Indonesia dalam Lukisan, Tampil di Parlemen Italia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia dengan ragam keindahan dan keunikannya tampil dalam gambar yang dikemas dalam pameran lukisan tunggal oleh Prof. Agostino de Romanis, bertempat di gedung Parlemen Italia, Roma, tanggal 8 -21 Pebruari 2012. Prof. Agostino de Romanis, pelukis Italia yang telah mengabdikan dirinya selama 34 tahun melukis keindahan dan kekayaan budaya Indonesia kini menggelar pameran dengan tema “Kekuatan Mistik Dunia Timur dalam Lukisan” dan mendapat patronase (sponsor), diantaranya, KBRI Roma, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kebudayaan Italia serta Pemda Roma.
 
Beberapa perusahaan sponsor, yaitu Bank Lazio, SNO Yatch, Colline Romane, dan AC Projects turut membiayai pengadaan 500 buku promosi edisi mewah setebal 166 halaman, yang memuat ratusan karya lukisan Prof. Romanis dengan penjelasan oleh kurator ternama Italia, Vittorio Sgarbi dalam bahasa Italia dan Inggris.  
 
Priyo Iswanto, Kuasa Usaha Sementera KBRI Roma pada acara pembukaan Kamis malam (8/2) menyampaikan apresiasi atas kecintaan dan ketertarikan Prof. Romanis terhadap Indonesia selama ini, serta berharap agar karya-karya Romanis dapat terus menggugah generasi muda untuk mengikuti jejaknya dalam membangun jembatan seni antara kedua negara. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Romanis, Priyo menyerahkan piagam penghargaan kepada Prof.  Romanis dihadapan tamu undangan pecinta karya seni Indonesia, termasuk Rocco Buttiglione, mantan Menteri Kebudayaan pada masa pemerintahan Berlusconi dan Francesco Maria Greco, mantan Dubes Italia di Jakarta yang aktif mendukung pameran karya lukisan Romanis di Indonesia. 
 
Vittorio Sgarbi, kritikus seni yang juga Walikota Salemi (Sicilia) dan sekaligus sebagai kurator pameran tersebut menjelaskan kepada publik pada saat pembukaan pameran dengan mengatakan bahwa lukisan Romanis merupakan karya “hasil perenungan”, yang menerjemahkan sinyal-sinyal mistik dan spiritual dalam tradisi dan budaya masyarakat multi-etnis yang sangat kaya dan indah di Indonesia.    
Prof. Romanis adalah seorang maestro lukisan kelahiran Velletri, Italia, tahun 1947, yang selama hampir 4 dekade terinspirasi untuk melukis tentang Indonesia. Prof. Romanis mulai terjun di dunia pelukis profesional pada tahun 1970an dan seorang kritikus seni Italia ternama, Italo Mussa, pada tahun 1985 memasukkan Romanis ke dalam kelompok pelukis bergengsi Pittura Colta di Roma.
 
Sejak perjalanan pertamanya ke Indonesia, Romanis telah terpikat dengan keindahannya dan mulai menuangkan kekagumannya di atas kanvas. Dari tahun 1978 sampai dengan saat ini, selama 34 tahun tanpa henti, Romanis telah menghasilkan lebih dari 300 lukisan keindahan seni dan budaya di Jawa sebagai pulau “seribu candi”, di Bali, “pulau dewata”, dan Siberut yang disebutnya sebagai “pulau tersembunyi”, Nias, “pulau enigmatik”, sampai dengan Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan Pulau Komodo. 
 
Pameran lukisan Prof. Romanis di Roma tahun ini merupakan pameran tunggal ke-6 sepanjang karir profesionalnya, sementara beberapa pameran tunggal sebelumnya antara lain diselenggarakan pada tahun 2003 bertema Discovering Indonesia: Myths and Legends di Museum San Salvatore in Lauro Roma, Italia, dan pada tahun 2005 bertema Rediscovering Indonesia di Museum Rudana Bali, Indonesia. Beberapa karya lukisan Prof. Romanis ditempatkan secara permanen di  Museum  San Salvatore, Roma dan Museum Rudana, Bali (Sumber: KBRI Roma).