyak 79 jiwa.  Dari jumlah tersebut, sekitar 45% dari WNI yang datang ke Italia adalah karena menikah dengan WN Italia, selebihnya bekerja di sektor informal (domestic workers), sektor formal, pelajar/mahasiswa, pegawai negeri tugas belajar atau bekerja pada organisasi internasional yang ada di Italia.

Dalam memberikan pelayanan konsuler kepada WNI di Italia maupun WN Italia, KBRI mengupayakan pelayanan secepat mungkin antara 4-24 jam tergantung kelengkapan dokumen dan permasalahan yang dihadapi. 


6.     Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia
Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-RI dibentuk pada tanggal 10 Maret 2008 dengan tujuan untuk memfasilitasi kerjasama antara Indonesia dengan Italia di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial budaya dan pariwisata. Saat ini, Asosiasi diketuai oleh Hon. Mr. Aldo Di Biagio, anggota parlemen Italia dari partai Popolo della Liberta (partai pemerintah). Asosiasi ini telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan KBRI sesuai tujuan pembentukannya, yaitu memajukan kerjasama bilateral Indonesia-Italia.


 
KONSUL KEHORMATAN

Guiseppe Testa   Konsul Jenderal Kehormatan Regione Campania and Surrounding Areas, Italia.
Jacopo A. Fusaia    Konsul Kehormatan Regione Lombardia, Italia.

 


KBRI Roma - Februari 2015